Jeunesse Banner sosial media Asep

Hello there. Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)
Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

DAY 01 – Part FOUR Menginap di Penginapan OYO di Malang

SIMPLYASEP.COM
 
Sambungan ....
Pada DAY 01 – Part Three, selama lebih dari dua jam saya “mengungsi” di Mushola tu hingga akhirnya selepas Sholat Dzhuhur, masuklah WA dari istri saya di Pontanak bahwa transfer sebesar Rp.xxx.xxx,- sudah masuk ke Rekening BRI saya. Alhamdulillah.

Bagi yang baru datang dan menemukan halaman ini, sangat direkomendasikan untuk membaca artikel laporan perjalanan saya di Malang 23-25 Januari 2020 yang sudah diterbitkan sebelumnya.  Agar sahabat semuanya dapat memahami "jalan cerita" laporan perjalanan ini :

- Pre Departure : Persiapan Ke Malang (Jawa Timur)

- Day 01 -Part One : Terbang Ke Malang Bersama LION AIR
- Day 01 -Part Two : Tiba di Kota Malang, Jawa Timur
- Day 01 - Part Three : Tiba di Kota Malang, Jawa Timur


Lalu lanjut ya. Nah Semuanya menggunakan Maskapai Penerbangan LION AIR mulai dari Pontanak menuju Malang 23 Januari 2020 hingga ALhamdulillah kembali dengan selamat di kota Pontianak 25 Januari 2020

Di sarankan untuk membaca artikel laporan sebelumnya karena akan sangat membantu untuk memaham jalan cerita laporan perjalanan saya selama di kota Malang 23 – 25 Januari 2020.



14.30 WIB - Kams, 23 Januari 2020
Begitu ada kepastian ada SMS Banking dari BRI ke handphone saya ada transfer masuk, saya langsung meninggalkan Mushola, sambil membawa Tas Koper, Tas Laptop berjalan kaki keluar Mushola menuju ke Hotel Murah di Malang yakni di Penginapan OYO LIFE 2760 Kos Simpang Borobudur 47  yang letaknya tidak jauh dari Mushola mash sekitar area Jalan Ikan Paus Raya

Tidak lama kemudian sampailah saya di Penginapan OYO yang terletak di Jalan Ikan Paus (Jalan Simpang Borobudur). Saya sempat memfoto penginapan OYO Hotels dari arah depan, Ini dia fotonya



PENGINAPAN OYO  Foto Asep Haryono




PENGINAPAN OYO : inilah foto yang saya ambil saat check in, tanggal 23 Januari 2020 hari Kamis menjelang Ashar. Foto Asep Haryono
PENGINAPAN OYO : inilah foto yang saya ambil saat check in, tanggal 23 Januari 2020 hari Kamis menjelang Ashar. Foto Asep Haryono


Begitu sampai di ruang check ini (Sayang sekali saya tidak sempat memfoto ruangan check in nya tapi memang mempunyai kemiripan yang sangat tinggi dengan ruangan check ini di hotel hotel-red), saya melakukan konfirmasi kepada crew OYO saat check in, Harga sudah dketahui rate per malamnya Rp.102.000,-. Dan karena saya harus ke ATM terdekat untuk tarik tuna, maka tas koper dan tas laptop saya titipkan dahulu di dalam ruangan check in

Saya pun bergegas keluar dari penginapan OYO menuju ATM terdekat yang ternyata ada di INDOMARET di ujung jalan Simpang Borobudur, Malang. Saya cukup berjalan kaki saja menuju INDOMARET Dari perjalanan kaki menuju INDOMARET dalam rangka mau tarik tuna inlah saya melihat di sepanjang jalanan Lintas Borobudur Malang ini penuh dengan Kuliner mula dari Sate ,

Bakso Malang (Ini so pasti Malang gitu loh), Nasi Rawon dan masih banyak lag
“Kalau malam lebh rama lagi mas” kata salah seorang pengemud Becak yang sempat saya tanyakan sambl jalan

Becak di Malang in rata rata berbentuk Semi BEMO alas ada mesin motornya. Jadi para pengemudi Becak di Malang rata rata menggunakan mesin sepert mesin sepeda motor. Keren juga ya. Lagi lagi saya nda sempat mengambil foto becak becak Malang ini Kelewat lagi deh

Singkat cerita, sampailah saya ke Penginapan OYO, dan langsung membayar dimuka rate per harinya sebesar Rp.102.000. Saya pun langsung menerima kunc kamar ditemani oleh crew OYO (petugas check in), seorang gadis mungkin berusaia sekitar 25 an berhijab mengantarkan saya menuju kamar saya yang terletak di lantai 2 di bagian atas.

Penginapan OYO di sin mungkin banyak, dan mungkin sampaii di lantai palng atas lanta 4. Saya belum konfirmasi soal jumlah kanarnya ke petugas yang mengantar saya ke kamar itu tadi

Bagaimana fasilitas di kamar OYO yang saya tinggali?
Well, Pengnapan OYO memang pas untuk backpacker seperti saya Wisatawan dengan dana yang terbatas boleh diblang seperti itu. Kamarnya sederhana namun bersih. Bedroom nya single, ada Televis FLAT, Kamar mandi sendiri,(Shower dan Gayung terseda namun minus peralatan mandi seperti sabun, odol-red). AC dengan sistim pendingnan yang cukup baik,, serta WIFI/HotSpot dengan kecepatan download yang cukup kencang dan itu 24 jam Free WIFI. Keren

Dari Pontianak Android Samsung Galaxy Grand Prime saya sudah ada SIM card dengan kartu TRI, namun karena ada WIFI saya selalu non activekan moble data dan hanya pakai WIFI saja. Kecuali saat keluar ruangan atau keluar dari OYO, barulah moble data TRI saya aktfkan kembali

Saya mendapat satu botol minuman air mineral dan sehelai anduk secara Cuma Cuma dari OYO Wah kebetulan sekali saya hanya membawa handuk kecil, jadi sangat terbantu juga. Ini dia fotonya di bawah ini


COMPLIMENT OYO :  Handuk dan sebotol air Mineral free saat saya check in di OYO Hotels di kamar saya di lantai 2.  Foto Asep Haryono
COMPLIMENT OYO :  Handuk dan sebotol air Mineral free saat saya check in di OYO Hotels di kamar saya di lantai 2.  Foto Asep Haryono


Saat waktu mandi tiba. Wah segarnya, Sayang sekali tidak ada sabun mand, dan odol. Saya pun lupa membawanya sejak dari Pontianak. Jadi saya rencana mau jalan jalan liat kota Malang nanti malam sekalian belanja makanan ringan dan juga peralatan mandi sepert sabun Mandi, shampo dan Odol.

Harus all set nh karena besok hari Jumat (24 Januar 2020 jam 10.00 WIB Waktu Malang) saya ke QUANTUM BOOKS yang berlokas di Jl Pondok Indah Belimbing Indah selanatan X N6 Nomor 5 Malang dalam rangka wawancar kerja untuk posisi EDITOR. Saya akan ceritakan bagian ini pada artikel d hari ke duanya atau DAY 02

17.30 WIB   Kamis, 23 Januari 2020
Sudah mendekati waktu Adzan Magrib waktu malang tentunya. Saya turun dari kamar saya melalui anak tangga keluar dari pengnapan OYO menuju Mushola tempat saya “mengungsi” saat pertama kali di OYO yang sudah saya bahas di awal awal tulisan ini

Pulang dari Sholat Magrb berjamaah di Mushola tu, saya pun balik lagi ke Pengnapan OYO untuk sekedar ganti baju dari pakaian Sholat dengan pakaian santa, Saya menyalakan TV nya dan mencari channel MALANG TV dan saya menontonnya walau sebentar. Acara atau beritanya menarik, sayang sekali saya tdak bisa berbahasa Jawa sebab pembawa acaranya full menggunakan bahasa Jawa. Ya sudah Jadi saya hanya menikmati gambar gambarnya saja.

20.00 WB
Sesua dengan rencana, selepas sholat Isya, saya pun turun dar kamar untuk keluar dari Penginapan OYO berjalan kak menuju INDOMARET terdekat untuk membel perlengkapan mandi seperti odol, sabun mandi.

Kemudian berjalan kaki lagi untuk memfoto kopi dokumen dan surat surat yang diperlukan untuk wawancara besok jam 10 pag hari Jumat (24 Januar 2020) d Quantum Books

Suasana malam di kota Malang cukup dingn juga rasanya. Yang menarik perhataan saya adalah jalan jalan di kota Malang sejak saya keluar dari Bandara Abdurachman Saleh menuju OYO hingga saat saat itu , perasaan jalan jalan di kota Malang, jalan raya terutama tidak terlalu lebar. Padat kendaraan, Mungkn junlah kendaraan yang banyak atau jalannya kurang lebar? Ya seperti itulah. Berkali kali saya harus waspada nengok kiri kanan sebelum menyeberang jalan

Satu lagi yang unik juga. Sejak dari siang hingga malam, tidak ada satu pun penjuall APEL MALANG yang saya jumpai. Kemana gerangan para penjual Buah Apel? Bukankah MALANG juga terkenal dengan buah APEL nya? Pada kemana mereka

Saya pun lanjut berjalan kaki menyusur jalan arah pulang menuju ke penginanan OYO, dan saya mau membeli snack ringan. Tadinya mau beli Martabak namun karena ramai pembeli, saya urungkan, dan beralh ke penjual Roti Bakar. Jadilah saya membel 1 pack Rot Bakar aneka rasa dengan harga 15K. Sambil menunggu mamangnya buatin roti bakarnya, diam diam saya memfoto sang mamang roti bakar loh Ini dia fotonya


MARTABAK MANIS : Sempat memfoto mamang Martabak Manisnya di malam pertama di kota Malang, dan di penginapan OYO (23/2/2020)  Foto Asep Haryono
MARTABAK MANIS : Sempat memfoto mamang Martabak Manisnya di malam pertama di kota Malang, dan di penginapan OYO (23/2/2020)  Foto Asep Haryono

Mamangnya orang Sunda. Dari aksen bahasanya sih Tdak seru rasanya jika saya tidak ngobrol walau Cuma sebentar dengan penjual roti bakar ini. Namanya Mang Udin, Penjual rot Bakar khas Bandung di Malang.

Setelah membayar, saya pun segera pulang ke Hotel OYO. Untuk segera istirahat. Tidak lama kemudian sampailah saya di room. Saya letakkan semua: “belanjaan: saya di Meja

22.00 WIB

Sambil memutar Malang TV yang full berbahasa Jawa yang saya tidak mengerti sama sekali, saya pun memnindahkan fle file foto jepretan HP ke dalam laptop saya d meja. Koneksi WIFI yang baik memudahkan saya untuk sekedar membaca berita online dar berbagai stus berita dalam dan luar negeri termasuk CNN yang ramai memberitakan berbagai berita dunia Saya juga menonton video Youtube yang sangat lancar karena didukung stablnya kecepetan dowload WIFI di Penginapan OYO ini. In yang saya suka. 


Akses internet WIFI dengan kecepatan yang stabil adalah dambaan bagi siapa saja yang beraktifitas di dunia maya baik untuk pekerjaan atau entertanment, apalagi bagi para travel blogger seperti saya kebutuhan akan kecepetan WIFI yang stabil sangat membantu saat memposting artikel dan jjuga aktitas online lainnya sepert menonton Youtube. Ini nilai PLUS saya berikan kepada Pengnapan OYO Hotels. 


23.30 WIB

Hari sudah semakin menuju jurang malam. Persapan untuk wawancara di Quantum Books besok pagi jam 10.00 WIB (Jumat, 24 Januari 2020) sudah siap. Malam juga sudah semakin larut, saya pun harus segera menshut down Laptop saya. Ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan segera tidu


Day 02 -Menginap di Penginapan OYO di Malang

 

07.30 WIB- Jumat 24 Januar 2020

Hari kedua saya berada di kota Malang (Jawa Timur) Saat tiba di Penginapan OYO sejakhari Kamis 23 Januari 2020 saya belum se224mpat melakukan review Penginapan OYO yang baru pertama kali saya rasakan sekarang ini Saya belum pernah mengnap di penginapan OYO Sebelumnya.. .

Hari kedua saya di Malang, Jumat 24 Januari 2020 sudah menunggu agenda yang harus saya lakukan yakni pada jam 10.00 WIB nya saya harus mendatang PT Kuantum Buku Sejahtera atau Quantum Books yang berlokasi di Pondok Belimbing Indah selatan, tidak jauh dari pengnapan OYO tempat saya menginap di kawasan Jalan Terusan Borobudur atau Jalan Raya Ikan Paus, Malang. Seperti yang sebutkan sebelumnya catatan mengenai jalannya Wawancara (interview) dari Quantum Books akan saya sampaikan secara terpisah.

Artkel saya kali ini spesial tentang Penginapan OYO Jl Simpang Borobudur Malang (Jqwa Timur). Saya berada di Oyo selama 2 hari yakni tangga;l 24-25 Januari 2020 kemarin.

07.30 WIB - Jumat 24 Januar 2020
Hari Jumat kata orang hari yang pendek karena di pertengahan ada hari Jumat dimana kaum muslimin di seluruh dunia termasuk di Indoneisa melaksanakan ibdah sholat Jumat. Sedangkan jadual sayai pada jam 10.00 WIB nya saya ada wawancara dengan Quantum Books, maka pagi ini saya isi dengan mencari sarapan pagi. Kota Malang gudangnya kuliner makanan enak dengan harga pas di kantong turis backpacker seperti saya. Halah ngaku backpacker nih si Asep. Semalam sidah menyantap nasi goreng, dan Roti Khas Bandung, pagi ni saya mencari sarapan pagi

Bingung mau sarapan pagi apa ya. Biasa sih kalau di Pontianak sarapan paginya kalau tidak bubur ayam, naskun (Nasi Kuning), nasi uduk atau lonton sayur. Jarang jarang saya sarapan dengan roti bakar dengan isi keju dan selai di dalamnya Hahahha ya memang kenyataann sih hhihi Eaaa curhat. Saya belum memutuskan untuk sarapan apa, saya turun dari kamar saya 308 ke lantai bawah. Room saya di OYO memang berada di lanta 3 atau 4 kalau tidak salah

Diomelin Supir Ojek Online
Pagi jam 0700 Wib saya sudah berada di first floor (Lantai 1) ruang OYO. Pintu gerbang dalam keadaan terkunci. Saya celngak celinguk sepertinya tuan rumah masih terlelap tidur. Sedangkan saya mau keluar cari sarapan pagi, Saya sempat memfoto pintu gerbang penginapan oyo di mana saya ada di dalamnya. Silahkan dilhat foto di bawah ini|



Satu kesalahan saya adalah saya tidak memeriksa gembok pintu gerbang ini. Saya sudah PD (percaya diri) bahwa pintu gerbang ini bisa dibuka oleh para penghuni atau para tamu yang menginap d OYO. 


Saya duduk di bangku di ruangan tenngah (bagian bawah) dan mengeluarkan Samsung Galaxy Grand Prime saya dan menjalankan aplikasi untuk order (memesan) ojek Online Saya mash menyangka pintu gerbang pasti bisa dibuka oleh para penghuni (para tamu) OYO termasuk saya

Saya pun memesan Ojek Online untuk menjemput saya dan membawa saya meninjau atau survey lokas wawancara nant yakni tujuan Quantum Books yang berlokasi di Pondok Belimbing Indah Selatan Setelah saya check dan didapat kepastian rute dan rate (tarif) dari titilk pick up (penjemputan) di penginapan OYO tempat saya menginap ke tujuan di Quantum Books yang berlokasi di Pondok Belimbing Indah Selatan.

Saya liat di HP saya ada chat “Oke ditunggu ya”

Saya melihat di layar ponsel pintar saya icon sang ojek bergerak dari satu titik ke titik dimana saya tingga;. Ahaa sang Ojek pesanan saya sudah hampir tiba di depan OYO. Saya pun berdiri dari tempat duduk saya dan berjalan penuh gaya di depan pintu gerbang yang tertutup yang saya YAKIN pintu gerbangnya bisa dibuka dan ditutup sendiri oleh para tamu OYO seperti saya

Saya pun berdiri tepat di bagian tengah bagian belakang pintu gerbang (Lihat foto di atas biar dapat gambarannnya-red) Saya pegang kedua gagang pintu gerbang tu untuk digeser ke kiri dibuka ternyata keras. Saya pikir geser ke kanan bisa,, dan ternyata sang pintu gerbang dengan sombongnya tetap tidak membuka. Pintu gerbang kokoh tidak bergeming. Baru lah saya sadar bahwa saya terkunci :

“Alaaaaaamaaaaaaaaaaaaaaakkk. Pintu gerbang digembok penghuni rumah

Sedangkan tuan rumah masih pada bobo. Waa kacau apalagi sang Ojol sudah .berada di luar Gerbang OYO.

“Mas keluarlah, saya sudah nunggu di depan OYO” saya ditelp sang OJOL yang dari nada suaranya seperti kesal karena saya tidak keluar keluar menyambut OJOL pesanan yang sudah datang siap menjemput

“aduh maaf mas. Saya terkunci ,, Saya baru tau kalau pintu ini terkunci, sedangkan saya tamu OYO mas. Tuan rumah yang pegang kunci masih tidur dan kamarnya juga terkunci” jawan saya d telepon. Padahal antara saya dengan OJOL bersebelahan dan hanya d batasi oleh “TEMBOK BERLIN:” ( maksudnya pintu gerbang) yang tdak bisa dibuka

“ oalaaaa mas mas, Ya sudah di cancel aja mas” kata sang OJOL

Saya pun meng cancel pesanan saya, dan tidak lupa saya menyampaikan permohonan maaf kepada ya. “ Gak papa santae ae” kata sang OJOL menjawab

WA saya Alhamdulllah : plong rasanya

Saya kalau ingat ini jadi sering tertawa geli. Penhgalaman konyol juga in

Barulah sekitar jam 08.10 WIB Tuan Rumah baru bangun. Sepertinya yang turun adalah salah satu pegawai toko atau Penghuni rumah. Wanita yang sama saat saya check in pertama kali datang ke OYO kemarn sore. Saya rasa ini juga wanita yang sama saat menerima saya check ini (atau reservasi) kemarin. Wanita ini dengan dandanan seperti baru bangun tidur, rambut agak awut awutan, dan (maaf) bercelana pendek Membukakan pintu gerbangnya buat saya

“Horeeeeeeeeee Bebass Aku bebassssss” teriak saya dalam hati

Saya pun keluar dari penginapan OYO dan berjalan kaki ngacir ke Indomart untuk mengisi pulsa Kartu TRI saya dan ngacir ke Alfamart untuk mengisi Pulsa Kartu Simpati Istri saya di Pontanak. Kok bsa beda beda gerai? Ya lah biar agar kedua gerai tersebut dapat “rezek” dari saya dengan membeli produknya. Adil kan hehehehe. Kemudian saya berjalan kaki kembali dengan arah ke penginapan OYO dan saya berhasl ketemu penual Nasi Campur khas Malang Penjualnya menggunakan mobl, dan saya makan d i tempat.

Baca selengkapnya : Menikmati Sarapan Pagi Nasi Campur di Malang

Fasllitas Kamar OYO Yang Oke
Singkat cerita sahya pun sudah berada di room saya: 308Di room saya di OYO saya meraskan fasllitas nya yang cukup nyaman untuk para wisatawan domestik yang pas pas-an sepert saya

- Ada AC nya. Dalam Video saya lupa saya sebutkan. AC nya oke banget
- TV Layar datar yang masih baru. Masih ada pembungkusnya.
- Kamar mandi di dalam. Shower dan WC bersh dan berfungsi dengan baik.
- Kamar Tidur tunggal dengan sprei yang bersih
- Gayung ada, dan pancuran air juga ada
- WIFI atau HotSpot dengan kecepatan yang stabil.

So eh jadi jika kamu menginap di Room OYO saya rekomendaskan untuk membawa sendiri peralatan mandinya ya seperti Sabun Mandi, Odol Sikat gigi, atau perlengkapan mandi apa saja yang menjadi kesukaan kamu bawa saja. Jangan lupa juga untuk membawa serta sisir dan handuk dan ini untuk keperluan kamu juga selama menginap di OYO. Jelas ya





Un tuk perangkat TV nya sengaja saya tidak saya nyalalan. Saya biarkan begitu saja. Saya lebh banyak mengetik di laptop untuk menuliis catatan pejralanan saya selama di Kota Malang, browsing, memposting di Blog hingga menonton Youtube. Semuanya terbantu berkat akses kecepatan download WIFI yang stabil selama 24 jam penuh. Ini nilai plus bagi OYO Bagi seorang travel blogger seperti saya (Halah), kebutuhan akan speed internet WIFI yang baik serta stabll sangat penting, Dan OYO memenuhi standar saya Saya salut sama OYO. Keren tralala

AC nya juga oke. Sip

OYO tidak menyediakan sarapan pagi atau Malam. Jadi kamu harus mengusahakan sendiri ya. Jangan pelit. Keluari OYO, nah berbaga macam Kulinerc tersedia di luar Selama kamu pegan duiit tidak perlu kuatir Kamu bisa malan apa saja yang kamu sukai. Kamu juga boleh kok membawa makanan dan atau minuman ke dalam kamar, namun perhatikan juga kebersihannya. Buanglah sampah bekas makan /; minuman kamu ke dalam tempat sampah yang sudah disediakan di mana mama/ Ingat kebersihan adalah cerminan kepribadian kamu jiuga

Simak video singkatnya di bawah ini








BERSAMBUNG.....



Bukti screenshot tanda Sudah Mengikuti
Akun Instagram dan Twitter
OYO INDONESIA


IG : @oyoindonesia

TWITTER : @oyo.indonesia





  

No comments:

Obrigada pela visita.. Não deixe de expressar sua opinião. Seu comentário é muito importante pra mim :)

Vielen Dank für Ihren Besuch. Sagen Sie Ihre Meinung. Ihr Kommentar ist mir sehr wichtig

Grazie per la tua visita .. Assicurati di esprimere la tua opinione. Il tuo commento è molto importante per me

Merci pour votre visite .. Assurez-vous d'exprimer votre opinion. Votre commentaire est très important pour moi

Spasibo za vash vizit. Obyazatel'no vyskazhite svoye mneniye. Vash kommentariy ochen' vazhen dlya menya

Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)

Terima kasih atas kunjungan anda. Pastikan untuk mengekspresikan pendapat Anda.

Komentar Anda sangat penting bagi saya :)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog