Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Ketika Bank Salah Transfer Gaji

www.simplyasep.com  Bank salah transfer gaji? Mengapa tidak. Kejadian ini benar benar terjadi baru baru ini saya alami sendiri.  Saya tidak dapat menyebut nama Bank dan nama nasabah nya untuk alasan privacy dan juga untuk menghindari dugaan tulisan saya mengandung unsur pencemaran nama baik dan atau ujaran kebencian.  Kejadiannya pada tanggal 3 Desember 2018 yang lalu di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kronologis Peristiwanya
KHari itu saya memang "bertugas" mengambil gaji istri yang saat itu sedang menempuh suatu kegiatan di salah satu perguruan tinggi di kota Malang, Jawa Timur. Hari itu saya mengambil gaji untuk bulan yang ketiganya. 

Penarikan gaji di dua bulan sebelumnya (Oktober dan November 2018-red) berlangsung lancar. Karena saya yang mewakili nasabahnya, maka sesuai dengan syarat dan ketentuannya: Pertama saya harus melengkapi dengan Surat Kuasa bermaterai Rp.6000,- di slip penarikan Gaji yang sudah ditanda tangani oleh nasabah, dan kedua, juga Kartu Tanda Pengenal (KTP) nasabah dan saya sendiri yang mewakilinya.  Penarikan Gaji yang saya wakili untuk dua bulan sebelumnya itu berlangsung lancar, aman terkendali


Pada penarikan Gaji di bulan Desember 2018 terjadi insiden Salah Transfer Gaji dalam bentuk nominalnya.   Bermula saat saya ingin mengetahui saldo akhir di buku Tabungan dengan cara mencetaknya (print) terlebih dahulu, saya kaget karena nominal angka yang tercetak di dalam buku Tabungan nasabah berkali kali lipat dari nominal seperti biasanya. 

Sebelum saya tarik melalui Petugas Teller di Bank Tersebut, saya mengonfirmasikan kepada nasabah (istri) apakah benar Nominal yang tercetak di buku Tabungannya itu.  Bahlan nasabah (istri) pun juga tidak tau dan bingung mengapa bisa sebesar itu.   Istri saya yang merupakan pemilik Buku Tabungan yang penarikan gajinya saya wakili juga bingung, dan dia pun menanyakan di group WA nya  juga banyak yang pada bingung mengapa bisa sebanyak itu.   Kecurigaan nasabah sudah muncul.

Saya selaku yang mewakili nasabah pun dengan tenang menuliskan angka Nominal di slip Penarikan.   Saya menarik tidak seluruhnya. Hanya sekitar 80 persen dari Nilai yang tercetak di buku Tabungan nasabah hari itu. Seluruh uang itu kemudian saya transfer lagi ke rekening istri di Bank yang berbeda dan diterima dengan selamat hari itu juga.   Transfer antar Bank melalui Anjungan Tunai Mandiri hanya perlu kurang dari 1 menit akan sampai ke tujuan mana pun di seluruh Indonesia

Nah pada ke esokan harinya (Selasa, 4 Desember 2018) saya kembali ke kantor Bank tersebut untuk menarik "sisa" Gaji nasabah yang tercetak dibuku Tabungan.  Betapa kagetnya ketika salah seorang petugas (pria) di Bank Tersebut dengan lantang meneriakan nama Nasabah (Nama istri) saya di antara kerumunan nasabah lainnya di ruangan itu yang sedang mengantri giliran di panggil berdasarkan Nomor Antrian.

Ketika Petugas tau bahwa yang mengambil Gaji nasabah ternyata saya (suaminya) maka saya pun diminta duduk di meja sang petugas yang ternyata bagian urusan approve gaji.   Dengan sedikit gugup, petugas itu menjelaskan bahwa Bank SALAH TRANSFER gaji, dan saya selaku yang mewakili nasabah diminta untuk segera mengembalikan dana yang sudah ditrarik dengan cara mentransfer kembali jumlah UANG yang sudah ditarik saat itu juga kepada pihak Bank. 

Petugas urusan Approve Gaji dari Bank itu  pun menyampaikan "ancaman" nya jika tidak dapat dikembalikan pada saat itu juga Nasabah yang saya wakili pengambilan gajinya (istri) akan kena penalty dan mendapat predikat "Kredit Macet" yang bisa berakibat fatal kelak dikemudian hari 


Ilustrasi Tumpukan Uang. Gambar dari Internet
Ilustrasi Tumpukan Uang. Gambar dari Internet


Jangan Terulang Salah Transfer Gaji Lagi
Bank jelas melakukan kesalahan transfer Gaji.  Ini jelas bukan kesalahan nasabah.  Ini memang sudah dirasakan oleh Nasabah, karena jumlah nominalnya tidak wajar. Kecurigaan nasabah (istri) akhirnya benar benar terjadi.   Bank Salah Transfe Gaji. Inilah momen sibuknya saya saat itu. 

Bagiamana tidak repot, saya harus mengontak Nasabah (istri) di Jawa Timur melalui saluran WA, karena untuk telepon langsung saat itu ada gangguan jaringan. Hari sudah hampir sore mendekati pukul 17.00 WIB dan saya seperti "pesakitan" di Bank Tersebut.  Bisa dibayangkan betapa repotnya kami hari itu harus MENGEMBALIKAN Dana tersebut sore itu juga.  Namun alhamdulilah dimenit menit terakhir seluruh DANA yang sudah ditarik berhasil dikembalikan ke Bank tersebut melalui mekanisme transfer. 

Apakah bank tidak mau tau betapa repotnya kami sore itu. Bagaimana kalau dana yang sudah ditarik ternyata sudah terpakai semua misalnya. Ini misalnya loh.  Kisah nasabah yang KAYA sekejap gara gara Banki Salah transfer.

Terus terang saja kami mentertawakan kinerja Bank tersebut. Bank secanggih itu masih juga salah trasnfer.  Ini jelas HUMAN ERROR karena secanggih apa pun sistim pentransferan Gaji rutin tetap ada operatornya, ada manusia yang melakukan pentransferan dan seharusnya tidak boleh terjadi kesalahan transfer gaji seperti itu.   Kami nasabah yang bertanggung jawab. Bank Salah Transfer, dan kami tau itu bukan DANA Hak kami.  Kami sudah mengembalikannya kepada Pihak Bank.    Kami tau Undang Undangnya. Kami Tau hukumnya


Untuk diketahui bahwa Dalam hal terjadi kesalahan transfer oleh pihak Bank, dan pihak Bank telah menghubungi Anda untuk meminta maaf dan meminta pengembalian dana karena kekeliruan tersebut, Anda harus mengembalikan dana tersebut karena dana tersebut bukanlah hak Anda.  Penguasaan dana hasil transfer oleh seseorang yang diketahui atau patut diketahui bukan miliknya diancam pidana yang diatur dalam Pasal 85 UU No. 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana (“UU 3/2011”):

“Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (llima miliar rupiah).”

Selain itu, jika uang tersebut tidak dikembalikan, sedangkan pihak Bank telah memberitahukan kesalahan tersebut (meminta kembali), maka Anda juga dapat dituntut dengan Pasal 372 KUHP mengenai tindak pidana penggelapan.  Kami tau Undang Undangnya.  Kami paham dasar hukumnya.   Dana yang masuk ke rekening nasabah adalah kesalahan pihak BANK.   Pihak Bank yang salah transfer gaji., dan dana itu sudah dikembalikan kepada pihak BANK tanpa kurang sepeserpun.

Namun yang menjadi pertanyaan saya, adakah UU yang mengatur ancaman SANKSI nya jika Bank SALAH TRANSFER Gaji kepada nasabahnya?  Saya yakin tidak ada Undang Undangnya.  Bank dirancang untuk tidak bersalah.  Pasal 1 Bank Tidak Salah.   Pasal dua jika Bank Salah, lihatlah pasal satu.  
(Dari berbagai sumber referensi)

2 comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog