Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Dijamu Kue Kue oleh Jamaah Tabliig Dari Johor Malaysia

www.simplyasep.com  Kejadiannya pada tanggal 30 November 2018 yang lalu saat bertepatan dengan pelaksanaan Sholat Jumat. Saat itu duit di kantong memang sudah tidak ada lagi. Jangankan untuk membeli makan siang di warung, untuk beli bensin saja sudah tidak cukup lagi.

Di saat yang bersamaan saya harus menjemput pulang anak anak dari Sekolah selepas sholat Jumat. Dan untuk menghemat bensin, saya pun Jumatan di Masjid terdekat dengan salah satu sekolah anak saya, Masjid Awaludin Sungai Durian, Kubu Raya. Kalimantan Barat

Singkat cerita begitu waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, tanda waktu berkumandangnya Adzan Sholat Jumat masih sekitar 30 menit lagi, saya pun sudah tiba di plaza masjid Awaludin tersebut.  Dengan pertimbangan tertentu nama sekolah tidak dapat saya sebutkan di sini. Nah saat saya sudah memarkir kendaraan roda dua saya di parkir halaman masjid tersebut , saya pun bergegas ingin masuk ke tempat Wudhlu

Sejurus kemudian, saya berpapasan dengan seorang Jamaah Masjid dengan mengenakan gamis berwarna putih dengan celana panjang yang juga berwarna putih.  Awalnya saya menduga ini Jamaah Masjid tersebut dan atau warga yang tinggal di sekitar masjid itu berdiri.  Tadinya saya beranggapan begitu karena dari penampilan dan wajahnya yang familiar ke Indonesiaan.

Spontan saja, saya pun menyapanya dengan ramah dengan ucapan "Assalamualaikum" kepada orang itu yang saya perkirakan usianya sudah lebih dari 70 tahun.  Bisa dikatakan sudah kakek kakek dengan janggut warna hitam tipis di bawah dagunya.  Dan teryata dugaan saya meleset. 
|
Dari kosa kata dan aksen si Bapak ini adalah Melayu Malaysia. Saya sudah bisa menebak kalau ini adalah anggota Jamaah Tablig dari Malaysia (mungkin Kuching, Johor, Sabah dan sekitarnya) yang sedang melaksanakan silaturahmi atau kunjungan dari masid ke masjid selama di Pontianak.   Sayang sekali saya tidak dapat mengambil foto atau gambar bapak ini dengan pertimbangan takut dicurigai sebagai aparat atau jurnalis yang sedang memburu berita. Padahal posisi Handphone kamera saya sudah on dari tadi

ILUSTRASI : Ini adalahbukan foto yang sebenarnya. Ini foto diambil dari Google sebagai ilustrasi saja seperti inilah kira kira Rombongan Tabligh dari Maaysia yang saya temui itu.  Foto dari Internet
ILUSTRASI : Ini adalahbukan foto yang sebenarnya. Ini foto diambil dari Google sebagai ilustrasi saja seperti inilah kira kira Rombongan Tabligh dari Maaysia yang saya temui itu.  Foto dari Internet

Dijamu Kue ROMA Dan Minum Teh

Saya pun diajak masuk ke dalam sisi bangunan Masjid itu, dan ternyata di dalam bangunan atau bilik di samping masjid, terdapat beberapa lagi anggota Jamaah Tabligh yang menyertai bapak itu tadi.  Untuk menghindari kesalah pahaman bahasa, saya sengaja menggunakan Bahasa Inggris yang cukup saya kuasai untuk berkomunikasi dengan seorang yang saya duga adalah pemimpin dari Jamaah Tabligh asal Malaysia ini.

Obrolan santai pun terjadi diantara kami. Sambil duduk duduk beralasakan ubin masjid yang bersih, satu persatu anggota jamaah Tabligh dari Malaysia ini menyapa saya dengan hangat.  Dan sebagai balasannya, saya pun tidak mau kalah menyampaikan salam hangat kepada mereka. Saya hitung anggota TABLIGH Malaysia ini sekitar7 orangl   

Obrolan menjeang masuknya waktu Adzan Sholat Jumat pun berlangsung dengan santai. Mulai dari cerita bapak ini dengan rombongan Tabligh akbar dari Malaysia yang berkunjung di kota kota lain di Indoneisa juga pendapat Bapak ini tentang prilaku tamah umat ISLAM terhadap harta duniawi hingga korupsi. "Jika ada orang yang korupsi dimana saja, pejabat pejabat itu adalah tamak dan sifat tamak dan rakus harta menjadi penyebabnya" kata Bapak itu


Saya pun dijamu kue kue Biskuit Roma yang saya liat dari kemasannya adalah biskuit ROMA produksi Indonesia.  Saya mereka beli kuenya juga di Pontianak atau ditempat lain di Indonesia.  Saya juga dijamu dengan secangkir teh hangat yang saya yakin tehnya juga teh Indonesia. Saya kenal dengan sensasi rasa Teh ini yang memang mirip rasa yang sudah akrab bagi penikmat teh di Indonesia, Teh Celup


Sayang sekali saya lupa menanyakan nama pemimpin Tabligh dari Maaysia ini dan juga tidak adanya foto foto mereka.  Yang jelas mereka beranggotakan sekitar 7 orang dengan membawa banyak tas tas ransel yang disimpan di sudut ruangan.  Dari obroan saya dengan pemimpin mereka, didapat informasi bahwa sebelum mereka tour dakwah ke Pontianak, mereka juga sudah traveling ke masjid masjid di kota Riau dan juga di Bali.

"Kami bersilturahmi dengan sesama muslim di Riau dan juga Bali sebelum berangkart ke Pontianak, dan kami akan kembali ke Malaysia minggu depan" kata pemimpinnya yang sudah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indoensia.  Selidik punya selidik ternyata mereka terbang ke Indoneisa dengan menggunakan biaya sendiri, dan pesawat yang digunakan adalah Air ASIA.

Dan akhirnya Waktu tanda masuk Sholat Jumat pun segera datang, Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih atas sajian kue kue biskuit ROMA dan minuman tehnya.   Rasa lapar dan haus saya hilang saat itu juga. Alhamdulillah. Mungkin karena belum sarapan dari pagi, beberapa potong biskuit ROMA yang saya makan itu rasanya seperti menikmati sajian makanan yang terlezat di dunia.  Masya Allah nikmat sekali.  Alhamdulillah gumam saya di dalam hati

Melalui kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih sekali lagi kepada Jamaah Tabligh dari Malaysia tersebut. Selamat melaksanakan Silaturahmi ke kota kota lainnya di Indoneisa.  Terima kasih atas sajian kue kue Biskuit Roma dan Teh hangatnya yang sudah membebaskan saya dari rasa lapar siang itu. Semoga Allah SWT memberikan jalan kemudahan dalam aktifitas dakwah saudara saudaraku se iman ini.  Aamin Ya Robbal Alamin
. (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog