Header simplyasep.com
Banner sosial media Asep
Klook.com Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)
Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

JALAN JALAN : Mengikuti Proses Pembuatan Lempok Durian Di Batang Tarang Kalimantan Barat (Bagian Pertama)

Pengantar
Durian merupakan salah satu komiditi yang berlimpah di seluruh propinsi Kalimantan Barat, Buah yang mempunyai cita rasa dan aroma yang kuat ini memang memiliki penggemar yang tidak sedikit baik usia muda hingga dewasa banyak yang menyukai buah durian ini. .

Buah durian selain menjadi santapan yang dapat dimakan begitu saja, namun bagi masyarakat Pontianak pada khususnya buah durian juga dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk kreasi mulai dari makanan pendamping nasi berbentuk tempoyak, hingga menjadi menjadi dodol durian yang terkenal seantero Kalimantan Barat dengan sebutan Lempok durian, sebuah sebutan untuk dodol yang mempunyai cita rasa durian.

Hari itu minggu (9 Pebruari 2020) saya mendampingi sahabat saya Sujarwadi pemilik channel youtube SUKE BEJALAN yang memang sudah ada janji dengan Pak Manjung untuk menyaksikan sekaligus meliput dari dekat proses pembuatan lempok duran produksi milik usahanya. Bagaimana keseruan proses pembuatan Lempok Duran Batang Tarang ini berikut catatannya 




DIADUK :  Adonan Lempok Durian yang sudah dicampur dengan Gula Pasir dengan takaran tertentu diaduk hingga 2 jam agar warna adonan lempok menjadi kecoklatan siap dibentuk. Foto Asep Haryono


Tanpa Menggunakan Tepung
Setelah menempuh perjalajan selama kurang lebih dua setengah jam dengan menggunakan mobil, dari kota Pontianak menuju daerah Batang Tarang (Kabupaten Sanggau) Propinsi Kalimantah Barat akhirnya kami tiba di rumah Bapak Manjung pemgusaha sekalgus pemlik toko Lempok Durian yang cukup disegani di kawasan tersebut.

Setelah mempersilahlkan masuk, kami pun dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah sekaligus toko itu. Jam menunjukkan pukul 14.30 WIIB, kami meminta izim kepada tuan rumah untuk membuka bekal makan siang yang kami bawa sendiri bawa sejak berangkat dari kota Pontianak. Hidangan makan siang berupa Pecal lontong. Cukup nkmat kami menyantapnya, dan tidak terasa perut sudah terisi Alhamdulillah.

“Sllahkan bapak bapak, inilah rumah saya, dan proses pembuatan lempok durian juga sudah bisa dimulai, dan pekerja saya sudah siap” kata Pak Manjung membuka obrolannya sambil menjad guide sambil menerangkan proses pembuatan lempok durian milik usahanya dari awal hingga proses packing (Pengepakan).

Pak Manjung memiliki karyawan yang juga anggota keluarganya sendiri, dan hanya beberapa karyawan saja yang mendapat gaji dari usaha yang dijalani sejak 6 tahun yang lalu ini. Masing masing karyawan memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing masing mulai dari pemisahan buah dan bijinya, mengaduk adonan hingga kalis, penjemuran hingga pengemasan atau packing

Kami pun segera menyiapkan peralatan berupa kamera lengkap dengan perekamnya, Video shooting pun dimulai. Saya pun mencatat beberapa yang perlu di catat, selebihnya lebih banyak kepada wawancara dan peninjauan langsung, Sudah mirip dengan pengambilan (take) adegan dalam film. Ya benar sekali. Fllm dokumenter tentang proses pembuatan lempok durian Batang Tarang

“Pertama sekali, kita ambil beberapa buah durian yang kemudian kita pisahkan antara buah durian dengan bijinya. Kemudian buah yang sudah dipisahkan daging dari bijinya ini kemudian ditempatkan ke dalam sebuah wajan yang cukup besar dan ditambahkan gula pasir dengan takaran yang pas tidak boleh terlalu banyak dan juga jangan sampai terlalu sedikit” papar Pak Manjung

Pak Manjung menjelaskan lagi bahwa lempok duria produksinya tidak enggunakan tepung atau bahan lain, semuanya murni dari  buah durian yang kemudian ditambahkan air yang bersih kemudian dimasak dengan tungku berbahan bakar kayu dan tidak menggunakan kompor gas untuk mempertahankan cita rasanya.

“Lempok durian produksi saya sama sekali tidak menggunakan tepung, dan campurannya juga berasal dari air yang bersih dan dengan takaran perbandingan antara air , gula pasir dengan buah durian yang pas dan dimasak dengan menggunakan kayu bakar untuk mempertahankan cita rasa yang khas dan saya tidak menggunakan kompor gas atau sejenisnya, kemudian diaduk aduk dengan baik dan dijemur” terang Pak Manjung

Pak manjung menjelaskan bahwa Prose mangaduk aduk inilah yang memakan waktu yang cukup lama yakn sekitar 2 hingga 3 jam bergantian orang yang mengaduknya sebab jika proses pengadukan campuran semua bahan bahan dasar lempok duran itu hanya sebentar saja maka adonan yang dihasilkan akan menjadi berantakan dan tidak kental.

“Jika proses pencampuran semua bahan itu pas sesuai takarannya, dan proses pengadukkannya tidak terhenti dan mencapai 2 jam minimal maka warna adonan tadi akan berubah warnanya dari warna dasar putih menjadi agak kecoklatan, dan ini menunjukkan bahwa adonan Lempok Durian siap dibentuk sesuai ukuran yang diinginkan dan kemudian dilanjutkan dengan penjemuran” kata

KECOKLATAN :   Warna adonan Lempok Durian yang sudah diaduk aduk selama 2 jam akan berubah warna menjadi kecoklatan kemudian dibentuk dalam ukuran batangan untuk selanjutnya dijemur. Foto Asep Haryono
KECOKLATAN
:   Warna adonan Lempok Durian yang sudah diaduk aduk selama 2 jam akan berubah warna menjadi kecoklatan kemudian dibentuk dalam ukuran batangan untuk selanjutnya dijemur. Foto Asep Haryono



Pak Manjung kemudian memerintahkan salah seorang karyawannya untuk terus mengaduk adonan hingga 2 jam secara bergantian. Dua jam waktu menunggu adalah hal yang membosankan jika tanpa melakukan sesuatu apa pun. Akhirnya saya dan sahabat sambil menunggu adonan lempok durian menjadi kecoklatan dan siap dibentuk batangan, saya dan kawan saya bergegas mencari Masjid atau mushola terdekat untuk medirikan sholat Ashar.  Kami pun keluar dari rumah pak Manjung dan bergegas mencari masjid atau mushola terdekat untuk mendirikan sholat Ashar.

Dijemur Hingga Cukup Keras
Tahap sleanjutnya kata Manjung adalah proses pemndahan dari kuali besar yang bersi adonan Lempok durian yang sudah berwarna keocklatan. “Sekilas memang sudah menyerupai adonan selai durian ya namun ini bukan selai duran namun Lempok Durian yang masih berbentuk pasta, lembek, dan lengket dan mash memerlukan proses pengeringan agar menjadi agak keras yang kemudan dilanjutkan dengan proses pencetakan lempok duran dalam bentuk batangan yang sudah ada ukurannya masing masing” kata Pak Manjung


Bersambung....

No comments:

Obrigada pela visita.. Não deixe de expressar sua opinião. Seu comentário é muito importante pra mim :)

Vielen Dank für Ihren Besuch. Sagen Sie Ihre Meinung. Ihr Kommentar ist mir sehr wichtig

Grazie per la tua visita .. Assicurati di esprimere la tua opinione. Il tuo commento è molto importante per me

Merci pour votre visite .. Assurez-vous d'exprimer votre opinion. Votre commentaire est très important pour moi

Spasibo za vash vizit. Obyazatel'no vyskazhite svoye mneniye. Vash kommentariy ochen' vazhen dlya menya

Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)

Terima kasih atas kunjungan anda. Pastikan untuk mengekspresikan pendapat Anda.

Komentar Anda sangat penting bagi saya :)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia