Jeunesse Banner sosial media Asep

Hello there. Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)
Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Job Intervew Atau Wawancara Kerja Secara Langsung Masihkah Diperlukan?

SIMPLYASEP.COM Baru baru ini (tepatnya hari Jumat, tanggal 24  aJnuari 2020- red)saya menghadiri undangan wawancara kerja untuk posisi Editor d sebuah Perusahaan Penerbit Buku yang terletak di Pondok Belimbing di Malang (Jawa Timur). 

Perusahaan tersebut memang Penerbit buku buku khusus buku buku mata pelajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saya tidak dapat menyebut nama penerbit tersebut. Silahkan para pembaca setia blog saya untuk searching atau cari tahu sendiri apa nama Perusahaan Penerbit Bukku yang berlokasi di jalan tersebut . 

Oh saya lupa Agar tidak salah paham. Saat saya hadir dalam wawancara kerja tersebut, saya memang sudah memilki pekerjaan tetap di Pontianak. Saya bekerja sebagai salah satu team online yang mengurus akun sosial media sebuah perusahaan Wedding Organzer di kota Pontianak.  Itu saja.  Jika ada pertanyaan : Sudah bekerja, namun mengapa masih melamar pekerjaan lagi? Ini pertanyaan yang bersifat personal (pribadi), biarlah Allah SWT saja yang tau alasan saya 

Tidak semua hal yang sifatnya personal, saya ungkap dalam artikel ini

Ada enam kandidat yang mengikuti tes wawancara pada hari itu, dan saya termasuk salah satu dari ke Enam kandidat tersebut.  Dari semua calon yang mengikuti tes wawancara, hanya sayalah yang berasal dari luar Malang, saya dari Pontianak. Kalimantan Barat. Semua peserta kebanyakan berasal dari Malang dan sekitar Malang (Jawa Timur) dan sebagian besar dari mereka masih menyandang status sebagai mahasiswa


Saya tidak mempermasalahkan saya tidak lulus dalam tes wawancara tersebut. Diterima atau tidaknya memang menjadi hak sepenuhnya pihak perusahaan atau penerbit buku tersebut karena merekalah yang memilik syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh peserta.  Dengan kata lain yang diterima atau lolos tes Wawancara adalah mereka yang memenuh standar perusahaan penerbit buku tersebut. Dan yang tidak lolos tes wawancara (Seperti saya-red) tentu belum atau tidak memenuh syarat Perusahaan penerbit tersebut

Jalannya Tes Wawancara
Seluruh peserta tes wawancara di minta datang ke kantor Penerbit pada jam 10.00 WIB.  Saya yang datang dari Pontianak, dan menginap di OYO harus bergegas lebih awal agar tidak terlambat datang di lokasi wawancara di Penerbit Buku tersebut

Dengan menumpang Ojek Online saya datang lebih awal dari jam yang sudah ditentukan untuk tes wawancara yakni jam 10.00 WIB.  Jam 08.00 WIB saya sudah tiba di lokas wawancara, namun kemudian langsung ke Masjid Terdekat yang berada tidak jauh  dari lokas kantor penerbit tersebut di kawasan Pondok Belimbing Malang tersebut

Semua kandadidat yang saya duga hanya berjumlah 6(enam) orang berdasarkan absennya, diharuskan mengerjakan pra Tes wawancara yakni dengan menyunting naskah sebanyak sekitar 4 lembar.  Masing masing peserta diberikan hand out berupa naskah yang harus di sunting dengan menggunakan tanda koreksi.   
Semua peserta tes wawancara mengerjakan dengan tenang. Suasana yang tenang dan hening.  Bahkan jarum jatuh pun bisa terdengar nyaring karena heningnya ruangan tes tersebut.

Setelah lembaran naskah soal sunting berhasil diselesaikan oleh semua peserta, maka giliran tes interview (wawancara) sesungguhnya satu persatu. Saya mendapat panggilan masuk ke ruangan wawancara setelah peserta kedua,  Ya peserta ke tiga nya yang dipanggil adalah saya.  Setelah nama saya dipanggil, saya pun dipersilahkan masuk ke dalam ruangan.  Sudah ada bangku berhadapan dengan sang pewancara, seorang wanita dengan kerudungnya, Posturnya agak tinggi, mempersilahkan saya duduk,

Proses tanya jawab pun berjalan.  Wawancara seputar penerbitan buku Saya diberikan sekitar  5 pertanyaan seputar dunia penerbitan buku.  Saya yang berlatar belakang percetakan Koran (13 tahun saya di perusahaan Media koran Group Jawa Pos di Pontianak) agak kesulitan menjawab pertanyaan sang pewancara.  Dengan gaya sang pewawancara yang saya pribadi  berpendapat lebih mirip INTEROGASI daripada wawancara kerja   Saya dicecar pertanyaan dengan nada tinggi bahkan hasil pra tes saya pun dikomentari sang pewancara dengan kalimat kualitatif. 

Hasilnya langsung saya ketahui saat itu juga  Saya dinyatakan tidak lulus dan saya tidak memenuh standar perusahaan penerbit tersebut. 


WAWANCARA :  Foto yang berhasil saya ambil saat peserta menjalani pra Wawancara dengan membuat suntingan naskah (24/1/2020) di kantor Penerbit Buku tersebut. Foto Asep Haryono
WAWANCARA :  Foto yang berhasil saya ambil saat peserta menjalani pra Wawancara dengan membuat suntingan naskah (24/1/2020) di kantor Penerbit Buku tersebut. Foto Asep Haryono



Wawancara Sekian Menit Biayanya Selangit
Jelas tentu saja.  Peserta tes wawancara yang berasal dari luar kota Malang, seperti saya yang berdomisili di Pontanak (Kalbar) sudah tentu harus berangkat ke Malang pulang pergi dengan menggunakan pesawat terbang.  

Ini belum termasuk biaya yang sudah dibayarkan untuk menginap di Penginapan Murah di sekitar lokasi wawancara, dalam hal ini Penginapan OYO Hotels d Malang, belum lagi dengan biaya untuk konsumsi selama menetap di kota Malang.   

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, saya tidak mempermasalahkan saya gagal (tidak lolos) dalam  dalam tes wawancara tersebut karena keputusan penerimaan berada sepenuhnya di tangan perusahaan penerbit tersebut. 

Jadi jangan sampai saya menulis artikel ini sebagai bentuk kekecewaan karena tidak lulus dalam tes wawancara itu karena sudah keluar biaya banyak untuk pesawat pulang pergi dan segala macam.  Saya tidak mau terkesan seperti itu. Saya hanya memberikan catatan saja seputar pelaksanaan tes wawancara yang dilakukan oleh Perusahaan Penerbit Buku tersebut


Di jaman era online seperti sekarang ini, banyak orang berpendapat lebih bijaksana jika masih dalam status seleksi, wawancara bisa dilakukan secara online jarak jauh dengan menggunakan Tele Conference

Tidak perlu hadir secara fisik dalam wawancara jika masih bersifat seleksi. Karena pihak perusahaan pengundang wawqancara kerja, perlu mempertimbangkan jika ada calon peserta tes wawancara kerja yang berasal dari Pulau lain.  Tentu banyak biaya yang dikeluarkan untuk hadir secara fisik dalam wawancar tersebut  Belum lagi soal waktu

 
Oleh karena itulah dalam kesempatan yang berharga ini, saya ingin menyampaikan pesan kepada diri saya sendiri dan juga para pembaca setia blog saya di mana saja berada untuk mempertimbangkan masak masak jika ada undangan wawancara kerja yang sifatnya masih seleksi  dan harus datang secara fisik dalam wawancara kerja tersebut terlebih lagi jika lokasi wawancaranya jauh atau lokasinya berada di pulau lain

Belum lagi tanggal wawancaranya di tanggal 24 Januari 2020.  Tanggal yang  sebagian masyarakat menyebutnya sebagai "tanggal tua'.  Tidak ada masalah jika ada tabungan di Bank. Nah bagaimana jika ada peserta wawancara yang kebetulan dari pulau lain, dan tidak punya dana di tabungan, dan harus datang wawancara, bukankah dia harus cari pinjaman untuk bisa bisa beli tiket pesawat pulang pergi di acara wawancara kerja tersebut? 

Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Anda tidak bisa menganggap remeh sebuah persoalan.

 
Saya juga salah karena tidak terlebih dahulu memikirkan masak masak darimana biaya biaya yang harus saya kerluarkan untuk datang di acara wawancara kerja tersebut. Saya di Pontianak terbang jauh ke Malang hanya untuk beberapa menit wawancara kerja dan harus kembali lagi ke kota Pontianak.  

Ada banyak biaya yang sudah saya keluarkan untuk hadir dalam acara wawancara tersebut;  Saya ngaku salah kurang teliti.  Saya sportif. Jika saya salah, saya mengaku salah.  Apakah jika anda salah anda berani mengaku salah juga? Itu sebuah pertanyaan yang anda sendiri yang tau jawaban dari pertanyaan itu. Job Intervew Atau Wawancara Kerja Secara Langsung Masihkah Diperlukan?.  (Asep Haryono)

No comments:

Obrigada pela visita.. Não deixe de expressar sua opinião. Seu comentário é muito importante pra mim :)

Vielen Dank für Ihren Besuch. Sagen Sie Ihre Meinung. Ihr Kommentar ist mir sehr wichtig

Grazie per la tua visita .. Assicurati di esprimere la tua opinione. Il tuo commento è molto importante per me

Merci pour votre visite .. Assurez-vous d'exprimer votre opinion. Votre commentaire est très important pour moi

Spasibo za vash vizit. Obyazatel'no vyskazhite svoye mneniye. Vash kommentariy ochen' vazhen dlya menya

Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)

Terima kasih atas kunjungan anda. Pastikan untuk mengekspresikan pendapat Anda.

Komentar Anda sangat penting bagi saya :)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog