Honda
Banner Utama SIMPLY ASEP Banner sosial media Asep
Hello there. Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)
Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Operasi Zebra Kapuas 2019

Pontianak Sudah tradisi pada bulan Oktober - November setiap tahun digelar Operasi Zebra Kapuas 2019 yang sudah dimulai sejak tanggal 23 Oktober 2019 kemarin hingga sampai tanggal 5 November 2019 yang akan datang.  Jadi pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2019 di wilayah Polda Kalimantan Barat Ditingkat nasional program ini dinamakan Operasi Zebra Jaya 2019.    Nah apa saja yang biasanya menjadi target di setiap Operasi Zebra tahun ini berikut ini adalah petikannya yang diambil datanya dari DETIK COM

Berikut 12 target operasi polisi:

1.   Pengendara yang tidak memiliki SIM
2.   Kendaraan yang tidak dilengkapi STNK
3.   Melawan arus lalu lintas
4.   Tidak menggunakan helm SNI bagi pengendara motor
5.   Mengemudikan mobil tidak dengan menggunakan sabuk pengaman
6.   Menggunakan HP saat mengemudi
7.   Berkendara di bawah umur
8.   Berkendara sepeda motor berboncengan lebih dari 2 orang
9.   Kendaraan bermotor yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan
10. Kendaraan yang tidak dilengkapi perlengkapan standar
11. Berkendara di bawah pengaruh alkohol
12. Kendaraan bermotor yang memasang sirine atau rotator.




PELANGGARAN : Beberapa pengendara kendaraan roda dua tampak antre untuk didata jenis pelanggarannya saat Operasi Zebra Kapuas 2017 yang lalu. Penulis menyaksikan sendiri saat operasi berlangsung. Foto Asep Haryono
PELANGGARAN : Beberapa pengendara kendaraan roda dua tampak antre untuk didata jenis pelanggarannya saat Operasi Zebra Kapuas 2017 yang lalu. Penulis menyaksikan sendiri saat operasi berlangsung. Foto Asep Haryono



Stop Pelanggaran Stop Kecelakaan
Pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2019 di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat ini merupakan pelaksnaan dari Operasi Zebra Jaya 2019 untuk tingkat nasional.  Pada umumnya setiap pelaksanaan Operasi Zebra disesuaikan dengan karakter dari masing masing wilayah hukum Polda di seluruh Indonesia.  Nama "KAPUAS" memang identik dengan provinsi Kalimantan Barat yang memiliki Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. 

logan yang menjadi judul dan subjudul tulisan ini diambil dari kampanye yang dilancarkan secara gencar oleh Satlantas di seluruh Indonesia dan telah memikat hati saya untuk menyampaikan pandanagn dan pendapat saya melalui tulisan yang sederhana ini.

Sudah ratusan jiwa melayang sia sia karena melanggar pelanggaran dan tidak memathu keentuan keselamatan pengendara dan berkendaraan di jalan raya. Data dari dari tahun 2011 sampai akhir Mei 2012 yang lalu saja sudah lebih dari 861 orang tewas di Jalan Raya karena kecelakaan lalu lintas .

Dari 12 target sasaran Operasi Zebra Kapuas 2019 tersebut, tentu ada banyak pelanggaran pelanggaram yang biasa dan mudah sekali ditemukan di jalan raya. Salah satunya adalah berhenti di lampu merah melewati Garis Marka.  Seperti sebuah foto yang berhasil saya jepret di tahun 2010 yang lalu Sudah lama memang tapi pelanggaran yang dilakkannya masih relevan dan sering dilakukan pengendara sepeda motor hingga sekarang.  Silahkan dilihat saja dahulu fotonya di bawah ini




LEWAT MARKA : Dua pelajar sekolah berhenti melewait garis marka di simpamg jalan Kota Baru, Foto diambil pada tahun 2010 yang lalu. Pelanggaran seperti ini amsih sering ditemukan di jalan raya. Foto Asep Haryono
LEWAT MARKA : Dua pelajar sekolah berhenti melewait garis marka di simpamg jalan Kota Baru, Foto diambil pada tahun 2010 yang lalu. Pelanggaran seperti ini amsih sering ditemukan di jalan raya. Foto Asep Haryono


Jelas sekali foto di atas.  Ini hanya contoh pelanggaran lalu lintas yang sering sekali kita temui dijalan raya. Sengaja saya unggah di blog ini sebagai informasi saja, dan tidak bermaksud untuk menjatuhkan apalagi untuk mencemarkan nama baik orang lain dan untuk menghormati identias sang pelaku maka nomor kendaraan dan wajah beberapa tokoh dalam foto foto tersebut di samarkan.

Jelas semuanya ini menyangkut disiplin. Yang saya maksudkan dalam tulisan ini adalah disiplin sebagai pemakai jalan raya

Dalam beberapa hal banyak para pengendara kendaraan roda dua (tidak selalu memang-red) , namun ada beberapa yang tidak sabar menunggu lampu lalu lintasnya berubah menjadi warna hijau yang artinya kita diperbolehkan melanjutkan kendaraan.  Saya sering melihat lampu lalu lintas masih berwarna merah namun sudah bergerak maju.  Mereka tidak sabar menunggu rambu lalu lintas berubah warnanya menjadi warna Hijau.

INFORMASI : Lampu lalu lintas terdiri atas tiga warna dasar.  HIJAU, KUNING dan MERAH.  Warna MERAH artinya para pengendara diminta berhenti , warna HIJAU artinya bergerak maju dan warna KUNING artinya hati hati


Pengendara tidak sabar menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi HIJAU sebagai tanda boleh lewat. Padahal walaupun lampu masih berwarna MERAH pun banyak pengendara kendaraan baik roda dua dan roda tidak dua menerobosnya, seolah seolah tidak sabar sekali untuk beberapa menit saja.

Apakah para pembaca sudah tau apa itu MARKA JALAN itu? Sebenarnya banyak penjelasan tentang marka yang bisa bikin pusing kepala, dan njelimet untuk memahaminya, namun demikian penjelasan sikap tidak disiplin yang ditampilkan dalam foto di atas adalah pelangaran serius terhadap Undang Undang Lalu Lintas yang berlaku di negara Indonesia yang pernah disebut Justin Bieber sebagai  "Negara antah berantah" ini

Dalam penjelasan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya adalah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000. Nah loh ancaman hukumannya tidak main main bukan. Nah untuk itulah saya menganjurkan untuk bersabar dan berhentilah di belakang Garis Marka yang sudah ditentukan. Lagipula nda selama anda antri tiket Bioskop di Ayani Mega Mall, daripada menunggu lampu HIJAU di Garis Lalu Lintas bukan?

Bahkan dalam beberapa kesempatan juga saya sering melihat terpampang tulisan ”Silahkan berhenti di belakang garis marka”. Tulisan ini juga kadang dilengkapi dengan foto posisi kendaraan terhadap ’garis marka’, baik mobil maupun sepeda motor.  Saya rasa tulisan itu sangat mudah dicerna, dan sangat mudah dipahami oleh mereka yang bisa membaca dan menulis, jadi cobalah untuk memahami dan mematuhi peringatan tersebut, dan jangan dianggap angin lalu aja,

Kalau berbicara soal data data seperti yang saya kutip di atas memang memusingkan kepala. Biarlah bapak bapak yang berkompeten masalah data data itu yang mengurusnya, sekarang kita coba telaah dan berintropeksi pada diri kita sendiri bahwa sebenarnya kecelakaan di jalan memang bisa kita minimalisir. Kejadian kecelakaan lalu lintas ataupun kecelakaan moda transportasi lainnya masih bisa kita hindari 


Baca Juga Kenali MODUS Orang Menghindari Operasi Zebra Kapuas


Kontra Flow (Melawan Arus)
Berikutnya adalah kebiasaan pendara roda dua yang berputar arah berlawanan dengan arah lalu lintas atau dalam istilah lalu lintas dikenal dengan sebutan CONTRA FLOW atau melawan arus. S
dah sering terjadi para pengendara kendaraan roda dua yang merasa tidak lengkap administrasi surat menyurat berkendaraannya seperti SIM dan atau STNK itu ketakutan bukan main saat diujung kejauhan terlihat ada Operasi Zebra

Baik melihat hantu atau dikejar dedemit. Mereka lari kocar kacir, ke sawah segala, atau ke semak belukar sambil memacu kendaraannya tergesa gesa agar jauh dari kejaran petubas polisi yang sedang mengadakan Razia Kendaraan Bermotor atau Operasi Zebra

Yang lebih membahayakan lagi jika arah kocar kacirnya justru melawan arus atau dalam istilah kepolisian lalu lintas disebut Kontra Flow itu tadi. Ini sangat berbahaya sekali karena mengancam keselamatan si pengendara itu sendiri dan atau membahayakan kendaraan yang adai jalur yang berlawanan dengannya. Oleh karena itu Kepolisian Republik Indonesia sudah menginstruksikan kepada semua Kapolisian daerah di seluruh Indonesi untuk melakukan kampanye anti melawan arus, stop melawan arus (kontra flow)


Kita Memang Tidak Disiplin
Walaupun anda sudah berhati hati sekalipun, dan kendaraan anda memang moncer di segala sisi, kalaw memang sudah ditakdirkan mengalami musibah kecelakaan siapa pula yang bisa mencegahnya. Yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Kecelakaan bisa terhadi setiap waktu dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu. Beberapa catatan kecil saya di bawah ini bisa menggambarkan betapa sering ceroboh dan teledornya kita dalam disiplin berkendaraan  di jalan raya

Pertama : Kelaikan Kendaraan
Salah satu amanat PBB ini telah diwujudkan dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) dalam betuk Safer Vehicle (Kendaraan yang berkeselamatan), nah inilah yang saya maksudkan dengan Kelaikan Kendaraan. Ini salah satu hal mendasar bagi kita semua. Biasanya menjelang mudik saja banyak para pemudik yang berbondong bondong mengecek kendaraannya di bengkel bengkel terdekat.

Mereka dengan suka rela memeriksakan kendaraannya pada bengkel. Mengecek dengan cermat aki kendaraan, busi, pergerakan rem tangan. rem kopling, rem depan , rem belakang dan rem udara kalau perlu (pesawat kaleee-red). Ini memang bagus dan amat terpuji, namun kenapa harus ada momen mudik dulu baru disiplin?. Saya kira kapan saja kita harus disiplin mengecek kendaraan kita kapan saja kita akan menggunakannya di jalan raya.


Ini juga berlaku pada kendaraan ataupun moda transportasi umum yang akan kita gunakan seperti bis mudik, bis bertingkat, TAXI, kapal laut, pesawat udara dan juga kereta api. Adalah tanggung jawab para penyelenggara moda transportasi itu untuk melakukan pengecekan ulang kelaikan kendaraannya yang akan digunakan oleh masyarakat.


Ingatlah selalu masyarakat adalah pengguna kendaraan umum yang disediakan oleh negara dan juga penyelenggara. Nyawa nyawa kita semua berada dalam gerbong kereta, dalam bis, dalam pesawat serta berbagai moda transportasi lainnya yang telah dipercaya sebagai angkutan mudiknya. Nah ujilah kelaikan moda transportasinya sesuai dengan peraturan keselamatan yang sudah baku dan standar. Baik diri kita sendiri sebagai pemakai kendaraan dan juga anda sebagai penyelenggara moda transportasi harus sama sama bekerja mencek kelaikan kendaraan dan moda transportasi yang akan digunakan bersama sama. Untuk poin ini kita sepakat tentunya.

Kedua : Asuransi Kecelakaan

Nah ini dia yang pernah menjadi tren berita di nasional bahwa masyarakat Indonesia memang tidak gandrung asuransi. Ya benar juga. Bagaimana mau grandrung asuransi lawong untuk makan sehari hari saja susah. Yah yah stigma negatif dan persepsi masyarakat kita terhadap segala jenis dan bentuk asuransi memang bisa dimaklumi.


Pola pikir masyarakat kita yang terpusat pada perut, menyebabkan anggapan negatif berapapun rupiah yang dikeluarkan harus kembali dalam bentuk barang pada dirinya jika tidak mau uang itu keluar dari kantong sakunya. Pola pikir perut seperti ini memang banyak menimbulkan konsekuensi. Daripada harus membayar premi kecelakaan yang banyak jumlahnya itu mendingan uangnya ditabung atau dibelikan sandang pangan buat makan. Pemikiran seperti ini benar di satu sisi, namun kurang tepat di sisi yang lain.


Sekarang banyak tersedia berbagai jenis asuransi kecelakaan diri. u Khusus untuk asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) juga banyak tersedia di mana mana baik itu asuransi jasa raharja, maunpun asuransi jiwa yang diberikan dan di sediakan oleh kalangan swasta seperti perbankan dan lain sebagainya.


Asuransi kecelakaan ini selain berfungsi sebagai tabungan juga mempunyai fungsi yang menjamin risiko Kematian, Cacat Tetap, Cacat Sementara, Biaya Perawatan dan atau Pengobatan yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan yang dibuktikan oleh keterangan dari dokter dan kepolisian. Sedangakan batasan kecelakaan menurut Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan baik yang bersifat fisik maupun kimia, yang datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, termasu keracunan, mati lemas attau tenggelam.


Jadi mulai dari sekarang memberikan jaminan rasa aman pada diri sebelum berkendaraan atau menggunakan moda transportasi umum lainnya dengan asuransi diri. Tidak kah kita sadari setiap tiket yang kita bayar untuk kendaraan umum maupun moda transportasi lainnya sudah termasuk dana kita untuk asuransi jiwa.


Nah hal hal semacam ini perlu lebih disosialisasikan lagi kepada masyarakat luas betapa pentingnya memberikan jaminan rasa aman dalam sendiri dengan mengasuransikan diri sendiri pada paket paket asuransi jiwa yang sudah tersedia dimana mana. 


Pillih paket asuransi jiwa maupun asuransi kecelakaan diri (personal accident) sesuai dengan kemampuan kita masing masing. Jangan takut uang anda akan hilang karena toh dana itu masuk kepada negara dan akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk jaminan perlindungan kecelakaan. Ingatlah kecelakaan bisa datang sewaktu waktu, dan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan akan memberikan jaminan pendanaan jika hal musibah itu datang kepada kita. Mari kita budayakan asuransi

Ketiga : Disiplin Berkendaraan
Nah ini juga perlu kita garis bawahi sub bahasan ketiga ini jauh lebih luas tidak hanya berlaku pada kendaraan di jalan raya saja tetapi juga pada moda transportasi laut dan juga udara. Coba saja kita lihat dalam kehidupan sehari hari terutama disiplin berkendaraan di jalan raya di kota Pontianak terutama di jaluar Ahmad Yani.


Sudah jelas ada rambu warning peringatan bagi kendaraan roda dua untuk menggunakan jalur kiri yang sudah dibatasi oleh traffic corn namun juga masih banyak yang mengguanakan jalur kanan yang memang diperuntukkan untuk kendaraan roda dua. Disiplin Berkendaraan lebih mengarah kepada manusia yang menjalankannya dan wajar kalau disiplin kendaraan ini sudah termasuk dalam amanat PBB yang dirangkum dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang kemudian disebut dengan Safer People (Manusia yang berkeselamatan)


Belum lagi batas maksimum kecepatan 40 Km yang sudah ditunjukkan secara jelas dalam rambu lalu lintas tetap saja banyak pengendara kendaraan roda dua dan juga roda empat yang memacu kendaraannya melebihi kecepatan 40 KM. Saya sendiri melihat di speedometer saya yang bertengger di angka 40 KM dan melihat banyak kendaraan yang kecepatannya melebihi kecepatan yang saya gunakan. Mengapa mereka ngebut? Apakah mereka terlambat ke sekolah? Terlambat ke kantor? Makanya bangun pagi


Seperti beberapa waktu yang lalui saya melihat tayangan berita TVoNe, sepasang pelajar putri yang tewas tersambar kereta api yang datang melintas dari arah bogor. Saya jadi heran apa yang dilakukan kedua siswi SMA itu kok sampai tidak mendengar ada kereta api yang lewat dari arah Bogor sehingga tidak sampai terlihat sama sekalil.

Menurut saksi kejadian yang melihat peristiwa itu mengatakan bahwa kedua siswi itu bersenda gurau saat menyeberang rel kereta api dan tidak menyadari kalaw ada kereta api arah bogor yang datang dengan cepatnya menyambar kedua siswi malang tersebut. Untung tidak dapat diraih, malah tidak dapat ditolak, kedua siswi itu tewas dengan kondisi mengenaskan. Selain itu juga banyak kecelakaan yang terjadi karena pengemudinya berkirim SMS ataupun menerima telepon saat mengendarai kendaraan. Bukan main. Hal hal sederhana inilah yang saya katakan tidak disiplin. Mengapa kita tidak pernah bisa disiplin?.


Begitu juga dengan moda transportasi udara. Sebagai salah satu yang paling sering menggunakan moda udara saya melihat memang banyak dari kita yang tidak dsiplin dalam menggunakan moda udara. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri banyak yang menyalakan telepon genggamnya walaupun pesawat masih di runway dan menuju apron untuk mendarat.

Padahal awak pesawat sudah dengan lantang, melalui pengeras suara, agar para penumpang duduk dengan tenang dan tidak menyalakan HP sebelum pesawat benar benar berhenti seperti tidak berarti apa apa. Mengapa kita tidak mematuhi peraturan keselamatan penerbangan walau cuma sebentar saja. Mengapa kita bisa disiplin barang 1 atau 1,5 jam saja di udara, bukankah waktu itu tidak lama bukan?. Kita memang tidak pernah bisa disiplin , dan tidak pernah bisa belajar disiplin.

Nah itulah catatan kecil saya, mengenai tema tulisan saya pada hari ini. Seperti yang sudah saya singgung pada bagian atas bahwa kalaw memang sudah ditakdirkan mengalami musibah kecelakaan siapa pula yang bisa mencegahnya. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas bahwa yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Kecelaakaan bisa datang sewaktu waktu dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu.

Namun demikian , terlepas dari takdir itu tadi, kecelakaan betapapun kecilnya itu, masih bisa kita hindari dengan meningkatkan rasa keperdulian kita terhadap orang lain dan diri sendiri dengan berdisiplin berkendaraan di jalan raya , mematuhi aturan lalu lintas yang ada, serta disiplin dalam menggunakan moda transportasi umum maupun pribadi lainnya. 


Selebihnya serahkan semua itu kepada Allah SWT Maha Penguasa Bumi dan Langit ini. Berdoalah sebelum kaki melangkah menuju tujuan, memohon perlindungan Allah SWT sehingga bisa kembali ke rumah dengan selamat. Ingatlah selalu. Keluarga menanti anda di rumah dengan selamat. Jadilah Pelopor keselqmatan berlalu lintas. Stop Pelanggaran Stop Kecelakaan. Keselematan untuk kemanusian. (Asep Haryono)

No comments:

Obrigada pela visita.. Não deixe de expressar sua opinião. Seu comentário é muito importante pra mim :)

Vielen Dank für Ihren Besuch. Sagen Sie Ihre Meinung. Ihr Kommentar ist mir sehr wichtig

Grazie per la tua visita .. Assicurati di esprimere la tua opinione. Il tuo commento è molto importante per me

Merci pour votre visite .. Assurez-vous d'exprimer votre opinion. Votre commentaire est très important pour moi

Spasibo za vash vizit. Obyazatel'no vyskazhite svoye mneniye. Vash kommentariy ochen' vazhen dlya menya

Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)

Terima kasih atas kunjungan anda. Pastikan untuk mengekspresikan pendapat Anda.

Komentar Anda sangat penting bagi saya :)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog