Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Saya Tidak Lupa Hutang Hutang Saya

www.simplyasep.com   Kalau sudah membicarakan yang namanya Uang tidak akan pernah ada habis habisnya.  Setiap orang memerlukan uang untuk keperluan hidupnya sehari hari.

Ada yang untuk keperluan usaha, berbelanja, untuk apa saja semuanya memerlukan Uang. Nyaris semua kehidupan manusia di dunia ini memerlukan uang untuk kelancarannya.  Bahkan karena uang juga lah persahabatan bisa hancur karenanya. Uang bisa membuat orang lupa daratan hingga menghalalkan segala cara, maka tidak heran kalau banyak korupsi melanda bangsa Indonesia dan itu harus kita perangi bersama sama


Nemun adakalanya sesorang itu harus berhutang.  Sengaja saya tidak mau masuk ke ranah pembahasan dalam soal agama Islam (sesuai dengan keyakinan saya-red) karena keterbatasan wawasan saya terhadap itu dan untuk menghindari artikel ini masuk dalam katagori SARA. 

Setiap orang boleh saja berhutang. Jangankan mereka yang dianggap "paling layak" berhutang yaitu keluarga yang tidak mampu, mereka yang berdasi dan bermobil mewah pun ramai ramai berhutang baik untuk hutang atas nama pribadi maupun dengan mengatas namakan institursi.  Semua syarat dan ketentuan berlaku tentunya.

Berhutang bisa menjadi tren dan gaya hidup, sayangnya saya tidak membahas hal ini.   Yang mau saya coba bagikan kali ini adalah Hutang penulis sendiri yang sampai sekarang ada beberapa yang sudah dilunasi secara mencicil, ada yang sudah lunas dan ada juga yang belum tersentuh sama sekali dalam urusan pelunasannya
Its me in the afternoon.  Foto Bearing
Its me in the afternoon.  Foto Bearing


Saya Tidak Lupa Hutang Hutang Saya
Hidiup memang keras.  Kaitannya dengan tema HUTAN dalam artikel sederhana saya pada kesempatan kali ini adalah kewajiban untuk membayar HUTANG sudah ada di benak kepala saya, dan usaha itu sudah mulai dijalankan walaupun masih banyak kekurangan di sana sini. 

HUTANG yang sudah ada memang tidak sampai dalam satuan puluhan jiuta rupiah,  namun yang namanya HUTANG PIUTANG tetaplah hutan yang harus dibayar lunas tidak perduli jumahnya kecil apalagi dalam jumlah yang besar.   Melalui kesempatan yang berharga ini, lewat tulisan saya, bahwa niat dan tekad kuat untuk meunasi semua hutang hutang saya akan selalu ada , dan rencana pelunasan itu sudah mulai dijalankan secara bertahap.  

Memang bukan hal yang mudah dan kadang terasa menyakitkan, apa pun itu mereka yang mengajukan pinjaman hutan tetaplah dalam posisi tawar menawar yang rendah, dan bahkan cenderung tidak berdaya sama sekali. 

Mereka . para kreditur yang memberikan kepercayaan uangnya dipinjamkan ke[ada kita tentu memiliki pertimbangan yang matang. Kapan pun mereka datang menagih uangnya, maka tidak ada apa apa lagi yang merintanginya.  Mereka menuntut HAK nya dikembalikan setelah dipinjamkan. 
(Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog