Catatan Asep Haryono

Tidak terasa pada hari ini Senin tanggal 23 Oktober 2017 Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, genap berusia 246 Tahun. Sungguh sebuah usia yang boleh dikatakan sudah tidak muda lagi. Usia kota Pontianak yang semakin dewasa, kota yang terus berbenah dengan gigih membangun kota Pontianak yang berwawasan lingkungan, ramah anak, serta sederet pencapaian yang luar biasa sudah ditorehkan oleh kota yang dijuluki kota lintasan Bumi Khatulistiwa ini.

Kota Pontianak yang semakin berkembang pesat dalam segala dinamika semangat membara pembangunan kotanya tidak terlepas dari tangan dingin dan kerja keras tidak mengenal lelah dari Sutarmidji, Wali kota Pontianak bersama dengan Edi Rusdi Kamtono, sang Wakil Walikota Pontianak hingga menjadikan kota Pontianak ini semakin diperhitungkan di kancah nasional dan semakin dikenal di dunia internasional.

Beberapa contoh prestasi kota Pontianak yang fenomenal adalah Suksesnya gelaran 
Pesona Kulminasi Matahari 2017 yang juga disiarkan secara real time  oleh Discovery Channel dan media internasional lainnya, dan pemecahan 2 Rekor MURI sekaligus melalui khataman Al Quran Massal pelajar sebanyak 27649 jiwa dan sajian pokok telok sebanyak 2356 butir telur.

Kemudian Penghargaan Top 40 inovasi Indonesia tahun 2017 atas pencapaian prestasi inovasi Bisnis Cakep Lalu Lintas (BCL) yang penghargaannya diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani , Tiga kali gelar sebagai kota Pengendalian Inflasi Daerah terbaik Nasionak untuk kawasan Timur Indonesia yang penghargaannya diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko widodo, dan masih banyak lagi pencapaian prestasi yang diraih oleh kota Pontianak di bawah kepemimpinan Wali Kota Pontianak Sutarmidji dan Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ini. 

    
DRUMBAND : Salah satu gelaran Drumband Pelajar ikut memeriahkan HUT Kota Pontianak ke 246 tahun di Jalan Gajah Mada Pontianak. Foto Shando Safela/Haryadi - Pontianak Post
DRUMBAND : Salah satu gelaran Drumband Pelajar ikut memeriahkan HUT Kota Pontianak ke 246 tahun di Jalan Gajah Mada Pontianak. Foto Shando Safela/Haryadi - Pontianak Post



Momen Merawat Kerukunan
Dari sekia banyak torehan prestasi yang sudah diraih oleh Kota Pontianak ini tentu tidak terlepas dari Pekerjaan Rumah (PR) kota Pontianak yang sampai hari ini belum mampu dituntaskan oleh Wali Kota Pontianak Sutarmidji dan Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan ini menjadi tugas berat dan sekaligus tantangan untuk segera diselesaikan sebelum masa jabatan mereka berakhir.   Seperti yang kita ketahui masa jabatan Wali kota Pontianak Sutarmidji tinggal setahun lagi.

Seperti yang dilansir oleh Tribun Pontianak, beberapa proyek pembangunan kota Pontianak yang belum tuntas menjelang akhir masa jabatan Wali Kota Pontianak antara lain pembangunan jalan paralel Landak , Perbaikan Dranase , Pembenahan PDAM , Pencegahan Genangan atau Banjir , dan pembangunan Waterfront City.

Keseluruhan proyek pembangunan kota Pontianak yang belum tuntas dan masih dalam proses penyelesaian pembangunannya itu bisa jadi akan semakin berat namun bukan hal yang tidak mungkin untuk segera diselesaikan dalam hitungan bulan ke depan sebelum masa jabatan Wali kota Pontianak Sutarmidji berakhir. Dana yang dibutuhkan tentu bukan sedikit, dan harus bekerja keras menghimpun segala sumber daya untuk menyelesaikannya.

Sesuai dengan pencanangan Gerakan Nasional Revolusi Mental yang sudah menjadi tekad seluruh bangsa Indonesia, maka Pemerintah kota Pontianak juga dituntut untuk mampu membangun mental manusia warga Kota Pontianak untuk turut berpartisipasi membangun kota tercinta Pontianak sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya masing masing dimulai dari rumah tangga atau keluarga sebagai bagian dari anak bangsa.

Sudah sejak berabad lamanya kota Pontianak selalu rukun dan damai berdampingan dengan berbagai etnis : Melayu, Dayak , Madura , Jawa , Batak , Padang , Aceh, Tionghoa, serta banyak lagi etnis bangsa lainnya yang selalu menyatu, rukun damai , saling hormat menghomati satu sama lainnya.  Momen Hari Jadi Kota Pontianak yang ke 246 tahun ini bisa menjadi momentum untuk kembali saling berinstropeksi dan memahami bahwa persatuan dan kesatuan NKRI adalah harga mati, dan kerukunan semua budaya dan etnis harus selalu dijaga, dirawat dan harmonis.

Saya sendiri bukan orang Pontianak. Saya berasal dan lahir di Jakarta, namun saya sudah berada di kota Pontianak sejak tahun 1990 hingga sekarang, 27 Tahun.  Anak saya 2, dan istri saya seorang Guru di salah satu SMK di Sungai Raya. Satu lagi  Hari Jadi Istri saya juga tanggal 23 Oktober, jadi Ultahnya sama dengan tanggal ULTAH nya kota Pontianak. Hehehhee. 

Sekali lagi Selamat Hari Jadi Kota Pontianak ke 246 Tahun. Secara pribadi saya berharap bisa diundang
Wali Kota Pontianak Sutarmidji dan Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono walaupun hanya sekedar swa foto saja, itu saja saya sudah sangat senang sekali. Semoga (Asep Haryono)

Catatan Asep Haryono

Usai sudah gelaran Fashion Road dan Festival Drum Band pelajar se kota Pontianak yang di gelas selama dua hari berturut turut 22 - 23 Oktober 2016 di Jalan Gajah Mada Pontianak.  Konsep flora dan fauna yang menjadi tema megahnya Fashion Road pada tahun ini seperti membius ribuan pasang warga Pontianak yang datang menyaksikannya. 

Seolah seperti sedang menyaksikan Fashion Road ala Jember, kota karnaval fashion dunia, yang begitu fenomenal ke manca negara, parade Fashion Road di Pontianak kali ini memberikan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh provinsi lain.  Dari seluruh rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT kota Pontianak ke 245 tahun, even ini menjadi salah satu yang paling menarik yang sudah ditunggu warga Pontianak sebagai hiburan dan tontonan yang mengasyikan,  berikut ini adalah catatannya.

"Saya bersama keluarga datang untuk melihat fashion road ini untuk pertama kali karena anak saya ini" kata Abdul Hamid yang tinggal di wilayah Jeruju sambi menunjuk putra bungsunya yang masih bersekolah di sebuah SMP di Kota Baru. "Dari dialah saya dapat informasi kalau ada fashion road di sini makanya saya ajak istri dan ponakan sejak jam 12 siang sudah lebih awal datang ke sini biar tidak ketinggalan ke sini" katanya.


Dari pantauan penulis tampak jelas ribuan warga Pontianak dan juga ada yang sengaja datang dari luar kota tumpah ruah di sepanjang jalur yang akan dilewati oleh para peserta Fashion Road dan Festival Drum Band Pelajar se kota Pontianak yang diselenggarakan oleh Pontianak Post - Pemkot Pontianak dalam rangka memeriahkan hari jadi kota Pontianak yang ke 245 tahun. Berbagai jenis kamera baik jenis poket, SLR hingga kamera HP mengabadikan tiap detil parade fashion road dan drum band ini.

"Para penonton harap menjauh sedikit dari jalan utama yang akan dilewati oleh para peserta Fashion road dan drum band ini, jangan lupa ikut lomba fotonya dengan kamera masing masing kemudian upload di Instagram dengan mention ke @pontianakpunyecerita dan menyertakan hashtag #pontianakpunyecerita , #bikinpontianakbangga dan #pontianakoktoberfestival" kata Bom Bom dengan pengeras suaranya.

"Kami turun dan ikut parade Fashion Road kali ini dari angkatan 14 karena pada tahun lalu sekolah kami tidak ikut jadi baru pertama kali ikutan" kata Michael Wijaya, salah seorang perwakilan yang masih duduk di kelas I SMA Bina Utama.  Dia menambahkan untuk lagu wajibnya ada 2 yaitu aek Kapuas dan Kopi Pancung yang harus dibawakan timnya.  

Hal senada juga disampaikan oleh Samsul Muhtadin yang membantu timnya dari SMA N 2 Pontianak. "Tahun lalu sekolah kami menjadi Juara Umum dan kami berharap pada tahun ini juara lagi" katanya berapi api. Ketika ditanya siapa rival terberat untuk katagori Drum Band ini, dia pun menjawan singkat "Bina Utama" katanya cepat. "untuk tema tetap kami bawakan dua sekaligus yakni Flora dan Fauna sesuai ketentuan dari panitia" ujarnya.

Dan ternyata setelah proses penjurian selesai dilakukan pada hari itu, sekolah  SMA N 2 Pontianak berhasi meraih juara I dalam even Fashion Road tingkat SMA. "wah Alhamdulillah juara lagi bang" katanya penuh kegembiraan. Samsul Muhtadin merupakan salah satu alumni dari sekolah tersebut dan menjadi pembina dan sekaligus membantu timnya tampil maksimal di even tersebut. (Asep Haryono)

Hasil Lengkap
Para Pemenang FASHION ROAD dan DRUM BAND 2016
Pontianak Post - Pemkot Pontanak
Tingkat SD - SMA Sederajat
(sumber Pontianak Post)

Fashion Road Tingkat SMP
Juara I :  SMPN 19 Pontianak
Juara II : MTSN 2 Pontianak
Juara III : SMP Suster Pontianak
Harapan 1 : SMP Bruder Pontianak
----------------------------

Fashion Road Tingkat SMA
Juara I :  SMAN 2 Pontianak
Juara II : MAN 1 Pontianak
Juara III : SMA Islamiyah Pontianak
Harapan 1 : SMA N 4 Pontianak

----------------------------
Drum Band Tingkat SD

Juara I :  SDN 34 Pontianak Kota
Juara II : SDN 6 Sambas
Juara III : SDN 6 ontianak
Harapan 1 :MIN Teladan A Pontianak

----------------------------

Drum Band Tingkat SMP

Juara I :  SMP 16 Pontianak
Juara II : SMP Suster Pontianak
Juara III : SMP Bruder Pontianak
Harapan 1 :SMPN 19 Pontianak


UNIK : Salah satu corak yang dibawakan salah satu peserta fashion road yang paling memikat mata para penonton. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
UNIK : Salah satu corak yang dibawakan salah satu peserta fashion road yang paling memikat mata para penonton. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com

MERAK : Cak burung Merak salah satu peserta Fashion Road yang menarik mata yang melihatnyaFoto Asep Haryono/www.simplyasep.com
CANTIK : Dengan kostum bak putri cinderella, peerta ini menunjukkan gaya dan penampilannya buat pengunjung. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
CANTIK : Dengan kostum bak putri cinderella, peerta ini menunjukkan gaya dan penampilannya buat pengunjung. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
DRUM BAND :  Peserta Drum Band Dar SMTI Pontanak menerobos kerumunan penonton untuk bersiap tampil. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
DRUM BAND :  Peserta Drum Band Dar SMTI Pontanak menerobos kerumunan penonton untuk bersiap tampil. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
MENGAMBIL GAMBAR :  Masyarakat sangat antusias mengabadikan tiap detil penampilan para peserta karnaval dan fashion road dengan kameranya masing masing. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
MENGAMBIL GAMBAR :  Masyarakat sangat antusias mengabadikan tiap detil penampilan para peserta karnaval dan fashion road dengan kameranya masing masing. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
ATUR : Bom Bom memberikan pengarahan kepada pada peserta dan penonton agar tetap tertib selama berlangsungnya karnival. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
ATUR : Bom Bom memberikan pengarahan kepada pada peserta dan penonton agar tetap tertib selama berlangsungnya karnival. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
SELFIE :  Bak selebriti, 4 dara cantik pesert fashion road ini melayani swa foto untuk para penonton yang memintanya. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
SELFIE :  Bak selebriti, 4 dara cantik pesert fashion road ini melayani swa foto untuk para penonton yang memintanya. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
ORGANIZER : Pontiana Post menjadi penyelenggara utama (even organizer) serangkaian kegiatan HUT Kota Pontanak ke 245 Tahun. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
ORGANIZER : Pontiana Post menjadi penyelenggara utama (even organizer) serangkaian kegiatan HUT Kota Pontanak ke 245 Tahun. Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
REHAT : Salah satu peserta Fashion Road yang melepaskan lelah sambil menunggu dipanggil gilirannya untuk tampil.  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com



Penonton tumpah ruah menyaksikan penampilan para peserta Fashion Road dan Drumband Pelajar yang digelar di Jalan Gajah Mada Pontianak 23 Oktober 2016 dalam rangka memeriahkan HUT Kota Pontianak yang ke 245 Tahun.  Video Asep Haryono


Catatan Asep Haryono

Pontianak Shopping Festival merupakan salah satu dari 13 agenda utama Pontianak Oktober Festival 2016 yang sangat digemari warga Pontianak.  Dalam even yang berlangsung selama satu bulan penuh (1 - 31 Oktober 2016) ini mall mall dan supermarket berlomba lomba memberikan discount kepada para pelanggan setianya.  Hujan discount merata di mana mana.  Bisa dikatakan bahwa bulan Oktober adalah bulannya orang Pontianak pergi berbelanja

Berbelanja atau shopping  sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seorang wanita. Namun seiring dengan perkembangan zamannya kini tidak heran banyak pria yang terlihat asyik berbelanja di mall mall atau pusat perbelanjaan di Pontianak   Berbelanja kini sudah bukan lagi monopoli kaum hawa saja, sekarang pun (berbelanja) juga menjadi aktifitas yang menyenangkan bagi siapa saja tanpa terkecuali.

"Saya berbelanja keperluan dapur biasanya sih sebulan sekali, jadi begitu belanja sekaligus untuk satu bulan jadi walaupun tidak ada discount pun saya tetap berbelanja keperluan dapur"
kata Rahmat.  Ayah tiga orang anak yang tinggal di kawasan Jalan Tanjung Sari yang penulis temui disela sela berbelanja di  Ahmad Yani Mega Mall Pontianak.  Pegawai salah satu bank Swasta ini selalu membawa keluaga dan family nya setiap kali berbelanja keperluan dapur.

Ketika diberitahu ada even Pontianak Oktober Festival 2016 ini dia pun kaget. "Wah saya baru tau kalau ada even Pontianak Shopping Festival ini, tapi kebetulan saya akan menukarkan kuponnya dan dimasukkan le dalam box yng sudah disediakan juga di sini" kata Rahmat.  Tidak lupa beliau pun mengucapkan terima kasih karena sudah dijelaskan syarat dan ketentuan mengikuti
Pontianak Oktober Festival ini.

Bulan Berburu Discount
Garuda Mitra yang terletak di jalan H Rais A Rahman misalnya selama berlangsungnya Pontianak Shopping Festival 2016 ini memberikan potongan harga (discount) pada produk produk yang bertanda khusus. Produk yang mendapat potongan harga 20 persen adalah produk perabotan rumah tangga di lantai 1, dan potongan harga 30 persen  untuk produk produk fashion yang  terletak di lantai 2 supermarket tersebut.

Tak kalah serunya adalah discount yang diberikan oleh Ligo Mitra (LM) khusus untuk produk Rinso Anti Noda ukuran 900 gram yang harga pasarannya Rp.19.300,- , dan ukuran 1,4 Kg dengan harga Rp.28.700,- kini mendapat discount harganya menjadi  Rp.16.800,- (untuk ukuran 900 gram) dan Rp.25.300 (untuk ukuran 1,4 Kg). 

Serta masih banyak lagi mall mall atau supermarket yang tergabung dalam Pontianak Shopping Festival berlomba memberikan potonan harga yang menarik.  Baca ulasan khususnya di koran Pontianak Post setiap hari hingga akhir pelaksanaan even ini

Cara Ikut Lomba
Hanya dengan melakukan pembelanjaan di toko toko, Mall atau Pusat Perbelanjaan yang tergabung dengan  Pontianak Shopping Festival 2016 minimal sebesar Rp.100.000,- (Seratus Ribu Rupiah), anda sudah berhak ikutan lomba ini dan berlaku kelipatan. Misalnya jika total nilai belanja anda Rp.275.000,- berarti berhak menyertakan 2 (dua) Kupon undian saja

Caranya :  Gunting Kupon Pontianak Shopping Festival yang ada di halaman khusus Pontianak Shopping Festival kemudian isi lengkap data data.  Gabung dengan struk pembelanjaan anda tadi dan masukkan dalam drop box yang sudah disediakan di supermarket yang tergabung dengan  Pontianak Shopping Festival atau dengan datang langsung ke Pontianak Post dan masukkan dalam drop box yang sudah disediakan.  Hadiah utama satu buah Sepeda motor sudah menanti bagi siapa saja yang beruntung. Belanja seperlunya hadiah semaunya. (Asep Haryono)
 



MEGA MALL : Salah satu pusat kegiatan lomba Pontianak Shopping Festival 2016 adalah di Ahmad Yani Mega Mall ini.  Foto Asep Haryono
MEGA MALL : Salah satu pusat kegiatan lomba Pontianak Shopping Festival 2016 adalah di Ahmad Yani Mega Mall ini.  Foto Asep Haryono

KUPON : Gunting Kupon yang ada di koran Pontianak Post , isi lengkap dengan data diri dan masukkan dalam drop box yang sudah disediakan.  Foto Asep Haryono
KUPON : Gunting Kupon yang ada di koran Pontianak Post , isi lengkap dengan data diri dan masukkan dalam drop box yang sudah disediakan.  Foto Asep Haryono

DROP BOX : Boleh datang langsung ke Pontianak Post dan masukkan dalam drop box yang sudah disediakan di tempat ini.  Foto Asep Haryono
DROP BOX : Boleh datang langsung ke Pontianak Post dan masukkan dalam drop box yang sudah disediakan di tempat ini.  Foto Asep Haryono

Catatan Asep Haryono 

Berkunjung ke kota Pontianak kapan saja bisa dengan mudah menikmati aneka jajanan pasar dan jajanan tradisional di kota yang dijuluki dengan sebutan kota lintasan bumi khatulistiwa ini. Nyaris semua jenis kuliner baik kelas supermarket hingga di pinggiran jalan dapat dengan mudah diniikmati.  Salah satu jajanan yang bikin kangen adalah bakso AREMA Malang.  Tidak perlu ke luar kota untuk mencicipi hidangan berkuah itu, di kota Pontianak juga ada.

Saya mengajak sahabat saya yang kebetulan ada urusan dinas di kota Pontianak dan segera akan kembali ke Malang.  "Sep,  ada bakso Arema Malang di sini kan? Boleh kita kesana nanti ya"  ajak Pramono yang memang aseli orang Nalang itu.  Dia sepertinya penasaran ingin mencoba seperti apakah cita rasa Bakso Arema Malang di kota Pontianak apakah sesuai dengan seleranya yang di kota Malang.

Bakso AREMA Malang Sungai Raya Dalam
Saatnya pun tiba. Sekitar pukul 20.00 WIB,  Saya mengajak mas Pramono yang pegawai salah satu instansi pemerintah di kota Malang itu untuk makan di kedai Bakso AREMA Malang yang ada di kawasan Sungai Raya Dalam.   Setelah kami memarkir motor kami di depan kedai, saya dan mas Pramono pun mengambil tempat duduk yang agak masuk ke dalam. "Enak duduk di sini aja, agak mojok sendikit belakangnya tembok, jadi bisa konsentrasi makannya hahahaha" katanya. Ada ada saja alasan mas Pramono ini.

Saya pun memanggil salah satu karyawan dan memesankan 2 porsi untuk Bakso Arema Malang spesial lengkap dengan minumannya 2 gelas es teh berukuran sedang.  Tidak lama kemudian karyawan pun mendatangi tempat duduk kami dan menyajikan pesanan kami di atas meja.    Saya pun memperhatikan setiap detil porsi bakso Malang Arema yang kami pesan.  

Sebelum masuk ke dalam perut kami berdua, saya pun mendokumentasikan terllebih dahulu.  Sudah kebiasaan saya sih apa apa yang difoto dulu.  Mas Pramono pun memperhatikan saya menjepret menu menu dengan kamera HP. "Kenaoa difoto ?" tanya mas Pramono.  Pertanyaan singkat dia pun saya jawab langsung "mau sekalian dibuat reviewnya nih lalu di share di sosial media" jawab saya sekenanya. 
TAHU : Selalu ada piliham Tahu dalam setiap mangkuk Bakso yang kami pesan.  Boleh juga tidak sesuai selera saja lah.  Asyiik. Foto Asep Haryono
TAHU : Selalu ada pilihan Tahu dalam setiap mangkuk Bakso yang kami pesan.  Boleh juga tidak pakai (tahu). Foto Asep Haryono
LENGKAP : Sudah tersedia sambel, saos sambal, kecap dan jeruk tersaji dimeja,  Pelanggan bebas memakainya.  Ini juga nilai tambahan untuk kedai ini. Foto Asep Haryono
LENGKAP : Sudah tersedia sambel, saos sambal, kecap dan jeruk tersaji dimeja,  Pelanggan bebas memakainya.  Foto Asep Haryono
PANGSIT : Inilah yang saya suka.  Pakso Goreng yang benar benar pangsit yang digoreng. Bukan kerupuk pangsit.   Poin tambahan untuk kedai ini. Foto Asep Haryono
PANGSIT : Inilah yang saya sukaBenar benar pangsit yang digoreng. Bukan kerupuk pangsit.   Poin tambahan lagi untuk kedai ini. Foto Asep Haryono
MEGAH: Inilah kedai Bakso Arema Malanvg di kawasan Sungai Raya Dalam Pontianak diambil fotonya sebelum pulang. Foto Asep Haryono
MEGAH: Inilah kedai Bakso Arema Malanvg di kawasan Sungai Raya Dalam Pontianak diambil fotonya sebelum pulang. Foto Asep Haryono

Rasa Yang Seanggun Penampilan
Baru pada keesokan harinya saya menanyakan kesan kesan beliau mengenai Bakso AREMA Malang yang sudah dijajal pada malam sebelumnya.   "Dari segi cita rasanya memang tidak jauh berbeda dengan Bakso Arema Malang kelas kaki lima atau di pinggir jalan atau dengan menggunakan kendaraan roda dua yang biasa masuk komplek saya di Malang" kata mas PramonoNah ciri yang nyaris sama di rata rata kedai Bakso adalah Jeruk Lemon atau jeruk Nipis. 

Bagi yang ingin hidangan berkuahnya ada sensasi rasa ASAM alami ya dengan menggunakan Jeruk Nipis ini.  Bukan rasa ASAM yang berasal dari CUKA.

Jadi unsur kembali ke alam dengan menggunakan jeruk Lemon atau Nipis ini bisa menjadi pilihan yang bijaksana.   Catatan kecil lainnya adalah Pangsit Goreng yang disediakan adalah benar benar pangsit. Bukan kerupuk yang menyerupai Pangsit seperti kebanyakan di bakso bakso kuah tertentu di kota Pontianak ini. Pangsit goreng tidak selalu identik dengan Bakso Arema Malang saja.  Pangsit goreng juga pas untuk jajajan Mie Ayam bahkan dimakan bersama hidangan organik lainnya pun bisa sesuai selera

Masyarakat kini sudah tidak perlu lagi harus ke luar kota atau bahkan ke luar Pontianak hanya ingin mencicipi nikmatnya Bakso Malang Arema, karena sudah banyak tersedia di gerai gerai Bakso Malang di seluruh penjuru kota Pontianak. Dengan harga yang terjangkau dan dengan rasa yang seanggun penampilan, kota Pontianak mencatat sejarahnya sendiri.  Kota Pontianak akan menjadi pusat kuliner yang terkenal di seluruh nusantara sejajar  bersama kota kota besar lainnya di Indonesia.

Sebagai penutup, beberapa catatan yang dapat saya berikan mengenai Bakso AREMA Malang ini tertuang sebagai berikut :
  1. KUAH Nomor satu
    Kuah menjadi salah satu poin penting bagi selera saya.  Jika kuahnya saja sudah asyik dan sedap bagi saya sudah memberikan gambaran keseluruhannya.  Menu bakso yang saya makan kali ini kuahnya terasa hambar.  Mungkin ini dimaksudkan agar para penikmat bisa menambahkan sendiri berapa banyak MSG atau micin yang ingin dicampurkannya.  Kalau ini maksud dan tujuannya, saya apresiasi sekali.
  2. Ruangan Yang Besar Nyaman
    Saya sempat hitung ada sekitar 8 meja panjang berhadapan satu sama lainnya dengan meja panjang ditengahnya. Bisa dibayangkan betapa riuhnya kedai ini jika dalam kondisi full book alias penuh pengunjung. Ruangan yang besar , dan nyaman sangat disukai oleh para konsume setianya
  3. Service yang baik
    Pelanggan datang boleh langsung menghampiri juru masaknya dan memesan menu yang disukai.  Pelanggan langsung duduk dan menu pesanan akan diantar setelah jadi. Bisa juga pelanggan duduk manis, dan petugas atau staf Bakso Malang Jawa TImur ini yang akan mendatangi meja anda , memesan pesanan dan membuatkannya.   Ini sudah merupakan service standar di hampir di setiap kedai Bakso yang saya kunjungi
  4. Harga Yang Kompetitif
    Bagi pelanggan jika rasa yang nyaman, enak dan suasana yang menyenangkan, para customer (pelanggan) tidak akan mempermasalahkan harganya.  Harga semangkuk Bakso Malang Jawa Timur yang rata rata dibandrol Rp.22.000,- (Dua Puluh Dua Ribu Rupiah) per mangkuk ini cukup terjangkau



Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog yang diselenggarakan Oleh Koran Pontianak Post dalam even Pontianak Oktober Festival 2016 berlangsung dari tanggal 1 - 31 Oktober 2016


 
Catatan Asep Haryono


Salah satu agenda dalam even akbar Pontianak Oktober Festival 2016 ini adalah menggelar Festival Permainan Tradisional Anak yang sukses digelar di plaza trotoar Gelanggang Olah Raga (GOR) Pangsuma Pontianak pada hari Minggu tanggal 2 Oktober 2016 kemarin.  Mendung berarak yang menyelimuti awan di atas GOR Pangsuma Pontianak tidak menyurutkan minat warga yang melintas untuk datang melihat lihat   Tidak sedikit anak anak dan orang tua yang mencoba wahana permainan Congklak dan Ular tangga.
|

Congklak sudah lama dikenal diberbagai negara sejak berabad abad lamanya. Bahkan di negara jiran kita Malaysia juga dikenal.  Sejarah mencatat bahwa permainan Congklak ini pada awalnya dilakukan atau dimainkan oleh anak anak keturunan priyayi pada jaman penjajahan dahulu. Pada daerah tertentu di tanah air, permainan Congklak ini memiliki nama yang berbeda beda.  Bagi kalangan masyarakat Jogjakarta misanya dikenal dengan nama "dakon".

Permainan anak Congklak ini umumnya dimainkan oleh anak anak perempuan, dan sering dipersepsikan sebagai permainan anak peremoutan (Girl games).  Sangat jarang terlihat, walaupun memang tidak ada larangan, bahwa permainan Congklak ini dimainkan oleh anak laki laki dan pria dewasa. Asyiknya permanan ini sangat menarik minat anak anak yang datang mencobanya bahkan ada yang tertawa tawa.  Dengan papan kayu dengan lubang besar di kiri dan kanannya, anak anak itu dengan tangkas memainkan Congklak.  Butuh kesabaran dan juga ketrampilan agar dapat memenangkan permainan ini.

Begitu juga dengan permainan Ular Tangga.   Permainan ini juga sangat dikenal saat kita masih berusia di Sekolah Dasar.  Media yang digunakan memang menggunakan "papan" yang terbuat dari kertas karton dengan aneka gambar kotak kotak dengan arah tangga ke atas atau ke bawah.  Setiap peserta harus melemparkan dadu dan melangkahkan pion-nya berdasarkan angka yang keluar dari dadu tersebut.  Jika beruntung pemain bisa mendapatkan harta emas, atau benda berharga, jika kurang beruntung bisa turun ke bawah masuk penjara atau kena denda. 

Penulis berkesempatan melihat secara langsung betapa senangnya anak anak itu bermain Congklak dan Ular Tangga yang dikemas dengan modern dan bertabur hadiah langsung tanpa diundi menjadikan kedua permainan tradisional anak itu menjadi menarik.   Adalah tanggung jawab para orang tua , guru di sekolah, kita semua melestarikan permainan tradisional anak ini agar mereka, anak anak kita, lebih mencintai budaya dan tradisi luhur bangsa Indonesia. Ditengah derasya permanan game online berbasis android dan internet, butuh kerja keras utnuk bisa melestarikannya sekarang ini.  (Asep Haryono)



KELUARGA : Ayah Ibu dan Anak tampak asyik memainkan Congklak.  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
KELUARGA : Ayah Ibu dan Anak tampak asyik memainkan Congklak.  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com

ULAR TANGGA  :  Mba Asih Maulida dari Pontianak Post menilai ketrampilan anak anak itu bermain ular tangga.  Seru.  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
ULAR TANGGA  :  Mba Asih Maulida dari Pontianak Post menilai ketrampilan anak anak itu bermain ular tangga.  Seru.  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com

BERHADIAH LANGSUNG :  Bang Bom Bom memberikan bingkisan hadiah kepada para pemenang nya.  Sudah asyik bermain, dapat hadiah pula.  Mau donk.  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
BERHADIAH LANGSUNG :  Bang Bom Bom memberikan bingkisan hadiah kepada para pemenang nya.  Sudah asyik bermain, dapat hadiah pula.  Mau donk.  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com

FOTO BERSAMA  :  Bang Mareta dari Pontianak Post berfoto bersama dengan para pemenang Ular Tangga..  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com
FOTO BERSAMA  :  Bang Mareta dari Pontianak Post berfoto bersama dengan para pemenang Ular Tangga..  Foto Asep Haryono/www.simplyasep.com




DISCLAIMER
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog yang diselenggarakan Oleh Koran Pontianak Post dalam even Pontianak Oktober Festival 2016 berlangsung dari tanggal 1 - 31 Oktober 2016



Catatan Asep Haryono

Sebagai ibukota propinsi Kalimantan Barat , kota yang dijuluki dengan kota Lintasan Khatulistiwa ini akan merayakan hari jadinya ke 245 tahun  pada tanggal 23 Oktober 2016. Hiruk pikuk kemeriahan warga kota Pontianak dalam menyambut hari jadi kotanya sudah tampak terlihat dari aktifitas warganya yang terus bersemangat , membagikan keceriaan untuk kemajuan kota tercintanya.

Dalam memeriahkan kegiatan hari jadi kota Pontianak yang ke 245 tahun ini  Pemerintah Kota Pontianak bekerja sama dengan Pontianak Post menyelenggarakan Pontianak Oktober Festival 2016.

Berbagai agenda kegiatan utamanya antara lain Lomba photografi dan blog , Pontianak Shopping Festival , Pawai 1 Muharram dengan gelar kuliner , lomba Hadrah , Festival arakan pengantin dan nikah bersama , lomba Saprahan  . Pontianak meriam Karbit , Pontianak Expo , Lomba Drumban , Lomba fashion road , Apel gabungan HUT Kota Pontianak , Pemilihan Bujang Dare , dan Festival Permainan tradisional anak.

Berbeda dengan penyelenggaraan Pontianak Oktober Festival 2015 yang mengusung tema “Pontianak menggapai dunia” , maka pada penyelenggaraan Pontianak Oktober Festival 2016 ini mengambil tema “Bikin Pontianak Bangga” berlangsung selama 1 (satu) bulan penuh dari tanggal 1 – 31 Oktober 2016. 

Dari 13 agenda kegiatan utama Pontianak Oktober Festival 2016 ini tidak mencantumkan Lomba Balap Kopi.  Sejauh ini belum ada informasi dari event organizer Pontianak Post mengapa lomba balap kopi menghilang dalam daftar  agenda utama  penyelenggaraan Pontianak Oktober Festival 2016 ini.

Ketika hal ini  saya coba konfirmasikan kebenarannya kepada Bapak Drs B Salman selaku Wakil Direkturr Pontanak Post  dan penanggung jawab keseluruhan Pontianak Oktober Festival 2016 melalui pesan BBM beliau menjawab  (Balap Kopi) tetap ada.  “Balap Kopi yang adakan PHRI. Acaranya tetap ada. Cuma tanggalnya saya tidak tahu. Mereka yang adakan”  bunyi pesan BBM Pak Salman yang masuk ke android penulis. 


DRUMBAND :  Dua orang peserta Lomba Drumband Pelajar pada Penyelenggaraan Pontianak Oktober Festival 2012 yang lalu.  Foto Asep Haryono
DRUMBAND :  Dua orang peserta Lomba Drumband Pelajar pada Penyelenggaraan Pontianak Oktober Festival 2012 yang lalu.  Foto Asep Haryono

PKL :  Setiap ada keramaian selalu ada para pedagang makanan dadakan. Ekonomi rakyat yang  terbangun di dalam setiap penyelenggaraan even seperti Pontianak Oktober festival 2016 ini. Foto  Asep Haryono
PKL :  Setiap ada keramaian selalu ada para pedagang makanan dadakan. Ekonomi rakyat yang  terbangun di dalam setiap penyelenggaraan even seperti Pontianak Oktober festival 2016 ini. Foto  Asep Haryono

Beberapa agenda kegiatan menarik lainnya juga diselenggarakan diluar dari 13 agenda kegiatan utama Pontianak Oktober Festival 2016 yakni Bakti Sosial (Baksos) donor darah dan Pemeriksaan Mata.  Khusus kegiatan donor darah bekerja sama dengan Rumah Sakit Kharitas Bhakti, Pemadam Kebakaran (Damkar) Panca Bhakti, Yayasan Bhakti Suci , Lions Club, STMIK Widya Dharma dengan Pontianak Post sebagai even organizernya.

Salah satu yang paling menarik dari penyelemggaraan Pontianak Oktober Festival 2016 ini adalah even Pontianak Shopping Festival.  Salah satu hobi yang menarik adalah berbelanja. Kini berbelanja atau shopping memang identik dengan wanta, namun seiring dengan perkembangannya kegiatan berbelanja juga diminati oleh kaum adam.

Kini bukan hal aneh jika di mall ada banyan pria dewasa dengan penuh kantong belanja di tangan kiri atau kanannya. Dalam penyelenggaaan Pontianak Shopping Festival 2016 ini berhak diikuti oleh siapa saja. Caranya pun sangat mudah.

Cukup denan berbelanja di supermarket yang bekerja sama dengan panitia Pontianak ShoppingFestival 2016 minimal pembelanjaan sebesar Rp.100.000,- (Seratus Ribu Rupiah), anda sudah berhak ikutan.
 
Caranya Gunting Kupon Pontianak ShoppingcFestival yang ada di halaman khusus Pontianak Shopping Festival kemudian isi lengkap data data.  Gabung dengan struk pembelanjaan anda tadi dan masukkan dalam drop box yang sudah disediakan di supermarket yang bekerja sama dengan panitia Pontianak ShoppingFestival. 

Datang langsung ke Pontianak Post dan masukkan dalam drop box yang sudah disediakan di sana juga boleh. Berbagai macam hadiah menarik menanti bagi anda yang beruntung dengan hadiah utama saat ini beruapa 1 (satu) buah Sepeda Motor. Ayo saksikan dan ikuti Pontianak Oktober Festival 2016. (Asep Haryono).


DISCLAIMER
Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Blog dalam rangka Pontianak Oktober Festival 2016 yang diselenggarakan oleh Pontianak Post dari tanggal 1 - 31 Oktober 2016


Ayo Saksikan Dan Ikuti

Salah satu agenda rutin dalam rangka memeriahkan Hari  Ulan9 Tahun yang ke 245 (dua ratus empat puluh lima) tahun kota Pontianak (23 Oktober 1771 - 23 Oktober 2016) adalah penyelenggaraan even akbar yang bernama Pontianak Oktober Festival 2016 yang akan berlangsung secara penuh selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 1 - 31 Oktober 2016 yang akan datang.

Jika pada penyeleanggaraan tahun sebelumnya mengusung tema "Pontianak Menyapa Dunia" maka tag line pada penyelenggaraan gelaran Pontianak Oktober Festival 2016 adalah "Bikin Pontianak Bangga".

XING : Inilah salah satu Supermarket yang menjadi mitra Pontianak Shopping Festival 2016.  Masukkan kupon dan struk belanja minumal 100 ribu anda di tempat ini.  Foto Pontianak Post
XING : Inilah salah satu Supermarket yang menjadi mitra Pontianak Shopping Festival 2016.  Masukkan kupon dan struk belanja minumal 100 ribu anda di tempat ini.  Foto Pontianak Post

Agenda rutin dalam rangka HUT Kota Pontianak ini menggandeng event organizer (penyelenggara utama) adalah Pontanak Post yang juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak sebagai mitra utama dan beberapa pihak swasta, perbankan dan pengusaha lainnya.   

Beberapa agenda kegiatan utamanya antara lain sebagai berikut :
  1. Lomba Photografi Dan Blog (Tanggal 1 - 31 Oktober 2016) 
  2. Pontianak Shopping Festival (Tanggal 1 - 31 Oktober 2016)
  3. Pawai 1 Muharram dan Gelar Kuliner (Tanggal 2 Oktober 2016)
  4. Lomba Hadrah (Tanggal 10 Oktober 2016, Lokasi Pontianak Timur).
  5. Festival Arakan Pengantin dan Nikah Bersama (Tanggal 9 Oktober 2016).
  6. Lomba Saprahan (Tanggal 11 Oktober , lokasi Pontianak Convention Center)
  7. Pontianak Meriam Karbit (Tanggal 19 - 31 Oktober 2016, Lokasi Pontianak Timur).
  8. Pontianak Expo (Tanggal 21 - 24 Oktober 2016 , lokasi lokasi Pontianak Convention Center)
  9. Lomba Drumband Pelajar (Tanggal 22 - 23 Oktober 2016, lokasi Jalan Gajah Mada Pontianak).
  10. Lomba Fashion Road (Tanggal 22 - 23 Oktober 2016, Lokasi Jalan Gajah Mada Pontianak).
  11. Apel Gabungan HUT Kota Pontianak (Tgl 23 Oktober 2016, Lokasi Kantor Walikota Pontianak).
  12. Pemilihan Bujang Dare (Tanggal 27 Oktober 2016 , lokasi Pontianak Convention Center)
  13. Festival Permainan Tradisional Anak (Tanggal 2 Oktober 2016 , lokasi Car Free Day Pontanak)




Tanpa Lomba Balap Kopi

Berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya, untuk hajatan akbar Pontianak Oktober Festival (POF) 2016 kali ini tanpa lomba Balap Kopi.  Memang cukup disayangkan mengapa sampai agenda Balap Kopi yang sangat fenomenal di kota Pontanak dan menjadi salah satu ciri khas kota Pontianak bisa "menghlang" dalam daftar 13 agenda utama kegiatan Pontianak Oktober Festival tahun 2016 in


Sedangkan untuk agenda Pontianak Shopping Festival (PSF) 2016, tidak banyak berubah dari penyelenggaran di tahun tahun sebelumnya dengan melibatkan seluruh pengusaha ritel, supermarket, hotel dan restoran di kota ini. Dalam ajan kali ini mereka ambil bagian memeriahkan Pontianak Shopping Festival 2016 ini dengan saling memberikan tawaran potongan harga (discount) yang menarik kepada para calon konsumennya selama 1 bulan penuh.

Bagaimana caranya agar masyarakat bisa mengikuti Pontianak Shopping Festival 2016 ini?  Mudah sekali.  

  1. Setiap pembelanjaan minimal Rp.100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) berhak melampirkan 1 kupon Pontianak Shopping Festival 2016. Berlaku kelipatan. Gunting Kupon Pontianak Shopping Festival 2016 yang ada di halaman khusus Pontianak Shopping Festival 2016. 
    Contoh : Anda belanja Rp.230.000,- maka anda dapat melampirkan 2 (dua) Kupon
    Pontianak Shopping Festival 2016 saja.  Berlaku setiap kelipatan Rp.100.000,-
  2. Kemudian Isilah dengan nama lengkap anda, alamat lengkap, Nomor KTP yang masih berlaku, dan nomor HP yang bisa dihubungi sewaktu waktu.
  3. Setelah Kupon Pontianak Shopping Festival 2016 sudah diisi lengkap, kemudian lampirkan atau steples bersama dengan Struk belanja anda.  
  4. Datang ke Gedung Pontianak Post Jalan Gajah Mada 2 - 4 Pontianak dan masukkanlah dalam DROP BOX yang sudah disediakan di sana atau di supermarket yang bertanda khusus Pontianak Shopping Festival 2016



DROP BOX:  Seperti inilah bentuk Drop BOX yang disedaikan bagi anda yang ingin memasukkan Kupon Undian anda.   Foto Pontianak Post
DROP BOX:  Seperti inilah bentuk Drop BOX yang disedaikan bagi anda yang ingin memasukkan Kupon Undian anda.   Foto Pontianak Post

Tersedia hadiah utama berupa 1 (satu) Sepeda Motor dan juga berbagai bingkisan hadiah menarik lainnya dari sponsor.  Kita tunggu saja apakah akan ada hadiah RUMAH untuk penyelenggaraan even kali ini. Wait and See . (bar)

Assalamualaikum Warrahmatullahi
Wabarokatuh


Kota Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat , pada tanggal 23 Oktober 2015 genap usianya yang ke 244 (Dua Ratus Empat Puluh Empat Tahun).   Kota yang semakin pesat pembangunannya yang mengarah pada visi menuju kota modern dan sebagai pusat perdagangan dan komersial kini sudah nyaris berada dalam genggaman tangan. 

Sejak dipimpin oleh Bapak Sutarmidji SH, M.Hum, kota Pontianak sudah melesat jauh berkembang dengan pesatnya.  Salah satu indikator kemajuan dalam bidang ekonomi misalnya ditandai dengan semakin banyaknya hotel hotel dan pusat perbelanjaan modern sudah berdiri dengan megahnya. 

Pembangunan di seluruh daerah pelosok Kalimantan Barat juga tidak kalah pesatnya.  Seiring dengan segudang kemajuan pembangunan , prestasi ekonomi yang diperoleh, tingginya denyut nadi ekonomi masyarat, segudang persoalan kian menghadang kota yang dijuluki sebagai kota lintasan bumi khatulistiwa ini.  Tentu tidak semua masalah tersebut diulas tuntas dalam artikel yang sederhana ini.  Beberapa hal yang merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diatasi oleh Bapak Walikota beserta jajarannya akan dicoba disampaikan dalam ulasan singkat kali ini . Berikut catatannya.

Terbatasnya Ruang Publik
Siapa yang tidak senang dengan banyaknya bangunan megah pusat perbelanjaan dan hote hotel berbintang bak jamur di musim hujan satu persatu bermunculan di kota Pontianak. Bahkan perumagan elit yang dikelola dan dibangun oleh pebisnis raksasa CIPUTRA dengan komplek perumahan elitnya Citra Garden Aneka di kawasan Supadio Kubu Raya sudah mulai berjalan.  Bukan murah untuk memesan sebuah rumah di kawasan itu. Dengan harga terendah 1 Milyar bisa dibilang sebagai harga yang bukan main mahalnya untuk orang seperti saya misalnya.


Banyaknya Mall Mall baru dan bangunan bisnis memang menambah denyut kota Pontianak semakin menggeliat.  Nyaris masyarakat tidak lagi merasa nyaman tinggal dilingkungannya sendiri.  Sedikit sekali ruangan kosong yang bisa dimanfaatkan oleh anggota keluarga serta masyarakat untuk sekedar bersantai dan bercengkrama di ruang terbuka di kota ini.  Semakin sempit saja ruang bermain anak anak di kota ini.   Untuk bermain dengan fasilitas lengkap tentu banyak tersedia di Mall Mall dan pusat perbelanjaan. Namun yang dimaksud untuk ruang untuk umum yang murah serta aman bisa dihitung dengan jari.
RUANG PUBLIK : Di usianya yang ke 244 tahun kota Pontianak perlu lebih banyak lagi menyediakan ruang untuk publik ruang untuk masyarakat. Foto Asep Haryono
RUANG PUBLIK : Di usianya yang ke 244 tahun kota Pontianak perlu lebih banyak lagi menyediakan ruang untuk publik ruang untuk masyarakat. Foto Asep Haryono

BARU: Bandara Internasional Supadio sudah dipermodern dan diperluas.  Ini adalah salah satu pencapaian yang luar biasa kota Pontianak di usianya yang ke 244 tahun kota ini. Foto Asep Haryono
BARU: Bandara Internasional Supadio sudah dipermodern dan diperluas.  Ini adalah salah satu pencapaian yang luar biasa kota Pontianak di usianya yang ke 244 tahun kota ini. Foto Asep Haryono

Revolusi Mental. Program yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sepertinya harus lebih banyak lagi disosialisasikan bagi warga Pontianak pada khususnya, dan seluruh daerah di propinsi Kalimantan Barat pada umumnya.  Hal yang sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari hari di kota ini adalah budaya antri, budaya membuang sampah pada tempatnya, dan keperdulian kepatuhan dan tertib berlalu lintas.  Ketiga hal yang saya sebut di atas terkesan remeh dan sepele saja namun justru dari hal yang sederhana seperti ini sepertinya kota Pontianak harus banyak belajar dari kota lainnya di Indonesia.

Budaya antri misalnya.  Sederhana dan remeh saja.  Namun saya kerap kali mendapatkan banyak warga kota Pontianak tidak atau kurang memiliki rasa keperdulian kepada sesama dalam hal antri.   Lampu lalu lintas yang berwarna merah pun masih terus diterobos.  Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa lampu lalu lintas memilik makna dan arti.  Lampu berwarna merah itu berarti semua pengendara berhenti, dan boleh melanjutkan kendaraannya jika lampu lalu lintas sudah menyala warna Hijau.  Jika anda ke Pontianak sekarang bisa dengam mudah melihat pelanggaran ini nyaris setiap saat.  Saya jamin anda akan banyak kesempatan menyaksikan ini.

Masih banyak lagi segudang masalah yang merupakan "pekerjaan rumah" yang harus segera diatasi oleh Bapak Walikota Pontianak beserta jajarannya.  Maraknya kasus kejahatan predator pada anak anak yang sedang booming sekarang ini patut diwaspadai oleh kita semua, dan ini bisa menjadi warning bagi bapak Walikota Pontianak untuk bisa mewujudkan daerah atau wilayah yang ramah lingkungan terhadap anak dan keluarga.  Juga dalam hal pelayanan publik seperti PDAM dan PLN yang sering tidak menunjukkan kinerja baiknya. Seringnya terjadi pemadaman tidak jelas juga sering dikeluhkan masyarakat.  Pekerjaan rumah sudah banyak dan menanti untuk diselesaikan.

Selamat Hari Jadi Kota Pontianak ke 244 tahun.  Mari wujudkan kota Pontianak sebagai kota yang bersih, teduh, nyaman serta aman bagi seluruh warganya.  Aminn (Asep Haryono).

Assalamualaikum Warrahmatullahi
Wabarokatuh


Berkenaan dengan salah satu even taunan di kota Pontianak, yakni HUT kota Pontianak yang Insya Allah jatuh pada tanggal 23 Oktober 2015 nanti,  serangkaian kegiatan guna memeriahkan hajat kota Pontianak yang ke 244, serangkaian kegiatan Pariwisata sudah mulai di jalankan.  Kota Pontianak yang didirikan pada tanggal 23 Oktober 1771 ini memang sarat dengan pembangunan yang begitu pesat.

Agenda pariwisata kota Pontianak sekaligus Syukuran HUT kota Pontianak ke 244 Tahun ini juga dimeriahkan oleh rangkaian kegiatan bersama kerja sama Pemkot Pontianak dan Harian Pontianak Post dengan gelaran "Pontianak Oktober Festival 2015" kembali digelar sebulan penuh.  Tema penyelenggaraan Even taunan Pontianak Oktober Festival 2015 kali ini adalah "Pontianak Menyapa Dunia".   

Beberapa kegiatan yang menurut rencana akan digelar dalam rangkaian Pontianak Oktober Festival 2015 ini antara lain sebagai berikut :
  • Pontianak Festival 2015
  • Arakan Pengantin
  • Lomba Fotografi dan Blog
  • Fashion Road
  • Drumband Pelajar SMA Se Kota Pontianak
  • Festival Meriam Karbit
  • Festival Permainan Anak

Ada beberapa kegiatan yang sudah pernah diselenggarakan pada even penyelenggaraan Pontianak Oktober Festival pada tahun sebelumnya misalnya Balap Kopi,  Pontianak Oktober Shopping Festival ,  dan Festival Kuliner tidak diselenggarakan lagi pada penyelenggaraan Pontianak Oktober Festival 2015.    Sedangkan Festival Permainan anak yang digelar pada  Pontianak Oktober Festival 2015 ini adalah hal yang baru.   Permainan anak kini sudah menjadi perhatian bagi penyelenggara

DRUM BAND FESTIVAL  : Salah satu pesertra Festival Drum Band saat berlangsungnya Gelaran HUT kota Pontianak tahun lalu.  Foto dokumentasi Pontianak Oktober Festival Tahun 2013.  Foto Hak Cipta Pontianak Post
 
FASHION ROAD : Para peserta berlenggak lenggok di sepanjang Jalur Gajah Mada.  Foto dokumentasi Pontianak Oktober Festival Tahun 2014.  Foto Hak Cipta Pontianak Post


Khusus mengenai event Lomba Fotografi dan Blog Menurut ketua Umum Panitia Oktober Festival 2015 , Bapak Drs B Salman, khusus untuk lingkungan kota Pontianak saja.  Lomba Blog sendiri juga dikhususkan untuk blogger Pontianak saja karena salah satu artikel yang ditulis oleh blogger adalah hasil pengamatan dan liputan langsung kegiatan kegiatan yang diselenggarakan dalam
Oktober Festival 2015 ini.   Menurut rencana beberapa kegiatan daripada even Panitia Oktober Festival 2015 juga akan disampaikan dalam blog ini, Insya Allah (Asep Haryono).
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia