Banner Ramadhan 2020
Banner sosial media Asep

Hello there. Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)
Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Cerita Es Dawet Semarang Mas Jamil Di depan RM Simpamg Ampek di Kubu Raya

SIMPLYASEP.COM Es Dawet Semarang yang saya cicipi hari itu (Selasa,19 Feb 2020) jam 10.30 WIB memang tidak beda dengan Es Cendol namun ada keunikan dan cerita di dalamnya mengapa bisa dinamakan Es Dawet dan bagaimana bisa ada nama kota Semarang digandeng bersama nama Es Dawetnya  di Jalan Arteri Supadio Kubu Raya Kalbar ini. Berikut catatannya

Saya sebenarnya mau jemput anak saya pulang sekolah tidak jauh dengan Bandar Udara Internasional Supadio ini (Karena memang masuk kawasan AURI atau kawasan Pangkalan TNI AU Supadio).

Karena pulangnya masih 1 jam lagi, saya manfaatkan untuk sekedar mencari pelepas dahaga di sekitar kawasan Taman Dirgantara dekat atau depan gerbang Pangkalan TNI AU Supadio. Akhirnya perhatian saya tertumbuk pada penjual Es Dawet Semarang yang berada di depan Rumah Makan Simpang Ampek Jl Adi Sucipto- Belakang Taman Dirgantara (Tugu Pesawat Tempur-red)

Baca juga Stan Mi Ayam Pak Usu Di Festival Kuliner MTQ XXVIII Kota Pontianak

Karena tidak ada lokasi parkir yang safe di tempat gerobak Es Dawet Semarang ini maka saya parkir motor Hionda Supra Fit kesayangan saya di parkiran dalam Masjid Awaludin yang letaknya tidak jauh dengan jualan es dawet itu,  Setelah di rasa cukup aman, saya berjalan kaki menuju gerobak penjual Es Dawet Semarang itu.     Saya pun duduk di tempat duduk yang sudah disediakan.

"Pesen Es Dawetrya satu ya pak" kata saya

Saya melihat penjual Es Dawet Semarang ini bersana dua orang perempuan yang semuanya mengenakan Hijab,  Sambil menunggu pesanan saya tiba di meja, saya berkenalan dengan penjualnya dan dari dari obrolan pembuka saya diketahui bahwa kedua perempuan yang bersama penjual Es Dawet itu adalah anak dan istrinya.   Mas Jamil adalah nama penjualnya.   Saya pun meminta izin untuk take gambar dan video sambil mengobrol santai  Dan obrolan santai pun dimulai

Asal Mula Nama Dawet Semarang
"Nama saya Pak Jamil, saya memulai usaha es Dawet ini sekitar dua tahun yang lalu, usaha saya sendiri, dan berjualan non stop setiap hari kecuali jika ada kegiatan seperti kematian, saya baru tidak jualan " kata Mas Jamil memulai obrolan dengan saya

"Nama asli jualan saya adalah Es Dawet Asam Arang nama semulanya namun karena saya berasal dari jawa, jadi nama Kota saya Semarang jadi nama Dawer Semarang" kata Mas Jamil membuka obrolan dengan saya

Mas Jamil menceritakan asal mula nama DAWET ."Asal mula kata DAWET 
awal awalnya dari nenek moyang kita dari Jawa sana, sejarahnya dari sana dulu kalau saat musim panen Padi itu jualan padi diborongkan dengan padi ya jadi "seada adanya diliwet" " kata Mas Jamil.  

Tanpa Induk Gula
Dia juga menjelaskan bahwa untuk Dawet bikinan orang lain dia tidak tau namun kalau dawet miliknya adalah Dawet original 

"Warna hijau dawet saya beradal dari daun pandan dan dibuat di rumah saya sendiri dan biasanya dibuat saat malam hari " kata Mas Jamil. Dia juga menjelaskan komponen utama dari es Dawet Semarang buatanya terdiri dari Tape, Santan, Gula Merah, Cendoilnya dari Tepung Kanji dengan pewarna sehat dari Daun Pandan dan tanpa menggunakan Induk Gula

"Cendol buatan saya dari tepung kanji dan dibuat sendiri dan dijamin halal dan saya juga tida menggunakan Induk gula"" kata Mas Jamil.  Dia juga menjelaskan mengapa tidak menggunakan Induk Gulla karena dia tidak tau apa akibatnya jika es dawetnya menggunakan Induk Gula dan dia kuatir akan akibat buruknya bagi kesehatan anggota keluarganya  
 

Herga per 1 mangkoi Es Dawet Semarang 5K
Harga Es Tebu per gelasnya 3 K 



ES DAWET SEMARANG : Inilah semangku Es Dawet Semarang yang saya cicipi hari itu (Selasa 19/2/2020) sambil mengobriol dengan penjualanya. Harganya 5K per mangkok ya Foto Asep Haryono
ES DAWET SEMARANG : Inilah semangku Es Dawet Semarang yang saya cicipi hari itu (Selasa 19/2/2020) sambil mengobriol dengan penjualanya. Harganya 5K per mangkok ya Foto Asep Haryono

PINGGIR JALAN :  Tempat jualan Es Dawet Semarang nya ada di depan RM Simpang Ampek atau belakang Tugu Pesawat Teempur. Lokasi jualannay strategis di piinggir jalan Foto Asep Haryono
PINGGIR JALAN :  Tempat jualan Es Dawet Semarang nya ada di depan RM Simpang Ampek atau belakang Tugu Pesawat Teempur. Lokasi jualannay strategis di piinggir jalan Foto Asep Haryono



Permodalan Dan Satpol PP
Untuk alasan kenyamanan memang belum banya yang bisa yang bisa dia nikmati karena bisa sewaktu waktu gerobak jualannya diangkut Satpol PPP

"Selama saya berjualan di sini (2 tahun-red) saya merasa aman aman saja berjualan di kawasan ini dan (satpol PP) sepertinya jauh dari sini, saya tidak tau ke depannya nanti" kata Msa Jamil


Masalah permodalan memang hal yang menjadi momok bagi para pelaku UMKM atau usaha kecil rumahan seperti yang dijalani oleh Mas Jami sekeluarga yang berjualan Es Dawet Semarang Dan Tebu di Depan RM Simpang Ampek KM 16 Belakang Tugu Pesawat Tenpur Bandara Supadio Kubu Raya Kalbar ini

"Dahulu memang pernah saya mengajukan kredit pinjaman melaluii CU (Pancur Kasih) dan saya harus mengikuti training pengelolaan dananya dari mereka terlebih dahulu" terang Mas Jamil.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk Es Tebu, dia membeli es Tebu dari daerah Kuala Dua dengan memilih tebu yang baik dan banyak airnya dan mempunyai rasa yang manis

"Tebu itu ada macam macam ada yang banyak airnya tapi tidak manis, dan ada tebu yang manis rasanya" terang Mas Jamil.




Mas Jamil sang penjual Es Dawet Semarang saat wawancara. Gambar di belakang adalah gerobak jualannya. Foto Asep Haryono
Mas Jamil sang penjual Es Dawet Semarang saat wawancara. Gambar di belakang adalah gerobak jualannya. Foto Asep Haryono


Dia juga menjelaskan keinginannya untuk mengembangkan usaha jualan Es Dawet dan Tebunya menjadi lebih besar namun terkendala permodalan.

"Saya juga sebenarnyaingin mengembangkan usaha namun karena modal tidak ada ya tidak, dan untuk pengeluaran sehari hari juga berasal dari usaha ini, dan keuntungan yang saya peroleh sebagian juga digunakan lagi untuk membei bahan bahan ini dan begitu seterusnya" terang Mas Jamil.  (Seperti yang dituturkan kepada penulis - Asep Haryono)

No comments:

Obrigada pela visita.. Não deixe de expressar sua opinião. Seu comentário é muito importante pra mim :)

Vielen Dank für Ihren Besuch. Sagen Sie Ihre Meinung. Ihr Kommentar ist mir sehr wichtig

Grazie per la tua visita .. Assicurati di esprimere la tua opinione. Il tuo commento è molto importante per me

Merci pour votre visite .. Assurez-vous d'exprimer votre opinion. Votre commentaire est très important pour moi

Spasibo za vash vizit. Obyazatel'no vyskazhite svoye mneniye. Vash kommentariy ochen' vazhen dlya menya

Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)

Terima kasih atas kunjungan anda. Pastikan untuk mengekspresikan pendapat Anda.

Komentar Anda sangat penting bagi saya :)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog From Indonesia