Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

OPINI : Negara Kaya "Bahasa"

www.simplyasep.com  Gaduh adalah kata yang mungkin cocok disematkan kepada bangsa ini yang belakangan ini semakin "meriah" dengan permainan bahasa "kreatif" berupa kosa kata, frasa, dan istilah yang mengandung unsur sindiran yang ditujukan secara tidak langsung kepada pihak tertentu.  Perang kata kata? Mungkin ya mungkin saja tidak.

Seperti viral di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini ini semakin banyak saja kosa kata atau frasa yang menjadi tren yang diciptakan oleh elit politik, tokoh masyarakat hingga public figure di tanah air. Sebut saja seperti  Tampang Boyolali , Buta Budek , Sontoloyo , Politik Banci , Kecebong Dan Kampret.  

Bahkan jauh sebelumnya ada kosa kata "Sengkuni", "Sinterklas" yang dilontarkan oleh salah para terpidana kasus Hambalang.  Para pembaca tentu sudah tau siapa siapa saja orangnya, saya tidak akan menyebut nama tersebut demi alasan keamanan dan privacy orang yang bersangkutan.


Kini yang terbaru adalah kosa kata Genderuwo yang tiba tiba viral.   Ada apa dengan Genderuwo? Ada yang sudah kena sama Genderuwo?

Dalam Wikipedia, disebutkan bahwa :

Genderuwa adalah mitos Jawa tentang sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwa dikenal paling banyak dalam masyarakat di Pulau Jawa, Indonesia

Saya jelas tidak akan membahas Genderuwo ini tentunya.

Banyaknya kosa kata baru yang seperti air mengalir dengan derasnya dans seperti begitu mudahnya diciptakan begitu saja oleh penciptanya langsung viral karena dikeluarkan dari seorang tokoh negara, elite politik hingga selebriti. Mungkin jika saya yang mengeluarkan istilah atau kosa kata seperti yang saya sebut di atas sudah dapat dipastikan tidak ada yang perduli.  Hhihihiii


Ilustrasi. Gambar dari Youtube
Ilustrasi. Gambar dari Youtube


Saya tergelitik untuk menuliskan fenomena yang terjadi belakangan ini menambah semarak permasalahan bangsa ini yang seperti tidak ada habis habisnya melanda dan perlu penyelesaian bersama secara tuntas.  Banyak masalah di dalam negeri yang harus menjadi perhatian kita semua untuk (sekali lagi) kita selesaikan dengan tuntas sampai ke akar akarnya.

Negara Kaya Bahasa
Sebut saja korupsi berjamaah, korupsi dan "bancakan" uang negara mulai dari pejabat daerah (bupati), hingga pejabat tinggi setingkat menteri dan Gubernur.  Masaah narkoba, kekerasan pada kaum perempuan dan anak anak hingga yang terbaru turis bule di begal (maaf) payudaranya hingga perkosaan salah seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Jogjakarta. 

Ada apa dengan negara ini sebenarnya.  Banyaknya persoalan seperti warna warni pelangi yang indah di langit, sayangnya warna warni itu adalah masaah masaah yang melanda negeri inil.  Mau apa lagi sekarang kita. Tersenyum saja barangkali karena ada "hiburan" mengemuka dengan hadirnya kosa kata yang kocak, lucu dan mengundang tawa seperti Genderuwo ini. 

Teman saya di group pernah bercanda dengan mengatakan nanti di hari akhir dunia, Genderuwo akan menuntut manusia karena dugaan pencemaran "nama baik" hahahaha.   Situasi di tanah air kini semakin memanas karena Pesta Demokrasi yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 sudah semakin mendekat. Eskalasi (eciee kosa katanya-red) mungkin akan semakin meningkat dengan sendirinya

Di saat momen Hari Pahlawan tanggal 10 Nopember 2018 ini, saya mengajak semua elemen masyarakat, tokoh politik, selebritis, pejabat negara sampai masyarakat sipil biasa kita semua untuk bersama sama menjaga situasi yang damai dan kondusif agar tercipta situasi yang aman di seluruh Indonesia.  Jangan lupakan musibah yang juga melanda bangsa ini mulai dari Gempa Palu Donggala, Gempa Bumi, Banjir bandang, hingga jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 yang memakan banyak korban jiwa. 

Mari kita sudahi perseteruan, perkelahian, saling mencaci maki, korupsi , apa saja hal hal yang bisa membuat perpecahan bangsa ini.  Sudah cukup masalah yang melanda bangsa ini, dan jangan ditambah masalah masalah baru lagi karena masalah yang sudah ada saja masih sedang diupayakan untuk dicarikan jalan keluar dan penyelesaiannya.

So eh jadi jangan membuat masalah baru lagi. Bagaimana kalau ada "kosa kata" baru lagi setelah Genderuwo? Hahaha.  Boleh boleh juga deh, setidaknya kita bisa sejenak terhibur dari masalah pelik yang membelenggu bangsa ini. Mari kita tertawa karena tertawa itu sehat. Selamat datang Negara Kaya Bahasa
 (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog