banner sosial media simplyasep.com

F.A.Q | Disclaimer | Sitemap

Siaran Pers www.simplyasep.com


Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia  yang kini sedang hangat diperbincangkan di seluruh dunia kini mulai banyak mendapatkan perhatian.  Beberapa negara di Eropa , sebagian negara negara di Amerika Utara dan Australia juga banyak yang mendengarkan secara langsung Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia ini.  

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang merekam Fenomena Suara Aneh  Di Seluruh Dunia ini dan mengunggahnya di Youtube.  Saya  mendengarkan Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia hanya dari Youtube saja.  Dan itumembuat saya merinding saat mendengarnya.

Beberapa orang mulai menyuarakan pedapatnya di berbaga sosial media. Mulai dari para ahli telematika,  pakar Antariksa , dan masyarakat sipil yang menjadi saksi dengan mendengar langsung Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia juga memberikan tanggapannya.  


Berbagai teori pun mulai bermunculan menanggagi Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia ini mulai dari teori konspirasi hingga teori yang dikaitkan dengan dalil dalil religi atau dikaitkan dengan Dalil Keagamaan.

Yang menjadi pertayaan saya sederhana saja "Mengapa Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia ini tidak terdengar di Indonesia?.  Pertanyaan sederhana ini masihh saya cari jawabannya dengan browse ke sana kemari namun sejauh ini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dahaga rasa curiosity (penasaran) saya.  

Langit memerah seperti api terekam oleh jepretan saya
Senja yang difoto beberapa waktu lalu dibelakang rumah saya.
Sepert kobaran api di langit.  Foto Asep Haryono



Tanda Akhir Dunia?

Yang saya dapatkan "hanya" pendapat MUI (Majels Ulama Indonesia) menanggapi Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia ini yang konon disamakan banyak orang orang dengan Tiupan Terompet Sangkakala sebagai pertanda the end of the world alias akhir dunia alias Kiamat.  Wallahu Alam 


Benarkan Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia yang ramai diperbincangkan di seluruh dunia saat ini benar benar petanda dari TUHAN bahwa dunia akan segera berakhir?

Yunahar Ilyas dari Ketua MUI bidang penelitian seperti dikutip dari Lensa Indonesia mengatakan menjelaskan bahwa Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia yang digambarkan sebagai bentuk nyata dari tiupan terompet Sangkakala sebagai akhir dunia atau pertanda hari kiamat sudah dekat tidak benar. 

"Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia yang digambarkan orang mirip Suara Terompetnya Malaikat Israfil itu akan terdengar di seluruh dunia, pertanda bagi seluruh dunia" tegasnya.   Dan memang seperti dalam pertanyaan saya di atas Mengapa Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia ini tidak terdengar di Indonesia.

Bagi yang beragama ISLAM seperti saya, Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia ini memang mengingatkan saya akan bunyi salah satu surah dalam Kitab Suci Al Quran terutama Surah An Naml (QA 27 ayat 87).  

Dalam keyakinan dalam Agama ISLAM  Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia ini sebagai Tiupan Sangkakala yang pertama dari 3 (tiga tahapan) Kiamat.  Tiupan untuk menakutkan. Tiupan Kedua untuk mematikan) dan Tiupan Ketiga: untuk menghidupkan kembali.

Bagian Penutup
Anda pernah menonton film yang berjudul "War Of The World" yang dibintangi aktor tampan Tom Cruise?   Dalam film Science Fiction ini digambarkan Bumi dilanda invasi kedatangan Mesin pembunuh yang berasal dari luar Angkasa. 

Alien yang berbentuk Mesin berbelalai panjang seperti TRIPOD ini mengeluarkan Suara panjang mirip terompet.  Sekilas memamg mirip dengan fenomena Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia yang sedang ramai di youtube  ini.


Namun demikian secara pribadi saya menyatakan pandangan saya.  Beberapa kali saya kembali membuka video Youtube dan mendengarkan dari Video sharing itu  suara aneh yang sedang ramai diperbincangkan di seluruh dunia itu sekilas suaranya memang mirip terompet .   

Bagi saya suara itu jelas mendirikan bulu kuduk, dan sangat menakutkan.   Suara apakah itu sebenarnya berasal?  Apakah Fenomena Suara Aneh Di Seluruh Dunia merupakan "bocoran" akan seperti itukah Terompet Sangkakala pertanda akhir dunia sudah tiba?  Wallahu Alam. Hanya ALLAH SWT  Yang Mengetahuinya  (Asep Haryono).

Catatan Asep Haryono

Dalam  suatu lawatan ke Luar Negeri, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo mengatakan bahwa sebanyak 2,3 juta penduduk Indonesia menjadi tenaga kerja, dan sebanyak 1,2 juta di antaranya ilegal.  "Dari jumlah itu, banyak sekali yang tersangkut masalah"kata Bapak Presiden.   Lalu beliau menegaskan wacana untuk menghentikan secara tetap pengiriman TKI ke Luar Negeri dengan alasan Harga Diri dan Martabat Bangsa dipertaruhkan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) bapak Nusron Wahid setali tinga uang dengan Bapak Presiden.  Beliau menegaskan bahwa (wacana)penghentikan pengriiman TKI Ke luar negeri bisa terwujud pada tahun 2017.   Seanak saya jadi penasaran dan mungkin akan bertanya mengapa
BNP2TKI yang diberikan "tugas" untuk mewujudkan (wacana) pengiriman TKI ke Luar Negeri?  

Memang kalau dilihat dari salah satu VISI dan MISI dari BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) adalah "Mengisi Peluang Kerja dan Menyiapkan Tenaga Kerja Kompeten Untuk Pasar Kerja Luar Negeri".   Di sini sudah tersirat ada banyak lagi hal hal yang musti dipikirkan kembali jika pemerimtah Indonesia tidak main main dengan wacana penghentian pengiriman TKI tersebut.    Jika benar ingin di stop permanen harus ada konsekuensinya.

Pedagang Asongan berjualan di Graha Pena Pontianak Post
Dimana ada keramaian selalu ada pedagang makanan dadakan. Inikah sektor informal yang dimaksud oleh Pemerintah demi menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi rakyat?  Foto Asep Haryono

Dalam amanat Undang Undang Dasar Tahun 1945 pasal 27 ayat 2 disebutkan "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan" dan Ayat 3 nya berbunyi "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara". 

Saya memang bukan ahli tafsir Undang Undang Kenegaraan apalagi Ahli Tata Negara. Saya adalah rakyat Indonesia, rakyat biasa saja yang memberikan pandangan pribadi, pendapat pribadi mengenai (wacana) Penghentian TKI ke luar Negeri    Berkaitan dengan Pasal Pasal UUD 1945 yang saya sebutkan di atas dengan (wacana) penghentian TKI ke Luar Negeri,  saya menyatakan tidak setuju dengan rencana Pemerintah menghentikan Pengiriman TKI ke Luar Negeri.


Jika alasannya Harga Diri dan Martabat Bangsa, tentu banyak lagi yang harus dipikirkan dan tidak sekedar membahas soal kedua hal itu.   Rakyat sudah bersusah payah mencari penghidupan yang layak dengan caranya sendiri.  Dimana tanggung jawab Pemerintah Indonesia dalam hal ini sesuai dengan Pasal 27 ayat 2 dn 3 di atas?.  

Justru saya mempertanyakan dimana "harga dri dan "martabat bangsa" dalam hal ini jika warga negaranya harus hengkang mencari nafkah ke negara lain?   Apakah sudah tidak ada lagi "nafkah" di dalam negeri sendiri sampai rakyatnya harus "lari" ke negara lain untuk mencari sesuap nasi?  

Seperti yang sudah saya singgung di atas para TKI adalah "pahlawan" bagi keluarganya.  Mereka banting tulang bahkan nyawa jadi taruhannya agar bisa dapat nafkah dengan bekerja di luar negeri karena mereka tau bangsa dan negaranya sendiri, INDONESIA, tidak "mau" mengurus nasib mereka.  Resiko bekerja di Luar Negeri tnetu selalu mengintai   Itu pasti ada.  Mulai dari ancaman pelecehan, tindak kekerasan, persoalan Hukum TKI di luar negeri,  Lembaga pengiriman TKI yang nakal dan masih banyak lagi carut marut dunia TKI di Indonesia.

TKI adalah "Pahlawan Devisa" bagi Negara dan "pahlawan" bagi kelarganya sendiri. Sudah selayaknya lah mereka adalah "hero"  (Pahlawan) yang harus dilindungi, diberdayakan dan diberi skill (ketrampilan) yang lebih komprehensif oleh pemerintah kita   Bukan main hantam kromo STOP atau menghentikan tanpa ada solusi altenatif jalan keluarnya. Jangan stop pengiriman TKI Ke Luar Negeri jika belum ada solusi yang bisa ditawarkan kepada rakyatnya  (Asep Haryono).

Catatan Asep Haryono

Gambar pada halaman depan koran Kompas hari Rabu, 6 Mei 2015 memajang foto mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik , dengan mengenakan Jaket KPK dikerubungi para wartawan    Sudah bukan rahasia umum siapa pun yang kedapatan mengenakan atau dipakaikan Jaket "kebesaran" KPK kuat dugaan tersangkut perkara Korupsi.

Saya juga menonton adegan tersebut yang sama persis dengan versi korannya, di sebuah setasiun Televisi Swasta.   Beliau , Jero Wacik , menjelaskan kepada para wartawan yang mengerumuninya bahwa beliau merasa diperlakukan tidak adil/  "Saya mengajukan permohonan agar tidak ditahan karena saya tidak akan menghilangkan barang bukti, saya akan kooperatif dan tidak akan mengulangi perbuatan saya" kata Jero Wacik di TV.   Kenyataanya beliau akhirnya ditahan KPK juga.

Yang menarik adalah Jero Wacik meminta bantuan kepada Presiden dan Wakil Presiden agar kasus yang membelitnya sekarang ini bisa terurai dan ada jalan keluarnya   Menurut saya ini menarik.  Jarang jarang saya menonton seorang mantan pejabat yang minta tolong secara terbuka kepada pihak lain secara live dalam arti kata disiarkan secara terbuka di depan Televisi. Menurut saya ini unik dan lain dari biasanya.. Seperti minta "perlindungan" kepada orang lain.   Lucu dan kekanak kanakan

Ini saya sedang memegang gepokan uang milik teman saya,  Saya cuma gaya aja.  Foto Kessusanto Liuvia/Pontianak Post
Ini bukan uang hasil korupsi.  Saya cuma gaya aja dengan segepok uang milik rekan saya. Hahahah. Saya cuma gaya aja.  Foto Kessusanto Liuvia/Pontianak Post

Mengapa kasus kasus Korupsi di Indonesia semakin lama semakin tidak terkendali.  Belum habis kisah Korupsi yang sedang hangat hangatnya dalam proses sidang Pengadilan dan belum mendapatkan Vonis yang tetap, kini sudah muncul lagi (dugaan) Korupsi yang dilakukan oleh Jero Wacik yang notabene nya adalah Mantan Menteri,     Mengapa (Korupsi) seperti susah sekali diberantas sampai tuntas. Apa yang harus kita lakukan untuk memberantas Korupsi di Indonesiai yang sudah sampai pada tahap yang mengerikan ini?  (Asep Haryono).

Catatan Asep Haryono

Jika tidak ada rintangan, dalam hitungan beberapa jam ke depan, 9 dari 10 orang terpidana Mati kasus besar Narkoba akan dieksekusi mati di hadapan regu tembak di Lapas Besi NusaKambangan yang konon merupakan tempat yang paling menakutkan bagi para bandit Naarkoba di Indonesia. Tempat yang konon mendapat julukan sebagai penjara ALCATRAZ nya Indonesia.

Sungguh bukan sebuah tontonan yang menyenangkan,  Menonton acara Eksekusi Mati yang di publish secara langsung real time dan disiarkan ke seantero Indonesi baik dari media cetak maupun Elektronik bahkan dunia internastional menatap langsung berita eksekusi mati ini.   Sungguh bukan sebuah atraksi (tontonan) yang menyenangkan.   Apa yang kita rasakan saat seluruh mata rakyat Indonesia dan dunia menyaksikan proses Eksekusi Mati terhadap mereka yang manusia ini?

Detik merilis ke 10 (Sepuluh) nama para terpidana mati yakni Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina) , Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia) , Serge Areski Atlaoui (WN Perancis) ,Martin Anderson alias Belo (WN Ghana) , Zainal Abidin (WN Indonesia) , Raheem Agbaje Salami (WN Spanyol) , Rodrigo Gularte (WN Brazil) , Andrew Chan (WN Australia) ,Silvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria) dan  Okwudili Oyatanze (WN Nigeria).

Mereka memang sudah divonis bersalah.  Pengedar Narkoba.  Data statistik dari BNN menyebutkan ada sekitar 40-50 orang Indonesia mati karena Narkoba.  Sungguh angka kematian generasi muda Indonesia yang tidak dapat diterima.  1 orang saja dari rakyat Indonesia mati sia sia karena Narkoba saja tidak bisa kita terima. Apalagi 40 sampai 50 orang Mati setiap harinya karena Narkoba. Tentu tidak bisa kita terima sama sekali


TUHAN YME Maha Pengampun, namun Pengadilan Indonesia tidak.  Presiden Jokowi , presiden kita semua,  banyak menerima dukungan sekaligus kritikan berkaitan dengan Penolakan Grasi ke 10 orang terpidana mati itu.  Dengan kata lain pelaksanaan Hukuman Mati yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap itu akan segera dilaksanakan dari hitungan beberapa jam lagi.  


Saya bukan pakar kriminal.  Bukan Pakar Hukum.  Bukan Pakarl Undang Undang Hukum Ketatanegaraan.   Saya juga bukan pakar hukum Agama Islam.   Saya adalah saya sebagai orang biasa yang menyuarakan keprihatinan secara pribadi, sebagai sesama manusia.  Mengapa dalam diri saya yang paling dalam saya punya pendapat sendiri mengenai hal ini.  Keadilan HUKUM tidak selalu harus seiring dengan Keadilan Kemanusiaan.   Pro dan Kontra pasti lah ada soal Eksekusi Mati mereka.   Beda pendapat adalah hal yang wajar



Matahari Terbit di Kubu Raya.  Foto Asep Haryono
Matahari Terbit di Kubu Raya. Semoga memberikan pencerahan bagi pelaksanaan hukuman di Indonesia agar lebih adil secara kemanusiaan  Foto Asep Haryono


Korupsi Pantas diHukum Berat

Ini bagi saya pribadi rasanya tidak adil.   Kejahatan Narkoba dan Terorisme dianggap yang paling bertanggung jawab atas kerusakan bangsa Indonesia.  Terorisme dianggap mengganggu perdamaian di Indonesia dan berpotensi merongrong NKRI.  Sedangkan Narkoba juga dianggap berbahaya karena bisa meracuni generasi muda dan rakyat Indonesia.  40-50 juta orang Indonesia mati sia sia karena Narkoba.  Jadi para pelaku kejahatan Narkoba dan Terorisme dianggap "Layak" diganjar dengan Hukuman Mati


Timbul pertanyaan.  Mengapa harus dari kedua jenis kejahatan itu yang pantas diganjar dengan hukuman Mati?  Pahadal eh padahal masih ada lagi yang juga tidak kalah mengerikan dampaknya terhadap sendi sendi kehidupan bangsa Indonesia.  KORUPSI.   Ya Korupsi yang sudah merajelala kemana mana. 

Sampai dalam urat nadi kita, menghisap darah kita, itulah Budaya Korupsi.  Tidak tau malu korupsi apa saja. Budaya KORUPSI yang seakan tidak pernah ada habis habisnya di negeri ini.   Sekali dbabat, besok muncul lagi.  
Hari ini sudah ditangkap para koruptor uang Negara itu , besok muncul lagi.    Satu hilang besok muncul lagi.  Silih berganti.

Mari kita kembali kepada bahasan hari ini,  ke soal pelaksanaan hukuman mati ini.  

Siaran pers atau bahasa kerennya pres Release simplyasep dikeluarkan hari ini sebagai bentuk rasa keprihatinan yang mendalam atas rencana eksekusi mati para Terpidana mati. Bagi sahabat blogger yang bergama ISLAM seperti saya tentu sudah paham bahwa Kematian memang HAK bagi setiap hamba Allah SWT.  Dalam surat Al Quran sudah disebutkan bahwa "Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan menemui kematian".   Mohon saya dikoreksi surah dan ayatnya.


Mati termasuk domain yang menjadi Hak Preogratif TUHAN YANG MAHA ESA.  Hanya TUHAN YME sajalah yang paling ber HAK untuk mencabut nyawa manusia.    TUHAN YME yang memang punya hak penuh untuk mencabut nyawa hambaNYA kini sudah mulai juga "diwakili" oleh hambaNYA sendiri dengan dasar penerapan hukum (Law Enforcement) mengEKSEKUSI mati manusia lainnya.   Ini hal yang saya tidak mengerti.

Walaupun secara pribadi , saya menolak pelaksanaan hukuman Mati.  Sebagai sesama manusia dan orang tua, tentu keprihatinan saya yang mendalam terhadap ini.   Banyak dari para Terpidana mati ini memiliki keluarga (punya anak, dan lain sebagainya).

Kematian adalah rahasia TUHAN YME,  namun tidak bagi ke 10 orang Terpidana mati ini.  Mereka sudah diberitau oleh Pengadilan (MA) bahwa Ajal mereka sudah dekat. 
Bagaimana perasaan mereka , para ke 10 (Sepuluh) orang terpidana mati itu setelah tau ajalnya sudah dalam waktu dekat.   

Ini yang membuat hari dan perasaan saya menjadi bercampur aduk
Berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia, Indonesia sudah berani menunjukkan kepada dunia untuk tidak tunduk kepada tekanan Internasional.  


Negara negara lain sudah mulai menebarkan "ancaman" nya untuk meninjau kembali hubungan bilateralnya dengan Indonesia jika (hukuman mati) itu jadi dilaksanakan.  Ancaman ini dikeluarkan terutama dari negara negara yang warganya di eksekusi mati   Saya hanya duduk terdiam sekarang ini.  Saya tidak tau harus berkata apa lagi   (Asep Haryono).

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia