Banner HUT Kota Pontianak Ke 247 Tahun

Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Anggota Lanud Supadio Antusias Dengarkan Ceramah Empat Sesi Tentang Narkoba dan HIV/AIDS

Kubu Raya  SEMINAR yang bertajuk "Mencegah Diri dan Keluarga dari Bahaya Narkoba dan HIV-AIDS" di Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, menjadi wadah peningkatan pemahaman tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS di kalangan prajurit.

Kegiatan yang berlangsung di Graha Teddy Kustari (GTK), Jumat (14/9/2018), dihadiri langsung oleh Danlanud Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo dan diikuti oleh seluruh anggota Lanud Supadio dan PIA Ardhya Garini (AG) Cab.19/D.I . Sesi ceramah yang dibagi menjadi empat bagian, sangat menarik. Seluruh peserta mencengarkan dengan antusias.

Seminar dan penyuluhan yang dibagi dalam empat sesi, diawali dengan ceramah kesehatan tentang Narkoba dan bahayanya, yang disampaikan oleh Letnan Satu (Lettu) Kes dr Ingrid Siregar, dari RSAU Dr Sutomo. Kemudian ceramah HIV/AIDS disampaikan oleh Lettu Kes dr Cintya, juga dari RSAU Dr Sutomo.
Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio


Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio


Selanjutnya ada ceramah tentang aspek hukum terkait pengguna Narkoba di kalangan prajurit TNI, yang disampaikan oleh Letkol Sus Ridwan, Kepala Hukum (Kakum) Lanud Supadio. Terakhir adalah ceramah keagamaan, oleh Kepala Pembinaan Mental (Ka Bintal) Letkol Sus MH Deni.


Menurut Lettu Kes dr Ingid Siregar, Indonesia saat ini darurat Narkoba. Sekitar 4 juta jiwa menjadi pengguna Narkoba, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka adalah para pemakai yang berasal dari berbagai kalangan. Di antara mereka, didominasi usia produktif.

"Yang lebih memprihatinkan, 42 persen dari jumlah tersebut, terinfeksi HIV/AIDS. Artinya pengguna Narkoba sangat rentan terjangkit HIV/AIDS, karena disebabkan penggunaan jarum suntik secara bersama-sama," katanya.

Lettu kes Ingid juga menjelaskan, ada empat efek besar terhadap tubuh manusia, apabila sudah terpengaruh Narkoba. Yakni adiktif (ketergantungan), di mana pemakainya semakin lama menggunakan dosis yang lebih tingg. Stimulan atau meningkatkan kegairahan dan kesadaran. Kemudian depresan atau menurunnya susunan saraf, sehingga pemakai cendrung apatis atau cuek.

"Ada pula halusinogen, yaitu orangnya yang selalu berhalusinasi. Semuanya berdampak buruk terhadap seluruh organ tubuh manusia. Pengguna Narkoba juga sangat rentan pada gangguang mental, perilaku, dan kejiwaan baik jangka pendek atau jangka panjang," papar Lettu Kes Ingid.

"Saat ini, peredaran Narkoba semakin marak, dengan bermunculannya jenis-jenis baru. Peredaranya juga sudah semakin canggih, karena melalui sistem online," lanjutnya.

Paparan Lettu Kes dr Ingid tentang bahaya Narkoba, dilanjutkan oleh Lettu Kes dr Cintya, tentang penyebaran bahaya penyakit HIV/AIDS. Dari
data Kemenkes 2017, tercatat 242.699 jiwa HIV dan 87.453 terinfeksi AIDS. Semuanya didominasi oleh usia produktif, yakni umur antara 20-30 tahun.

Adapun gejala seseorang terinfeksi, lanjut Lettu kes dr Cintya, baru terlihat setelah 3 tahun. Sedangkan media penularannya adalah darah dan cairan sperma. Semuanya dapat ditularkan melalui hubuangan intim dengan pengidap HIV/AIDS, kemudian dari ibu ke janin saat perasalinan maupun menyusui.

"Hingga saat ini, belum ada obat menyembuhkan HIV/AIDS. Yang terbaik untuk kita lakukan adalah menjaga diri dan keluarga. Caranya menjauhi hal-hal yang dilarang oleh agama dan kesehatan," paparnya.

Selain ceramah tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS secara kesehatan, pada kegiatan tersebut juga diberikan ceramah dalam aspek hukum, disampaikan oleh Letkol Sus Ridwan, yang menjabat sebagai Kepala Hukum (Kakum) lanud Supadio.

"Ancaman penyalahgunaan Narkoba dan asusila adalah tindak pidana hukum. Bagi militer, selain sanksi pidana, juga ada sanksi administrasi, seperti pemecatan, non job, penundaan pangkat dan pendidikan," katanya.

Untuk itu, peran orangtua sangat besar terhadap anggota keluarganya. Apabila keluarga harmonis dan senantias mengutamakan komunikasi, maka bisa menghindari masalah hukum terkait Narkoba.

"Mari kita cegah, dengan menciptakan komunikasi terbuka antar anggota keluarga. Menjadi orangtua sebagai panutan bagi anak, dan menanamkan pola hidup sehat, serta mengawasi anak-anak dengan menciptakan keluarga penuh cinta dan kasih sayang," papar Letkol Sus Ridwan.

Dari sisi rohani keagamaan, ceramah pembinaan mental disampaikan oleh Letkol Sus MH Deni, selaku Kepala Pembinaan Mental (Ka Bintal) Lanud Supadio. Menurutnya, motivasi spiritual menjadi sebuah metode menghidupkan hati yang mulai meredup dan terluka parah.

"Selalu mengingat Tuhan, bersabar, dan ikhlas dalam menjalankan tugas, bisa jadi sarana. Menjalankan perintah agama dengan baik, juga akan melindungi keluarga dari berbagai bencana, termasuk Narkoba dan HIV/AIDS," ujar Kabintal.

Usai ceramah tiga sesi tersebut, peserta diberi kesempatan untuk berdialog dengan para pemateri. Semua peserta tampak antusias mengikuti ceramah kesehatan, hukum, dan keagamaan tersebut.
 (Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio)



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog