Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Pacri Nanas

www.simplyasep.com  Bagi masyarakat di daeah Pangkal Pinang, Kepulauan Riau, Pulau Sumatera, Pelembang, Banjarmasin, Aceh dan Pontianak, khususnya bagi warga Melayu menu hidangan Pacri Nanas sangatlah populer dan menjadi ciri khas kuliner Masyarakat Melayu Nusantara. Mungkin bagi pembaca yang belum mengetahui seperti apa hidangan Pacri Nanas itu adalah sebuah menu masakan khas Melayu dengan bahan dasar buah Nanas.  Ya buah Nanas.

Buah Nanas selama ini memang identik sebagai salah satu komponen untuk membuat rujak (Rujak Ulek juga sangat terkenal di Pontianak-red) adalah hal yang biasa.  Buah nanas dibuat selai nanas (Pineapple Jam) juga sudah biasa. Namun bagaimana jika buah nanas menjadi lauk temannnya Nasi? Temuan baru? Oh sama sekali tidak.

Bagi masyarakat Melayu seperti yang saya sebut di atas, buah Nanas menjadi salah satu pelengkap untuk membuat hidangan khas Pacri Nenas dengan menggunakan bahan bahan tertentu, bumbu bumbu nan khas serta aneka rempah rempah menjadikan hidangan Pacri Nanas ini bisa disandingkan dengan Nasi atau bahkan menjadi lauk Nasi. Konon menu Pacri Nanas ini umum disajikan untuk berbagai acara seperti khitanan , pernikahan, syukuran dan berbagai acara keluarga lainnya.

Bagi para pembaca yang penasaran bagaiamana cara membuat hidangan khas Melayu yang bernana Pacri Nanas ini, para pembaca bisa langsung mencarinya di Internet dengan kata kunci "Pacri Nanas" atau "Pacri Nenas" maka akan ada puluan resep cara membuat masakan Pacri Nanas yang lezat, gurih, dan nikmat.   Sayang sekali walaupun saya sudah puluhan tahun menetap di Pontianak (Ibukota provinsi Kalimantan Barat), saya masih tidak mampu menikmati menu khas Melayu yang bernama Pacri Nanas ini.


PACRI NANAS : Salah satu pinggan menu di atas adalah pacri nanas yang saya kira adalah sarden.  Saya tidak dapat menikmati menu Pacri Nanas ini sampai sekarang. Foto Asep Haryono
PACRI NANAS : Salah satu pinggan menu di atas adalah pacri nanas yang saya kira adalah sarden. Di sebelah kiri atas sebelah kiri piring menu Telur sambal. Saya tidak dapat menikmati menu Pacri Nanas ini sampai sekarang. Foto Asep Haryono


Tidak Tahan Aroma Kuat Pacri Nanas
Saya sebelumnya minta maaf bagi para pecinta hidangan khas Melayu Pacri Nanas ini, karena walaupun sudah puluhan tahun menetap di kota Pontianak (Sejak tahun 1990 saya sudah di kota Pontianak sampai saat tulisan ini dipublish di blog-red) saya masih belum dapat menikmat Pacri Nanas. Salah satu penyebab saya tidak tahan dengan Pacri Nanas ini adalah aroma dan rasanya yang sangat tajam bagi lidah saya.

Pengalaman terbaru adalah saat saya menghadiri undangan salah seorang tetangga di komplek saya, undangan karena pemilik rumah akan berangkat untuk Umrah, jadi kita kita para warga Komplek diundang untuk syukuran, baca doa dan Yasinan.

Nah salah satu menu yang disajikan ini,m menu nasi lengkap dengan lauk pauknya terdapat Pacri Nanas yang saya kira adalah menu Ikan Sarden karena warnanya yang merah dan mengkilap. Menu yang saya kira Sarden itu ada di pinggan yang saya terima di lingkaran tempat duduk saya bersama sama dengan beberapa warga lainnya. Lihat fotonya di atas

Saat saya sudah mengambil nasi putih, dan lauk pauknya, dan pandangan mata saya tertumbuk pada sepiring Ikan Sarden (Ya memang menunya ikan Sarden yang saya suka namun saya tidak menyangka kalau dalam menu Ikan Sarden itu terdapat bumbu Pacri Nanas-red). Saya pun menyauknya dan mengambilnya beberapa sendok dan menaburkannya di atas nasi saya, Namun begitu sesuap nasi saya makan, perut saya langsung bereaksi menolaknya. Nasi yang setengah sudah tersiram Sarden berPacri Nanas itu tidak saya makan, saya sisihkan separuhnya.

Saya melihat teman teman selingkaran tempat saya duduk begitu lahap menikmati hidangan yang ada Pacri Nanasnya ini. Bahkan mereka menyauk dan mengambil berkali kali. Terlihat jelas dari seringai wajah mereka yang sumringah dan ke-pedasan terasa nikmat sekali menu Ikan Sarden ber Pacri Nanas ini dan itu saya melihat dengan jelas. Bagi pecinta Pacri Nanas tentu sangat membahagiakan. Khasnya Pacri Nenas terasa dari aroma campuran wangi, Gurih dan kelapa sangrainya. Mereka suka Pacri Nanas, saya tidak. Sele++ra memang tidak dapat diperdebatkan.

Adakah cara lain agar saya bisa sepertti mereka, bisa dengan lahap menikmati Pacri Nanas ini misalnya dengan menghilangkan aroma dan cita rasanya yang bagi lidah saya sangat keras dan tajam. Saya tidak tau sampai kapan ini terus terjadi saat saya berhadapan dengan menu Pacri Nanas ini. Ini menjadi masalah buat saya saat ini terhadap menu Pacri Nanas ini. Ada saran?
(Asep Haryono)

2 comments:

  1. lama gak main ke seni, masih eksis juga bro satu ini rupanya. ngomongin pacri nanas bolehlah di kirim mas bro. heee lumayan doyan juga saya dengan makanan ini. salam sahabat mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mbah Dinan: duh duh saya jadi malu dikunjungi lebih dulu sama mbah Dinan. Hiehiheiheie. Sudah lebih dari 1 tahun saya fokus optimadsi SEO dari blog saya gitu mbah, cape juga rasanya sudah mau nyerah. Terima kasih sudah mengingatkan. Insya Allah saya segera berkunjung ke blog mbah Dinan lagi seperti dulu lagi. In syaa Allah

      Delete

Obrigada pela visita.. Não deixe de expressar sua opinião. Seu comentário é muito importante pra mim :)

Vielen Dank für Ihren Besuch. Sagen Sie Ihre Meinung. Ihr Kommentar ist mir sehr wichtig

Grazie per la tua visita .. Assicurati di esprimere la tua opinione. Il tuo commento è molto importante per me

Merci pour votre visite .. Assurez-vous d'exprimer votre opinion. Votre commentaire est très important pour moi

Spasibo za vash vizit. Obyazatel'no vyskazhite svoye mneniye. Vash kommentariy ochen' vazhen dlya menya

Thank you for your visit.. Be sure to express your opinion. Your comment is very important to me :)

Terima kasih atas kunjungan anda. Pastikan untuk mengekspresikan pendapat Anda.

Komentar Anda sangat penting bagi saya :)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog