Sukseskan Asian Games 2018

CAR FREE DAY Tempat Berjualan Baru?

Pontianak.  Hari Ahad tanggal 22 April 2018 yang lalu saya berkesempatan datang untuk sekedar olah raga kecil di sekitar kawasan Car Free Day (CFD) Masjid Raya Mujahidin Pontianak.  Secara kebetulan ada even Jalan Sehat berhadiah rumah yang diselenggarakan oleh salah satu koran group Kompas di Pontianak.

Saya datang ke CFD sekitar pukul 07.10 WIB.  Car Free Day (CFD) kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak memang terbuka untuk umum.  Siapa saja boleh datang tidak saja bagi mereka yang gemar melakukan olah raga pagi seperti jogging, tetapi juga diramaiikan oleh para pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. Car Free Day (CFD) seolah berubah menjadi seperti pasar. 

Car Free Day (CFD) Tempat Berjualan Baru?

Car Free Day (CFD) kini berubah menjadi tempat berjualan baru bagi para pedagang berjualan.  Bagi sahabat yang saat ini berada di kota Pontianak, silahkan datang ke kawasan Car Free Day (CFD) di sekitar Masjid Raya Mujahidin dan Gelanggang Olah Raga (GOR) Pangsuma.  

Baca Juga Jalan Jalan Ke Bagian Dalam Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Sahabat akan mudah mendapati puluhan bahkan ratusn lapak lapak orang berjualan baik makanan, minuman, pakaian, kosmetik, mainan anak anak, hingga obat panu juga tersedia.  Benarkah Car Free Day (CFD) sudah berubah fungsinya dari kawasan tempat masyarakat berolah raga dan bersantai bersama keluarga itu sudah berubah menjadi kawasan niaga atau bisnis. 

Apakah para pedagang yang berjualan di kawasan CFD itu memiliki izin untuk membuka lapak lapak kaki lima di kawasan tersebut? Apa tanggapan Pemkot Pontianak mengenai fenomena yang sebenarnya sudah berlangsung sejak lama ini? Semua pertanyaan ini ingin saya dapatkan jawabannya agar saya tidak selalu penasarkan dan bertanya tanya

JUALAN : Sederetan lapak lapak jualan berjejer menunggu pembeli datang di kawasan Car Free Day (CFD) Masjid Raya Mujahidin Pontianak (22/4). Foto Asep Haryono
JUALAN : Sederetan lapak lapak jualan berjejer menunggu pembeli datang di kawasan Car Free Day (CFD) Masjid Raya Mujahidin Pontianak (22/4). Foto Asep Haryono

KELONTONG : Sejumlah pelapak yang menjajakan produknya di kawasan Car Free Day (CFD) Masjid Raya Mujahidin Pontianak (22/4) juga ada yang menawarkan produk rumah tangga. Foto Asep Haryono
KELONTONG : Sejumlah pelapak yang menjajakan produknya di kawasan Car Free Day (CFD) Masjid Raya Mujahidin Pontianak (22/4) juga ada yang menawarkan produk rumah tangga. Foto Asep Haryono

KREATIF: Banyak yang keatif memanfaatkan mobil untuk berjualan di kawasanCar Free Day (CFD) Masjid Raya Mujahidin Pontianak (22/4). Foto Asep Haryono
KREATIF: Banyak yang keatif memanfaatkan mobil untuk berjualan di kawasanCar Free Day (CFD) Masjid Raya Mujahidin Pontianak (22/4). Foto Asep Haryono

 

Potensi Mendongkrak PAD                       
Saya memang bukan ahli tata kota apalagi pengamat masalah perkotaan. Saya hanyalah warga biasa saja yang mencoba memahami fenomena ini dengan sudut pandang saya sebagai masyarakat. 
|
Car Free Day (CFD) adalah kawasan yang netral pada awalnya yakni sebagai wiilayah yang streril dari lalu lintas kendaraan dan setiap orang dapat bebas melakukan aktifitas olah raga dan aktiftas bermanfaat lainnya bersama keluagra.  Idealisme memang seperti itu dalam pandangan saya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu disadari bahwa kawasasn CFD ini ada banyak orang yang datamg untuk berolah raga dan bersantai dan itu jumlahnya bisa mencapai ribuan setiap ahadnya.  

Itu merupakan pangsa pasar yang aduhai dan membuat para pebisnis, pengusaha, wiraswasta jeli melihat peluang yang menjanjikan ini.   Atas dasar analisa sederhana inilah pebisnis mana pun akan melihat potensi yang menjanjikan untuk memasarkan sebuah produk. Maka berduyun duyunlah para pedagang yang memanfaatkan ribuan orang di Car Free Day (CFD) untuk berjualan barang dagangan miliknya

Potensi ekonomi yang besar menjadi daya tarik bagi para pelapak atau pedagang yang mencoba peruntungan menjaring pelanggan atau konsumen di kawasan Car Free Day (CFD) ini.  Seharusnya Pemkot Pontianak mampu menyerap pemasukan lebih banyak lagi dari usaha para pedagang yang "memanfaatkan" kawasan netral CFD sebagai tempat berjualan misalnya dengen mengenakan retribusi lapak atau parkir resmi.  Ini misalnya saja

Jika kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Pangsuma Pontianak ini mampu menampung 1000 pedagang, kemudian masing masing mendapatkan retribusi lapak sebesar Rp.1000,- saja maka akan didapat dana segar dari sektor ini saja sudah mencapai Rp.1000.000,-  Itu belum termasuk biaya parkir kendaraan baik roda dua dan roda tiga.

Yang saya liat justru banyak petugas parkir "liar" yang menarik tarif di kawasan ini, dan itu belum tentu dikoordinir oleh pemerintah kota (PEMKOT) Pontianak yang biasanya menggunakan rompi khusus dan mengenakan ID card.  Jadi potensi yang besar bisa dimanfaatkan oleh Pemkot Pontianak terhadap fenomena pedagang berjualan dikawasan Car Free Day (CFD) ini.
(Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog