Banner HUT Kota Pontianak Ke 247 Tahun

Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Kontroversi Panah Antonio Rebollo Dalam Pembukaan Olimpiade Barcelona 1992

simplyasep.com   Beberapa hari yang lalu saya iseng iseng membuka album kenangan Pesta Olimpiade Barcelona tahun 1992 melalui Google Image. Di sana ada banyak sekali foto foto para atlit dan pertandingan Olimpiade Barcelona 1992. Namun saat saya membuka gallery Video Youtubenya pada pembukaan Olimpiade Barcelona 1992 itu ada yang menarik perhatian saya.

Yang menarik adalah kontroversi penyalaan Api Olimpiade Barcelona 1992 yang dilakukan oleh Antonio Rebollo dengan anak panah apinya itu : Apakah anak panah api yang dilesatkan oleh Antonio Rebollo itu Masuk ke dalam kuali kaldron untuk menyalakan api Olimpiade ATAU sang anak panah lewat (gagal masuk ke dalam Kaldron, namun api tetap menyala karena dinyalakan secara manual oleh pengendali menara kontrol.  Itulah kontroversinya



Antonio Rebollo sedang bersiap mengarahkan panah api ke dalam Kuali Kaldron untuk menyalakan api Olimpiade pada pembukan Olimpiade Barcelona tahun 1992.  Photo dari Youtube

Kronologi Kontroversi
Sebagai informasi awal.  Dalam Pesta Olimpiade Barcelona Tahun 1992, proses penyalaan Api Olimpiade tidak dilakukan dengan cara biasa yakni menyalakannya dengan menyulutnya dengan Obor sebagaimana yang lazimnya kita lihat.  Namun yang uniknya dalam Olimpiade Barcelona tahun 1992 ini adalah prosesi penyalaan Api Olimpiadenya dilakukan dengan menggunakan panah Api yang dilakukan oleh Antonio Rebollo.

Nah sebagian orang menganggap (tentunya setelah melihat sendiri Video tersebut) anak panah api yang dilesatkan oleh Antonio Rebollo itu tidak masuk ke dalam kuali Kaldron Api Olimpiade.  Sang anak panah Api lewat dan atau melewati kuali kaldron. Api Olimpiade tetap menyala karena dinyalakan secara manual orang seseorang di menara kontrol.

Sebagian lagi orang menilai TIDAK PENTING sang anak panah masuk atau tidak karena Kuali Kaldron Api Olimpiade itu menggunakan GAS yang sangat sensitif. ANak panah tidak harus masuk ke dalam Kuali Kaldron namun dengan hanya melewati (kuali kaldron) saja panas anak panah Api yang dilesatkan oleh Antonio Rebollo sudah memicu GAS yang sensitif di permukaan kuali kaldron dan langsung menyala

Sebagian lagi justru mengharap sang anak panah APi yang dilesatkan Antonio Rebollo harus melewati Kuali Kaldron dengan alasan keamanan. Karena posisi Kuali Kaldron itu dengan tribun Penonton. Jika anak panah tidak sampai mencapai Kuali Kaldron dikuatirkan anak panah akan menimpa para penonton di tribun dekat Kuali Kaldron itu berada.

Saya agak kesulitan menelitinya karena saya juga bukan pakar apa apa.  Saya bukan ahli pembuat video, juga bukan ahli analisa video asli atau palsu. Saya hanyalah orang biasa saja yang mencoba memberikan pendapat atas kontroversi ini. Saya mencoba memberikan jawaban saya atas kontroversi tersebut di atas

Saya menonton beberapa versi video Penyalaan Api Olimpiade Barcelona 1992 itu. Memang ada beberapa versi. Namun pada umumnya nyaris sama. Nah saya kemudian mencoba membuat screenshotnya dan membuat lingkaran warna merah atas anak panah yang dilesatkan oleh Antonio Rebollo itu. Silahkan kawan kawan untuk melihat terlebih dahulu viideo video pembukaan Olimpiade Barcelona 1992.

Salah satu video yang saya analisa adalah ini The Real Story of the Barcelona 1992 Olympic Cauldron Lighting


Anak Panah Api (Fire Arrow) Antonio Rebollo tepat sekitar 2 meter berada di atas kuali Kaldron Olimpiade Barcelona 1992 yang memang mengandung GAS yang sangat peka terbakar oleh api.


he has to pass over it, to set the gas fumes on fire.. Anak Panah Api Antonio Rebollo melewati Kuali Kaldron dan memicu GAS yang peka terbakar di dalam permukaan Kaldron. Terlihat api sudah menyala di kuali

he didn`t missed , it was calculate to overpass outside the stadium for security reasons. Anak Panah dirancang tidak masuk ke dalam kaldron dengan alasan keamanan,  Anak panah sudah bisa memicu GAS dalam Kaldron dan memang menyala



Nah bagaimana menurut pendapat teman teman semuanya?
Apakah sudah menonton Videonya?  Untuk bisa memahami permasalahannya , saya sarankan teman teman untuk melihat Video pembukaan Olimpiade Barcelona 1992 terutama pada kata kunci pembukaannya.  Boleh diketikkan dengan kata kunci "lighting the Olympic cauldron" atau sejenisnya.  Maka akan didapat banyak sekali videonya.  Bisa dilihat dari versi mana saja.

Videonya banyak menggunakan Bahasa Spanyol. Namun jangan kuatir beberapa versi video sudah dilengkapi dengan sub title Bahasa Inggris dan Bahsaa Indonesia.  Jika sahabat mengalami kesulitan bisa menggunakan Google Translate untuk diterjemahkan

Saya  cantumkan lagi gambar gambar dari video Antonio Rebollo yang lain sebagai perbandingan :

.







Bagaimana Menurut Anda?
Antonio Rebollo sendiri dalam sebuah wawancara mengtakan bahwa dirinya sedikit mengalami kesulitan saat membidik ke kuali kaldron dengan anak panah api yang sudah siap dia lesatkan karena seisi stadion sangat gelap dan dia melihat sedikti sekali cahaya di arah Kaldron yang akan dia nyalakan dengan anak panah apinya. 

Antonio Rebollo. Photo courtesy Youtube


"Saya sudah siap di posisi saya saat Api dinyalan tepat diujung mata anak panah.saya, dan begitu ujung anak panah saya sudah menyala, saya atur waktu beberapa saat sambil menyiapkan anak panah untuk saya arahkan ke Kaldronm saya curi waktu untuk menenagkan mental saya saat itu. Saya lihat api di ujung anak panah saya juga stabil nyala apinya.  Saya lihat ke arah kaldron sangat gelap. Ada refleksi cahaya dari para penonton namun tidak banyak membantu.  Setelah siap, saya lesatkan anak panah itu ke arah kaldron. Saya liat arah anak panah api sesuai yang saya harapkan terbang ke tengahkaldon dengan ketinggian yang tepat, dan api kaldron pun menyala. Saya tidak akan melupakanbahwa saya sdh berhasil melakukan tugas itu" - Antonio Rebollo
Silahkan menonton sendiri video dan wawancara Atonio Rebolo atas aksi epicnya itu di sini   (Asep Haryono)



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog