BUKU :  Jendela dunia melalui buku buku.  Foto Asep Haryono
BUKU :  Jendela dunia melalui buku buku.  Foto Asep Haryono

Pontianak Post bekerja sama dengan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kalimantan Barat , Perpustakaan Nasional, Swadesi Advertising dan Badan Perpustakaan Kearsipan dan Dokumentasi Propinsi Kalimantan Barat menggelar pemilihan Duta Baca Kalbar 2016.  Tema yang diusung dalam perhelatan ini adalah "Menyebar Semangat Membaca Generasi Muda".

Syarat dan ketentuannya sebagai berikut :

  • Pria atau Wanita
  • Berusia antara 17 - 25 tahun
  • Tinggi Badan Pria 160 cm
  • Tinggi Badan Wanita 155 cm
  • Berpenampilan menarik , tanggungjawab , komunikatif, kreatif dan dinamis
  • Hobi membaca dan aktif dalam pemanfaatan Perpustakaan
  • Sanggup menyiapkan waktu  untuk kepentingan kegiatan Duta Baca Kalbar dalam gerakan  Gemar Membaca.

Pendaftaran
Bagi kamu kamu yang tertarik untuk ikut berkompetisi dalam pemilihan Duta Baca Kalbar 2016 ini, Formuir pendaftaran Seleksi Duta Baca Kalbar 2016  bisa kamu peroleh dan atau langsung mendaftar ke :



Agenda Pemilihan Duta Baca Kalbar 2016
Tanggal Pendaftaran : 1 - 22 Oktober 2016
Seleksi Administrasi : 23 - 24 Oktober 2016
Pembekalan Materi , Wawancara dan Field Trip :  2 - 3 November 2016
Final (Malam Penganugerahan) :  3 November 2016


Informasi
Bom Bom : 0811-5412-222
Mareta : 0853 - 4760 - 6363
Asih Maulida : 0857 - 5005 - 0755



Catatan Asep Haryono

"Huraaay baleeeek awal kita! Halaman terisi full iklan. Bisa ditabung untuk terbitan lusa. Untung surat pembaca, jadi gak bakalan basi..." itu cuitan terakhir tertanggal 7 Oktober 2014 yang saya liat pagi ini Sabtu 4 Juni 2016 pukul 10.00 WIB pagi.  Kini pemilik akun twitter @hellomella ini sudah dipanggil menghadap Allah SWT dan meninggalkan orang orang yang disayangi dan dicintai Almarhumah untuk selama lamanya.  

Berita wafatnya Mella Danisari SH saya dapatkan dari BBM istri saya pada tanggal 28 Mei 2016 sekitar pukul 08.10 WIB hari Sabtu pagi.  Beberapa hari sebelumnya saya memang sudah membaca status atau DP kawan kawan wartawan di contact list saya berbagai ungkapan harapan dan doa untuk kesembuhan beliau.  

Saya pikir hanya sakit biasa saja.  Namun perbincangan saya dengan kawan kawan di BBM menunjukkan hal yang lain.  Beliau sudah koma kata kawan kawan, dan saya merasa ini sudah sangat serius   Saya rencanakan untuk membesuk beliau di rumah sakit pagi hari itu

Saat itu saya memang sedang sibuk karena banyak kegiatan di rumah dan juga buka stand di MTQ XXVI Tingkat Propinsi di Kabupaten Kubu Raya.   Tanggal 28 Mei 2016 adalah puncak penutupan MTQ nya, dan saya sudah rencanakan untuk membesuk beliau pagi itu di Rumah Sakit Soedarso Ruang Warna VVIP. Trims buat kawan kawan wartawan yang sudah memberi informasi beliau di rawat saat itu.  Namun apa daya saya terlambat.  

Rencana saya yang sudah saya susun dengan matang akhirnya Allah SWT juga yang menentukan.   Saya sudah BBM team Stand Milagros kami untuk penutupan malamnya kalau saya telat datang ke stand karena mau membesuk sahabat saya di Tumah Sakit pagi hari ternyata terlambat     Kabar wafatnya Mella Danisari saya terima hanya beberapa menit saat saya sudah siap menyalakan motor saya ke rumah sakit tempat beliau dirawat, Allah SWT sudah memanggilnya.  Saya terlambat. Rencana datang membesuk langsung berubah statusnya dengan rencana datang melayat.  

Saya tidak tau kapan dan dimana beliau akan dimakamkan.  Saya memang pernah sekali kalau tidak salah bertandang ke rumah almarhumah Mella Danisari saat Idul Fitrie beberapa tahun yang lalu bersama kawan kawan redaksi Pontianak Post dahulu.   Saya masih ingat rumah kediaman almarhum di kawasan BLKI atau tepatnya di Jalan Abdurrahrahman Saleh, Pontianak.   Saya kontak kawan kawan wartawan via BBM, dan didapat kepastian almarhumah dimakamkan setelah lepas sholat Dzhuhur dengan tiik berangkat dari rumahnya  Lepas sholat Zhuhur saya pun langsung melayat.

Mella Danisari SH adalah salah seorang redaktur senior di harian Pontianak Post.  Saya sendiri mengenal beliau sebagai pengasuh ruang Surat Pembaca, OPINI, halaman For Her dan Expressi.   Beliau juga mengkoordinir liputan dan pemotretan model model untuk For Her sebagai halaman utamanya.  Saat saya masih bekerja di Pontianak Post saya mengenal beliau hanya sebatas itu.  Saya sudah resign (mengundurkan diri) dari perusahaan  tersebut sejak tangga 3 Maret 2016 yang lalu.

Tidak banyak yang saya tau dari almarhumah semasa hidupnya karena saya sendiri juga jarang terlibat ngobrol dengan almarhumah semasa hidupnya.    Ada kenangan juga dengan Almarhumah waktu itu.  Saat OPINI yang diasuhnya ada salah satu artikel OPINI yang almarhumah asuh yang saya "curi" untuk saya publikasikan di blog saya (tentu dengan menyebut sumber aselinya-red), ketahuan oleh almarhumah. Saya memang degil waktu itu.  Salah sudah pasti. Oleh karenanya, saya pun disemprot habis habisan oleh Almarhumah waktu itu.   Kenangan yang tidak terlupakan. 

Saat saya melayat di rumah duka,  banyak sekali pengunjung yang datang menghantar almarhumah yang sudah bersiap untuk diantarkan ke peristirahatan terakhirnya.  Banyak wartawan, redaktur, dan rekan kerja serta relasi dan sahabat Almarhumah semasa hidupnya hadir saat itu.  Yang belum sempat hadir karena berada di luar kota, dapat mengikuti perkembangannya melalui kiriman foto foto dan banyak lagi lainnya.   Berita wafatnya almarhumah Mella Danisari SH juga dimuat di harian Pontianak Post ke esokan harinya.

Untuk alasan tertentu dan untuk menghormati keluarga yang sedang berduka,  beberapa foto tidak saya publish di halaman blog saya ini karena terlalu personal dan pribadi.   Mohon pengertian dari para pembaca dan pengunjung blog kesayangan saya ini.  I am so sorry

Selamat Jalan Sahabatku.

BUNGA : Bunga duka cita terpasang di rumah duka. Foto Asep Haryono.
BUNGA : Bunga duka cita terpasang di rumah duka. Foto Asep Haryono.

TERPAL : Pelindung dipasang karena cuaca mulai tidak bersahabat saat itu. Foto Asep Haryono.
TERPAL : Pelindung dipasang karena cuaca mulai tidak bersahabat saat itu. Foto Asep Haryono.

BERANGKAT : Sebuah ambulance tampak merapat di depan rumah duka.  Saya tidak tau apa maksud adanya mobil tersebut  Hujan sudah mulai turun saat itu. Foto Asep Haryono.
BERANGKAT : Sebuah ambulance tampak merapat di depan rumah duka.  Saya tidak tau apa maksud adanya mobil tersebut  Hujan sudah mulai turun saat itu. Foto Asep Haryono.

AKRAB.   Bang Toing yang menjadi salah satu sahabat Almarhumah semasa hidupya hadir melayat di rumah duka. Foto Asep Haryono.
AKRAB.   Bang Toing yang menjadi salah satu sahabat Almarhumah semasa hidupya hadir melayat di rumah duka. Foto Asep Haryono.

MELAYAT :  Banyak pengunjung datang baik dari kalangan pers, undangam, relasi dan sahabat almarhumah semasa hidupnya  Foto Asep Haryono.
MELAYAT :  Banyak pengunjung datang baik dari kalangan pers, undangam, relasi dan sahabat almarhumah semasa hidupnya  Foto Asep Haryono.

SAHABAT : Wartawan dan fotografer sahabat Almarhumah semasa hidup turut hadir melayat dan mengantar almarhumah ke peristirahatannya yang  terakhir. Foto Asep Haryono.
SAHABAT : Wartawan dan fotografer sahabat Almarhumah semasa hidup turut hadir melayat dan mengantar almarhumah ke peristirahatannya yang  terakhir. Foto Asep Haryono.


Catatan Asep Haryono


Bagi yang belum mengetahui atau baru datang berkunjung ke blog kesayangan saya ini diucapkan selamat datang.  Selamat berkunjung di blog Asep Haryono. Judul tulisan saya kali ini adalah "(bukan) Karyawan lagi". Nah bagi yang belum mengetahui latar belakang judul tulisan saya kali ini dapat saya sampaikan abstraksinya terlebih dahulu.

KENANGAN : Meja inilah menjadi saksi saya pernah duduk di kopit Website Content Specialist ya duduk di meja ini.   Kini tinggal kenangan.  Foto Asep Haryono
KENANGAN : Meja inilah menjadi saksi saya pernah duduk di kopit Website Content Specialist ya duduk di meja ini.  14 Tahun saya bekerja di perusahaan. Kini tinggal kenangan.  Foto Asep Haryono

Latar Belakang
Saya bergabung dengan Harian Pontianak Post sejak bulan Juni 2002 yang lalu dengan posisi saya waktu itu sebagai salah seorang staff EDP (Electronic Data Processing).  Tugas utama saya waktu itu adalah melakukan pemutakhiran data atau update portal berita perusahaan.

Tanggal 4 Maret 2016 yang lalu saya resmi resign (Mengundurkan  diri) dengan posisi terakhir sebagai Staf Sekretaris Redaksi dengan salah satu tugas utamanya adalah mengupdate portal berita perusahaan.  Adapun alasan saya mengundurkan diri (resign) sudah  "saya tulis dalam blog kesayangan saya ini dengan judul "
Memutuskan Mengundurkan Diri" yang bisa sahabat baca.

Melepas Bayang Bayang Perusahaan
Dalam buku "Berhenti Kerja Semakin Kaya" yang ditulis oleh Aqua Dwipayana disebutkan bahwa "orang dikenal karena kemampuannya, dan bukan karena lembaga, organisasi atau perusahaannya bekerja". 

Orang memberi label kepada saya dan nama perusahaan selalu dikaitkan dengan saya.  Saya tegaskan di sini bahwa saya adalah saya.  Pontianak Post adalah lembaran yang sudahh saya tutup.  Kalau dalam cerita film film sudah "The End".  Saya tidak mau dibayang bayangi nama perusahaan tempat saya bekerja selama 14 Tahun itu. 

Apa yang ditulis dalam buku Best Seller karya mas Aqua Dwipayana itu memang banyak menggambarkan situasi yang saya alami sekarang ini.  Baca deh buku beliau yang terkenal itu.  


Insya Allah akann semakin membuka wawasan kita semua terutama buat mereka (pegawai/karyawan) yang ingin mandiri berusaha (berbisnis), meninggalkan zona nyaman sebagai orang Gajian menjadi orang yang bebas.  Saya merasakan itu semuanya persis sama dengan yang ada dalam buku setebal kurang lebih 114 halaman itu.

Kini saya bebas menikmati "kejayaan" saya sebagai orang bebas.  Mengatur jam kerja sendiri, dengan target yang ingin saya capai sendiri.  Punya banyak waktu menekuni hobi, Bersilaturahmi , mengawasi kedua anak saya tumbuh dan besar mengantarnya ke sekolah sambil menjalankan bisnis.  Seperti kata mas Aqua Dwipayana "Kini saya tidak  lagi punya atasan, dan diperintah atasan kecuali TUHAN".   (Asep Haryono).
Catatan Asep Haryono


Tidak terasa 14 (empat belas) tahun sudah saya mengabdikan diri pada Pontianak Post, sebuah perusahaan media cetak grup Jawa Pos News Network (JPNN) yang dulu pernah dipegang oleh Bapak Dahlan Iskan itu.  

Pertama kali bergabung dii perusahaan pada bulan Juni 2002 yang lalu dengan posisi sebagai Website Content Specialist ini pada akhirnya bisa saya akhiri pada tanggal 4 Maret 2016.   Tentu ada banyak catatan yang bisa ditulis dalam halaman blog kesayangan ini yang jelas tidak dapat atau tidak mungkin selesai dalam satu hari.   Akan ada bab bab berjilid jilid jika ditulis bahkan (mungkin) bisa dibuatkan buku.  Tapi tidak akan saya lakukan.


Mengapa resign?  Mengapa Mengundurkan Diri?
Inilah pertanyaan pertama yang sering mendarat di pesan masuk BBM saya   Android Samsung Galaxy Grand kesayangan saya sering berbunyi menandakan ada pesan masuk baik dari Twitter, WA, maupun BBM dari rekan, sahabat dan mitra bisnis saya.  

Pertanyaan itu selalu ada di awal, dan berhasil saya jawab dengan jawaban yang sudah saya siapkan "template" nya itu.  Jadi jika ada pertanyaan lagi dengan isi pertanyaan yang saya, saya cukup copy paste saja.  Tidak perlu ketik lagi. Hehehehehehe.   Bahkan ada salah seorang dari kontak di BBM saya sampai bingung,  Kok cepat sekali ngetiknya, dan isi ketikannya panjang panjang  Hahahaha,  Belum tau dia, Hehehe.



Graha Pena Pontianak Post.  Foto Asep Haryono
Graha Pena Pontianak Post.  Foto Asep Haryono
KENANGAN : Meja kerja inilah menjadi saksi saya pernah duduk di kopit Website Content Specialist ya duduk di meja ini.   Kini tinggal kenangan.  Foto Asep Haryono
KENANGAN : Meja inilah menjadi saksi saya pernah duduk di kopit Website Content Specialist ya duduk di meja ini.   Kini tinggal kenangan.  Foto Asep Haryono

Salah seorang petinggi di jajaran redaksi Pontianak Post pernah bertanya kepada saya dengan suara setengah berbisik "apa karena gaji ya?".   Saya tersenyum saja mendengarnya.   Saya menyampaikan jawaban saya waktu itu dengan jawaban yang memang sudah saya siapkan sebelumnya,  Begitu juga dengan rekan rekan saya yang lainnya seperti Bang Robert, Ashrie (Wartawan), Bang Mujiono (Kombis), dan masih banyak lagi lainnya.  Bahkan ada yang menebak "Sudah diterima di tempat lain ya". 

Cuma bedanya kalau jawaban versi panjang khusus untuk BBM dan WA, maka kalau jawaban lisan ya tentu abstraksi nya saja.  Inti nya saja.  Dan rata rata mereka pada puas mendengar jawaban saya  Setidaknya mereka tidak mengajukan pertanyaan baru setelah pertanyaan utama mereka berhasil saya jawab

Tidak semua secret bisa kita share (bagikan) kepada khalayak umum.  Ada bagian yang sifatnya personal yang hanya bisa dikonsumsi untuk sendiri dan tentu saja untuk Allah SWT Yang Maha Mengetahui.  Saya hanya menyampaikan beberapa hal atau alasan general dan normatif saja, mengapa saya resign (Mengundurkan diri) dari Pontianak Post.

  1. Mengurus anak anak
    Sejak kelahiran anak pertama dan kedua, dari usia mereka 4 mingguan hingga usia sekarang (yang pertama usia 8 thn dan adiknya 5 thn-red) saya jarang bersama mereka.  dari jam 08 sampai sore pukul 4 saya di kantor.
    Tentu ini juga diselang seling dengan pulang ke rumah di siang hari atau ada kesempatan "curi curi" untuk ke rumah atau menjemputnya pulang dari sekolah. Sampai kapan saya menjadi "tidak ada" lebih awal bagi mereka.  Apakah begini  terus sampai mereka dewasa.  Ini harus dihentikan sekarang.  Kalau tidak dari sekarang kapan lagi?
  2. Berbisnis
    Sejak kenal dengan Milagros yang diperkenalkan pertama kali oleh sang istri, saya sudah tertarik untuk lebih serius lagi menjalaninya.  Sebelumnya saya sudah punya bisnis online sendiri seperti membuatkan blog (jasa pembuatan blog) dan website.  Kini fokus core bisnis saya yang utama adalah menjalankan bisnis Air Alkali Milagros.  Jika sahabat ingin  tau lebih banyak apa itu milagros, apa manfaatnya bagi kesehatan dan apa prospek bisnisnya bisa langsung mengunjungi website resminya di www.milagros.co.id
  3. Mengejar Beasiswa (Scholarship)
    Saat saya aktif di KangGuru Indonesia (periode 2005-2010)  saya sudah lama tertarik ingin menekuni studi bisnis IT atau marketing di salah satu universitas yang ada di benua Kangguru Australia melalui beasiswa (scholarship).   Pernah juga satu kali melamar Beasiswa studi di Amerika Serikat melalui seleksi Beasiswa FULLBRIGHT AMINEF namun gagal.
    Saya sudah punya channel untuk ke sana.  Saat aktif di KangGuru Indonesia saya sudah punya network yang cukup luas.  Tidak kurang sudah 3 kali saya apply namun belum pernah dikirim karena keterbatasan waktu untuk melengkapi persyaratannya seperti Score IELTS/TOEFL,  research penelitian (proposal), mencari Referee dan banyak lagi syarat lainnya.  Saya mau full konsetrasi mengurus ini.   Saya ingin mengejar mimpi saya ke sana
  4. Menekuni Hobi Menulis Blog
    Saya mulai ngeblog tahun 2005 mulai dari domain gratisan hingga domain berbayar seperti sekarang ini.  Ditolak menjadi jurnalis/reporter di perusahaan tidak menyurutkan niat dan minat untuk menulis.  Gagal jadi jurnalis/reporter sungguhan, tidak masalah kalau akhirnya "hanya" bisa jadi Jurnalis warga atau Citizen Journalism.  Saya punya blog pribadi berasa sudah seperti punya "koran" sendiri. Saya sendiri yang jadi "pemred" nya.   Dalam bidang ini juga, tidak kurang sudah 7 (tujuh) gelar kejuaraan Blog yang berhasil saya raih dari 2005 mulai dari kompetisi blog tingkat Kubu Raya, Tingkat Kota Pontianak, Tingkat se Kalimantan Barat hingga tingkat Nasonal.

RESIGN bukan perpisahan

Seringkali mereka yang memutuskan  untuk resign (mengundurkan diri-red) meghilang begitu saja bak lenyap ditelan bumi.   Dalam pandangan saya resign adalah hal yang biasa, dan tidak ada istimewanya  Orang datang dan pergi adalah hal yang biasa, 

Dengan hadirnya Teknologi, jarak kini sudah bukan masalah lagi  Sudah ada perangkat Internet, Handphone, Gadget, SMS, Email dan banyak lagi yang bisa digunakan untuk "mendekatkan" yang jauh atau "menjauhkan" yang dekat.  Hahaha.  Sorry


Saya berharap jalinan Silaturahmi pertemanan, dan persahabatan tetap terjalin dimanapun dan kemanapun kita pergi.   Seperti yang sudah saya sebut di atas kini jarak sudah bukan masalah lagi 

Kini tinggal terpulang kepada diri kita masing masing  Apakah kita membiarkan orang pergi begitu saja atau kita tetap berupaya keep in touch dengan mereka.  Berupaya tetap bersilaturahmi sebagaimana biasanya.   Kalau ada perlu tinggal telepon, tinggal BBM atau SMS,  beres bisa silaturahmi  Sesederhana itu.   Lagipula (untuk saat ini) saya masih berada di kota Pontianak juga.    Tidak ada masalah.


Melalui kesempatan yang berharga ini juga saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya buat rekan saya, Kessusanto Liusvia (Kekes) yang sudah memberi "tumpangan" saya di Komputernya  


Tidak ada gading yang tidak retak   Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang sempurna, tidak ada seorang pun yang tidak punya salah atau cacat dan itu berlaku juga untuk diri saya. Saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekacauan atau masalah yang saya timbulkan.  Saya bukan pegawai (Karyawan) yang baik. Tapi itu lah saya apa adanya. Thank you so much for the memories.  Good bye   (Asep Haryono)
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia