Banner HUT Kota Pontianak Ke 247 Tahun

Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Saya Menjadi "Single Parent" Bagi Kedua Anak Saya

www.simplyasep.com  Sebenarnya saya sudah terbiasa mengerjakan apa apa sendiri, itu dahulu saat masih jaya (baca : single).  Mulai dari urusan membersihkan tempat tidur, mengurus rumah, mencuci pakaian, berbelanja dapur hingga urusan masak memasak. 

Tentu dengan catatan masak memasak yang ringan ringan saja dan bukan memasak organik alias yang berat berat.  Namun setelah berkeluarga, semuanya terasa ringan karena sudah ada pasangan yang membantu.  Lalu bagaimana jika suatu ketika anda mendadak menjadi "single parent" bagi anak anak anda.  Itu yang saya rasakan sekarang ini. Menjadi seorang Ayah sekaligus "Ibu" bagi kedua anak saya.

Sejak kedua orang tua saya masih hidup, saya sudah digembleng dengan disiplin yang cukup tinggi, dibalut dengan dukungan pendidikan Agama dari kedua orang tua saya sendiri. Dengan bimbingan dan kasih sayang kedua orang tua saat mereka masih hidup, disiplin itu sudah seperti bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup saya. 

Nah saat inilah apa yang sudah saya dapatkan dari kedua orang tua saya seperti "diuji" dalam ujian kehidupan yang nyata. Saya harus menjadi "single parent"bagi anak anak saya.  Tapi tunggu dulu, saya belum menceritakan konteksnya mengapa sampai menjadi "single parent".

Jangan berprasangka buruk dulu ya karena semua itu ada alasannya mengapa saya harus menjadi seperti itu.  Nah bundanya anak anak saat ini sedang "kuliah" lagi di Universitas Muhammadiyah Malang (Jawa Timur) sebagai salah satu persyaratan untuk lolos seleksi PPG yakni semacam Seleksi Sertifikasi Guru selama kurang lebih dua bulan , Oktober - Nopember 2018.  Hehehe. Lanjut lagi ya
MY CHILDREN : Tazkia (8) dan Mas Abbie (10) saat bersantai di sore hari depan sebuah gerai minimarket di Kubu Raya.  Foto Asep Haryono
MY CHILDREN : Tazkia (8) dan Mas Abbie (10) saat bersantai di sore hari depan sebuah gerai minimarket di Kubu Raya.  Foto Asep Haryono



Menberikan Pengalaman Hidup
Selama lebih kurang 2 bulan ini (Oktober dan Nopember 2018) , saya praktis all out mengurus kedua anak anak saya. Mulai dari pukul 06.00 WIN Pagi hari hingga ke pukul 18.00 WIB di sore harinya. Dalam satu hari terdapat beberapa aktifitas dan jadual yang harus saya jaga dan awasi dengan seksama.  Mungkin akan saya coba gambarkan "aktifitas" saya sebagai "single parent" selama lebih kurang 2 bulan ini 

  1. Dimulai di pagi hari saat mereka akan berangkat menuju sekolahnya masing masing   Abbie Muhammad Furqan Haryono (10) yang biasa disapa dengan "mas Abbie" ini sekolahnya berbeda dengan adik perempuannya Tazkia Montesorri Putri Haryono atau biasa disapa "Tazkia", 8 Tahun.  Adiknya bersekolah di SD Negeri 09 Sungai Raya, dekat Bandara Udara Supadio dengan abangnya di SDIT Khulafaur Rasyidin. Jarang keduanya cukup berjauhan.  Jadual mereka di antar dan dijemput juga berbeda beda mulai dari hari Senin hingga Sabtu.   Aktifitasnya mulai dari mempersiapkan bekal sarapan pagi, mempersiapkan baju sekolah (Seragamnya) hingga mengantar mereka ke Sekolah masing masing dan menjemputnya pulang dari sekolah.
  2. Siang dan Sore harinya di isi dengan memeriksakan kembali apakah mereka mendapat "oleh oleh" dari Gurunya alias PE ER.  Namun sesuai dengan kurukulum Pendidikan yang terbaru, katanya sih anak anak murid sudah tidak lagi ada PR karena semua harus dituntaskan di sekolah. Namun saya kira wajar saja kalau anak pulang membawa PR yang harus dikerjakan dan dinilai serta harus dibawa ke eskokan harinya.  Jika mereka terdeteksi punya PR maka saya akan mendampingi mereka berdeua mengerjakan PR PR nya hingga tuntas.  Jadi tidak ada lagi aktifitas ngerjain PR di malam hari, karena waktu Malam Hari ideal untuk istirahat dan bercengkerama satu sama lainnya

Seperti itulah kira kira gambaran utama aktifitas saya sebagai Orang Tua "tunggal" bagi kedua anak anak saya,  Sedangkan "pernak pernik" kecilnya juga tidak kalah seru jika saya coba paparkan pada kesempatan kali ini.  Aahh jadi semacam Curcol ya , saya rasa tidak juga.  Namanya juga berbagi, pengalaman ini dibagikan kepada sahabat semuanya semoga bisa saing memberikan inspirasi dan semangat selalu.  

Misalnya saja jadual mereka untuk Weekend.  Ya Weekend juga diperlukan buat anak anak saya setelah mereka "berjuang" di sekolah dengan segudang PR dan dan hubungan mereka dengan teman sebayanya. 

Weekend ala kedua anak saya sederhana saja. Misalnya setelah mereka lelah belajar dan sekolah selama 6 hari, nah pada hari Ahad (Minggu) nya mereka bebas menggunakan Gadget untuk bermain game, menontoin Youtube (ini juga dalam pengawasan saya) dan aktifitas olah raga seperti berenang di Kolam Renang terdekat hingga berbelanja (shopping) dan atau menonton di TransMart Kubu Raya yang memang jaraknya cukup dekat dengan komplek perumahan tempat tinggal kami sekeluarga


Bagaimana dengan urusan makan dan cucian mereka? Well ini juga memberikan pengalaman hidup yang luar biasa bagi saya yang saat ini sudah bertindak selain sebagai Ayah juga sebagai "ibu" bagi kedua anak saya.  Saya yang menyiapkan makanan untuk mereka, memasaknya walau bukan jenis makanan yang berat dalam penyajiannya. 

Saya aselinya memang tidak bisa masak sama sekali. Kalau cuma masak nasi saya jago banget.  Nah bundanya pesan kalau repot ya beli lauk matang saja toh nasi selalu ada di rumah Insya Allah. Saran bijak juga. 

Dan memang untuk urusan dinner dan breakfast, menu makanannya terutama lauk pauk beli jadi aja.  Nasi sudah siap Insya Allah.  Nah khusus untuk urusan cuci mencuci, kami memang tidak punya atau tepatnya belum mau punya Mesin Cuci.  Jadi semua aseli dikerjakan dengan tangan , mencuci dengan tangan. Menjemurnya dan juga sekaligus menyetrikanya.   Nah asyik juga kan aktifitasnya.  Kami memang tidak punya pembantu, dan atau masih belum perlu ada pembantu di rumah. Mungkin kelak suatu hari nanti, namun tidak untuk saat ini.

Sebagai bagian penutup, dapat saya sampaikan di sini semua aktifitas sebagai "Single Parent" harus diterima dengan ikhlas sebagai konsekuensi yang wajar karena bundanya anak anak juga tidak kalah serunya tengah berjuang di rantau untuk menyelesaikan "kuliah" 2 bulannya di Malang (Jawa Timur). 

Saya sendiri juga kadang harus curi curi waktu untuk bekerja di kantor, karena jadual mengurus anak anak yang luar biasa padatnya. Kadang saya harus tidak masuk hingga beberapa hari lamanya, karena jadual jam kerja saya nyaris berdekatan dengan jam anak anak saya masuk belajar dan pulang dari sekolah.

Belum lagi distance (jarak) dari kantor saya dengan kedua sekolah anak anak sayang bak dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Jarak tempuhnya bisa 45 menit bisa dibayangkan seperti apa  Namun dari itu semua, ada nilai kedamaian dalam diri saya saat melihat mereka berdua terlelap, ada kedamaian dan rasa tenang bagi saya. Saya jadi lebih dekat dengan kedua anak anak saya.  
 (Asep Haryono)



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog