Banner Utama SIMPLY ASEP Banner sosial media Asep
Hello there. Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)
Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Serunya Pengalaman Berlibur Ke Bali

SIMPLYASEPCOM Berwisata ke Pulau Dewata BALI adalah hal yang extraordinary (luar biasa) buat saya. Bagaimana tidak Sungguh tidak pernah terlintas dalam benak pikiran saya sedikitpun kalau akhirnya saya bisa berwisata Ke Bali secara gratis hingga 10 (Sepuluh ) kali selama periode tahun 2005 - 2010 yang lalu.  Sudah lama memang. Namun kenangan berwisata ke Bali akan selalu indah untuk dikenang baik melalui dokumentasi foto serta Video yang berhasil saya buat selama kurun waktu itu.

Semua keperluan perjalanan Wisata saya ke Pulau Bali saat itu mendapat dukungan dari Pemerintah Australia melalui KangGuru Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Austraia Language Foundation (I/A/L/F) yang berpusat di Jalan Sesetan Denpasar Bali. mulai dari tiket pesawat kelas Ekonomi Garuda Indonesia,, Akomodasi menginap di beberapa  Hotel di Bali , spending money (Uang Saku) hingga fasilitas antar jemput dan City Tour di Bali

Dari pengalaman traveling ke Bali selama periode 2005 -2010 tersebut itu ada Ratusan foto foto serta puluhan Video yang berhasil saya buat selama 10 (sepuluh) kali saya TRIP ke Bali selama periode tersebut. Namun mengingat keterbatasan waktu, dan juga agar para pembaca tidak jenuh karena tulisannya terlalu panjang, maka saya akan membatasi panjang tulisan saya ini dengan hanya menyampaikan highlight nya saja yang saya bagi ceritanya menjadi 4 bagian :. 


  • Bagian Pertama : Pengalaman Itu Dimulai Dari Udara
  • Bagian Kedua : Menikmati Pesona Bali
  • Bagian Ketiga : Berbelanja di KRISNA dan ERLANGGA 2 Bali
  • Bagian Penutup : Yang Akan Saya Lakukan Jika Ada Kesempatan Trip Ke Bali lagi


BAGIAN PERTAMA : Pengalaman itu Dimulai dari UDARA
Sebelum saya memulai menceritakan beberapa pengalaman saya selama berwisata ke Bali itu, justru sesungguhnya pengalaman berkesan itu sudah dimulai dari udara. Yang saya maksudkan di sini adalah moda transportasi pesawat udara yang saya gunakan selama trip ke Bali selama 2005- 2010 itu adalah maskapai penerbangan Garuda Indonesia.  Ada beberapa pengalaman seru yang indah untuk saya kenang hingga sekarang ini.  Apa saja kah itu?

Saya terbang ke Bali mungkin sudah lebih dari 30 (Tiga Puluh). Rutenya adalahi Pontianak - Jakarta - Denpasar - Jakarta - Pontianak. Karena saya tinggalnya di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dan sejauh ini Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak belum ada penerbangan langsung dari Pontianak - Bali saat itu sehngga saya harus terbang ke Jakarta terlebih dahulu. Puluhan kali terbang ke Bali sebanyak itu tentu ada beberapa catatan perjalanan yang menarik

Pertama : Menu Dalam Pesawat
Menu dalam pesawat memang Indonesia cuisine (Kuliner Indonesia) yang memang akan selalu tersedia setiap kali flight menuju ke Denpasar Bali. Namun ada kalanya menu di atas pesawat adalah menu menu barat khas European misalnya seperti sandwich, Ikan Salmon dan lain sebagainya. Saya yang memang lidah orang Indonesia agak "kaget " dengan menu bule seperti iitu.


Nan ini ada contoh foto dan video piliihan saya yang saya ambil secara acak dari trip ke Bali selama periode 2005 - 2010. Foto dan Video saya ambil sendiri



MENU INDONESIA : Menu Indonesia selalu tersedia, namun terkadang ada menu ala Eropa yang disajikan di dalam pesawat. Seperti dalam foto yang saya ambil dalam penerbangan ke Bali tahun 2010 yang lalu. Foto Youtube Asep Haryono


VIDEO nya
e



Karena lidah saya asli Indonesia yang senang dan cita menu Nusantara seperti Gado gado, Bubur Ayam dan bakwan dan banyak lagi lagi menu Indomesia lainnya. Biasanya menu menu Eropa ini ada dalam rute penerbangan dari Jakarta - Denpasar dan memang seringnya seperti itu Belum lagi banyak penumpang berkewarganegaraan Asing juga berada satu pesawat dengan saya. Kalau dilihat kebanyakan memang warga negara Australia

Kedua : Sering Ketemu Selebriti
Dalam catatan saya sudah sering bertemu atau satu pesawat dengan Public Figure seperti Gubernur hingga selebriti tanah air. Dan catatan saya rute rute yang banyak disambangi oleh para selebriti tanah terbanyak dari tujuan Jakarta - Denpasar - Jakarta

Pengalaman trip ke Bali yang paling berkesan adalah saat saya bertemu secara tidak sengaja dan satu pesawat tujuan Bali dengan artis Indonesia sebut saja Jodi Superbejo dan Diva Kris Dayanti . Ini dia rekanan foto fotonya :





DENGAN KD : Momen saat saya berjumpa tdengan  Kris Dayanti  satu pesawat pada penerbangan GA 405 Denpasar - Jakarta bulan Oktober 2010 . Rahul Lemos hanya berdiri disamping saya saat foto ini dambil oleh awak Garuda saat itu  Foto Istimewa


JODI SUPERBEJO : Saya dan Superbjo saat dalam bis menuju pesawat di Bandara Ngurah Rai nyaris ditinggal pesawat karena kami berdua terlambat check in di Ngurah Rai Airport tahun 2008 yang lalu.  Coba perhatikan  tangan Jodi Sperbejo yang memegang sebuah kartu nama Ya itulah kartu nama saya yang saya berikan kepadanya saat itu  Foto Vina Lolo/Medan

Pengalaman terbang ke Bali dan satu pesawat dengan Krisdayanti merupakan pengalaman yang langka bagi sayak. Tidak pernah saya duga sebelumnya sama sekali bakal satu pesawat dengan artis terkenal Krisdayanti yang saat itu bersana Raul Lemos di pesawat Tujuan Denpasar dengan nomor penerbangan- Jakarta GA 405 tanggal 8 Oktober 2010  sekitar puku; 13.40 WIB. Saya tahu persis karena terdokumentasi dalam catatan perjalanan saya baik dalam buku ataupun yang sudah diposting di blog pribadi saya


Saat itu saya meminta izin kepada Krisdayanti agar bisa berfoto bertiga dengan Rahul Lemos Saya ingin berfoto dengan mereka berdua, namun hanya KD saja yang mengizinkan saya foto selfie dengannya. Sedangkan Rahul Lemos hanya berdiri di samping saya saat foto itu diambil oleh salah seorang crew Pesawat. 


Dan satu lagi saat saya satu pesawat dengan mas JODI SUPERBEJO. Dalam penerbangan Garuda Indonesia dari Bali tujuan Jakarta tahun 2008 yang lalu.  Ketemunya dalam BIS yang bergerak menuju pesawat yang sudah siap take off namun ditunda karena menunggu kami berdua yang tergopoh gopoh menuju pesawat di dalam bis.  Ya saya dan JODI nyaris ditinggal pesawat gara gara terlambat check in   Di saat genting itulah, saya masih sempat foto selfie dan tukar menukar kartu nama.  Bagi saya ini pengalaman lucu juga 



BAGIAN KEDUA : Menikmati Pesona BALI
Sebagian besar City Tour saya memang di Denpasar dan Kuta.  Beberapa hotel di Bali yang pernah saya tempat selama berlibur di Bali misalnya saja Hotel Bali Summer, Legian Paradiso Hotel, POP HARIS , Hotel Fave All seasons DenpasarPuri Ayu Hotel dan masih ada beberapa lagi lainnya.  


Kelak saya akan ceritakan serunya pengelaman saya menginap di hotel hotel di Bali pada masa yang akan datang.  Kelak jika saya ada kesempatan berlibur ke Bali lagi saya ingin sekali mencoba sensasi menginap di  grup OYO Hotels Indonesia yang ada di Bali.  I hope so and I know so (Saya harap demikian dan saya yakin akan demikian)  


Orang bilang jika tidak ada bukti FOTO berarti HOAX ya.  Ini dia 2 contoh foto dan video pilihan saya saat menginap  pesona Bali yang saya ambil secara acak.  



KUTA KARNIVAL : Dokumentasi lama saat saya trip ke Bali pada bulan Oktober 2008 yang lalu ada even Kuta Karnival dan Asian Beach Game (ABG) yang begitu eksotis. Foto Asep Haryono
KUTA KARNIVAL : Dokumentasi lama saat saya trip ke Bali pada bulan Oktober 2008 yang lalu ada even Kuta Karnival dan Asian Beach Game (ABG) yang begitu eksotis. Foto Asep Haryono



SANTAI  : Bersantai sejenak sebeljum memulai city tour saat trip di Bali sekitar tahun 2012 yang lalu.  Ada yang tahu nama hotel yang saya hotel yang ada dalam foto ini? Foto IST
SANTAI  : Bersantai sejenak sebeljum memulai city tour saat trip di Bali sekitar tahun 2012 yang lalu.  Ada yang tahu nama hotel yang ada dalam foto ini? Foto IST


VIDEO  POP HARIS TEUKU UMAR BALI
Senin 11 April 2011.  Video Asep Haryono



Saya masih ingat saat pertama kali landing di Bandara Internasional NGURAH RAI Denpasar (DPS) hawa panas bercampur dengan hawa sejuk dengan tiupan angin dingin berhembus menerpa wajah saya. Kata rekan Bali yang menjemout saya di Bandara ,  Tjok Ning, mengatakan bahwa Udara Panas bercampur dingin di Bandara Ngurah Rai itu berasal dari Brisbane Australia yang memang jaraknya sekitar 1 jam dari Denpasar.

Selain pernah menginap di beberapa hotel di Bali seperti yang saya sebutkan di atas,  tentu saja pesona PANTAI KUTA, SANUR dan JIMBARAN adalah pantai pantai yang nyaris saya kunjungi di setiap kali liburan ke Bali. Pantai Kuta yang eksotis karena ada banyak aktifitas para wisatawan baik dalam dan luar negeri di Pantai Kuta muali dari usaha jualan supenir, tukang jualan makanan hingga atraksi ala di Pantai Kuta. 



PENJUAL KACA MATA : Penjual Kaca mata di pantai Kuta ini ternyata mahir menggunakan bahasa Inggris untuk memperlancar jualan dagangannya. Foto Asep Haryono
PENJUAL KACA MATA : Penjual Kaca mata di pantai Kuta ini mahir menggunakan bahasa Inggris untuk memperlancar jualan dagangannya. Foto Asep Haryono


Dalam suatu kesempatan saya di Pantai Kuta tahun 2010 yang lalu, saya sempat mewancarai sepasang Wisatawan Asing pria dan wanita yang sedang menikmati jajanan Rujak di Pantai Kuta. Dengan menggunakan Bahasa Inggris, kami pun mengobrol sebentar. Dari keterangan mereka diketahui bahwa jajanan pasar seperti RUJAK sangat mereka sukai. belum lagi sensasi rasa pedasnya

"Chili is good"
kata sang turis prianya. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya "Cabe (pedas) nya enak" katanya  Sayang sekali saya tidak dapat menampilkan foto mereka dalam tulisan ini karena selain memang belum mendapat permission (iizin) dari mereka untuk saya unggah di media sosial juga penampilan busana pantai yang mereka kenakan terkesan "irit bahan" sepertinya tidak pantas dimuat dalam artikel ini.


BAGIAN KETIGA : BERBELANJA Dan KULINER
Berlibur ke destinasi wisata manapun, terrmasuk Beriwsata ke Bali tidak lengkap rasanya jika tidak ada aktiftas berbelanja dan wisata kuliner. Walaui selama berlibur ke Bali tinggalnya selalu di hotel berbintang yang sudah disediakan oleh KangGuru Indonesia, namun untuk urusan "Kampung tengah" (baca : perut) selera saya dan kawan kawan traveler lainnya tetap biasa saja seperti kebiasaan di rumah. 


Dalam bagian ketiga  ini saya bagi lagi ceritanya menjadi 2 cerita kuliner Pilihan saya yakni

  • A. Kuliner
  • B. Berbelanja di KRISNA dan ERLANGGA 2    




A. KULINER
Tidak ada perubahan tetap Jajanan Pasar yang diburu.  Walau di hotel kami menginap tersedia cafe atau restaurant, namun untuk urusan makan tetap saja mencari warung makan di luar hotel serta jajanan pasar merakyat lainnya seperti Bakso, Siomay, Pecel Lele dan Nasi Goreng


Ada yang suka dengan kuliner Nasi Goreng? Saya fans berat Nasi Goreng sejak saya menamaktkan  bangku SMA tahun 1989 yang lalu . Pernah suatu ketika saat saat TRIP ke Bali pada bulan April 2011 , saya dan kawan kawan traveler cari makan malam Nasi Gorengnya justru di luar  HOTEL tidak begitu jaug dari tempat kami menginap.   Nasi Goreng "TANIA"  berlokasi di depan Imperial Palace Denpasar.. Bali.        


Berikut adalah videonya



h



Mengapa tidak bersantap di restaurant hotel saja biar praktis dan tidak perlu keluar kemana mana?  Karena backpacker, so eh jadi saya harus pandai pandai mengelola budget yang ada agar bisa untuk berbagai keperluan termasuk untuk membeli oleh oleh setelah pulang Trip dari Bali.   Tidak lengkap juga rasanya kalau balik ke rumah tanpa membawa oleh oleh khas dari BALI yah minimal T-Shirt dari JOGER begiitulah kira kira.   

Cerita menikmati Pesona Bali sudah, Bagaimana dengan pengalaman Petualangan Kuliner di Balinya?

Beberapa pengalaman petualangan Kuliner di Bali yang pernah saya rasakan misalnya seperti di bawah ini. 

Nasi JINGGO
Kalau mendengar nama kota Jogjakarta tentu ingatan kita juga akan melayang pada salah satu kuliner khasnya Jogjakarta : Nasi Kucing. Nah begitu pula dengan Pulau Bali. Kalau di kota Jogjakarta ada Nasi Kucing, kalau di BALI dikenal dengan nama Nasi Jinggo. Kadang ada yang menyebut Nasi JENGGO. Nah kesan pertama saat saya menikmati Satu Bungkus Nasi Jinggo adalaha sensasi pedasnya




SEPERTI TOPI : Inilah uniknya Nasi Jinggo khas Pulau Dewata, Bali saat menginap di Pop Haris Kuta, Bali. Bentuk pembungkusnya sudah menyerupai topi.  Unik juga.  Foto Syahrir Badulu/Makasar
NIKMAT :  Sebungkus Nasi Jinggo yang sempat saya ambil fotonya saat makan pagi di Pop Haris Kuta Bali (April, 2011)  Ada suiran Ikan, mie goreng, tempe, serundeng,, sambel, dan potongan telur ayam.   Foto Asep Haryono

Saya beruntung sekali pernah mencicipi Nasi Jinggo langsung di Bali saat kunjungan ke Bali pada bulan April 2011 yang lalu. Seperti apa sih rasanya Nasi Jinggo Bali ini?. Bedanya dengan Nasi Kucing Jogajakarta, nasi jinggo jarang menggunakan menu Ayam, tetapi sama-sama enaknya disantap dan menjadi ikon pariwisata di Bali Nasi Jinggo ini unik karena dibungkus pake daun pisang berbentuk Topi, diberi lauk mi goreng, serundeng, potongan tempe, potongan ayam pedas manis, dan sambal

Ayam Betutu
Saat saya mengadakan kunjungan di daerah Karangasem Seraya, Bali, pada bulan Oktober 2010 yang lalu, saya sempat makan siang di Cafe di wilayah tersebut berupa Ayam Betutu. Salah seorang crew KangGuru Indonesia, Ayu Kusumastuti yang mendampingi liburan saya dan kawan kawan mengatakan kalau harga satu porsisi Ayam Betutu di Cafe tersebut Rp.60.000,- (Enam puluh ribu rupiah).

"Itu biasa di sini, harga bule" kata Ayu saat itu



BETUTU : Inilah seporsi ayam betutu yang saya foto waktu itu. Ikut gaya anak milenial sebelum dimakan makanan itu harus di foto dahulu dan share. Saya melakukan itu semuanya.  Foto Asep Haryono


Bagaimana dengan cita rasanya? Wah tentu saja enak. Kawan traveler saya yang berasal dari Semarang sambil bercanda mengatakan kalau makanan apa saja pasti enak kalau gratis alias tidak bayar.  Sontak kami semua pada tertawa terpingkal pingkal mendengar komengtarnya.  Masuk akal juga pikir saya waktu itu. Apa saja kalau gratis ya tetap enal .  Cita rasanya yang enak tapi mungkin agak kurang spicy ya. Soalnya lidah orang Indonesia kan senangnya kental dengan bumbu.  


Tragedi LOBSTER
Dari namanya memang menjadi tragedi karena salah seorang rekan traveler saya memesan menu LOBSTER yang dia sendiri tidak tahu kalau itu harganya cukup aduhai dan ukuran porsinya yang besar sehingga sampai harus "dibantu" oleh banyak orang termasuk saya untuk menghabiskannya,    Oleh karena itu saya menamakan subjudul cerita Bagian ini dengan judul TRAGEDI LOBSTER.  Mau tau ceritanya? Singkat saja ya.


Saat saya dan kawan kawan traveler di Bali bulan Oktober 2008 yang lalu, di sela sela jeda istirahat setelah seharian melihat lihat venu Asian Beach Game (ABG), kami diundang KangGuru Indonesia untuk bersantap dinner (makan malam) di sebuah cafe di kawasan Pantai Sanur.   mengikuti kegiatan, kami menikmati makan malam

Kami ber 7 mulai memesan menu yang menjadi selera masing masing melalui daftar menu.  Ada yang memesan Nasi Capcay, Sup Ayam  ,  Nasi dengan lauk ayam goreng saja, Gado Gado. Mie Tiaw goreng.  Nah ada satu rekan saya (Saya tidak sebut namanya untuk menghormati privacy nya) memesan satu porsi Udang Lobster. Sebelumnya kami semua tidak tahu kalau pesanan rekan saya itu LOBSTER datang dengan porsi besar. Dia sendiri yang mesan saja kaget ternyata menu pesanannya itu aslinya berukuran lebih besar dari dari gambarnya di daftar menu.


Seorang Bule Australia yang ikut dalam meja kami juga terkejut melihat menu Lobster yang dipesan rekan saya itu.  "Can you eat that food?" katanya yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya "Dapatkah kamu memakan makanan itu"

"waduh bagaimana ini menghabiskannya?: katanya dengan mata sedikit berkaca karena "takut" tidak dapat menghabiskan sendiri menu LOBSTER dalam porsi sebesar itu.  1 ekor udang lobster berukuran besar di tengah piring besar dikelilingi oleh udang udang goreng berukuran kecil.  Dia pun langsung meminta "bantuan" kami untuk memakan menu pesanannya. Jadilah Lobster itu disantap ramai ramai ber tujuh.   Saya yang kebetulan belum pernah makan LOBSTER sebesar itu rasanya asyik juga. Mungkin kawan kawan lainnya merasakan hal yang sama

Ini fotonya



LINGKARAN : Inilah saya (depan kiri) saat selesai dinner di Pantai Sanur saat itu. Coba lihat dalam lingkaran itulah rekan saya yang memesan menu LOBSTER yang dia sendiri tidak dapat menghabiskannya hingga dibantu ramai ramai mamakannya  Foto IST


Sampai sekarang momen Tragedi Lobster ini sangat asyik untuk saya kenang karena seru sekaligus konyol dan lucu juga.



B. BERBELANJA
Kalau berlibur ke Bali tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke beberapa spot berbelanja di Bali berburu oleh oleh khas Bali. Selama periode ke Bali dari tahun 2005 - 2010 saya hanya sempat mengunjungi pusat oleh oleh khas BALI yakni JOGERKRISNA dan ERLANGGA 2 BALI. 
  Saya hanya cerita sedikit pengalaman berbelanja di dua tempat yang terakhir yakni Krisna dan Erlangga 2 saja saat itu. 

Biar tidak penasarean, saya tampilkan saja terlebih dahulu beberapa foto foto pilihannya di bawah ini 




BAJU BALI : Hayo beli baju khas Bali di KRISNA Bali.  Foto saat loburan ke Bali tahun 2009 yang lalu. Saya mengenakan Tshirt Bergambar Menara Kembar Petronas karena baru kembali dari Kuala Lumpur langsung ke Bali saat itu. Dokumen Pribadi
BAJU BALI : Berbelanja baju khas Bali di KRISNAli.  Foto saat loburan ke Bali tahun 2009 yang lalu. Saya mengenakan Tshirt Bergambar Menara Kembar Petronas karena saya memang baru kembali dari Kuala Lumpur langsung ke Bali saat itu. Dokumen Pribadi


GENDANG : Saya membantu rekan traveler saya dari Makasar yang membeli alat musik Bali  Dokumen Pribadi
GENDANG : Saya membantu rekan traveler saya dari Makasar yang membeli alat musik Bali  Dokumen Pribadi


KRISNA : Inilah bukt foto saya sudah perna di KRISNA BALI.   Orang bilang tidak ada foto HOAX.  Dokumen pribadi
KRISNA : Inilah bukt foto saya sudah perna di KRISNA BALI.   Orang bilang tidak ada foto HOAX.  Dokumen pribadi


BACKPACKER :  Saya dab kawan kawan dari berbagai daerah di indonesia yang sama sama trip ke Bali.  Dokumen pribadi
BACKPACKER :  Saya (paling kiri berbatik) dan kawan kawan traveler dari berbagai daerah di indonesia yang sama sama berbelanja di KRISNA Bali.  Dokumen pribadi



TUMPUKAN UANG : Malam harinya sebelum ke KRISNA< swafoto dulu dengan tumpuikan Uang saku yang diterima. Uang saya dan teman saya se kamar..  DF.  Foto Asep Haryono
TUMPUKAN UANG : Malam harinya di hotel sebelum ke KRISNA, saya berswafoto dulu dengan tumpuikan Uang saku yang diterima dari penyelenggara. Uang saya dan teman saya se kamar. dijadikan satu untuk bahan selfi   Foto Syahrir Badulu/ Makasr




Sangat mudah untuk berkunjung ke KRISNA BALI.  Jika berada di hotel, para wisatawan bisa langsung memesan TAXI apa saja baik Taksi Bandara atau Taksi Online yang memang tersedia dan mudah diakses dari layar Gadget kalian masing masing.  Bagi yang baru pertama kali ke Bali, juga tidak perlu kuatir bisa meminta toloing kepada Taxi untuk mengantarkannya.  "BLI" adalah sebutan umum untuk menyapa lelaki tertua dalam bahasa Bali.  Silahkan tanya kepada Bli Taxi agar bisa mengantar ke KRISNA BALI


Berbagai supenir khas Bali semua tersaji dengan lengkap di KRISNA BALI dengan harga bersahabat tentunya  Saat itu saya banyak berbelanja stationary dan alat alat tulis saja.  Ada beberapa tempat di Bali seperti di Jl. Nusa Kambangan , ada KRISNA BALI, dan beberapa tempat lainnya. Saya sendiri pernah mengunjungi yang berlokasi di Jl. Sunset Road, Legian dan jalan Raya Kuta (dekat airport).


BAGIAN KEEMPAT (PENUTUP) : Apa Yang Ingin Saya lakukan jika ada kesempatan berkunjung ke Bali lagi di masa yang akan datang?


Bagian keempat ini adalah bagian penutup


Walaupun sudah 10 (sepuliuh) kali saya trip ke Pulau Bali periode 2005 - 2010, namun rasanya seperti masih  rindu ingin kembali dan datang berkunjung ke Bali lagi di masa masa yang akan datang.   Jika ada kesempatan ke Bai lagi tehtu saya tidak akan melewatkan kesempatan itu.


Karena apa? Karena selain masih banyak sekai obyek wisata dan budaya BALI yang belum sempat saya kunjungi., saya rindu sekali untuk datang dan datang lagi ke tempat wisata yang sudah pernah saya kunjungi selama kurun waktu itu.  Seperti  Pantai Kuta, Sanur dan Jimbaran.  Saya sering ke sana dikala sore hari menikmati angin, pasir, jajanan kuiner dan sunset di tiga pantai tersebut. Selalu ingin datang dan datang lagi

Kalau selama ini saya free atau tanpa membayar sepeserpun berwisata ke Bai selama periode itu sebagai
reward atas pekerjaan saya waktu itu, mungkin di masa yang akan datang saya berwisata ke Bali mungkin akan menggunakan biaya sendiri yang memang harus direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. 


Kalau dulu begitu mudahnya saya puang pergi ke Bali karena ada sponsor, yang membiayai perjalanan saya, sekarang baru terasa kalau berwisata ke Bali itu ternyata mahal  Kenapa mahal? karena Ada banyak biaya yang harus dikeluarkan baik untuk transportasi pesawat pulang pergi, akomodasi penginaoan, serta untuk keperluan lainnya.  Kadang saya suka senyum senyum sendiri kalau mengenang ini


Jika  saya mendapat kesempatan berwisata ke Bali lagi,  ini yang akan saya lakukan

  • Bermain pasir di Pantai Kuta, dan Jimbaran
  • Melihat lihat TARI KECAK yang melegenda itu. 
  • Menyaksikan acara NGABEN 
  • Merasakan sensasi berbelanja di Pasar Sukowati 
  • Bersantai ke Tanah LOT  
  • Mengunjungi Sahabat Australia di IALF Jl Sesetan Denpasar Bali

Pantai Kuta, Sanur dan Jimbaran adalah tiga pantai yang membuat saya jatuh cinta kepada Bali.  Pasir nya yang indah, airnya yang jernih, angin yang bertiup semilir ditambah lagi pemandangan elok di saat matahari terbenam (sunset) yang membuat betah untuk bersantai dan berlama ama di pantai pantai itu dikala sore hari.   



JIMBARAN : Penuis duduk di tepi Pantai Jimbaran, sekitar tahun 2010 yang lalu.  Foto Syahir Badulu (Makasar)
JIMBARAN : Penuis duduk di tepi Pantai Jimbaran, sekitar tahun 2010 yang lalu.  Foto Syahir Badulu (Makasar)

SEAFOOD JIMBARAN : Penuis berdiri di salah satu Restoran SeaFood  sekitar Pantai Jimbaran, sekitar tahun 2010 yang lalu.  Foto Syahir Badulu (Makasar)
SEAFOOD JIMBARAN : Penuis berdiri di salah satu Restoran SeaFood  sekitar Pantai Jimbaran, sekitar tahun 2010 yang lalu.  Foto Syahir Badulu (Makasar)


TARU KECAK dan UPACARA NGABEN yang sudah sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia adalah agenda yang tidak atau belum sempat saya kunjungi. Selama ini saya melihat kedua even itu dari Televisi dan Youtube, dan saya ingin melihat langsung jika ada kesempatan ke Bali lagi.  

Saya juga belum pernah sekalipun merasakan sensasi saya belum merasakan indahnya Tanah LOT , saya belum merasakan serunya berbelanja berburu supenir khas Bali di Pasar Sukowati,  dan saya belum permah menyaksiakn dari dekat Tradisi atau upacara NGABEN di Bali.

Sahabat sahabat di IALF Denpasar BALI.

Setiap kali saya berwisata ke Bali, saya selalu mampir di mabes (markas besar) KangGuru Indonesia selaku sponor perjalanan saya selama ini.  Kantor KanGuru Indonesia berpusat di Gedung Indonesia Australia Language Foundation (i/A/L/F) di Jaan Sesetan Denpasar Bali.   

Di kantor inilah selain saya reimburse (pergantian biaya perjalanan yang sudh dikeluarkan), saya juga berkunjung ke Pusat  Pelatihan Bahasa Inggris yang ada di IALF Bali, pelatihan untuk mereka yang lulus seleksi beasiswa Austrakua ADS (Austraian Scholarship). Para candidate (calon) penerima beasiswa ADS yang sudah dinyatakan lulus HARUS mengikuti training bahasa Inggris baik untuk persiapan sebelum berangkat untuk studi di Australia juga untuk memperbaiki score IELTS yang dianggap masih kurang memadai.  


Sekedar Informasi salah satu syarat edministrasi untuk mengikuti seleksi Beasiswa Austraia semacam ADS adalah nilai score IELTS minimal 6.0 atau lebih lebih baik  Jika score masih dianggap kurang maka para calon penerima Beasiswa Australia harus mengikuti kuliah singkat bisa lebih dari 3 bulan untuk menaikkan Score IELTS nya dan persiapan lainnya menjelang keberangkatan ke Australia   Training pre departure selain di IALF Bali juga bisa dilakukan di IALF Jakarta dan IALF Surabaya  .

Di IALF Denpasar Bali ini lah saya banyak berkenalan dengan banyak sahabat baru baik dair kalangan tenaga pengajar Bahasa Inggris yang rata rata Australian juga dosen dosen Indonesia yang juga menjadi full time teaching staff (Staf pengajar tetap) di IALF Bali.  


Berikut ini adalah contoh Foto kenangannya 



OZ MATE :  Saya (kanan) saat makan siang dengan sahabat sahabat Austraia yang menjadi pengajar di IALF Denpasar Bali. Foto tanun 2010.  Dokumentasi Syahrir Badulu/Makasar
OZ MATE :  Saya (kanan) saat makan siang dengan sahabat sahabat Austraia yang menjadi pengajar di IALF Denpasar Bali. Foto tanun 2010.  Dokumentasi Syahrir Badulu/Makasar


SAHABAT GURU : Saya bersama sahabat baru, para staf dan Pengajar Bahasa Inggris di IALF Denpasar Bali. Foto diambil pada tahun 2010   Dokumentasi Made/IALF Bali
SAHABAT GURU : Saya bersama sahabat baru, para staf dan Pengajar Bahasa Inggris di IALF Denpasar Bali. Foto diambil pada tahun 2010   Dokumentasi Made/IALF Bali


COFFEE MORNING : Saya ditengah bersama Kevin (project Manager) dan Shane (Teacher) IALF Bali saat itu (Foto tahun 2010).   Dokumentasi IALF Bali



Saya terakhir ke Bali pada tahun 2011, saya memang masih keep in touch dengan sahabat sahabat saya di atas baik melalui Video Cal, dan Email, namun ada perbendaan jika kita berhadapan langsung dengan orangnya.   Walaupun sudah ada Internet dan Sosmed (WA, IG, Email) yang bisa mendekatkan yang JAUH menjadi dekat, namun berjumpa secara langsung face to face tetaplah mempunyai kelebihan dan kebanggaan tersendiri.   Jika saya ada kesempatan ke Bali lagi, saya ingin sekali bertemu lagi dengan sahabat sahabat saya di IALF Denpasar Bai itu

Terakhir adalah tentang Bandara Internasional Ngurah Rai. Saat saya selesai program di Bai saya belum sempat melihat secara langsung Bandara Ngurah Rai setelah selesai direnovasi.  Kalau tidak salah Bandara Ngurah Rai Bali selesai direnovasi dan  diresmikan pengoperasiannya pada tahun 2013 tepat dua tahun tahun setelah kunjungan wisata ke Bali saya terakhir tahun 2011. Saya juga ingin befoto di studio foto dengan mengunakan baju atau busana daerah Bali yang belum sempat saya lakukan.  Saya ingin sekali ke Bali lagi. (Asep Haryono)




a
Tulisan Ini diikutsertakan dalam OYO Hotels Blog Competitions
Ayo Ikut Yuk lombanya. Klik di sini




Bukti screenshot tanda Sudah Mengikuti
Akun Instagram dan Twitter
OYO INDONESIA

IG : @oyoindonesia

TWITTER : @oyo.indonesia

No comments:

Obrigada pela visita.. Não deixe de expressar sua opinião. Seu comentário é muito importante pra mim :)

Vielen Dank für Ihren Besuch. Sagen Sie Ihre Meinung. Ihr Kommentar ist mir sehr wichtig

Grazie per la tua visita .. Assicurati di esprimere la tua opinione. Il tuo commento è molto importante per me

Merci pour votre visite .. Assurez-vous d'exprimer votre opinion. Votre commentaire est très important pour moi

Spasibo za vash vizit. Obyazatel'no vyskazhite svoye mneniye. Vash kommentariy ochen' vazhen dlya menya

Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)

Terima kasih atas kunjungan anda. Pastikan untuk mengekspresikan pendapat Anda.

Komentar Anda sangat penting bagi saya :)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog