Sukseskan Asian Games 2018

Innalillahi Wainna Ilaihi Radjiun. Selamat Jalan Ustad Hari Moekti.

Innalillahi Wainna Ilaihi Radjiun.  Ucapan itu langsung meluncur dari mulut ku saat saya membuka Facebook beberapa menit yang lalu. Sebuah postingan dari H.Muhammad Nur Hasan yang saya baca saat itu yang menyebutkan Ustad Hari Moekti meninggal dunia.

Saya reflek langsung melukan cross check dengan membuka halaman beberapa situs berita online saat itu juga.  Lemas sudah saya. Informasi wafatnya Ustad kondang, mantan rocker terkenal di Indonesia, Ustad Hari Moekti , meninggal dunia benar adanya.    Salah satu informasi dari berita online yang saya baca adalah berita dari Suara com yang berjudul " Mantan Rocker Hari Moekti Meninggal Dunia".   Innalillahi Wainna Ilaihi Radjiun

Saya pribadi memang pernah berjumpa dengan Almarhum pada bulan Juli 2012 yang lalu.  Bahkan pengalaman pribadi saya yang berjumpa dengan Alhmarhum Ustad Hari Moekti saat itu sudah saya tuangkan dalam tulisan di blog saya tertanggal 7 Juli 2012 yang lalu yang berisi dan berjudul "Ada ustad Hari Moekti di Kantor ku".

Baca selangkapnya Ada Ustad Hari Moekti di Kantor ku

KENANGAN :   Ini sata saat berfoto bersama Almarhum Ustad Hari Moekti pada tangga; 7 Juli 2012 yang lalu. Selamat jalan Ustad Hari Moekti. Foto ISTIMEwa
KENANGAN :   Ini sata saat berfoto bersama Almarhum Ustad Hari Moekti pada tangga; 7 Juli 2012 yang lalu. Selamat jalan Ustad Hari Moekti. Foto ISTIMEwa

Hijrah Dari Musik menjadi Pendakwah
Saya ingin menceritakan momen momen saat saya berjumpa dan duduk satu meja saat rombongan Ustad Hari Moekti Almarhum beserta rombongan mengunjungi Kantor Pontianak Post lantai 5 pada tanggal 7 Juli 2012 yang lalu, saat itu saya memang bekerja di kantor itu di lantai yang sama, 5.

Ustad Hari Moekti dan rombongan tiba siang itu, dan langsung disambut oleh pimpinan dan redaktur yang bertugas saat itu, dan saya pun turut menemani bersama sama dan duduk satu meja.  Saat itulah Ustad Hari Moekti mulai memperkenalkan dirinya dan rombongan yang menyertainya.  Ustad Hari Moekti juga bercerita bagaimana dirinya Hijrah dari Pemusik menjadi seorang Pendakwah agama Islam

Gaya bicara Ustad Hari Moekt yang meledak ledak, dengan suara yang menggelegar namun tetap jenaka dan kocak membuat siapa saja , termasuk saya, menjadi betah berlama lama mendengarkan pencerahan beliau.  Usut punya usut rupanya Ustad Hari Moekti ini ternyata memiliki nama aseli "Hariadi Wibowo" dan beliau tidak suka di sebut "mantan artis"

"Yah saya pakei nama aseli saya Hariadi Wibowo di dokmen perjalanan saya seperti paspor dan lain sebagainya, sedangkan nama Hari Moekti itu nama keren atau nama beken saja"  kata Pak Ustad 
Ustad Hari Moekti juga menceritakan kalau Harta dan Ketenaran yang dia rasakan saat itu membuat dirinya terlena dan tergoda dan luoa akan akhirat. Sebagai manusia normal saat itu, tegas Ustad Hari Moekti., dirinya juga haus akan ketenaran, dan itu godaan katanya menjelaskan
"Siapa yang tidak mau tenar, hati ini rasanya cespleng dan tergoda dengan yang namanya ketenaran" kata pak Ustad. 
Banyak cobaan , tantangan dan juga cibiran yang beliau terima saat hijrah dari dunia keartisannya menjadi pendakwah Islam, dan begitu kuatnya gangguan dan godaan itu sampai istrinya minta cerai. 
"Ya saya tinggalkan dunia musik, dunia keartisan bukan karena saya membenci itu tidak, dan tidak ada yang salah dengan menyanyi, begitu pula dengan mereka yang masih menggeluti profesi sebagai penyanyi silahkan silahkan" kata Pak Ustad.   
Namun ketika harta dan ketenaran yang dirasakannya saat menekuni profesi sebagai penyanyi, pak Ustad merasa tidak tenang dan selalu gelisah hingga akhirnya beliau mendapatkannya dengan berdakwah.  
"Dan itu berarti saya harus HIJRAH dari musik mulai sekarang" kata Pak Ustad.

Masih banyak lagi yang beliau sampaikan pada kajian pertemuan saat itu misalnya saat Pak Ustad sedang kebingungan memikirkan biaya persalinan anaknya yang mencapia angka 18 Juta Rupiah, dan saat itu beliau sedang tidak ada biaya.
"Luar biasa nikmatnya pertolongan dari Allah SWT, dan biaya persalinan anak kami pun terpenuhi karena kawan kawan menyebarkan berita saya di Rumah Sakit, dan berbagai transfer dana masuk ke rekening saya hingga akhirnya biaya persalinan bisa terpenuhi dan masih ada sisa buat pesen nasi Padang di rumah, sekalian sama sang bayi hihihihiihi" kata Pak Ustad yang bercerita dengan mimik Jenaka saat itu. 


Pak Ustad pun berpesan Hanya Satu kata dalam dirinya sekarang ini yang terus digerakkannya untuk mendakwahkan Islam, ya satu kata yakni DAKWAH kata Pak Ustad.

Semoga Allah SWT menempatkan Ustad Hari Mukti ke dalam Al Jannah.  Aamin Ya Rabbal Alamin. Selamat Jalan Ustad Hari Moekti 
(Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog