MTQ VIII Kota Pontianak Tahun 2020
Jeunesse Banner sosial media Asep

Hello there. Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)
Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map


RajaBackLink.com

SIMPLYASEP.COM Kota Pontianak menjadi pusat perhatian sekarang setidaknya untuk beberapa hari ke depan. Ya karena saat ini tengah berlangsung kegiatani Musabaqoh Tilawatih Qur’an Tingkat kota Pontanak yang Ke XXVII Tahun 2020 yang berlangsung dari tanggal 14 - 20 Februari 2020 di Taman Alun Alun Kapuas Pontianak Kalimantan Barat. 

Dalam ajang ini diharapkan akan muncul Qori dan Qoriah yang akan mewakili kota Pontianak di ajang MTQ Tingkat Provinsi Kalbar dan diharapkan juga terus melaju hingga ke tingkat Nasional bahkan Internasionak

Baca juga Stand Ayam Pak Usu di MTQ XXVIII Pontianak

Acara pembukaan MTQ XXVIII Pontianak Tahun 2020 ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dengan pengantar pembukaannya adalah Lantunan Ayat Suci Al Quran oleh Hajjah Noersiyah Ismail, Qori Kalbar yang sudah beberapa kali menjuarai MTQ Tingkat Nasional dan Internasional semakin menambah semarak kemeriahan acara pembukaan tersebut.


STAND KULINER :  Berbagai Stan Kuliner turut memeriahkan kegiatan MTQ XXVIII Kota Pontianak termasuk produk UMKM dan stand sponsor yang menjual aneka makanan bagi pengunjung (15/1). Foto Asep Haryono


Di ajang MTQ Kota Pontianak ke XXVIII Tahun 2020 ini dihadiri tidak kurang sebanyak 229 perserta terbaik yang merupakan perwakilan dari kecamatan kecamatan yang ada di kota Pontianak.

Selain itu dimeriahkan pula Festival Kuliner Kalbar yang menghadirkan 14 stan UMKM yang turut berpartisipasi memeriahkan perhelatan kota Pontianak tersebut dengan menghadirkan berbagai macam produk makanan dan kraf peserta UMKM yang dibina langsung oleh UPPKS (Usaha Perbaikan Keluarga Sejahtera) setempat. 

Berbagai macam produk dipamerkan mulai dari produk makanan olahan , asesoris, hingga anek kerajinan tangan yang cukup menarik perhatian para pengunjung.  Ayo hadiri dan meriahkan ajang MTQ XXVIII Kota Pontanak ini   Ajang abang kakak adik orang tua saudara serta semuanya untuk datang menyukseskan acara ini (Asep Haryono)

SIMPLYASEP.COM   Salah satu stand Kulner yang turut hadir memeriahkan kegiatan MTQ XXVIII Kota Pontianak yang berlangsung di Taman Alun Alun Kapuas dari tanggal 15 - 20 Februari 2020 adalah stand Ayam Pak Usu.  Salah satu stan Kuliner yang memiliki banyak cabang di kota Pontianak ini hadir dalam Festival Kuliner di ajang MTQ XXVIII Pontianak tersebut.

Dengan tagar "Ayamnye Orang Pontianak" jelas menunjukkan bahwa Ayam Pak Usu menargetkan pangsa pasar untuk seluruh lapisan masyarakat yang menggemari hidangan kuliner ayam goreng yang dikemas dalam sajian Mi Ayam yang menjadi highlight utama jualannya selama berlangsungnya Festival Bazaar Kuliner dalam rangka memerihakan ajang MTQ XXVIII Kota Pontianak ini.

"Ayam Pak Usu memilik tiga cabang yang salah satunya berada di ayam Pak Usu Pdomoro, dan menu utama kami adalah Mi Ayam Pak Usu dengan harga spesial selama berlangsungnya Perhelatan MTQ XXVIII Pontianak ini" kata Muhammad Hambali selaku penanggung jawab Stan Pak USU dalam ajang Festival Kuliner dalam MTQ XXVIIII Pontianak saat wawancara dengan penulis.

MI AYAM PAK USU :  Sajian unik Mi Ayam Pak Usu di stan Ayam Pak Usu dalam ajang MTQ XVIII Kota Pontianak ini ada taburan kecambah dan suiran telur ayamnya (15/1). Foto Asep Haryono
MI AYAM PAK USU :  Sajian unik Mi Ayam Pak Usu di stan Ayam Pak Usu dalam ajang MTQ XXVIII Kota Pontianak ini ada taburan kecambah dan suiran telur ayamnya (15/1). Foto Asep Haryono

PENJELASAN : Muhammad Hambali, penanggung Jawab Stan Ayam Pak Usu dalam MTQ XXVIII Kota Pontianak saat memberikan penjelasannya kepada penulis. Foto Asep Haryono


Hambali juga menambahka bahwa khusus untuk Mie Ayam Kepiting dan Mi Sagu tidak ditampilkan dalam stan Ayam Pak USU selama berlangsungnya MTQ XXVIII, dan tetap disajikan di outlet outlet utamanya

Baca juga Edi Rusdi Kamtono Buka Secara Resmi MTQ XXVIII Pontianak

"Yang pasti tidak (Ditampilkan) di sini, dan Mi Ayam Kepiting dan Mie Sagu tetap ada di outlet kami" kata Hambali

Selain itu, papar Hambali, harga harga yang menu Mi Ayam Pak Usu dalam stan selama berlangsungnya kegiatan MTQ XXVIII adalah harga khusus seddangkan harga di outlet outlet Ayam Pak Usu tetap tidak akan berubah. 

"Misalnya harga Mi Ayam Pak Usu di stan kami di ajang MTQ XXVIII berbeda dengan harga yang ada di outlet yakn 14K untuk satu porsi Mi Ayamnya" tegas Hambali

Mi Ayam Pak Usu memiliki konten yang unik. Di dalam 1 porsi Mi Ayam Pak Usu selain konten utamanya berupa mi dan suiran ayam kecap, juga terdapat irisan telur ayam, dan kecambah rebus dan juga taburan Pangsit Gorengnya dengan kuah yang terpisah.   "Pelanggan juga bisa request dengan sajian kuah kaldu yang dicampur" kata Hambali

"Kami juga memilik aplkasi Ayam Pak Usu yang bisa diunduh di  Google Play Store dan setiap transaksi pembelian akan mendapatkan POIN dengan nilai tertentu yang bisa ditukarkan dengan produk produk Ayam Pak Usu lainnya" Pungkas Hambali.  (Asep Haryono)

SIMPLYASEP.COM Es Dawet Semarang yang saya cicipi hari itu (Selasa,19 Feb 2020) jam 10.30 WIB memang tidak beda dengan Es Cendol namun ada keunikan dan cerita di dalamnya mengapa bisa dinamakan Es Dawet dan bagaimana bisa ada nama kota Semarang digandeng bersama nama Es Dawetnya  di Jalan Arteri Supadio Kubu Raya Kalbar ini. Berikut catatannya

Saya sebenarnya mau jemput anak saya pulang sekolah tidak jauh dengan Bandar Udara Internasional Supadio ini (Karena memang masuk kawasan AURI atau kawasan Pangkalan TNI AU Supadio).

Karena pulangnya masih 1 jam lagi, saya manfaatkan untuk sekedar mencari pelepas dahaga di sekitar kawasan Taman Dirgantara dekat atau depan gerbang Pangkalan TNI AU Supadio. Akhirnya perhatian saya tertumbuk pada penjual Es Dawet Semarang yang berada di depan Rumah Makan Simpang Ampek Jl Adi Sucipto- Belakang Taman Dirgantara (Tugu Pesawat Tempur-red)

Baca juga Stan Mi Ayam Pak Usu Di Festival Kuliner MTQ XXVIII Kota Pontianak

Karena tidak ada lokasi parkir yang safe di tempat gerobak Es Dawet Semarang ini maka saya parkir motor Hionda Supra Fit kesayangan saya di parkiran dalam Masjid Awaludin yang letaknya tidak jauh dengan jualan es dawet itu,  Setelah di rasa cukup aman, saya berjalan kaki menuju gerobak penjual Es Dawet Semarang itu.     Saya pun duduk di tempat duduk yang sudah disediakan.

"Pesen Es Dawetrya satu ya pak" kata saya

Saya melihat penjual Es Dawet Semarang ini bersana dua orang perempuan yang semuanya mengenakan Hijab,  Sambil menunggu pesanan saya tiba di meja, saya berkenalan dengan penjualnya dan dari dari obrolan pembuka saya diketahui bahwa kedua perempuan yang bersama penjual Es Dawet itu adalah anak dan istrinya.   Mas Jamil adalah nama penjualnya.   Saya pun meminta izin untuk take gambar dan video sambil mengobrol santai  Dan obrolan santai pun dimulai

Asal Mula Nama Dawet Semarang
"Nama saya Pak Jamil, saya memulai usaha es Dawet ini sekitar dua tahun yang lalu, usaha saya sendiri, dan berjualan non stop setiap hari kecuali jika ada kegiatan seperti kematian, saya baru tidak jualan " kata Mas Jamil memulai obrolan dengan saya

"Nama asli jualan saya adalah Es Dawet Asam Arang nama semulanya namun karena saya berasal dari jawa, jadi nama Kota saya Semarang jadi nama Dawer Semarang" kata Mas Jamil membuka obrolan dengan saya

Mas Jamil menceritakan asal mula nama DAWET ."Asal mula kata DAWET 
awal awalnya dari nenek moyang kita dari Jawa sana, sejarahnya dari sana dulu kalau saat musim panen Padi itu jualan padi diborongkan dengan padi ya jadi "seada adanya diliwet" " kata Mas Jamil.  

Tanpa Induk Gula
Dia juga menjelaskan bahwa untuk Dawet bikinan orang lain dia tidak tau namun kalau dawet miliknya adalah Dawet original 

"Warna hijau dawet saya beradal dari daun pandan dan dibuat di rumah saya sendiri dan biasanya dibuat saat malam hari " kata Mas Jamil. Dia juga menjelaskan komponen utama dari es Dawet Semarang buatanya terdiri dari Tape, Santan, Gula Merah, Cendoilnya dari Tepung Kanji dengan pewarna sehat dari Daun Pandan dan tanpa menggunakan Induk Gula

"Cendol buatan saya dari tepung kanji dan dibuat sendiri dan dijamin halal dan saya juga tida menggunakan Induk gula"" kata Mas Jamil.  Dia juga menjelaskan mengapa tidak menggunakan Induk Gulla karena dia tidak tau apa akibatnya jika es dawetnya menggunakan Induk Gula dan dia kuatir akan akibat buruknya bagi kesehatan anggota keluarganya  
 

Herga per 1 mangkoi Es Dawet Semarang 5K
Harga Es Tebu per gelasnya 3 K 



ES DAWET SEMARANG : Inilah semangku Es Dawet Semarang yang saya cicipi hari itu (Selasa 19/2/2020) sambil mengobriol dengan penjualanya. Harganya 5K per mangkok ya Foto Asep Haryono
ES DAWET SEMARANG : Inilah semangku Es Dawet Semarang yang saya cicipi hari itu (Selasa 19/2/2020) sambil mengobriol dengan penjualanya. Harganya 5K per mangkok ya Foto Asep Haryono

PINGGIR JALAN :  Tempat jualan Es Dawet Semarang nya ada di depan RM Simpang Ampek atau belakang Tugu Pesawat Teempur. Lokasi jualannay strategis di piinggir jalan Foto Asep Haryono
PINGGIR JALAN :  Tempat jualan Es Dawet Semarang nya ada di depan RM Simpang Ampek atau belakang Tugu Pesawat Teempur. Lokasi jualannay strategis di piinggir jalan Foto Asep Haryono



Permodalan Dan Satpol PP
Untuk alasan kenyamanan memang belum banya yang bisa yang bisa dia nikmati karena bisa sewaktu waktu gerobak jualannya diangkut Satpol PPP

"Selama saya berjualan di sini (2 tahun-red) saya merasa aman aman saja berjualan di kawasan ini dan (satpol PP) sepertinya jauh dari sini, saya tidak tau ke depannya nanti" kata Msa Jamil


Masalah permodalan memang hal yang menjadi momok bagi para pelaku UMKM atau usaha kecil rumahan seperti yang dijalani oleh Mas Jami sekeluarga yang berjualan Es Dawet Semarang Dan Tebu di Depan RM Simpang Ampek KM 16 Belakang Tugu Pesawat Tenpur Bandara Supadio Kubu Raya Kalbar ini

"Dahulu memang pernah saya mengajukan kredit pinjaman melaluii CU (Pancur Kasih) dan saya harus mengikuti training pengelolaan dananya dari mereka terlebih dahulu" terang Mas Jamil.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk Es Tebu, dia membeli es Tebu dari daerah Kuala Dua dengan memilih tebu yang baik dan banyak airnya dan mempunyai rasa yang manis

"Tebu itu ada macam macam ada yang banyak airnya tapi tidak manis, dan ada tebu yang manis rasanya" terang Mas Jamil.




Mas Jamil sang penjual Es Dawet Semarang saat wawancara. Gambar di belakang adalah gerobak jualannya. Foto Asep Haryono
Mas Jamil sang penjual Es Dawet Semarang saat wawancara. Gambar di belakang adalah gerobak jualannya. Foto Asep Haryono


Dia juga menjelaskan keinginannya untuk mengembangkan usaha jualan Es Dawet dan Tebunya menjadi lebih besar namun terkendala permodalan.

"Saya juga sebenarnyaingin mengembangkan usaha namun karena modal tidak ada ya tidak, dan untuk pengeluaran sehari hari juga berasal dari usaha ini, dan keuntungan yang saya peroleh sebagian juga digunakan lagi untuk membei bahan bahan ini dan begitu seterusnya" terang Mas Jamil.  (Seperti yang dituturkan kepada penulis - Asep Haryono)

Kubu Raya (SIMPLYASEP.COM) Segenap prajurit dijajaran Lanud Supadio mengikuti Upacara Bendera, Senin (17/2/2020) di Main Apron Lanud Supadio. Upacara yang berlangsung khidmat dipimpin oleh Komandan Lanud (Danlanud) Supadio Marsekal Pertama (Marsma) TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M sekaligus membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M.

Turut hadir para Kepala Dinas (Kadis), para Komandan Satuan (Dansat), serta segenap anggota dijajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas serta para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam amanatnya Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M mengatakan perkembangan lingkungan global dewasa ini, telah menunjukkan terjadinya berbagai konflik serta permasalahan krusial.


Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


Sebagai garda terdepan bangsa Indonesia, lanjut Kasau, TNI AU harus mampu melihat berbagai permasalahan ini dari sudut pandang pertahanan, sekaligus menyiapkan worst-case scenario yang mungkin timbul dari berbagai issue tersebut.

“Terdapat dua issue yang menjadi perhatian utama dunia dalam beberapa dekade terakhir adalah pertama tentang global warming yang mengakibatkan climate change, sehingga bencana alam semakin rentan terjadi. Kondisi ini menjadi semakin parah, khususnya bagi negara yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire seperti Indonesia,” kata Kasau.

Baca juga Latihan Survival Dasar Resmi Ditutup

Sedangkan issue kedua yaitu yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital, informasi, dan komunikasi yang menjadi kebutuhan esensial. Namun demikian, perkembangan ini akan berubah menjadi teknologi yang disruptif, mana kala organisasi tidak mampu memanfaatkan teknologi dengan tepat.

Pada kesempatan ini, Kasau juga menyampaikan meskipun baru memasuki bulan kedua namun banyak hal krusial yang telah mewarnai kiprah dan tugas TNI AU diantaranya hasil Rapat Pimpinan TNI, Rapat Pimpinan TNI AU dan Rakor Tingkat Kotama hingga Satuan Kerja, hendaknya menjadi pedoman yang harus ditindaklanjuti oleh setiap personel disatuan.

“Ingatlah maju dan tidaknya TNI AU berawal dari mindset kita untuk memegang teguh amanah dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Kalian adalah aset utama dan paling berharga yang dimiliki TNI AU. Untuk itu, seluruh personel TNI AU harus bekerja secara profesonal sesuai tugas dan keahliannya, militan tanpa pamrih dan inovatif dalam menghadapi segala tantangan tugas yang tidak semakin ringan,” pungkas Kasau. (Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio)



SIMPLYASEP.COM Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio menjadi salah satu Lanud yang diberi kepercayaan menjadi Panita Daerah (Panda) dalam pelaksanaan ujian tertulis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Pradita Dirgantara. Pelaksanaan ujian berlangsung di Aula Mako Skadron Udara 1 Wing 7 Lanud Supadio, Minggu (16/2/2020) dan diikuti 14 peserta dari SMP Negeri/Swasta sederajat unggulan di Kalimantan Barat. Peserta ujian berasal dari SMPN 3 Pontianak, SMPN 10 Pontianak, SMPN 3 Sui Raya, SMPN 3 Singkawang, MTS 2 Pontianak dan SMP Al-Azhar Pontianak.

Dalam pelaksanaan ujian dihadiri oleh Komandan Wing 7 Kolonel Pnb Reka Budiarsa mewakili Danlanud Supadio, Wakil Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Supadio Ny. Reka Budiarsa mewakili Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Supadio bersama para pengurus, Kasibinpers Mayor Adm Heru Wisnu beserta anggota Dinas Personel (Dispers) serta para orang tua siswa.







Baca juga Pangkalan TNI AU Supadio Gelar Upacara Bendera

Danwing 7 Lanud Supadio mengatakan dalam pelaksanaan ujian tertulis PPDB SMA Pradita Dirgantara dilaksanakan secara serentak di seluruh Lanud yang ada di Indonesia. Untuk materi atau soal ujian telah disiapkan oleh panitia pusat sehingga Lanud Supadio hanya mendistribusikan kepada peserta ujian.


Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


“Dalam pelaksanaan ujian nanti tentunya para peserta harus tenang, cermat dan teliti dalam menjawab pertanyaan. Jangan terburu-buru karena waktu yang disediakan setiap materi ujian sangat cukup. Mudah-mudahan diantara para peserta ujian ada yang lulus sehingga bersekolah di SMA Pradita Dirgantara.” kata Kolonel Pnb Reka Budiarsa dihadapan para peserta ujian.

Kasibinpers menambahkan dalam ujian tertulis ini terdapat tiga mata pelajaran yang diujikan yaitu, Matematika, IPA dan Bahasa Inggris. Masing-masing materi ujian diberikan waktu yang sangat cukup sehingga para peserta dapat mengerjakan soal dengan hati-hati. “Ujian yang dilaksanakan sekarang ini merupakan test daerah bila lulus maka peserta akan mengikuti test pusat.” jelasnya.

Salah seorang peserta ujian, Yohannes S (15) mengungkapkan pertama kali tahu tentang SMA Pradita Dirgantara melalui Bapak dan Ibu dari Lanud Supadio yang mengadakan sosialisasi ke sekolah. Dari situ saya lagnsung tertarik dan berkeinginan untuk bersekolah di SMA tersebut. “Mudah-mudahan saya lolos dalam ujian didaerah maupun dipusat sehingga dapat bersekolah di SMA Pradita Dirgatara,” harap siswa SMPN 3 Pontianak. (Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio)

SIMPLYASEP.COM Sedang hangat dperbincangkan saat ini yakni polemik pemulangan Warna Negara Indonesia (WNI) eks anggota ISIS di luar neger. Berbagai tanggapan semakn seru seolah bersaing dengan pemberitaan wabah COVID-19 (Coronavirus disease 2019) yang sudah menelan banyak korban jiwa. ISIS bukanlah Virus Corona yang harus dicegah penularannya, dan dicarikan virus penyembuhnya.

ISIS sudah menyangkut sebuah ideologi yang menekankan aspek kekerasan sebagai sarana untuk pencapaan tujuan, belum lagi kalau sudah menyentuh aspek Nasionalisme. Mereka yang sudah merencanakan untuk bergabung dengan kelompok radikal seperti ISIS berarti mereka sudah memliki rasa kebencian terhadap NKRI, dan bisa dikatakans secara tidak langsung melepaskan kewarganegaraan Republik Indonesia.

Saya memang bukan pakar ideologi, saya bukan pakar strategi perang, saya bukan siapa siapa, namun polemik pemulangan WNI eks ISIS ini memantik saya untuk juga menyampakan pandangan, pendapat dan opini saya.

Sumber Gambar dari  Kabar Banten COM
Sumber Gambar dari  Kabar Banten COM


Mengapa Bergabung ke ISIS
Ini sebuah pertanyaan mendasar yang hanya mereka sendiri yang tahu jawabannya mengapa bergabung dengan kelompok ISIS? Terdapat pandangan yang perlu didiskusikan bersama. Apakah ini akibat dari doktrin radikal atau janji janji materi yang diberikan elemen elemen ISIS kepada mereka? Ataukah mereka sendiri yang mencari tahu dan “berburu” untuk bisa bergabung dengan kelompok radikal itu?

Sudah bukan rahasia lagi paham radikalisme menjadi salah satu musuh besar bangsa dan negara Indonesia selain musuh lainnya yang perlu diberantas hingga ke akar akarnya yakni korups, Narkoba dan terorisme. Berbagai macam program DeRadikalisasi yang sudah diprogramkan dan digencarkan oleh pemerintah memang memllki banyak kendala namun itu bukan menjadi penghalang program deradikalisasi untuk untuk tidak terus semakin digencarkan. Program Bela Negara perlu semakin ditumbuhkembangkan agar seluruh warga negara Indonesia (WNI) semakin bangga dan cinta kepada NKRI yang merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar tawar lagi.

Masuknya segelintir Warga Negara Indonesa (WNI) yang memutuskan bergabung kepada kelompok ISIS dalam pandangan saya sudah menyatakan diri tidak mencintai dan tidak memiliki kesetiaan terhadap Pancasla dan UUD 1945 .

Mereka sudah dianggap mendeklarasikan diri sebagai pembangkang dan berpotensi mengancam persatuan dankesatuan Bangsa Indonesia Di luar negeri kelompok ISIS sudah mendapat gempuran hebat baik secara militer maupun sanks sosial dari berbagai negara di seluruh dunia dan kekuatan mereka sudah hampir punah seiring dengan banyaknya pemimpin kelompok mereka yang tertangkap dan terbunuh. ISIS sendiri diyakini sudah repot mengurus para simpatisannya dan secara ekonomi sudah jatuh miskin dan tidak mampu membiayai operasionalnya.

Dan inilah yang dduga keras menjadi alasan kelompok radikal ini sudah tidak mampu lagi menepati “janji janji manis” nya buat para anggota baru yang bergabung dalam kelompoknya. Mungkin saja para WNI yang bergabung di kelompok itu dijanjikan materi atau uang hingga mereka spontan tertarik menjadi anggotanya? Kita tidak tau.

Namun faktanya ISIS sudah tidak sanggup membiayai operasionalnya dan mensupport anggota baru yang bergabung. Hal ini mungkin sudah dirasakan oleh para WNI yang bergabung dalam kelompok tersebut sehingga mereka memutuskan keluar dari ISIS dan berniat kembali kepada negara asalnya Indonesia. Hal ini femonema yang langka. Mengapa saya sebut langka?

ISIS diyakini sebagai kelompok brutal yang sangat kejam. Tidak mudah seorang anggota ISS masuk keluar dari kelompoknya. ISIS dlberitakan tidak akan membiarkan seroang anggotanya keluar dari kelompoknya dalam keadaan hidup. Mereka yang ketahuan keluar dari kelompok ISS dengan cara diam diam akan diburu , dan jika tertangkap maka MATI adalah taruhannya.

Ada yang ditembak, ada yang digantung, ada yang dipenggal kepala (beheading) ada yang disiksa dengan cara direbus, diledakkan dengan BOM dan berbagai aksi barbar lainnya. Jadi jika ada WNI yang sudah bergabung dalam ISIS lalu bisa keluar dari kelompok itu dengan selamat adalah bukti ISIS sudah lemah dan tidak mampu mengurusnya lagi. Ini yang saya sebut langka. ISIS sudah tidak berdaya baik dari segi militer, ekonomi dan ideologi

Inilah yang saya duga menjadi alasan bagi WNI yang bergabung dalam kelompok radikal itu merasa sudah merasa ISIS sudah tidak bisa diharapkan lagi. ISIS sudah tidak ada apa apa lagi, lalu mereka memutuskan pulang ke tanah air menjad warna negara Indonesia Tunggu dulu.

Walaupun WNI yang bergabung dalam organisasi radikal semacam ISIS lalu berniat pulang ke tanah air dianggap secara otomatis danggap sudah kehilangan status WNI nya.  Tidak seperti itu.  


Seperti yang dilansir oleh portal berita MERDEKA disebutkan bahwa Persoalan mengena status WNI sudah diatur dalam undang undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan (UU 12/2006) dan juga Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia (Perpres 2/2007).

Dalam ketentuan undang undang tersebut maka seseorang WNI akan ditentukan apakah masih menyandang status sebagai WNI atau tidak tergantung kepada Keputusan Presiden (Keppress). Presiden Republik Indonesia mempunyai hak penuh untuk mencabut status Warga Negara Indonesia (WNI) dan itu diatur dan dilindungi oleh Undang Undang.

Pemerintah sudah memutuskan tidak akan memulangkan WNI eks ISIS. Berbagai dukungan mengalir terhadap keputusan berani yang diambil oleh pemerintah. Masih banyak warga negara Indonesia (WNI) yang masih setia kepada NKRI yang harus durus oleh Pemerintah. Selain sebagai bentuk antisipasi terhadap masuknya paham radikalisme di Indonesia (Asep Haryono)

Kubu Raya. SIMPLYASEP.COM Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio Marsma TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M yang diwakili Komandan Skadron Udara 1 Letkol Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata secara resmi menutup Latihan Survival Dasar melalui upacara Militer. Upacara penutupan berlangsung di areal danau Movistar Desa Kuala Dua, Kec. Sungai Raya, Kab. Kubu Raya, Jum’at (14/2/2020).

Penutupan latihan ini ditandai dengan pelepasan tanda peserta, penyerahan sertifikat dan pemasangan brevet Survival serta pembacaan laporan pelaksanaan latihan oleh Mayor Pnb Syaifuddin mewakili Komandan Wing Udara 7 Kolonel Pnb Reka Budiarsa selaku Direktur Latihan (Dirlat). Turut hadir para Komandan Satuan (Dansat) serta segenap para prajurit dijajaran Lanud Supadio.

Baca juga  TK Angkasa Lanud Supadio Gelar Outbond    

Danlanud Supadio dalam sambutannya mengatakan latihan survival yang baru saja dilaksanakan berguna untuk melatih dan menambah pengetahuan para peserta latihan, khususnya awak pesawat tentang cara-cara mempertahankan hidup dari kesulitan-kesulitan yang ditemui bila mengalami keadaan darurat dalam melaksanakan tugas operasi.
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio

Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


Dengan selesainya latihan ini, lanjut Danlanud, maka harus dilakukan evaluasi tentang keseluruhan pelaksanaan latihan survival dan juga dicari faktor-faktor yang menghambat dalam latihan sehingga dimasa mendatang latihan ini dapat meningkat mutunya.

“Dengan berakhirnya latihan survival ini maka para peserta telah mempunyai tambahan pengalaman yang berguna dalam pemantapan disiplin, ilmu taktik dan ketahanan mental serta fisik dalam melaksanakan survival dasar,” jelas Danlanud.

Ditempat yang sama, Danskadron Udara 1 menambahkan latihan survival yang berlangsung selama dua hari dapat berjalan dengan lancar dan aman serta telah sesuai dengan skenario latihan. “Pencapaian ini berkat kerja keras dan kerjasama yang baik dari semua personel yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam latihan survival ini,” pungkasnya.

Salah seorang peserta latihan, Nindya (22) sangat berterima kasih kepada Lanud Supadio yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk mengikuti latihan survival. “Saya senang dan bangga dapat ikut latihan survival ini karena ini pengalaman pertama dan sangat berharga. Semoga anggota Menwa dapat dikutkan lagi dalam latihan survival yang akan datang,” ujar anggota Menwa Mahapura. (Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio)

SIMPLYASEP.COM Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio menggelar Latihan Survival Dasar “Alap Mandau-20” Tahun Anggaran 2020. Latihan yang berlangsung selama dua hari dibuka secara resmi oleh Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama (Marsma) TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M di Main Apron Lanud Supadio, Kamis (13/2/2020). Pembukaan latihan ditandai dengan pemasangan pita tanda peserta dan pelatih Latihan Survival Dasar. Peserta latihan terdiri dari puluhan Perwira Pertama (Pama) gabungan dari Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Resimen Mahasiswa (Menwa) dari Universitas Tanjungpura dan Pramuka Saka Dirgantara.

Danlanud Supadio Marsma TNI Palito Sitorus mengatakan pada dasarnya latihan survival ini rutin dilaksanakan yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan fisik dan mental awak pesawat agar mampu bertahan hidup sebelum adanya pertolongan.
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


“Latihan survival ini sangat berguna bagi para awak pesawat, bila pesawatnya berada didaerah musuh. Dalam situasi darurat secara terbatas mereka harus mampu bertahan hidup,” jelas Danlanud Supadio.

Ia menambahkan latihan ini juga merupakan bekal dasar bagi awak pesawat untuk mengikuti latihan combat survival yang dilaksanakan ditingkat Koopsau I, Jakarta. ”Survival dasar ini merupakan tahapan latihan survival sebelum mengikuti latihan survival tempur pada tingkat latihan yang lebih tinggi, sehingga pelaksanaan latihan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit,” pungkas Marsma TNI Palito Sitorus.

Baca juga Yasarini dan Lanud Supadio Gencar Promosikan PPDB SMA Pradita Dirgantara

Pada kesempatan yang sama Direktur Latihan (Dirlat) Kolonel Pnb Reka Budiarsa yang diwakili Letkol Pnb M. Amry Taufanny mengatakan dalam latihan ini melibatkan 70 personel yang bergabung sebagai Kolat, Pendukung, Wasdal, Penilai dan Pelatih. dari Batalyon 465 Paskhasau.

“Peserta latihan bukan hanya diikuti oleh perwira dijajaran Lanud Supadio namun juga diikuti oleh Menwa dari Untan dan pramuka Saka Dirgantara. Adapun materi latihan diantaranya psikologi lapangan, Sanjak (mengesan jejak) dan baca peta, penggunaan GPS dan kompas, ketrampilan lempar pisau, PPPK, caraka malam dan pengenalan Landing Craft Rubber (LCR) serta survival air,” jelas Dirlat yang kesehariannya menjabat Danwing 7 Lanud Supadio.  (Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog