Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Teguh "Iloek" Tesa, Where Are You ?

simplyasep.com  Saya punya sahabat lama bernama Teguh Tesa atau akrab disapa dengan panggilan "Iloek". Terakhir saya berjumpa dengan Iloek sekitar tahun 2001 saat saya masih bekerja di salah satu Harian di kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat.  Biar tidak penasaran, saya sudah sertakan dokumen saya satu satunya di salam tulisan ini. Ini dia fotonya di bawah ini


KENANGAN : Saya (Kanan) bersama Iloek. Foto ini diambil sekitar tahun 2001 saat saya masih bekerja di salah satu media cetak di kota Pontianak. Foto IST
KENANGAN : Saya (Kanan) bersama Iloek. Foto ini diambil sekitar tahun 2001 saat saya masih bekerja di salah satu media cetak di kota Pontianak. Foto IST


Kilas Balik Pertemuan
Ketika saya dan kawan kawan di Senat Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura Pontianak mengadakan Titian Muhibah dan Kunjungan Seni Budaya ke ITM Kuching, Sarawak, Malaysia Timur tanggal 1 - 12 Februari 1994 yang lalu, dalam sebuah kunjungan ke DBKU (Dewan Badaraya Kuching Utara) saya berjumpa dengan abangnya Ending Panglima.

Pada awalnya memang tidak tau kalau Staf DBKU itu adalah kakak kandung dari sahabat saya itu.  Nah saat saya mengobrol santai dengan Ending Panglima akhirnya dia pun bercerita kalau dirinya memiliki seorang adik kandung yang saat itu kuliah di Fakultas Ekonomi (FEKON) Universitas Tanjungpura Pontianak yang bernama Teguh Tesa.  Ending Panglima meminta saya jika ada waktu luang silahkan temui saja adiknya.  Saya pun menyimak perkataannya baik baik. "Insya Allah" jawab saya saat itu

Singkat cerita, setelah program lawatan ke ITM Sarawak Malaysia itu selesai, dan kami semua kembali ke kampus,  tidak butuh waktu lama saya berhasil menemui adiknya yang berkuliah di FEKON UNTAN Pontianak. Karena Fakultas saya waktu itu memang berdekatan dengan Kampus FEKON UNTAN.  Bisa dibilang jaraknya hanya selemparan batu.   

Teguh Tesa pun terlibat obrolan santai dengan saya saat itu, dan akhirnya lama lama kami bersahabat.  Teguh Tesa lebih senang disapa dengan sebutan "Iloek". Saya tidak tau apakah ini nama kecilnya, nama kesayangan dari kedua orang tuanya.  I am not sure. I don't  know. Dan sejak pertemuan itulah saya akrab menyapanya dengan sebutan Iloek daripada nama formal aselinya yakni Teguh Tesa.   Selidik punya selidik ternyata adik kakak Ending Panglima dan Iloek ini memiliki orang tua di Kuching, Malaysia

Saya waktu itu ngekos di Jalan Tanjung Sari, Pontianak. Rumah keluarga Drs.Sabirin (Kasubag Fakultas Hukum UNTAN Pontianak saat itu-red). Sedangkan Iloek ngekos di Jalan atau Gang Media. Saya pernah berkunjung di kosan milik Iloek di Gang Media itu yang menurut saya saat itu termasuk kosan elit dengan tarif sewa kamarnya bisa di atas 300 ribuan perbulan.  Tahun 1994, harga 300 ribu per buan sewa kos termasuk paling mahal. Kosan saya sendiri aja "hanya" sebesar Rp.25.000,- per bulan.   Jauh bukan

Lost Contact
Waktu berjalan dengan cepatnya, saat saya bekerja di salah satu harian terkemuka di Pontianak, I came across him eventually (saya berjumpa tidak sengaja dengannya) dan kesempatan berharga itu tidak saya sia siakan dengan mengambil foto selfie. Jadi sejak tahun 2001 foto foto sendiri atau SwaFoto memang sudah dikenal, namun tidak se booming sekarang ini.


Nah iloek yang sangat fasih berbahasa Inggris kadang diselingi dengan bahasa Pontianak memang ramah. Kalau bicara dalam bahasa Inggris lisannya memang aksennya cepat, dan saya kadang kesulitan untuk mengimbangi aksennya. Tapi bahasa tidak ada kendala sama sekali. Dalam obrolan santai saat itu saya sempat kemukakan ingin sekali menengok orang tua Iloek di Kuching mungkin sebagaii Turis dan diia pun mengamini

Sejak itulah saya loss contact (kehilangan kontak) dengan Teguh "Iloek" Tesa hingga beberapa tahun kemudian.  Saya sempat gembira karena akun Instagram saya di beri jempol "like" oleh Iloek.  Owaww ternyata Iloek juga ada di Instagram, saya pun buru buru "memburu" nya dan mengontaknya melalui saluran Direct Message (DM) namun satu pun belum di reply atau merespon. Akunnya pun pasif hingga bertahun tahun lamanya. Saya pun galau lagi. Saya hubungi di Facebook juga tidak aktif akun FBnya jarang di update. Saya jadi bingun harus cari kemana lagi Iloek.

Melalui kesempatan ini saya meminta bantuan kawan kawan blogger, netizen, atau siapa saja termasuk kawan kawan Kampus UNTAN (alumni FEKON UNTAN angkatan 90 an) yang kebetulan mengenali Teguh Tesa atau Iloek yang fotonya saya pasang di bagian atas ini untuk sudi memberi kabar kepada saya baik melalui WA, SMS, Email atau melalui kolom komentar di sini.  Atas bantuannya tidak lupa saya mengiudapkan banyak terima kasih. (
Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog