banner sosial media simplyasep.com

F.A.Q | Disclaimer | Sitemap

www.simplyasep.com  Disela sela Acara ASUS Blogger Gathering di Hotel IBIS Pontianak hari Sabtu (16/3), saya berjumpa secara tidak sengaja dengan Riefian Fajarsyah atau publik tanah air lebih mengenalnya dengan sebutan IFAN SEVENTEEN. 

Kesempatan yang tidak disangka sangka tersebut, langsung saya manfaatkan untuk sekedar menyapanya, dan berswafoto (Selfie) dengan Vokalis muda yang juga caleg dari Parta Kebangkitan Bangsa (PKB) itu


Nah biar pada tidak penasaran , silahkan disimak foto yang saya sertakan di bawah ini. Foto ini juga sudah dipublish di akun Instagram saya dengan tautan kepada akun Instagram milik Ifan Seventeen.


SELFIE : Ifan Seventeen dan saya.  Foto diambil dengan menggunakan Galaxy Grand Prime saya dan yang mengambil foto adalah Ifan Seventeen sendiri.  Lokasi IBIS Pontianak Sabtu (16/3) Alhamdulillah.  Foto Ifan Seventeen
SELFIE : Ifan Seventeen dan saya.  Foto diambil dengan menggunakan Galaxy Grand Prime saya dan yang mengambil foto adalah Ifan Seventeen sendiri.  Lokasi IBIS Pontianak Sabtu (16/3) Alhamdulillah.  Foto Ifan Seventeen


Bagaimana Certanya Bisa Jumpa Ifan Seventeen?

Seperti yang sudah saya sebutkan di aWal postingan ini, saya ada undangan dari ASUS hari itu untuk menghadiri acara ASUS Blogger Gathering di Lantai 3 Aster. Undangan ini khusus untuk Netizen Blogger Pontianak, dan saya termasuk Blogger Pontianak yang aktif, diundang di acara tersebut.  Dalam Even ASUS Blogger Gathering kali ini juga diperkenalkan Produk Anyar ASUS yakni ASUS VivoBook Pro F570

Acaranya sendiri sebenarnya dimulai pada pukul 13.00 WIB, namun entah kenapa hari itu saya ingin lebih awal 1 jam sebelumnya datang di IBIS Pontianak, dan memang Alhamdulillah saya sudah tiba di Lobby Hotel IBIS Pontianak tepat pukul 12.00 WIB, dan duduk duduk di salahs satu sudut di rangan Lobby.

Saat duduk duduk itulah, pandangan mata saya tertumbuk pada seorang pria ganteng berkulit putih yang saya hafal betul itu adalah Ifan Seventeen dan saya tidak ragu sama sekali, saya pun menghampiri Ifan Seventeen dengan terlebih dahulu memperkenal kan diri saya sendiri. 

Saya katakan kepada Ifan Seventeen bahwa saat Ifan Seventeen show dalam rangka Grand Launching Raja Sea Food WAN KAPOR Cafe di Komplek Duta Bandara tanggal 26 Januari 2019 yang lalu saya tidak dapat hadir.  Padahal saya juga tinggal di komplek Duta Bandara Kubu Raya juga, tepatnya di Blok C6/14.


Mendengar "curhat" saya itu, Ifan Seventeen hanya senyum saja.    Hehehe. Ya tidak apa kan, setidaknya itu cerita yang saya sampaikan kepada Ifan Seventeen apa adanya. Hheheh.   Dan saya pun reflek meminta foto selfie dan Ifan Seventeen pun menyetujui.   Tuh lihat fotonya sudah dicantumkan di atas.  Sebenarnya ada 2 foto, dan saya cantumkan hanya satu foto saja.

Ada sedikit "insiden" saat akan dilakukan foto selfie dengan menggunakan Galaxy Grand Prime jadul milik saya.  Ternyata saat Ifan Seventeen memegang Android saya, Timer di Android saya berfungsi selama 10 detik, dan itu cukup "menganggu" Ifan.  Foto pertama menggunakan Timer selama 10 detik, dan foto yang kedua Timer nya dikurangi

" Wah ada timermya lama, ya sudah sekali lagi fotonya saya kurangi timernya ya" kata Ifan Seventeen

Saya memang suka lagu lagu Ifan Seventeen terutama lagu balad yang sangat menyentuh (very touching) yakni KEMARIN, yang menurut saya sangat kebetulan seperti sesuai dengan kejadian sebenarnya.  Tentu sahabat Blogger semuanya sudah mengetahui tentang musibah Tsunami beberapa waktu yang lalu yang merenggut sahabat Ifan Seventeen dan bahkan sang istri tercinta  Ifan Seventeen yakni mba Dylan Sahara.   Alfatihah. (Asep Haryono)



Pontianak.  Siapa yang tidak kenal dengan KH Yusuf Mansur? Mungkin ada yang kurang familiar dengan sang Ustad, namun saya yakin orang se Indonesia pada umumnya dan kaum Muslimin dan Muslimat di tanah air sudah mengenal sosok pejuang, seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi, siapa lagi kalau bukan KH Yusuf Mansur.

Alhamdulillah, saya pernah berjumpa, bertatap muka dan bahkan sempat melakukan swafoto (selfie) dengan Ustad Yusuf Mansur, ulama kondang pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, cikarang Tangerang dan pengajian Wisata Hati ini.   Pertemuan yang tidak disangka sama sekali bagi saya pribadi hari itu menjelang 
 Malam Tarawih terakhir ini sekaligus berbuka puasa di Masjid Kapal Munzalan Mubarakatan 2 Serdam bulan Juli 2017 yang lalu.

Baca juga Berjumpa dengan Ustad Yusuf Mansur


Ada kisah kecil yang menurut saya cukup menarik saat itu secara kebetulan di Masjid Kapal Munzalan Mubarakan ada acara Walimatul Ursy (Resepsi Pernikahan) atas nama  Rizka Husnata Putri S.AK dan Dhaur Giesna Al Ghiefary ST yang dilaksanakan di hari terakhir bulan Ramadhan tahun itu.  So eh jadi tidak ada snack, ataupun konsumsi makan makannya.   Beneran tidak ada?

Tentu saja tidak. Snack atau jamuan makan bagi para tamu dan undangan tetap saja ada namun sudah dalam bentuk package yang dibungkus dengan cantik apalagi kontennya wah luar biasa.  Dalam hati saya bilang menu menunya elit sepert menu para Jamaah Haji di Pesawat saat terbang menuju Tanah Suci  Makah. Nyaman dan nikmat nya aduhai. Alhamdulillah



Saya dengan KH Tusuf Mansur saat itu. Ini fotonya ahaai. Teirma Kasih untuk Ustad  Lukmanulhakim, pimpinan Pondok Pesantren Modern Ashabul Yamin.
Saya dengan KH Tusuf Mansur saat itu. Ini fotonya ahaai. Teirma Kasih untuk Ustad  Lukmanulhakim, pimpinan Pondok Pesantren Modern Ashabul Yamin.

Kebetulan lagi yang jadi saksi nya adalah juga Pak Ustad H Ustad Yusuf Mansur dan singkat kata begitu acara seluruhnya selesai, sang Ustad kondang penuh kharisma ini dikawal oleh para petinggi dari Pondok Modern Ashabul Yamin (PMM-AY) dan pengurus Masjid Kapal Serdam ke ruangan khusus yang sudah disediakan untuk makan malam atau Buka Puasa ya.  Dalam hati saya sudah pesisimis bisa tatap muka apalagi selfie dengan sang Ustad.  Saya juga tidak berharap banyak, bisa melihat sang ustda dari dekat saja saya sudah senang.
Saya malu untuk menerobos masuk dan bergabung untuk berbuka puasa bersama mereka agar maksud bisa duduk dekat dengan Pak Ustad Yusuf Mansur hihihihi.   Saat itu saya liat sang Ustad menyantap hidangan Nasi Kebuli dan didampingi oleh H. Muhammad Nur Hasan dan  Ustad Lukmanulhakim, pimpinan Pondok Pesantren Modern Ashabul Yamin.

Saya minta "agar diizinkan" foto dengan Ustad Yusuf Mansur.   Alhamdulillah permission granted.  Tidak disangka saya pun akhirnya bisa jumpa langsung dengan Ustad Yusuf Mansur dan bahkan bisa berfoto bersama sang Ustad.  Pengalaman yang luar biasa.  Tidak menyangka sama sekali.  Ini semua atas izin dari Allah SWT.  Bisa foto bersama dengan ulama kondang Indonesia ini
(Asep Haryono) 










Catatan Asep Haryono

Kalau ngomongin soal RRI (Radio Republik Indonesia) pasti akan banyak cerita di dalamnya. Eits tunggu dulu apakah kawan kawan pernah tune in channel Radio Republik Indonesia (RRI)? RRI Mana saja di kota kalian masing masing. Yang dari Jakarta tentulah RRI Jakarta, dan lain sebagainya.

Bagi saya sih, kalau boleh jujur (minjem istilahnya mas Rawins) saya kurang begitu akrab dengan RRI sejak kenal dengan radio swasta. Saat saya duduk di bangku Sekolah Dasar dulu di Jakarta (Tepatnya di SDN O1 Penjaringan Jakarta Utara-red) era taon 1975 an saya cuma kenalnya sama Radio SONORA, Radio Prambors, Radio ElshintaRadio KayuManis dan lain sebagainya.

Entah kenapa saya malah sukanya sama TVRI yang notabenenya juga milik Pemerintah Republik Indonesia. Untuk urusan nuntun TVRI saya waktu SD memang jagonya hiehiee.  Acara yang saya sukai waktu itu "Dunia Dalam Berita" yang dibawakan biasanya sama mba Toeti Adhitama.  Sayang saya nda ada foto bareng dengan Mba Toeti Adhitama itu hierhiehiee.

Begitu channel Radio saya puterin lalu kena RRI "Radio Republik Indonesia dengan warta berita dibacakan oleh bla bla.." langsung tuh channel saya puterin ke Radio lainnya. HIehiehiehe. Itu dulu. Dulu sekali.   Kini saya suka dengan Radio Republik Indonesia dan little bit crazy of RRI sejak tahun 2005 saat saya banyak berurusan dengan program KangGURU Indonesia dengan RRI Pro 2 di Pontianak. Kalimantan Barat

Saya sering mendengar nama mas Kabul Budiono, legenda atau angkasawan RRI Jakarta. Namun saya tidak ingat lagi sejak kapan tau nama itu, dan setau saya waktu itu beliau memang penyiar berita di RRI Jakarta.  Detail lengkap profil mas Kabul Budiono ada banyak di Internet, dan kawan kawan bisa searching sendiri.  So eh jadi saya tidak akan copy paste di sini  

Akhirnya kesempatan saya berjumpa langsung dengan legenda RRI Jakarta kesampaian juga.  Saat berlangsungnya Consultative Group Meeting para perwakilan KangGURU Indonesia , saya mewakili Propinsi Kalimantan Barat , tahun 2010 di Denpasar Bali, saya berjumpa langsung dengan mas Kabul Budiono. Ini fotonya.


Saya dan Mas Kabul Budiomo tahun 2010 kala nda salah. 
Lokasi Foto di Gedung IALF Denpasar Bali
Foto Istimewa

Ada banyak tokoh dalam meeting tersebut.  Misalnya perwakilan dari Kedutaan Besar AustraliaAusAID , Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan dan masih banyak lagi undangan lainnya. Nanti saya tuliskan jika ada waktu dan kesempatan di masa yang akan datang. Tentunya tidak janji ya. Soalnya kalau Janji kan hutang hiehiehiehiee.  (Asep Haryono)
Gambar dari KapanLagi
Catatan Asep Haryono

Ada yang tau komedian Jhody "Super Bejo" yang gambarnya saya pasang di blog kesayangan saya ini?  Gambarnya sendiri saya unggah dan berasal dari situs KapanLagi Dot Kom.  Momen bertemu dengan selebritis memang unik dan jarang jarang terjadi dan selalu tidak pernah direncakan sama sekali.

Dari beberapa artis selebriti papan atas yang pernah saya ketemu tidak sengaja kebanyakan karena satu pesawat Garuda Indonesia.  Maskapai kebanggaan milik bangsa ini memang sering ditumpangi oleh public figure seperti artis dan pejabat negara. Dan umumnya sih, sepanjang yang saya tau, kebanyakan Garuda Indonesia untuk tujuan Jakarta - Denpasar yang paling banyak intensitas kemungkinan jumpa artis atau selebritis.
Gambar dari Internet
Catatan Asep Haryono

Baru baru ini TVRI (Televisi Republik Indonesia) kena "sentil" KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) terkait penayangan acara Konvensi Demokrat di TVRI selama sekitar 2,5 jam pada Minggu 15 September 2013 yang lalu yang diduga keras telah melakukan pelanggaran terbuka atas Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. Detilnya silahkan Google sendiri aja ya hiehiehiehiehiehee

Sebagian pihak memang menyayangkan penayangan ini dan menganggap Televisi Pemerintah itu tidak lagi berkomitmen sebagai media untuk seluru elemen masyarakat dan sudah mengarah kepada kelompok tertentu.  Sebagian lagi menuding TVRI sudah tidak konsisten lagi dalam memberikan kepuasan berita untuk semua kelompok dan merusak citra TVRI yang independen . Ceritanya begitu. Namun sayang sekali bukan hal ini yang mau saya bagikan kepada kawan kawan semuanya. Heihieie.
Foto Istimewa
Catatan Asep Haryono

Ini memang catatan saya yang sudah cukup lama, namun saya coba tuliskan singkatnya saja. Soale theme nya adalah foto foto narsis. HIheiheiee. Tapi bukan sekedar foto aja loh. Ada catatan di belakang foto foto bersama public figure yang sudah saya tayangkan secara marathon beberapa hari terakhir ini.

Terkesan seperti :"kejar tayang" ya. Hiehiee. Padahal sejati nya tidak seperti demikian. Secara kebetulan saja nih ide muncul di kepala saya, jadi mumpung si ide sedang berbaik hati mampir di benak saya, ya saya coba tuangkan saja sekalian kedalam tulisan pendek ini.    

Dulu alkisah pada tanggal tanggal 28 September sampai dengan tanggal 1 Oktober 2009 yang lalu, sebanyak 162 pemuda-pemudi dari 22 negara dari seluruh Dunia berkumpul di Hotel bintang 5 Marbella, Anyer Banten Kabupaten Serang. Ngomong ngomong soal Banten, nah Bandara Internasional Soekarno Hatta itu sudah masuk wilayah BANTEN loh.   Hiehiehiee. Saya juga baru ngeh soal ini. :))
Gbr dari Internet
Catatan Asep Haryono

Bukan maksud latah untuk mendompleng isu yang sedang rame dibicarakan dalam berbagai media mengenai kecelakan si Dul (AQJ Putra musisi kondang Ahmad Dhani-red) saya menulis catatan ini.  Tapi beberapa tahun yang lalu dari manifes catatan saya memang ada catatan saya (pernah) berjumpa dengan Musisi Ahmad Dhani.

Saya coba mengingat tanggal bulan saat kunjungan Ahmad Dhani (yang saat itu masih menggunakan label Dewa 19 kalau nda salah-red), namun yang saya inget persis adalah tahunnya. Tahun 2002.  Saat itu gedung kami belum bernama Graha Pena seperti sekarang.  Kegiatan Dewa 19 bertandang ke Redaksi Pontianak Post saat itu adalah saat Tim Dewa 19 mengadakan road show atau menghadiri undangan.  Mereka menyempat untuk datang dan hadir. Kesempatan ini memang tidak saya sia siakan tentunya.
Catatan Asep Haryono

Ini memang dokumentasi lama saya yang masih saya simpan dengan baik, dan kalau nda salah kejadiannya pada pukul 16.00 WIB hari Jumat tanggal 23 Nopember 2012 yang lalu. Hmmmm.

Saya masih ingat saat itu Kak Evi,  Editor In Chief Secretary, membisikkan kepada saya bahwa ada kunjungan mendadak Habiburrahman El Shirazy ke ruang redaksi lantai 5 yang memang "habitat" saya dan kawan kawan di jajaran redaksi Harian Pontianak Post.

"Huaaa  Kang Habib yang penulis novel Best Seller Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih mau mampir ke sini duh duh gimana nih"
gumam saya dalam hati.  Beliau memang fave saya , dan saya selalu mengikuti perkembangan film film beliau beberapa tahun terakhir ini.

Begitu senangnya saya dengan film film karya Kang Abik ini, bahkan sampai saat sang istri tercinta mengandung anak pertama dan sudah menginjak bulan ke 9 (sembilan) sekitar bulan Pebruari 2008 yang lalu momennya bertepatan dengan pemutaran premiere film Ayat Ayat Cinta di kota Pontianak. Saya ajak sang istri menonton pemutaran film (AAC) di Gedung Bioskip Ahmad Yani 21 Mega Mall Pontianak.  Sampai sekarang momen menonton film AAC bersama sang istri yang sedang hamil sangat berkesan sampai sekarang.
Foto dari Internet
Catatan Asep Haryono

Ada yang kenal dengan bintang Jadoel kebanggaan Indonesia, Henny Purwonegoro?   Mungkin beberapa dari kawan kawan ada yang tidak ingat, atau lupa, Atau juga ada yang masih ingat iklan salahsatu obat turun panas anak anak Inzana?.

Nah biar nda pada penasaran, saya langsung cantumkan foto Henny Purwonegoro masa kini.  Fotonya sendiri berasal dari wikipedia ini .Nah pemilik nama aseli Henriette Louise Purwaningsih ‎Poerwonegoro atau kita lebih mengenalnya dengan panggilan Kak Henny atau dikenal dengan nama panggung Henny Purwonegoro ini memang keren juga.   Saya pikir kawan kawan bisa liat sendiri search di Google mengenai profil beliau lebih lengkap.  So eh jadi saya tidak perlu copy paste lagi di sini

Setelah saya bongkar bongkar arsip foto lama saya ternyata saya (pernah) berjumpa secara langsung dengan artis penyanyi terkenal anak anak di masa kejayaannya dulu.  Masih ingat acara anak anak Dekade 80-an waktu itu?  Saya sendiri waktu itu masih anak anak hehehehe.  Tapi kan dari search di Google juga banyak informasi bermunculan.  Wikipedia sendiri menceritakan kalau  Henny dikenal sebagai pembawa acara Aneka Ria Anak-Anak, berpasangan dengan Seto Mulyadi, pada era 80-an.  Sumbernya di sini
Foto cincara.com
Catatan Asep Haryono

Ada yang kenal dengan si imut Tina Toon?   Bagaimana dengan penampilan Tina sekarang ini?  Barangkali banyak kawan kawan yang langsung terpesano tentunya kaum Adam (Bukan kaumnya Mas Reo Adam ya hiehiehihee-red). 

Nah biar nda pada penasaran, saya langsung cantumkan foto Tina Toon masa kini.  Fotonya sendiri berasal dari cincara.com ini.
Nah keliatan seksi dan manis khan?  Siapa dulu gurunya. Mas Rawins. Hiehiehiee.  Bukannya latah ikut pasang foto cewek seksi ala Mas Rawins, tapi memang saya ada cerita di belakangnya.   Ada story behind the panci.  Gitulah kira kira.   Nah Tina Toon yang kita tau di awal awal tahun 2004 masih imut imut mengemaskan itu kini sudah berubah menjadi slim alias ramping.
Catatan Asep Haryono

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB hari Jumat tanggal 23 Nopember 2012 yang lalu adalah jam saya off alias sudah saatnya pulang. Jam kerja saya memang dari hari Sening sampai dengan hari Sabtu (kecuali hari ahad/Minggu) mulai dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 16.00 WIB dengan waktu jeda makan siang (lunch) selama kurang lebih 1 (satu) jam.

Tiba tiba Kak Evi, Senior Assistant To Secretary, membisikkan kepada saya bahwa ada kunjungan mendadak Habiburrahman El Shirazy ke ruang redaksi lantai 5 yang memang "habitat" saya dan kawan kawan di jajaran redaksi Harian Pontianak Post. "Huaaa  Kang Habib yang penulis novel Best Seller Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih mau mampir ke sini duh duh gimana nih" gumam saya dalam hati.  Beliau memang fave saya , dan saya selalu mengikuti perkembangan film film beliau beberapa tahun terakhir ini.

Begitu senangnya saya dengan film film karya Kang Abik ini, bahkan sampai saat sang istri tercinta mengandung anak pertama dan sudah menginjak bulan ke 9 (sembilan) sekitar bulan Pebruari 2008 yang lalu momennya bertepatan dengan pemutaran premiere film Ayat Ayat Cinta di kota Pontianak. Saya ajak sang istri menonton pemutaran film (AAC) di Gedung Bioskip Ahmad Yani 21 Mega Mall Pontianak.  Sampai sekarang momen menonton film AAC bersama sang istri yang sedang hamil sangat berkesan sampai sekarang. 

Sempat Tidak Berharap Berjumpa
Dalam catatan saya  salah satu pemeran film Ayat Ayat Cinta (AAC) yakni Fedi "Fahri" Nuril pernah bertandang ke kota Pontianak dalam rangka memenuhi undangan Panitia Masjid Mujahiddin Pontianak dalam sebuah diskusi yang berjudul "Meet and Greet, Diskusi santai membahas fenomena AAC dalam perspektif Islam"  pada tanggal  30 Maret 2008 Ba'da Ashar.   Detil ya karena memang kehadiran "Fahri" santer dan cukup populer saat itu menghiasi berbagai media cetak yang terbit di Pontianak. Sayang sekali saya tidak sempat hadir di acara tersebut.

Kenapa tidak sempat? Saya sudah tidak ingat lagi mengapa tidak (Sempat) padahul eh padahal jarak antara Masjid Mujahidin Pontianak dengan Graha Pena sangat dekat, dan cukup beberapa menit saja sudah sampai.  Walhasil saya hanya membaca tulisan dan berita "Fahri" saja di surat kabar dan beberapa media cetak lainnya yang terbit di kota Pontianak saat itu. "Ah kapan ya bisa berjumpa lagi dengan bintang atau Pemain Ayat Ayat CInta lainnya, ah kapan ya" kata saya dalam hati.


SILATURAHMI.: Momen saat Kang Abik bertandang ke Redaksi Pontianak Post bersama kawan kawan dari Forum Lingkar Pena Kalimantan Barat kemarin (23/11).  Turut hadir di pertemuan Foto Asep Haryono

CINDERAMATA.  Begitu silaturami selesai, diakhir dengan pemberian kenangan kenangan dari Harian Pontianak Post yang diserahkan langsung oleh Editor In Chief, Bapak Drs. Salman secara langsung dengan Kang Abik.  Foto Asep Haryono

PONTV :  Kang Abik juga didaulat untuk wawancara di jaringan televisi Group Pontianak Post, PonTV, Foto Asep Haryono

AKHIRNYA JUMPA : Inilah akhirnya saya malah berfoto bersama pengarang Best Seller Ayat Ayat Cinta dan KCB, Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik.  Foto ini diambil kemarin saat beliau bersilaturahmi ke Redaksi Pontianak Post lantai 5 hari Jumat, 23 Nopember 2012.  Dream comes true.  Foto Istimewa

Dulu memang pernah ada Audisi Pemilihan 5 Bintang Ketika Cinta Bertasbih (KCB) yang juga merupakan maha karya dari Habiburrahman El Shirazy atau akrab disapa kang Habib di Kota Pontianak tepatnya di selenggarakan di Museum Negeri Kalimantan Barat yang terletak di Jalan Ahmad Yani beberapa tahun yang lalu.  Saya sudah melihat langsung di sana dan berjumpa dengan Neno Warisman sebagai salah satu team yang menyeleksi para calon bintang tersebut. Sayang sekali saya nda ngeFans dengan Neno Warisman, jadi tidak ada foto foto.  Salah satu "penyakit" saya memang demen foto bareng dengan seleb atau tokoh soalnya hiheiheihiee

Saya pendam saja harapan dan keinginan saya yang membuncah untuk bertemu dengan para pemain film Ayat Ayat Cinta (AAC) atau Ketika Cinta Bertasbih (KCB) sejak tahun 2008 lalu.  Namu akhirnya kesempatan datang juga kemarin. Tidak tanggung tanggung saya berjumpa dan foto bareng dengan pengarang kedua buku Best Seller tersebut yakni Habiburrahman El Shirazy atau akrab disapa kang Habib. 

Kesempatan ini tidak saya sia siakan. Dengan kamera poket Nikon Coolpix yang embed kemana saja saya pergi akhirnya kembali in action. Itulah enaknya punya kamera saku sendiri dan siap stand by setiap saat. Jika ada momen momen langka seperti ini bisa langsung didokumentasikan.   Momen penting atau langka biasanya mendadak. 

Apa saja yang Kang Abik bicarakan di pertemuan itu? Wow saya yang hadir juga dalam forum pertemuan tersebut mencatat beberapa hal penting.  Termasuk diantaranya adalah pendapat beliau tentang isu POLIGAMI  yang tersirat dalam film Ayat Ayat Cinta (AAC). Namun untuk menghindari POLEMIK hasil catatan saya di pertemuan tersebut yang membahas isu ini tidak saya cantumkan. Sebab berpotensi membuat kerusuhan hiheiheiheiheie.   Trims Kang Abik sudah mampir ke Pontianak.  (Asep Haryono)
Ustad Harry Moekti. Foto Asep Haryono
Hanya Satu Kata "Dakwah"
Oleh Asep Haryono

Ketika saya sedang asyik asyiknya memosting tulisan tentang Pengalaman Belanja CD Tutorial di ruang kerja saya di lantai 5 (Nah nah ketauan bukannya kerja malah ngeblog ya ketauan niye) dan dibantu oleh anak anak magang, tiba tiba melintas rombongan Ustad Hari Moekti didampingi oleh kawan kawan dari hizbut tahrir dan langsung mengambil posisi duduk diruang oval.

Tidak lama kemudian datang kawan kawan senior saya dari redaksi Pontianak Post didampingi oleh asisten redaksi, dan juga beberapa wartawan. "ah ada apa gerangan? apakah ada jadual beliau sekarang ini?

" Begitu kata saya dalam hati. Sejenak saya tidak menggubris kedatangan beliau dan juga rombongan yang menyertainya itu, dan saya pun "larut"
(Gula kali-red) meneruskan blogwalking saya dan sesekali mengamati saja dari bangku tempat saya duduk. Mengamati apa yang kira kira mereka lakukan di ruang oval dari kejauhan.

Tetapi lama kelamaan saya mendengar suara yang cukup keras dari kerongkongan beliau yang amat khas saat beliau menyanyi suara suara serak serak seperti itu yang saya rasa mirip dengan rocker Ikang Fauzie dan atau Rod Steward.

Terdengar sepatah dua patah kata yang terdengar keras menyebut "rocker" dan "penyanyi" langsung menyentil konsentrasi saya blogwalking dan tertarik bergabung ke ruang oval tersebut untuk duduk bergabung dengan mereka. "Ah beliau kan sudah jadi Ustad mau dengar ah siapa tau ada pernyataan dari beliau mengapa sekarang aktif jadi pendakwah Islam" gumam saya dalam hati. 

Hijrah Dari Musik menjadi Pendakwah
Saya pun men sign out akun blog saya dan sekaligus mematikan (shut down) komputer saya dan beranjak dari tempat duduk saya dan bergabung dengan mereka di ruang dekat jendela (kami menyebutnya ruang oval seperti yang ada di kantornya "Mister Anak Menteng" di Washington hehehe.   Sejenak saya mengikuti pencerahan yang beliau sampaikan kepada tamu tamu  yang hadir di sana.  Saya lihat ada beberapa wartawan, video man yang menenteng kamera video ntah ini dari pihak siapa mungkin dari rombongan pak Ustad, dan juga kawan kawan dari redaksi menemani beliau.

Dituturkan secara jenaka dan juga joke joke segar beliau yang kelahiran Cimahi ini ternyata memiliki nama aseli yang benar benar nama pemberian orang tuanya yakni Hariadi Wibowo. "Yah saya pakei nama aseli saya Hariadi Wibowo di dokmen perjalanan saya seperti paspor dan lain sebagainya, sedangkan nama Hari Moekti itu nama keren atau nama beken saja"  kata Pak Ustad yang tidak mau disebut sebagai "mantan Artis itu". 

"Kalaw ada yang bilang mantan Artis sakit rasanya di dada saya, tapi itulah dakwah, identitas diri, dan saya sudah berhijrah dari kehidupan Artis menjadi pendakwah"
katanya menjelaskan. 

TERTAWA: Sesekali beliay  tertawa cukup keras sampai kaget saya.  Foto Hak Cipta Asep Haryono

SERIUS.  Beliau juga bisa serius jika sudah memasuki diskusi tentang Islam. Foto Hak Cipta Asep Haryono

Beliau menjelaskan bahwa harta dan ketenaran yang didapatnya selama menata "karir" sebagai artis tidak membuatnya tenang walaupun bergelimang harta, dan ketenaran.  "Siapa yang tidak mau tenar, hati ini rasanya cespleng dan tergoda dengan yang namanya ketenaran" kata pak Ustad.

Banyak cobaan , tantangan dan juga cibiran yang beliau terima saat hijrah dari dunia keartisannya menjadi pendakwah Islam, dan begitu kuatnya gangguan dan godaan itu sampai istrinya minta cerai.  "Saya aku itu memang berat, tapi saya jalani dengan Ikhlas" kata Pak Ustad.  Walau akhirnya beliau mendapatkan pengganti namun itu semua dilalui dengan perjuangan, dan sepertinya jalan sudah menentukan demikian kata Pak Ustad.

Ketika salah seorang redaktur menanyakan alasan beliau hijrah dari musik menjadi pendakwah, beliau menjawab dengan mata yang berbinar binar, "Ya saya tinggalkan dunia musik, dunia keartisan bukan karena saya membenci itu tidak, dan tidak ada yang salah dengan menyanyi, begitu pula dengan mereka yang masih menggeluti profesi sebagai penyanyi silahkan silahkan" kata Pak Ustad.  

Namun ketika harta dan ketenaran yang dirasakannya saat menekuni profesi sebagai penyanyi, pak Ustad merasa tidak tenang dan selalu gelisah hingga akhirnya beliau mendapatkannya dengan berdakwah.  "Dan itu berarti saya harus HIJRAH dari musik mulai sekarang" kata Pak Ustad
Saya Dan Ustad Hari Moekti


Masih banyak lagi yang beliau sampaikan pada kajian pertemuan tadi misalnya saat Pak Ustad sedang kebingungan memikirkan biaya persalinan anaknya yang mencapia angka 18 Juta Rupiah, dan saat itu beliau sedang tidak ada biaya.
"Saya SMS kawan kawan tidak ada respon, akhirnya saya hanya pasrah dan berdoa kepada Allah SWT dan ternyata Subhanallah luar biasa tiba tiba ada telepon dari kawan dan menanyakan kabar saya  dan saya jawab saja saya sedang di RUmah Sakit, dan mereka langsung menawarkan bantuan keuangan"   kata Pak Ustad.

"Luar biasa nikmatnya pertolongan dari Allah SWT, dan biaya persalinan anak kami pun terpenuhi karena kawan kawan menyebarkan berita saya di Rumah Sakit, dan berbagai transfer dana masuk ke rekening saya hingga akhirnya biaya persalinan bisa terpenuhi dan masih ada sisa buat pesen nasi Padang di rumah, sekalian sama sang bayi hihihihiihi" kata Pak Ustad yang bercerita dengan mimik Jenaka.

  Pak Ustad pun berpesan Hanya Satu kata dalam dirinya sekarang ini yang terus digerakkannya untuk mendakwahkan Islam, ya satu kata yakni DAKWAH kata Pak Ustad.  Selamat berjuang Pak Ustad. Hanya Satu kata, DAKWAH. (Asep Haryono)

Hi all

Do you know a Diva Krisdayanti? Wow. Yes, I am sure of everyone knows her right?. Her smiling face always with her every time, and the song of "Menghitung Hari" is very phenomenal. Well yeah I met KD and took picture together with her. Just look at the above. Hehehe

Actually Krisdayanti and Rahul Lamos are together in the executive class in that GA 504 Denpasar-Jakarta. They both wearing black glasses but I was able to identify them. I asked permission to both of them to take photo together with me. My camera always "on" in my small back and I think this helps me greatly when I come across any wonderful or unpredictable moments like this.

I requested one of the stewardess to hold my small digital camera to take photo of three of us, me, KD and Rahul. Unfortunately before the shutter release pressed on, Mr Rahul get up from his seat and leaving both of us away. So you can only looking at me and KD only in the picture. To be honestly , I prefer KD to take photo together with me to Rahul hehehhehehhee.

Rahul's body is big. His body reminds me of Myke Tyson hahahahhahaa. I have enclosed herewith the picture. Enjoy





Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia