Dirgayahu Kemerdekaan RI Ke 73 Tahun


Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

2 Hal Di Bulan Puasa Ramadhan Yang Paling Menguji Kesabaran Kita

Bulan Ramadhan 1439 Hijriah adalah bulan yang sangat ditunggu tunggu oleh semua kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia pada umumnya dan di Pontianak dan sekitarnya pada khususnya. Puasa memang bisa kapan saja namun berpuasa di bulan suci Ramadhan lebih istimewa daripada puasa puasa lainnya. Puasa Ramadhan menguji kesabaran kita dalam banyak hal.

Berpuasa (shaum) di bulan Ramadhan tidak sekedar menahan haus dan lapar saja namun juga harus mampu menahan diri dari hal hal yang tidak saja berpotensi mengurangi pahala puasa Ramadhan kita juga berpotensi mengundang dosa bagi para pelakukanya.  Nah berikut ini 2 hal yang terjadi dalam kehidupan sehari hari kita yang menurut saya paling menguji kesabaran kita saat menjalan Shaum di bulan Suci Ramadhan

PUASA : Tidak hanya menahan lapar dan haus saja, ada banyak hal yang harus kita jaga agar puasa kita tidak berkurang makna dan pahalanya. Foto ilustrasi milik Asep Haryono
PUASA : Tidak hanya menahan lapar dan haus saja, ada banyak hal yang harus kita jaga agar puasa kita tidak berkurang makna dan pahalanya. Foto ilustrasi milik Asep Haryono

Pertama, Menjaga Ucapan Dan Perkataan
Hal pertama yang ingin saya coba kupas pada tulisan kali ini adalah ucapan dan perkataan. Pepatah mengatakan “mulut mu adalah harimau mu” sepertinya relevan sekarang ini, apalagi saat berpuasa di bulan Ramadhan nan Indah ini Orang bilang Lidah tidak bertulang, jadi hindari menggunakan lidah anda dalam berbicara kepada orang lain.

Luka di badan karena pisau bisa diobati, namun luka hati karena ucapan dan perkataan, kemana lagi obat harus dicari.   Orang yang terluka dan tersayat hatinya karena ucapan dan perkataan yang keji, kejam dan menyakitkan akan berdampak psikis yang luar biasa. Luka hatinya bisa membekas seumur hidupnya.

Kritik dengan bahasa yang keras beda 180 derajat dengan kritik dengan bahasa yang kasar. Seperti halnya dalam olah raga  seperti Rugby. Rugby adalah salah satu olah raga yang digemari tidak saja di Amerika Serikat juga oleh penggemar olah raga ini di seantero dunia. 

Olah raga ini memang olah raga full body contact dan masuk dalam kelompok olah raga keras, bukan kasar. Begitu juga dengan sepakbola.  Ada permainan keras, dan ada permainan kasar. Dan masih banyak contoh analaginya. 

Mungkin anda sedang berusaha menyampaikan kritik dan atau mengkritisi orang lain adalah hal yang wajar saja. Namun kritik yang bagaimana yang dimaksud juga harus mendapat perhatian kita bersama. Kritik membangun atau menjatuhkan?

Maksud anda mungkin baik, namun jika (kritik) itu melampaui batas apalagi dengan mengguankan kata kata kualitatif bisa menjadi penghinaan bukan lagi kritikan. Jangan menghina, mencela atau mencibir dalam  kritik anda. Jangan menjadi anggota KELOMPENCIR : Kelompok Penghina dan Pencibir

Kedua, Ikhlas Dalam Memberi. Jangan Diungkit Ungkit
Hal kedua yang bisa berpotensi mengurangi pahala kita saat berpuasa di bulan Ramadhan adalah keikhlasan dalam memberi kepada orang lain. Tidak mengungkit ungkitnya dikemudian hari.  Ibarat sebuah mobil.  Mobil akan berjalan karena semua komponen mobil lengkap dan ada dan saling bekerja sama. 

Mobil tidak akan berjalan jika tidak ada bensin di dalam tankinya  Mobil tidak akan melaju dengan benar jika tidak ada pengemudinya.  Mobil tidak bisa berjalan jika tidak memiliki roda rodanya.  Lantas apa yang dapat disimpullkan dari contoh yang sederhana ini. 

Artinya tidak ada satu pun dalam unsur di mobil itu yang paling “berjasa” dari yang lain. Semua komponen baik roda, bensin, sang sopir adalah sebuah team yang kompak dan solid. Semuanya memegang role (perannya) masing masing.  Tidak boleh ada yang merasa paling berjasa dari yang lain. Semua komponen mobil punya peranan penting agar mobil bisa berjalan.

Ini ada kaitannya dengan poin yang pertama di atas.  Memberi dengan ikhlas adalah hal yang sederhana namun paling sulit untuk diterapkan. Memberi “sesuatu” kepada orang lain tidak selalu berwujud benda seperti makanan, uang dan lain sebagainya. Anda memberi sumbangsih pemikiran, idea, gagasan juga bisa dikatakan pemberian non benda. Jika anda memberi sesuatu kepada orang jangan diiringi dengan ucapan yang menyakitkan.

Banyak orang terlalu pintar dalam menilai orang lain, namun terlalu bodoh untuk menilai dirinya sendiri  Kuman diseberang lautan keliatan sedangkan gajah dipelupuk mata tidak terlihat.  Mencari cari kejelekan orang lain dan bahkan anda hafal setiap kesalahan orang lain begitu fasih, runut dan detailnya.  Kesalahan adalah hal yang manusiawi. 

Namun anda selalu menghafal setial detail kesalahannya. Walaupun kesalahan itu benar adanya namun tetap saja tidak ada manfaatnya anda menghafal luar kepala semua keburukan dan kesalahannya. Apa manfaatnya bagi anda?.  Kepuasan kah? No way.   Setiap dari kita memiliki sisi baik dan sisi yang buruk. 

Ingatlah semua kebaikannya, bukan mengingat sampai hafal luar kepala segala kesalahannya.  Apakah anda merasa paling suci dari dia? Anda juga memiliki kekurangan dan kesalahan yang anda tidak sadari kepada dia, namun dia tidak mau mengungkapkan atau mengatakannya kepada anda. Jadi buat apa anda melakukan itu? (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog