Banner Utama SIMPLY ASEP Banner sosial media Asep
Hello there. Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)
Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

49 tewas dalam penembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru

cnn.com  Setidaknya 49 orang tewas dan 20 lainnya luka serius dalam penembakan massal di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, dalam sebuah kekejaman yang terencana dan belum pernah terjadi sebelumnya yang mengejutkan negara yang biasanya damai.

Serangan itu dilepaskan pada jam makan siang waktu setempat hari Jumat, ketika masjid-masjid penuh dengan jamaah. Cuplikan dari pembantaian itu disiarkan langsung secara online, dan sebuah manifesto bertele-tele yang dibubuhi referensi supremasi kulit putih diterbitkan tepat sebelum penembakan dibuka.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menggambarkan kengerian itu sebagai serangan teroris, dan mengatakan itu dilakukan oleh para tersangka dengan "pandangan ekstremis" yang tidak memiliki tempat di negaranya atau dunia yang lebih luas. Itu adalah salah satu "hari tergelap di Selandia Baru," katanya dalam konferensi pers, Jumat. Pihak berwenang mengatakan bahwa setiap sumber daya penegakan hukum di negara itu dimobilisasi setelah serangan.


Video image from CNN


Tiga orang ditangkap sehubungan dengan penembakan itu. Seorang pria berusia 28 tahun didakwa melakukan pembunuhan dan akan muncul di pengadilan Sabtu pagi waktu setempat. Dua lainnya ditangkap karena dicurigai memiliki senjata api. Polisi sedang menyelidiki hubungan mereka dengan insiden itu, kata Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa setidaknya satu dari mereka yang ditangkap adalah warga Australia. Kekejaman itu adalah hasil kerja "teroris sayap kanan ekstrimis," katanya. Polisi tidak mencari tersangka lain sehubungan dengan serangan itu tetapi menekankan penyelidikan tetap lancar. Tak satu pun dari mereka yang ditahan sehubungan dengan serangan itu ada di daftar pengawasan keamanan sebelum serangan.Sebanyak 48 orang, termasuk anak-anak muda dengan luka tembak, dibawa ke rumah sakit

Serangan tampaknya disiarkan langsung di media sosial

Pihak berwenang menolak untuk membahas motif potensial di balik serangan itu. Namun dalam sebuah pos media sosial tepat sebelum penembakan dimulai, sebuah akun yang diyakini terkait dengan pria bersenjata itu memposting sebuah tautan ke sebuah manifesto 87 halaman yang dipenuhi dengan ide-ide anti-imigran, anti-Muslim dan penjelasan untuk sebuah serangan. Manifes tidak ditandatangani.

Polisi mengatakan mereka mengetahui video yang dibagikan secara online dan disiarkan langsung selama serangan, yang tampaknya menunjukkan seorang pria bersenjata berjalan ke masjid dan melepaskan tembakan. "Kami akan sangat mendesak agar tautan (video) tidak dibagikan. Kami sedang berupaya untuk menghapus rekaman," kata polisi Selandia Baru.

Sifat siaran yang kurang ajar, dan kegagalan perusahaan teknologi untuk mencegah penyebarannya secara online, menimbulkan pertanyaan mendalam tentang sifat radikalisasi internet. Di Selandia Baru, komentator menyatakan keprihatinan bahwa kengerian itu akan menabur perpecahan yang mendalam dalam masyarakat yang sebagian besar menghindari polarisasi yang telah menyebar di tempat lain

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Facebook Selandia Baru, Mia Garlick, mengatakan rekaman itu dengan cepat dihapus. "Polisi Selandia Baru memberi tahu kami sebuah video di Facebook tak lama setelah streaming langsung dimulai dan kami menghapus akun Facebook dan video penembak. Kami juga menghapus segala pujian atau dukungan untuk kejahatan dan penembak atau penembak segera setelah kami ' sadar, "katanya.

CNN belum dapat mengkonfirmasi secara independen informasi apa pun tentang penyerang atau video yang dituduhkan pada tahap ini. Seorang juru bicara Google dan YouTube menyebut penembakan itu sebagai "tragedi yang mengerikan." Sebuah pernyataan mengatakan: "Konten yang mengejutkan, keras dan grafis tidak memiliki tempat di platform kami, dan dihapus segera setelah kami menyadarinya. Seperti halnya dengan tragedi besar, kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang."

Twitter menghapus akun yang diyakini terkait dengan tersangka utama dan berusaha menjaga video insiden itu dari platformnya, kata seorang juru bicara. "Kami sangat sedih dengan penembakan di Christchurch hari ini," kata Twitter dalam sebuah pernyataan. "Twitter memiliki proses yang ketat dan tim yang berdedikasi untuk mengelola situasi darurat dan darurat seperti ini. Kami juga bekerja sama dengan penegak hukum untuk memfasilitasi penyelidikan mereka sesuai kebutuhan."
 (Helen Regan and Sandi Sidhu)

Judul Asli
49 killed in mass shooting at two mosques in Christchurch, New Zealand

Penulis
Helen Regan and Sandi Sidhu

Artikel ini sudah tampil di halaman utamanya dengan alamat :
https://edition.cnn.com/2019/03/14/asia/christchurch-mosque-shooting-intl/index.html




No comments:

Obrigada pela visita.. Não deixe de expressar sua opinião. Seu comentário é muito importante pra mim :)

Vielen Dank für Ihren Besuch. Sagen Sie Ihre Meinung. Ihr Kommentar ist mir sehr wichtig

Grazie per la tua visita .. Assicurati di esprimere la tua opinione. Il tuo commento è molto importante per me

Merci pour votre visite .. Assurez-vous d'exprimer votre opinion. Votre commentaire est très important pour moi

Spasibo za vash vizit. Obyazatel'no vyskazhite svoye mneniye. Vash kommentariy ochen' vazhen dlya menya

Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)

Terima kasih atas kunjungan anda. Pastikan untuk mengekspresikan pendapat Anda.

Komentar Anda sangat penting bagi saya :)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog