Sebuah Motor Tidak DIkenal Parkir Di Garasi Rumah Saya

Kubu Raya. Apa yang dapat terjadi jika komunikasi tidak berjalan dengan baik? Tentu akan menimbulkan dampak atau akibat yang juga kurang baik. Untuk mempersempit cakupan bahasan dan untuk menghindari penafsiran yang terlalu melebar dalam tulisan saya kali ini adalah komunikasi yang dibatasi oleh penggunaan Handphone dan Internet sebagai sarana komunikasi jika terjadi gangguan.
Saya sudah beberapa kali merasakan dampak yang kurang nyaman dan berpotensi menimbulkan salah paham hingga berujung kepada pertengkaran kecil yang disebabkan oleh gangguan komunikasi yang menyebabkan informasi dua arah tidak berjalan dengan. Dan kali ini saya mencoba mengangkat salah satu dampak negatif dari komunikasi yang tidak berjalan dengan baik yang sudah saya rasakan. Berikut adalah catatannya  Oleh Asep Haryono*
Motor Asing Di Dalam Garasi Rumah
Kejadian ini diangkat dari kisah yang sebenarnya.  Hari itu pada tanggal 8 Mei 2018 sekitar pukul 12.00 WIB ketika saya pulang dari menjemput anak dari sekolahnya, saya mendapati sebuah motor bebek tidak dikenal parkir masuk ke dalam halaman garasi rumah saya di Komplek Duta Bandara Kubu Raya.  Saya yang saat itu memang sedang letihnya karena baru pulang dari kerja langsung menjemput anak dari sekolah dan mendapati ada motor asing parkir di dalam rumah
Walaupun saya sudah tersulut emosi (mungkin karena kecapean siang itu-red) saya masih bisa berpikir jernih untuk tidak panik. Saya langsung mengontak istri melalui Handphone di sekolah baik melalui saluran Whatsap dan saluran SMS biasa. Sayang sekali informasi yang seharusnya sudah saya dapatkan akan status motor asing itu tidak saya dapatkan. Saya berpendapat dari istri lah info pertama yang saya dapatkan siapa pemilik motor asing tersebut apakah dia mengetahui. Sayang sekali WA tidak diangkat teleponnya, dan SMS pun tidak dibalasnya. 
Karena gagal mendapatkan info pertama dari istri, saya pun berasumsi motor asing yang parkir di dalam garasi rumah saya sudah selayaknya patut dicurigai.  Tindakan pertama saya tentu lebih bijak untuk memberikan informasi awal kepada salah satu petugas kemanan Komplek Duta Bandara Kubu Raya, Bapak Muhyar.  Beliau adalah penanggung jawab umum keamanan blok C Komplek Duta Bandara. Saya berada di Blok C jadi secara “yuridis” saya masuk wilayah “kekuasaan” pak Muhyar. Jadi saya wajib membuat laporan kepadanya
Saya melaporkan kepada Pak Muhyar, kemanan Komplek Duta Bandara, akan keberadaan motor tidak dikenal yang  parkir di dalam Garasi rumah saya.  Saya juag sudah menanyakan kepada tetangga kiri kanan juga tidak ada yang mengenal motor asing yang pakrir di  halaman parkir rumah saya itu..  Dari sinilah “sah” rasanya mencurigai status motor asing tersebut.  Bahkan dua orang anggota Polisi yang satu komplek pun sudah saya beritahu sebagai copy dari laporan saya kepada petugas kemanan komplek. Jadi informasi ini juga diketahui oleh dua anggota polisi tersebut.
Dan Pak Muhyar (keamanan komplek) pun mendatangi rumah saya dan Pak Muhyar mencek secara langusng keberadaan motor asing yang dikunci stang tersebut.  Dan oleh Pak Muhyar motor asing tidak dikenal yang pakrir di halaman Garasi rumah saya itupun dipindahkan agak jauh dari rumah saya dengan susah payah. Karena posisi motor dikunci stang oleh pemiliknya


ASING : Sebuah motor tidak dikenal dalam keadaan kunci stang terparkir di dalam Garasi rumah saya. Inilah fotonya. Plat nomor kendaraan disamarkan. Foto Asep Haryono
ASING : Sebuah motor tidak dikenal dalam keadaan kunci stang terparkir di dalam Garasi rumah saya. Inilah fotonya. Plat nomor kendaraan disamarkan. Foto Asep Haryono

LAPOR : Sesuai prosedur jika ada yang mencurigakan saya langsung melapor kepada keamanan setempat. dalam hal ini security complex terhadap status motor tidak dikenal ini. Foto Asep Haryono
LAPOR : Sesuai prosedur jika ada yang mencurigakan saya langsung melapor kepada keamanan setempat. dalam hal ini security complex terhadap status motor tidak dikenal ini. Foto Asep Haryono

DIJAUHKAN : Motor tidak dikenal ini kemudian dipindahkan agak jauh oleh Pak Muhyar, penanggung jawab keamanan Blok C Komplek Duta Bandara. Foto Asep Haryono
DIJAUHKAN : Motor tidak dikenal ini kemudian dipindahkan agak jauh oleh Pak Muhyar, penanggung jawab keamanan Blok C Komplek Duta Bandara. Foto Asep Haryono


Ternyata Motor Milik Teman Istri
Akhirnya status kepemilikan motor asing yang parkir di dalam garasi rumah saya dalam keadaan terkunci stang itu dan sudah dipindahkan agak jauh dari rumah saya oleh Pak Muhyar (kemanan komplek) terkuak sudah, dan ternyata (motor asing yang parkir di garasai rumah) ternyata milik teman Istri saya
Dari sinilah pertengkaran kecil terjadi.  Ketika istri saya pulang, saya mengabarinya bahwa ada motor asing yang parkir di garasi rumah ternyata motor milik salah satu teman istri saya yang sempat dilaporkan kepada kemanan dan polisi.  Istri saya seperti tidak nyaman mendengarnya.
Saya beritahu kepada sang Istri, bahwa motor tidak dikenal yang diparkir di dalam Garasi rumah itu sudah diberitahukan kepadanya baik melalui SMS biasa dan WA bahkan telepon pun tidak connect.  SMS pun tidak dibalas. Padahal saya ingin cek dan recheck awal dari istri dahulu sebagai orang pertama yang mintakan informasinya siapa pemilik motor tidak dikenal tersebut.
Istri mengatakan panggilan tidak terjawab dan tidak terbaca karena ada gangguan jaringan internet (WA) dan SMS pun tidak dijawab karena pulsa tidak ada dalam handphone miliknya.   Mendengar penjelasan istri ini saya hanya bengong saja. Sudah jelas penyebabnya.   Gangguan jaringan Wa dan Pulsa tidak ada.  Wajar
Akibatnya informasi tidak nyambung. Jadi saya berasumsi motor asing tersebut patut dicurigai. Istri sepertinya tidak bisa terima. Saya pun dituduh terlalu panik karena masalah tersebut.  Kami bertengkar kecil. Gangguan jaringan dalam Handphone serta ketidak adanya pulsa dalam handphone Istri yang menyebabkan informasi tidak nyambung. Disinilah letak masalahnya.
Haruskah jaringan ini dikambing hitamkan?  Saya berprinsip jika ada sesuatu yang mencurigakan di komplek saya melapor kepada keamanan. Prosedur tetap (protap) nya memang begitu. Tidak ada tindakan pribdi atau tindakan yang saya ambil sendiri terhadap motor asing itu. Saya sesuai dengan protap melapor kepada keamanan setempat.
Nah inilah salah satu dampak yang kurang menyenangkan jika komunikasi tidak berjalan baik.  Inilah salah satu dampak negatif jika komunikasi tidak nyambung. Yang timbul adalah salah paham yang berpotensi menimbulkan pertengkaran. Dan itu sudah saya alamai sendiri dan rasanya sangat tidak nyaman (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog