Astra Honda Motor
Banner of Asep Haryono Personal Blog - Indonesia

Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Menjaga Pola Hidup Sehat Di Tengah Musibah Banjir. Sebuah Pengalaman

www.simplyasep.com  Kesehatan sangat identik dengan hasil yang diperoleh dari kebiasaan menjaga pola hidup sehat. Dengan kata lain dengan menjaga kebiasaan menjalankan pola hidup sehat akan berdampak kesehatan yang jauh lebih baik. Hal ini yang mendasari betapa pentingnya menjaga pola hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan baik di masyarakat Indonesia di desa maupun di perkotaan

Walaupun pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin mengkampanyekan Pola hidup sehat tidak serta merta dapat diterapkan di masyarakat. Hal ini dikarenakan kebiasaan menerapkan Pola Hidup sehat memberi kesan merepotkan dan harus mengerjakan banyak hal padahal menerapkan pola hidup sehat sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat lebih baik.
Di beberapa bagian wilayah di Indonesia kini sedang dilanda musibah seperti gempa bumi dan Tsunami di Donggala Palu.

Masyarakat harus hidup dengan suasana keterbatasan di tenda tenda penampungan. Menjaga dan menerapkan Pola Hidup sehat di masyarakat dalam kondisi musibah seperti itu merupakan tantangan besar. Kota Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat, baru baru ini dilanda musibah banjir yang menggenangi beberapa wilayah kota yang dijuluki Kota Khatulistiwa itu termasuk di rumah kediaman saya sekeluarga.

Saya sudah merasakan sendiri tantangan menerapkan Pola Hidup Sehat di tengah suasana musibah kebanjiran seperti ini. Bagaimana upaya saya sekeluarga menjaga Pola Hidup Sehat di tengah musibah banjir seperti ini. Sebuah pengalaman. Berikut catatannya

Pertama, Menjaga kebersihan Air Minum
Saat musibah banjir datang dan air sudah menggenangi seluruh bagian rumah saya dan air banjir itu sangat tidak sehat. Air untuk diminum menjadi salah satu prioritas yang harus saya jaga demi kesehatan keluarga.

Di saat musim penghujan di kota Pontianak saat ini, di mana mana banyak rumah tergenang oleh banjir, ancaman penyakit kulit, diare dan disentri sudah mulai mengintai. Air untuk minum adalah salah satu hal yang utama dan harus menjadi perhatian seluruh keluarga saya, hal pertama yang harus saya lakukan adalah memasak kembali air kemasan Galon yang memang selalu tersedia di rumah.

Mengapa air Galon harus dimasak lagi? Saya memang memiliki kebiasaan untuk selalu memasak kembali Air Galon terutama untuk keperluan air minum untuk keluarga setiap hari dan untuk keperluan masak memasak. Dengan memasak kembali air Galon di rumah memberikan keyakinan bagi saya sekeluarga bahwa air untuk konsumsi keluarga sehat karena bakteri bakteri atau kuman dalam air Galon itu akan mati karena dimasak kembali.

Kedua, Menjaga Kebersihan Alat Alat Makan
Hal kedua yang termasuk salah satu hal yang krusial menjadi perhatian keluarga saya adalah menjaga kebersihan alat alat makan. Di saat musibah banjir seperti ini air banjir yang jelas sangat tidak sehat menggenangi di segala sudut rumah dari halaman depan hingga halaman belakang. Alat alat makan keluarga seperi piring, gelas, sendok garpu, panci, dan kuali misalnya harus bersih dari air banjir. Bagaimana cara menjaga kebersihan alat alat makan di saat rumah kebanjiran?

Pertama, saya menyiapkan satu atau dua buah ember besar yang khusus untuk menampung alat alat makan (piring, gelas, cangkir, sendok garpu, kuali) untuk dbasuh dan dicuci dengan menggunakan air PDAM. Ini juga harus ekstra hati hati dan fokus terhadap air PDAM ini karena sering airnya keruh dan berbau karena kena intrusi air tanah yang tergenang air.

Untuk mengatasi hal ini, air air dari PDAM yang keruh itu dijernihkan terlebih dahulu dengan menggunakan sumber air bersih yang lain untuk mencuci dan membasuh alat alat makan tersebut. Jika diperlukan masaklah alat alat makan sehari hari seperti sendok garpu dan piring beling agar kuman kuman bisa hilang karena air dipanaskan

Sumber air yang bersumber dari PDAM kadang sedikit mengeluarkan bau yang tidak sedap dan tekstur air yang keluar pun kadang keruh. Untuk mengatasi kondisi air PDAM seperti ini saya tidak pernah menggunakan bubuk penjernih air berbahan dasar kimia seperti tawas, bubuk kuning penjernih air dan sejenisnya.

Memang dari hasilnya, air keruh PDAM yang berbau dan berwarna keruh itu bisa menjadi jernih sejernih mata air pegunungan namun tetap saja akan mengandung unsur zat kimia di dalamnya. Bagaimana kalau air hasil penjernihan bahan kimia ini digunakan untuk mencuci alat alat makan kita di rumah?

Tentu akan sangat bersiko ada residu dan unsur zat kmia yang masih tertinggal di alat makan dan bila digunakan untuk tempat makan, maka racun bahan kimianya bisa ikut masuk bersama makan ke kerongkongan kita. Dan itu berpotensi mendatangkan penyakit berbahaya dan resiko keracunan bahan kimia. Untuk mencuci alat alat makan dengan menggunakan air Galon memang relatif jauh lebih aman namun berdampak pada cost (biaya) yang relatif mahal.

Salah satu solusi untuk mengatasi sulitnya mendapatkan air bersih untuk mencuci alat alat makan ini ditengah keterbatasan dalam suasana kebanjiran ini adalah dengan memasak kembali sampai medidih semua alat alat makan hasil mencuci dengan sistim penjernihan bahan kimia.

BANJIR : Air mulai secaraperlahan memasuki rumah saya. Banjir banyak faktor penyebabnya yang salah satunya adalah kurang lancarnya saluran pembuangan air. Foto Asep Haryono
BANJIR : Air mulai secaraperlahan memasuki rumah aya. Banjir banyak faktor penyebabnya yang salah satunya adalah kurang lancarnya saluran pembuangan air. Foto Asep Haryono

CUCIAN KOTOR LEMBAB : Dalam kondisi banjir seperti ini tumpukan pakaian kotor atau pakaian yang belum kering sebaiknya dikeluarkan dari dalam kamar atau rumah karena udara lembab yang diciptakannya bisa mempekeruh udara dalam rumah. Foto Asep Haryono
CUCIAN KOTOR LEMBAB : Dalam kondisi banjir seperti ini tumpukan pakaian kotor atau pakaian yang belum kering sebaiknya dikeluarkan dari dalam kamar atau rumah karena udara lembab yang diciptakannya bisa mempekeruh udara dalam rumah. Foto Asep Haryono


KEBERSIHAN ALAT MAKAN : Lindungi alat makan di rumah dari debu dan air banjir. Masaklah peralatan makan yang digunakan setiap hari demi kesehatan keluargar. Foto Asep Haryono
KEBERSIHAN ALAT MAKAN : Lindungi alat makan di rumah dari debu dan air banjir. Masaklah peralatan makan yang digunakan setiap hari demi kesehatan keluargar. Foto Asep Haryono

Ketiga :  Menjaga sistim Sirkulasi Udara Di Rumah saat Kebanjiran
Sudah bukan rahasia lagi di saat rumah dalam keadaan kebanjirn otomatis sistim udara di rumah akan terasa lebih lembab.  Saya tidak memiliki pendingin udara atau AC di rumah sehingga udara lembab yang diakibatkan genangan air di dalam rumah harus segera di atasi sebaik mungkin. Udara lembab karena uap genangan air di malam hari akan sangat berbahaya dan mengancam kesehatan manusia terutama ancaman Paru Paru Basah.

Beberap hal  lain yang perlu mendapat catatan saat rumah kebanjiran adalah perlunya kesigapan dalam menangani baju baju kotor yang lembab baik karena memang belum kering seluruhnya atau kering sebagian, ditambah lagi dengan baju baju kotor bekas pakai. Semua pakaian kotor tersebut sebaiknya tidak disimpan di dalam rumah begitu saja karena akan menghasilkan udara yang tidak sedap dan sangat berbahaya jika terhirup anak anak di waktu malam hari.

Jika memungkin pakaian kotor dan belum kering serta lembab karena kebanjiran tersebut agar segera dikirim atau di antar ke jasa pencucian (laundry) terdekat dengan saya atau saya langsung mencucinya dan mengeringkannya di luar rumah.

Dalam keadaan rumah kebanjiran seperti ini memang harus fokus karena ada banyak hal yang harus ditangani segera.  Bukan saja harus tetap sehat dengan menjaga pola hidup sehat di saat musibah banjir seperti yang saya alami sekarang ini, juga bagaimana merawat dan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah.   Saya seperti merasakan suka dukanya warga yang terkena musibah dan harus tinggal cukup lama di tenda tenda Pengungsian.  Saya seperti "pengungsi" di rumah sendiri


Bagian Penutup
Pada intinya apa yang saya sampaikan di atas adalah pengalaman pribadi saya yang sebenarnya.  Bahkan saat tulisan ini dibuat pun rumah saya masih tergenamg oleh air Banjir walaupun kedalaan banjirnya tidak sampai menyentuh mata kaki.   

Banjir di mana pun tetap merupakan fenomena alam yang terjadi oleh banyak hal baik disebabkan karena faktor alam juga dikarenakan ulah manusia itu sendiri seperti kebiasaan menebang pohon tanpa ada upaya reboisasi, sistim drainase yang kurang baik, saluran air yang macet dan masih banyak lagi faktor penyebab datangnya banjir itu.

Dari semuanya itu memang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.  Hal yang tidak kalah pentingnya adalah tersedianya waktu istirahat yang memadai. Tubuh manusia memerlukan istirahat yang cukup minimal 8 (delapan) jam setiap harinya.   Jika istitrahat kurang, maka dikuatirkan akan berdampak pada sirkulasi darah dan suhu tubuh yang akan terganggu karenanya.
|
Jika sirkulasi darah terganggu karena kurangnya tubuh mendapat istirahat, bisa dipastikan anda akan mengalami kesulitan jika akan mendonorkan darah anda di Palang Merah Indonesia (PMI). 

Saya sudah mengalami sendiri bagaimana upaya dan niat yang tulus ingin mendonorkan darah di PMI harus ditolak oleh petugas kesehatan PMI yang menangani saya karena saya kurang istirahat.  Ada banyak Manfaat Donor Darah bagi kesehatan manusia yang salah satunya adalah mampu membuat aliran darah dalam tubuh semakin sehat karena darah dalam tubuh selalu berganti baru. 

Seperti sepeda motor yang jika OLI nya sering diganti maka kondisi "tubuh " sang motor akan selalu sehat karena OLI nya terus berganti dengan OLI yang baru.

Dengan semakin mudahnya akses Informasi saat ini, kini setiao orang dapat dengan mudah menhgakses informasi tentang pentingnya Menjaga Kesehatan baik dalam situasi normal atau dalam situasi tanggap bencana banir seperi yang saya alami ini.   Sahabat semua bisa dengan miudah mengakses informasi sehat dari berbagai situs kesehatran dan kedokteran yang banyak tersedia di Internet yang salah satunya adalah DokterSehat, sebuah portal kesehatan yang sangat bermanfaat untuk seluruh keluarga Indonesia
(Asep Haryono)



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog