Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

3 Hal Yang Unik Dari Perayaan Cap Go Meh 2019 Di Singkawang

Pengantar

Kota Singkawang merupakan salah satu kota yang berada dalam provinsi Kalimantan Barat. Kalimantan Barat memiliki luas yang hampir sama jika kota-kota di Pulau Jawa digabungkan, yakni 146 ribu kilometer persegi, atau hampir 7,53 persen luas Indonesia. Luasnya kawasan membuat Kalimantan Barat memiliki beragam kebudayaan.

Untuk menuju ke kota Singkawang, jika anda menggunakan pesawat udara, tiba di Bandara Internasional Supadio, kemudian dari Bandara Supadio bisa langsung melunucr ke kota Singkawang melalui jalur darat yang sangat baik kondisi jalannya.  Di sarankan sebaiknya memulai perjalanan sejak pagi hari karena perjalanan ke Singkawang memakan waktu selama kurang lebih empat jam jika tidak macet. Dari perkiraan dalam peta maka perkiraan jarak perjalanan dari Pontianak ke Singkawang berjarak sejauh 151 kilometer.

Singkawang disebut Kota Sejuta Klenteng, karena banyaknya bangunan klenteng atau vihara sebagai tempat beribadah pemeluk agama Buddha di sana. Sesampainya di Singkawang, vihara yang wajib dikunjungi ialah Vihara Tri Dharma Bumi Raya. 

Jika pengunjung sudah berada di tempat ini, maka oleh sang penjaga yang berusia lanjut yang berttugas di sana akan meminda pengunjung untuk mengocok kaleng yang berisikan tongkat-tongkat kayu dengan nomor sampai jatuh sendiri ke lantai.  Tongkat kayu yang telah jatuh ke lantai dianggap sebagai pilihan, lalu nomornya dicocokan dengan makna pesan dalam buku kitab yang diyakini sang penjaga

3 Hal Yang Unik Dari Perayaan Cap Go Meh 2019 Di Singkawang


Apakah anda sudah melihat langsung perayaan Festival Cap Go Meh Singkawang tahun 2019 ini? Jika jawabannya “tidak” atau “belum”, pastikan anda dan keluarga untuk merenca?nakan datang dan menyaksikan langsung festival kolosal ini tahun depan.

Pada tahun 2019 ini Festival Cap Go Meh Singkawang berlangsung sangat meriah hingga sempat menjadi trending topik di Twitter dengan tagar #CapGoMehSingkawang2019 


Apa yang membuat festival kolosal yang begitu memikat para wisatawan dalam dan luar negeri ini berikut ini adalah beberapa keunikannya antara lain

Pertama, Masuk Dalam Agenda Wisata Nasional

Festival Cap Go Meh tahun 2019 yang berlangsung di Kota Singkawang dan sudah menjadi salah satu agenda highlight wisata kota Singkawang ini sudah tercatat dan masuk dalam Calendar Of Event (CoE) Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Hal ini dikarenakan Festival Cap Go Meh Singkawang ini berada satu paket dengan perayaan tahun baru Imlek 2570. 


Selain itu beberapa ciri khas daripada Perayaan Cap Go Meh yang dikenal saat ini sebagai penutupan Tahun Baru China di Singkawang selalu mendapat sambutan hangat dari warga sekitarnya, dan bahkan warga lainnya dari seluruh Kalimantan Barat berbondong bondong menyaksikan pagelaran seni budaya percampuran dari budaya Tionghoa, Daya yang berpadu secara harmosnis menjadikan Festival Cap Go Meh Singkawang 2019 ini juga banyak memikat wisatawan manca negara untuk datang ke kota Singkawang


Seperti yang dilansir oleh KOMPAS COM yang pernah menuliskan laporan tentang penyelenggaraan Festival Cap Go Meh Singkawang tahun 2018 yang berhasil mendatangkan banyak kunjungan sehingga tingkat okupansi hotel dan penginapan yang menunjukkan grafik yang tinggi.  Hal ini jelas membuktikan daya tarik yang luar biasa dari 
penyelenggaraan Festival Cap Go Meh Singkawang ini.

Kedua, Hadirnya Atraksi Tatung Yang Spektakuler
Dalam setiap perayaan Cap Go Meh di Singkawang, atraksi Tatung merupakan atraksi yang paling ditunggu tunggu oleh para penonton yang datang berbondong bondong dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.  Tatung itu sendiri merupakan hasil peleburan budaya China dengan Dayakpribumi, sehingga tidak heran jika dalam setiap pementasananya, para Tatung dari masyarakat Dayak pun ikut mengikuti  memeriahkan perayaan Cap Go Meh di Singkawang.

Aksi berbahaya dari Tatung inilah yang paling ditunggu tunggu oleh warga kota Singkawang pada khususnya, dan seluruh wisatawan yang datang dari berbagai penjuru tanah air yang tumpah ruah di kota Singkawang menyaksikan Perayaan Cap Go Meh ini.   Kata 'tatung' sendiri berasal dari bahasa Hakka, yang berarti roh, dan sebetulnya para Tatung adalah manusia biasa yang menyediakan dirinya sebagai media atau perantara Roh.  Para Tatung dalam aksinya diyakni memang sengaja sedang dirasuki roh dewa

Seperti yang sudaH disebutkan di atas banyak adegan adegan atau atraksi berbahaya yang dilakukan para Tatung saat beraksi saat tubuhnya dimasuki oleh Roh Dewa antara lain misalnya menusuk kedua pipi dengan besi, berdiri di atas pedang tajam, dan berbagau atrakksi berbahaya lain sebagainya. Anda sangat disarankan untuk tidak meniru dan melakukan adegan berbahaya para Tatung ini dirumah. Jangan sekali sekali untuk mencobanya di rumah. Dari foto foto yang beredar di dunia maya, foto foto para Tatung memang sangat graphic dan cukup mengerikan. 

Hal ini dikarenakan badan atau fisik daripada sang Tatung saat beraksi berfungsi sebagai "mediator" atau "perantara" antara Roh Leluhur dengan manusia.  Yang menjadi Tatung juga tidak bisa sembarang orang, selain harus mampu membacakan mantera yang diyakini keampuhannya dalam mendatangkan kekebalan tubuh dari benda tajam. Namun tidak jarang aksi para Tatung ini juga menimbulkan insiden.  Pernah suatu ketika sang Tatung belum benar benar tubuhnya secara penuh dirasuki Roh, sehingga tubuhnya terluka parah saat benda tajam menghujam menusuk anggota tubuhnya,

Atraksi Tatung inilah yang menjadi daya tarik kedua dari 3 Hal Yang Unik Dari Perayaan Cap Go Meh 2019 Di Singkawang Atraksi Tatung yang berbahaya, mendebarkan sekaligus memukau itu konon hanya bisa ditemukan di kota Singkawang yang masyarakatnya merayakan Cap Go Meh dan pusatnya berada di kota Singkawang. Uniknya di sini bahwa seorang Tatung tidak terbatas oleh laki laki dewasa saja yang kita kenal sekarang ini namun juga bisa dilakukan oleh anak-anak dan wanita. Hal ini yang menjadikan perayaan Cap Go Meh Singkawang 2019 ini terasa begitu istimewa.


BERBAHAYA : Seorang Tatung menusuk pipinya dengan benda tajam saat beraksi. Tatung ini diyakini sedamg dirasuki roh Dewa sehingga memiliki kemampuan khusus beruba kekebalan. Jangan ditiru. Foto IST
BERBAHAYA : Seorang Tatung menusuk pipinya dengan benda tajam saat beraksi. Tatung ini diyakini sedamg dirasuki roh Dewa sehingga memiliki kemampuan khusus beruba kekebalan. Jangan ditiru. Foto IST

|
Tidak hanya lelaki dewasa saja yang menjadi tatung, tetapi juga ada anak-anak dan wanita
WANITA : Tidak hanya lelaki dewasa saja yang menjadi tatung, tetapi juga ada anak-anak dan wanita.  Foto Istimewa

LAMPION INDAH : Semarak lampion menghiasi di atas jalan jalan di kota Singkawang pada puncak acara perayaan Cap Go Meh Singkawang 2019 yang baru lalu. Foto IST
LAMPION INDAH : Semarak lampion menghiasi di atas jalan jalan di kota Singkawang pada puncak acara perayaan Cap Go Meh Singkawang 2019 yang baru lalu. Foto IST
 caption

Ketiga, Festival Lampion Yang Memukau
Yang ketiga yang unik dari penyelenggaraan Festival Cap Go Meh Singkawang 2019 ini adalah Festival Lampion yang indah mempesona setiap mata yang memandangnya. Lampion yang dalam bahasa Inggrisnya berarti Lantern g dikenal
 sebagai Festival Lentera menandai berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama berminggu-minggu dengan perayaan klimaks di SIngkawang 

Tahukah anda apa 
Makna dan filosofi budaya yang tersirat dari penyelenggaraan Festival Lampion pada puncak perayaan Cap Go Meh Singkawang 2019 ini" 

Orang-orang yang bersuka ria saat merayakan Festival Lampion ini hal ini dikarenakan berbagai alasan, dan ada banyak sekali interpretasi dan pemahaman tentang perayaan Festival Lampion pada puncak penyelanggaraan Festival Cap Go Meh Singkawang 2019 ini.

Konon di masa lampau sejarah mencatat bahwa saat Festival Lampion ini baru muncul, 
 asal-usul perayaan itu dianggap memiilki kontribusi pengaruh dari Buddha.  Sejak jaman Kaisar Ming dari Han konon mengetahui para biksu yang menyalakan lampu Lampion ini demi untuk menghormati Buddha.  Raja saat memerintahkan agar semua kuil, rumah tangga, dan istana kerajaan Tiongkok melakukan hal yang sama.

Sementara banyak pengamat modern tidak lagi mempertahankan aspek keagamaan namun lebih mengedepankan dari sisi hiburan. Kini di era Milenial sekarang ini orang masih tetap mempertahankan tradisi menyalakan Lampion sebagai bagian dari tradisi IMLEK sedangkan di sisi lain faktor entertainment (Hiburan) juga tidak kalah mengemuka dan lebih diminati. 

Orang-orang menyalakan lampion dengan segala bentuk dan ukuran untuk berbagai alasan antara lain
 memohon keberuntungan, menghormati anggota keluarga, menghormati suatu hubungan dan banyak lagi. Beberapa orang juga menulis teka-teki untuk dilampirkan pada lampion mereka untuk menambah kesenangan, dan yang lain bahkan ada yang menulis catatan cinta.

Sementara itu unsur hiburan dari Festival Lampion ini juga berarti liburan memiliki banyak arti, yang pada umumnya dianggap sebagai kesempatan yang menyenangkan untuk dibagikan dengan keluarga - banyak di antaranya menandai hari itu dengan hidangan liburan yang menampilkan hidangan yang lezat dan menggugah cita rasa seperti Kue Keranjang, Lontong, Onde Onde yang umum tersedia dalam setiap perayaan IMLEK dan Cap Go Meh Di Singkawang (Dari Berbagai Sumber)




Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Kreasi Konten Blog dengan Tema "Pesona Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019" yang diselenggarakan oleh Genpi Kota Singkawang Tahun 2019







Referensi






No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog