Sukseskan Asian Games 2018

Surat Pos Akan Tetap Abadi Sepanjang Masa

Tanggal 10 Juni 2018 sudah ditetapkan sebagai Hari Sosila Media oleh pemerintah Republik Indonesia. Kini di jaman now hampir semua orang memiliki akun sosial media kesukaannya masing masing.  Jangankan anda atau orang dewasa, anak anak pun sudah pada gandrung sosial media seperti facebook, Instagram, Twitter dan masih banyak lagi lainnya.

Berbagai akun Sosial Media tersebut sangat mudah diakses oleh siapa saja dan tidak memerlukan persyaratan yang rumit seperti membuat kartu tanda penduduk, memperpanjang passpor atau seperti membuat Surat Keterangan dari Kepolisian untuk kelengkapan melamar pekerjaan.  Hanya dengan memiliki Email dan nomor Handphone yang sudah diregister di KOMINFO , anda sudah bisa memiliki satu bahkan lebih akun sosial media apa saja yang anda sukai.

Tahukah kalian bahwa di jaman yang saat itu Internet belum booming, mungkin di era tahun 2000 - 2001 kalau tidak salah dalam ingatan saya.  Tahun tahun tersebut memang sudah masuk teknologi Telephone Genggam atau Telephon selular. Saya masih ingat beberapa sahabat saya sudah memiliki HP di tahun tahun tersebut.  Saat itu saya bekerja part time job di sebuah warung Internet milik salah satu kampus terkemuka di kota Pontianak.  Bagian dari kisah ini sudah saya publikasikan di halaman blog ini juga

Baca juga  Pengalaman Bekerja di Warung Internet

Nah tulisan saya kali ini membahas sedikit tentang Snail Mail atau biasa kita kenal dengan Correspondence atau korespondensi surat menyurat. Nah tentu banyak dari kita yang sudah pernah berkirim surat kepada sahabat, atau kepada orang tua tentunya bukan?  Atau kalian pernah juga menerima sepucuk surat dari sahabat atau teman dari luar kota?  Yah itulah yang mau saya bahas sedikit yakni Surat Menyurat atau Surat Pos.

Surat Pos Akan Tetap Abadi Sepanjang Masa
Di jaman now tentu kita sudah sangat akrab dengan yang namanya SUREL atau Surat Elektronik.  Dalam bahasa Inggris nya dikenal dengans sebutan E-mail yang merupakan kepanjangan dari Electronic Mail.  Nah Surat Elektronik ini berbasis jaringan Internet. Yakni dengan menggunakan media Internet sebagai engine untuk mengirimkan pesan dari satu host ke host yang lain.  Teknis ya

Nah di era tahun 2000-2001 saat saya bekerja di Warung Internet, komunikasi yang dikenal untuk mengobrol (chat room) adalah MIRC Dalnet, MIG 33, Yahoo Messenger, dan masih ada lagi lainnya. Hanya saja khusus untuk Yahoo Messenger atau disingkat YM masih relevan hingga sekarang ini, era Tahun 2018an.  Beda dengan MIRC (Microsoft Internet Relay Chat) yang sepertinya sudah mulai ditinggalkan penggunanya.  Saya belum tahu perkembangan sekarang apakah MIRC ini masih digunakan orang.  Mohon saya dikoreksi, dan beri kabar terbaru ya.

Surat menyurat dengan Perangko (Stamp) masih sangat populer saat itu. Bahkan gerakan Nasional Surat Menyurat pun selalu digadang gadang oleh Kementrian Pos dan Giro saat itu dengan mengadakan/ menyelenggarkan even even bertema surat menyurat seperti International Letter Writing Week , dan Pos dan Giro menerbitkan perangko dan sampul khusus untuk memeriahkan even internasional tersebut yang diselenggarakan setiap bulan Oktober.  Mungkin sekarang even itu sudah tidak ada lagi.  Sudah dihentikan barangkali. Dahulu ada memang.

Surat menyurat dengan menggunakan Perangko booming di Indonesia sudah lama sekali. Bahkan saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di tahun 1989 surat menyurat juga masih sangat penting. Semua masyarakat tua dan muda siapa saja aktif dan suka berkirim surat menyurat kepada keluarga dan handai taulan.  Begitu juga dengan Iedul Fitrie, berkirim Kartu Lebaran kepada saudara keluarga jauh juga sangat membanggakan, dan sangat banyak peminatnya.

Begitu gegap gempitanya Korespondensi (surat meyurat) saat itu sampai sampai orang mulai menggemari mengkoleksi Perangko Perangko yang diterimanya. Jadilah dia sebagai Filatelis. Di kota Pontianak juga pernah berdiri komunitas Penggemar Filatelis yang saat itu saya hadir di acara peluncuran komunitasnya yang terpusat di Kantor Pos dan Giro Besar I Pontianak.  Saya masih ingat ketuanya saat itu Ibu Endah Janiawati. kini bu Endah (Sapaan akrabnya) sebagai Manager HRD Harian Pontianak Post hingga sekarang

Saya sendiri di tahun 1989 itu sangat gemar bersurat menyurat dengan menggunakan perangko.  Begitu senangnya saya berkorespondensi , sampai sampai beberapa Kantor Kedutaan Asing pun s
eperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Jerman dan banyak lagi lainnya.  tidak luput saya kirimi surat dengan maksud untuk mendapatkan brosur wisata atau handbook tentang negara tersebut.   Senangnya jika surat saya dibalas, dan paket Brosur atau Handbooknya tiba wah senangnya bukan main.
Dari Buku Sampai Brosur
Memang tidak semua surat surat pos yang saya kirimi ke berbagai kedutaan besar Asing (:Luar Negeri) di Jakarta itu yang membalasnya, namun ada beberapa juga yang bahkan mengirimi saya berkali kali seperti berlangganan. Hiheiheiee.

Asyiknya memang jika surat dibalas lengkap dengan surat pengantarnya bahkan surat yang saya kirim kepada Presiden Soeharto (almarhum) pun dibalasnya dengan mengirimkannya kepada saya berupa 1 (satu) buah foto beliau sekeluarga, dan juga kartu ucapan lainnya.  Sayang sekali foto keluarga alm Soeharto itu tidak disertai tanda tangan aselinya. Sampai sekarang surat dan juga foto Alm Soeharto masih saya simpan dengan baik. 

AUSTRALIA :  Kartu Pos dari salah satu sahabat pena Australia , Dave Fisher, yang mengirim CD lagu lagunya buat saya, Foto Dok Asep Haryono

Apa lagi dapatnya nih? Ya dari Kedutaan Besar Chile di Jakarta juga membalas surat saya berupa 1 (satu) buah Buku tentang pariwisata Negara dan Bangsa Chile lengkap dengan surat pengantarnya yang ditanda tangani langsung oleh sekretaris kedutaannya, Patricio Utreras.  Ya saya masih ingat namanya, walaupun surat balasan mereka sudah tidak ada lagi (myelip entah dimana).  Satu hal yang unik adalah tanda tangan sang sekretaris tersebut saya jadikan sebagai inspirasi tanda tangan saya sampai sekarang.  Yang jelas tanda tangan Patricio Utreras sangat unik dan sangat memikat hati saya luar biasa.


CANADA : Ini adalah salah satu contoh Kartu Pos yang saya terima dari sahabat pena saya di Canada. Kartu pos ini diterima di era taon 2004 yang lalu. Alamat saya Jalan Sekadau P.50 Komplek Untan adalah alamat lama saya saat masih ngekos. Saat itu saya sudah bekerja.  Foto Dok Asep Haryono



Kemudian surat balasan datang dari USIS (United States Information Service) atau Dinas Penerangan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang terletak di Jalan Medan Merdeka Jakarta juga saya terima dalam bentuk Leaflet atau Brosur tentang lembaga tersebut dan juga buku saku kecil, namun tidak ada pengantarnya sama sekali.  Kemudian ada juga balasan dari Kedutaan Swiss berupa Buku tentang negara Swis lengkap dengan Poster yang guedee sekali jadi agak repot saat saya tempel di dinding kamar saya waktu SMA era tahun 89 dulu. 

Nah bagaimana dengan surat menyurat kepada sahabat Pena? Huaaa jangan ditanya.  Surat menyurat yang saya terima dari berbagai sahabat pena sudah satu lemari begitu banyaknya yang saya terima. Semuanya lengkap dengan perangko yang masin menempel dengan baik di masing masing surat tersebut. 
Bahkan saat itu saya mempunya kenalan bule Australia, juga dari hobi Surat Menyurat ini juga.  Salah satu sahabat pena saya itu bernama Dave Fisher, yang terakhir tercatat beralamat di 52 Kevin Ave, Rntree Gully, Victoria 3156, Australia, adalah seorang musisi.

Beliau menulis lagu tentang Bali. Dia mengirim CD lagu lagunya buat saya,. Dikirim langsung dari Australia.  Posnya dialamatkan ke kantor saya. Paket Pos isi CD lagu ini diterima sekitar tahun 2004 juga  Foto sampul suratnya sudah saya cantumkan di atas. Silahkan scroll up ke atas  Dia pernah mengatakan dalam salah satu suratnya akan saya mentraktir saya secangkir kopi saat jumpa dengan dia di Bali.  One day, I will ask for his promise to me.  Hahaha



Dapat Perangko Gratis
Satu hal yang menjadi catatan saya selama "karir" korespondensi atau hobi surat menyurat dari tahun 1989 tersebut adalah pemakaian bahasa Inggris yang acak kadut bin berantakan yang nekad saya pakai sejak saya duduk di SMA waktu itu.  Aseli saya tidak tau banyak bahasa surat menyurat dalam bahasa Inggris (English letter writing) namun nekad saja.  Betul atau salah cuek aja yang penting kirim, kirim , kirim. Begitu balasan diterima dan dapat buku apalagi dapat surat pengantarnya wuiiiiiiii senangnya bukan main. Hiheihiehiehiheiheie

Ada yang unik juga hobi surat menyurat ini keterusan sampai saya duduk di bangku kuliah di Pontianak (Kalimantan Barat) era tahun 1990 an. Bahkan begitu gandrungnya saya sama hobi surat menyurat berperangko ini sampai saya harus menyewa Kotak Pos di Kantor Pos Giro cabang Kampus Universitas Tanjungpura (UNTAN) yakni P.O.Box 6247 Pontianak.  Saya masih hafal karena saya menyewanya lebih dari 5 tahun dengan ongkos sewa perbulannya sangat murah waktu itu hanya 1000 rupiah saja kalaw tidak salah. 

KOTAK POS : Nah seperti inilah P.O.BOX atau kotak Pos yang saya sewa di Kantor Pos Giro Pontianak. Saya sebagai penyewa punya kuncinya di kotak yang saya sewa.  Saya tinggal cek aja di kotak pos yang saya sewa tersebut. Asyik dan Gaya udah kaya pemilik perusahaan aja eui. Foto ini dari Internet


Apa manfaatnya sewa kotak pos di Kantor Pos?   Salah satu manfaatnya adalah surat yang datang dan dikirimkan kepada saya akan ditaruh di kotak pos tersebut. Jadi biarpun saya pindah alamat kosan waktu itu,. saya tenang saja karena semua kiriman surat, wesel, atau pos selalu saya ambil di kotak surat saya di kantor pos tersebut. 

Nah tertarik mau sewa kotak pos? Hubungi saja kantor PT.POS dan Giro di kota masing masing, isi formulirnya, dan selamat memanfaatkanya. Nah bagi penggemar hobi surat menyurat (Korespondensi) penggunaan kotak POS cukup ampuh buat menerima surat atau kiriman pos buat kita walaupun kita sudah berpindah pindah alamat.

Untuk Surat Pos tentu bisa masuk dalam kotak POS. Tinggal saya buka (unlock) kotak posnya dan mencek apakah ada surat buat saya atau tidak.  Bagaimana dengan kiriman Paket gede gede. Tentu tidak muat donk di kotak pos yang ukurannya kecil gitu. Ya jelas tidak dimasukkin donk.

Khusus untuk kiriman Paket Pos ukuran Besuaar atau gede, cuma ada surat panggilan saja yang dimasukkin petugas di kotak pos saya tersebut. Nah ambil surat panggilannya yang mirip kertas putih seukuran kartu pos, lalu ngambil paketnya ya di Kantor Pos secara manual gitu deh ceritanya.   Nah mau sewa Kotak pos kaya sayah?

Saya ada pengalaman waktu saya cek di kotak Pos tersebut saya mendapati sebuah kertas kecil bertuliskan Kantor Pos asing, dan begitu saya laporkan penemuan tersebut ke kantor pos akhirnya di dapat kabar bahwa kertas itu adalah kertas yang bisa ditukar dengan sejumlah perangko gratis. Horeeeeeeee dapat perangko gratis.  Akhirnya saya pun dapat beberapa buah perangko gratis bernilai lumayan yang bisa saya gunakan untuk berkirim surat sepuas puasnya selama 1 bulan hhiheiheiee.

Tetap Diminati Masyarakat
Jaman saya kuliah dulu (Era taon 1990-1998) yang namanya Pos Wesel sudah lumrah bagi mahasiswa.  Beberapa mahasiswa angkatan saya dahulu gaptek sama Transfer Bank atau kiriman uang dari orang tua melalui rekening bank atau transfer.  Masih banyak dari kita, para mahasiswa daerah, waktu itu lebih sreg dengan menggunakan Pos Wesel. Jadi begitu paman pos lewat depan rumah (dahulu Pak Pos sebutannya),  semua penghuni kosan keluar berhamburan menemui paman pos. Hiehiehiee. 

POS WESEL : Seperti inilah POS WESEL yang jadul yang selalu saya terima setiap kali dapat kiriman uang dari orang tua di Bekasi saat saya masih kuliah di Pontianak di era 1990an dahulu.   Kini Pos dan Giro semakin modern dan semakin canggih dan pelayanan semakin disempurnakan demi kenyamanan pelanggannya.  Gambar ini dari Internet

Kini POS WESEL yang merupakan salah satu produk PT Pos Indonesia masih tetap diminati dan di hati masyarakat. Kini dengan semakin modern dan canggihnya produk PT Pos dan Giro kini masyarakat Indonesia bisa memanfaatkannya sesuai dengan keperluan dan keinginan masing masing. Kalau dulu saya cuma taunya POS WESEL saja ternyata di era modern sekarang ini ternyata banyak sekali fasilitas PT POS dan GIRO yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia.Seperti Express Mail Services (EMS), Paket Pos, Pos Express, Pos Kilat Khusus, Surat Pos Biasa dan masih banyak lagi.

Khusus untuk POS WESEL sendiri kini sudah tersedia WESEL POS berlangganan atau Wesel Pos Instant. Jika kawan kawan mendapat kiriman weselnya rutin setiap bulan nah tentukan tanggalnya, dan bisa dikonsultasikan kepada Pos dan Giro di kota masing masing. Misalnya setiap tanggal 5 setiap bulan, maka kawan kawan bisa menerima POS WESEL setiap tanggal 5 nah ini yang disebut Pos Wesel Berlangganan, mudah dan praktis bukan?. 

Begitu pula dengan Pos Wesel Instant.  Begitu uang dikirimkan melalui Pos Instant, maka kawan kawan akan menerima KU (nomor Kiriman Uang), nah kirimkan nomor kiriman uang ini melalui SMS atau telepon kepada orang yang akan menerimanya. Dan si penerima akan mengambil uangnya dengan hanya menunjukkan nomor kiriman uang dan bukti KTP yang masih berlaku. 

Asyik bukan?Bahkan sampai sekarang berbagai dinas dan instansi pemerintah atau swasta tetap menggunakan jasa PT.POS dan GIROdalam mengirimkan surat surat dinasnya.  Nah Masih banyak peminat PT POS dan GIRO bukan?

Jangan tanya soal Western Union, karena saya sudah pengalaman mencairkan kiriman uang dari Google Adsense sebanyak dua kali melalui Western Union di kantor Pos Pontianak.  Ini memang terbukti. 

Cukup dengan menyertakan Nomor Kiriman uang dari Western Union pengirim dan bukti KTP saja uang sudah bisa diambil tanpa ada potongan sedikit.   Menarik sekali bukan.  Secara pribadi saya akan selalu tetap menggunakan Surat Pos untuk berbagai keperluan saya seperti mengirim paket Buku, mengirim Kartu Lebaran ke Orang Tua, dan lain sebagainya. 

Walaupun kini sudah hadir era teknologi informasi yang sangat memudahkan kita seperti Electronic Mail atau E-mail dan  pesan singkat atau Short Message Services (SMS) dari handphone tidak akan mampu menggeser peran PT POS dan GIRO Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat yang jauh lebih luas sampai ke pelosok pelosok daerah di seluruh Indonesia.  POS dan GIRO akan selalu dihati masyarakat Indonesia sampai kapan pun.  (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog