Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

TIPS Menegur Anak Buah atau Karyawan

www.simplyasep.com  Apakah anda mempunyai pegawai atau karyawan yang bekerja untuk perusahaan anda saat sekarang ini?. Jumlah pegawai anda sedikit atau banyak tidak menjadi ukuran bagi anda sebagai direktur atau pimpinan perusahaan untuk melakukan pembinaan terhadap pegawai atau anak buah anda. Salah satu bentuk pembinaan itu antara lain dengan teguran atau melakukan teguran kepada anak buah atau karyawan anda saat mereka melakukan kesalahan atau melakukan pekerjaan diluar prosedur yang sudah ditetapkan.

Bagaimanapun anda sebagai pimpinan perusahaan atau Direktur tentu mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan teguran kepada bawahan atau anak buah anda.

Pada umumnya teguran yang disampaikan itu melalui beberapa tahapan bisa juga tidak melalui berbagai tahapan sebagaimana prosedur standar yang umumnya dilakukan banyak perusahaan di Indonesia : Pertama, Teguran pertama atau peringatan pertama, Kedua, Teguran Kedua keras disertai dengan ancaman sanksi yang lebih keras, dan Ketiga, adalah pemutusan hubungan kerja (PHK).


ILUSTRASI : Seorang bos berhak menegur anak buah atau karyawannya jika kedapatan melakukan kesalahan.  Foto Asep Haryono
ILUSTRASI : Seorang bos berhak menegur anak buah atau karyawannya jika kedapatan melakukan kesalahan.  Foto Asep Haryono


Jika kesalahan pegawai atau anak buah anda sudah melampaui batas kewajaran makan PHK bisa langsung dijatuhkan. Tentunya ada konsekuensi logisnya jika terjadi Pemutusan Hubungan Pekerjaan (PHK) maka sang Bos atau pemimpin perusahaan harus mengeluarkan pesangon sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan di Indonesia. Nah jika anda harus menegur anak buah atau karyawan anda ada TIPS nya. Nah berikut adalah TIPS Menegur Anak Buah yang bisa anda coba terapkan

1. Kumpulkan Informasi Akurat. Dalam menegur seseorang apalagi itu adalah pegawai atau anak buah anda sendiri, maka anda sebagai pimpinan perusahaan atau bos seharusnya memiliki alasan dan informasi yang akurat terhadap anak buah yang menurut anda sudah melakukan kesalahan hingga layak untuk ditegur.

Sebab jika anda tidak memiliki alasan atau informasi yang akurat , anda dapat dianggap sebagai pimpinan perusahaan atau bos yang otoriter dan bertindak sewenang wenang terhadap bawahan. Anda bisa dituntut balik oleh anak buah anda. Ingatlah jangan anggap pegawai atau karyawan anda sebagai orang dungu. Pegawai atau karyawan jaman now lebih paham seluk belum manajemen perusahaan jadi anda juga harus ingat hal itu

2. Tunggu Sampai Terjadi Pelanggaran. Dalam menegur seseorang apalagi itu adalah pegawai atau anak buah anda sendiri, maka tunggu saat yang tepat, momen yang tepat yakni saat terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anak buah atau karyawan anda. Anda tidak perlu menunggu hingga terkumpul semua bukti bukti yang sah dan meyakinkan seperti layaknya dalam sebuah sidang pengadilan yang mengadili terdakwa yang akan dijatuhkan sanksi hukuman penjara.

3. Peneguran Dilakukan Secara Personal. Jangan karena anda merasa sebagai pimpinan perusahaan atau bos , anda bisa seenaknya melakukan teguran kepada seorang anak buah atau pegawai anda dihadapan para karyawan lain. Anda sebaiknya tidak melakukan perbuatan yang bisa dianggap sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan walaupun anda memang punya HAK dan KEWAJIBAN untuk melakukan teguran kepada anak buah atau pegawai anda. Jangan permakukan pegawai anda dimata pegawai lainnya apalagi anda dengan entengnya mengeluarkan kata kata hinaan, celaan, atau cibiran maupun kata kata yang menyakitkan.

Ingatlah pegawai anda adalah manusia juga seperti halnya anda. Jadi saat dilakukan peneguran , maka lakukanlah secafra personal atau empat pasang mata antara anda dan anak buah anda.

4. Fokus Pada Masalah atau Persoalan. Anda sebagai bos atau pemimpin perusahaan dalam melakukan teguran kepada anak buah atau pegawai sebaiknya tidak melenceng dari persoalan atau masalah pokoknya. Ini bisa berarti anda sebagai Bos Perusahaan sebaiknya tidak mengait ngaitkan atau menyinggung hal hal lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan masalah pokoknya.

Misalnya saja anda menegur anak buah anda karena sering datang terlambat masuk kantor, lalu anda menegur dia lagi atas beberapa kesalahan lainnya yang dilakukan pegawai tersebut seperti meja kantor berantakan, atau menumpahkan kopi dan lain sebagainya yang dilakukan oleh anak buah anda itu.

Jangan mengaitkan hal hal yang sama sekali tidak berkaitan dengan masalah pokok atau menyinggung masalah lain yang sudah tutup buku. Sebab jika itu anda lakukan, maka anda akan dianggap sebagai bos perusahaan yang suka mengungkit ngungkit kesalahan masa lalu pegawai anda, dan ini bisa berakibat fatal bagi anda,. Anda akan terkesan sebagai bos perusahaan yang menaruh dendam atau pendendam. Anda mau disebut demikian? Jika anda berpikiran sehat tentu tidak akan mau

Masih ada beberapa TIPS Menegur Anak Buah lainnya yang juga tidak kalah pentingnya untuk anda perhatikan sebagai seorang pimpinan perusahaan atau Bos Perusahaan. Misalnya saat anda melakukan peneguran, maka lakukanlah di saat anda merasa tenang dan damai, dan jangan dilakukan pada saat EMOSI anda memuncak dan meluap luap. Yakinlah jika anda sudah merasa tenang dan damai, maka teguran yang anda sampaikan kepada anak buah anda akan lebih fokus, memperhatikan asas keadilan dan juga lebih obyektif.

Dengarkan Pembelaannya, Lakukan Komitmen Perbaikan dan Berikan Solusi. Seperti halnya dalam sebuah sidang. Terdakwa pun didampingi oleh para pengacaranya, para pembelanya.

Jadi pegawai yang anda tegur itu juga berhak menyampaikan pembelaannya, dengarkan dahulu alasan dia mengapa sampai dia melakukan pelanggaran sehingga mendapat teguran dari anda. Komitmen perbaikan. Saat anda sudah melakukan teguran kepada anak buah atau pegawai anda, bicarakan kepadanya komitmen untuk perbaikan diri untuk berikutnya. Sampaikan harapan anda, target perusahaan atau visi perbaikan yang akan dilakukan oleh pegawai yang ada tegur itu. Jika setelah peneguran ternyata terjadi lagi pelanggaran maka keputusan sepenuhnya berada di tangan nda.

Sebagai penutup, Berikan SOLUSI. Ini bisa berarti anda tidak saja melakukan teguran kepada anak buah anda atas pelanggaran yang dibuat, namun sertai juga dengan SOLUSI atau jalan keluarnya. Katakana kepada pegawai anda itu, apa yang anda inginkan. Jangan sampai pegawai atau anak buah anda kembali melakukan kesalahan karena mereka tidak tau apa yang menjadi keinginan dan kemauan anda sebagai bos perusahaan. Selamat mencoba. (Dari Berbagai Sumber)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog