Banner HUT Kota Pontianak Ke 247 Tahun

Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Danskadron 1 Lanud Supadio Motivasi Adik Kelas di SMAN 1 Pelaihari

Kubu Raya. ADA cerita unik nan melankolis saat Komandan Skadron Udara (Danskadron) 1 Elang Khatulistiwa, Letkol Pnb Supriyanto mendarat di Lanud Syamsuddin Noor, Banjarmasin. Sang Danskadron punya kenangan indah di Kota Seribu Sungai tersebut.
Letkol Pnb Supriyanto, Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2000 adalah lulusan terbaik SMAN 1 Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) 1997. Ia berasal dari Desa Gunung Melati, RT 03 Kecamatan Batu Ampar.

Saat kembali ke Kota kelahirannya, “Beaver”, julukan penerbang Pesawat Hawk 100/200 tersebut, sempat unjuk kemampuan menerbangkan sang burung besi tempur tersebut. Bersama tim Latihan Hanud Kilat Cakra D 2018, melakukan manuver-manuver terbang formasi layaknya di medan pertempuran.

“Saya bangga bisa kembali ke tanah kelahiran. Apalagi bisa memotivasi adik-adik kelas di Almamater SMAN 1 Pelaihari,” kata Letkol Pnb Supriyanto.
Atraksi formasi tempur tiga pesawat Hawk 100/200 Skadron 1 Elang Khatulistiwa di atas langit SMAN 1 Pelaihari dan Kota Banjarmasin dilakukan usai satu flight pesawat tempur tersebut saat akan kembali ke home base di Lanud Supadio.
Para penerbang yang take off dari Lanud Haluoleo, Kendari, landing di Lanud Syamsuddin Noor, Banjarmasin. Sebelum landing tersebut, mereka menyempatkan diri untuk memberikan kejutan kepada seluruh masyarakat Kota Banjarmasin, dengan terbang rendah (flypass) dan formasi tempur.
“Saya sudah sampaikan melalui pesan WhatsApp kepada para guru di SMAN 1 Pelaihari. Semua ini untuk memotivasi adik-adik kelas, agar mereka juga punya keyakinan, apabila tekun belajar, bisa juga jadi penerbang tempur atau apa saja yang dicita-citakan,” tuturnya.

Letkol Pnb Supriyanto yang menjabat sebagai Danskadron Udara 1 Elang Khatuslitiwa Lanud Supadio sejak 26 April 2018, punya pengalaman terbang dengan pesawat Hawk 100/200 sejak 2003. Total jam terbang yang dimiliki perwira ramah ini adalah 2.700 jam terbang.
Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio

Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio

“Terima kasih atas sambutan masyarakat Banjarmasin dan almamater saya di SMAN 1 Pelaihari. Semoga silaturahmi ini tetap bisa dijaga,” katanya. 
Aksi tiga pesawat tempur Hawk 100/200 di langit Banjarmasin dan terbang rendah di atas SMAN 1 Pelaihari adalah bagian dari kembalinya satu Flight Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik Skadron Udara (Skadud) 1 Elang Khatulistiwa ke home base Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Kamis (9/8).

Kembalinya sang elang tempur ini, setelah sepekan lamanya mengangkasa di langit Bumi Cendrawasih, Papua.
Dipimpin langsung oleh Komandan Skadron (Danskadud), Letkol Pnb Supriyanto, satu Flight Pesawat Tempur Hawk 100/200 tersebut sukses saat ikut latihan tempur di Lanud Manuhua, Biak. Latihan tempur dengan sandi “Hanud Kilat Cakra D Tahun 2018” dan “Elang Jelajah 2018”, jadi ajang unjuk kemampuan para penerbang tempur Skadron Udara 1.

Tiga pesawat tempur tersebut dipiloti Letkol Pnb Supriyanto, Mayor Pnb Andres, dan Mayor Pnb Nobel. Pada Kamis pagi (9/8), sekitar pukul 10.00 WITA, masyarakat di Jalan Ahmad Syairani atau di kawasan perkantoran Pemkab Tanah Laut, samping SMA Negeri 1 Pelaihari, menyaksikan atraksi peawat Hawk 100/200.

Bising suara pesawat tempur yang terbang tidak terlalu tinggi, membuat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh siwa-siwi serta majelis guru SMAN 1 Pelaihari, keluar sejenak. Selain melihat secara langsung, ada di antara mereka yang mengabadikan terbang rendahnya pesawat tempur menggunakan kamera dari smartphone. (Sumber Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio)














No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog