Pengalaman Mengikuti Prosesi Mengurus Jenasah

Kubu Raya.  Hari ahad 1 April 2018 ini diawali dengan berita duka cita. Salah satu warga Blok D Komplek Duta Bandara Permai meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB subuh pagi. 

Setelah diumumkan melalui pengeras suara di Masjid Babussalam Komplek Duta Bandara, warga komplek mulai berdatangan ke rumah duka.  Prosesi pemakaman jenasah dilakukan hari itu juga sekitar pukul 10.00 WIB di tanah Waqah di Gang Hafid Ahmad Yani 2 Kubu Raya.  Sudah menjadi k
ewajiban kita, kaum muslimin yakni memandikan, mengkafani, mensolatkan dan menguburkan. Hukumnya memang fardhu kifayah dan saya berkesempatan mengikuti prosesi pengurusan jenasah ini.  Berikut adalah catatannya.

Pertama, memandikan jenasah , mengkafani, dan mensolatkan.   Yang wafat adalah seorang perempuan (ibu) diperkirakan berusia 45 (tahun) ini dimandikan sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam agama Islam yakni Orang yang berhak memandikan Mayat perempuan ini terutama  Saya melihat hanya ibu dan kaum perempuan yang saya liat yang memandikan si mayat. Semuanya dilakukan dalam ruangan tertup dan hanya muhrim atau sejenis kelaminnya dengan simayat yang boleh memandikannya.

Saya mengundang sahabat semuanya untuk melihat dokumentasi foto yang berhasil saya rekam dari awal hingga selesainya prosesi pemakaman seperti yang tercantum di bawah ini.  



SHOLAT : Jenasah yang sudah disholatkan ini kemudian dibawa menuju mobil jenasah yang sudah siap menunggu di luar untuk selanjutnya bergerak menuju tempat peristirahatan terakhir. Foto Asep Haryono
SHOLAT : Jenasah yang sudah disholatkan ini kemudian dibawa menuju mobil jenasah yang sudah siap menunggu di luar untuk selanjutnya bergerak menuju tempat peristirahatan terakhir. Foto Asep Haryono


MOBIL JENASAH : Jenasah dimasukkan kedalam mobil jenasah kemudian bergerak menuju tempat peristirahatan terakhir yakni tanah wagah di gang Hafiz Ahmad Yani 2. Foto Asep Haryono

DIBAWA :  Setelah tiba dilokasi pemakaman Tanah Waqaf di Gang Hafidz Ahmad Yani 2 ini , kemudian jenasah perlahan dikeluarkan dan dibawa menuju prosesi pemakamannya. Foto Asep Haryono
DIBAWA :  Setelah tiba dilokasi pemakaman Tanah Waqaf di Gang Hafidz Ahmad Yani 2 ini , kemudian jenasah perlahan dikeluarkan dan dibawa menuju prosesi pemakamannya. Foto Asep Haryono

DITURUNKAN :  Setelah penggalian lubang makam selesai dan airnya dikeluarkan, barulah jenasah atau mayat diturunkan secafra perlahan ke dalam liang lahad.  Foto Asep Haryono
DITURUNKAN :  Setelah penggalian lubang makam selesai dan airnya dikeluarkan, barulah jenasah atau mayat diturunkan secafra perlahan ke dalam liang lahad.  Foto Asep Haryono

DIKUBURKAN :  Setelah jenasah sudah dimasukkan ke dalam liang lahad, kemudian diurug oleh petugas yang sudah sigap dan juga dilakukan hati hati dan teliti. Foto Asep Haryono
DIKUBURKAN :  Setelah jenasah sudah dimasukkan ke dalam liang lahad, kemudian diurug oleh petugas yang sudah sigap dan juga dilakukan hati hati dan teliti. Foto Asep Haryono

PEMBIMBING:  Berindak sebagai pembimbing prosesi pemakaman ini oleh Ustad H Ahmad Farhan Ketua Masjid Babussalam Duta Bandara Ahmad Yani 2. Ustad sedang berjalan menuju lokasi pemakaman untuk memimpin doa. Foto Asep Haryono
PEMBIMBING:  Berindak sebagai pembimbing prosesi pemakaman ini oleh Ustad H Ahmad Farhan Ketua Masjid Babussalam Duta Bandara Ahmad Yani 2. Ustad sedang berjalan menuju lokasi pemakaman untuk memimpin doa. Foto Asep Haryono

MEMIMPIN DOA : Ustad H Ahmad Farhan (berbaju gamis putih dan berkopiah putih) Ketua Masjid Babussalam Duta Bandara Ahmad Yani 2 memimpin doa. Foto Asep Haryono
MEMIMPIN DOA : Ustad H Ahmad Farhan (berbaju gamis putih dan berkopiah putih) Ketua Masjid Babussalam Duta Bandara Ahmad Yani 2 memimpin doa. Foto Asep Haryono

BUNGA : Prosesi pemakaman sudah selesai, keluarga yang berduka diberi kesempatan untuk menyampaikan doa dan menaburkan bunga di pusara anggota keluarganya. Jamaah dan para pengantar pun mulai meninggalkan lokasi ini . Foto Asep Haryono
BUNGA : Prosesi pemakaman sudah selesai, keluarga yang berduka diberi kesempatan untuk menyampaikan doa dan menaburkan bunga di pusara anggota keluarganya. Jamaah dan para pengantar pun mulai meninggalkan lokasi ini . Foto Asep Haryono



Kedua, mensolatkan dan memakamkan.   Jenasah yang sudah dimandikan dan dikafani (Sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam Islam tentunya-red) kemudian dibawa menuju Masjid Babussalam Duta Bandara yang jaraknya cukup dekat dengan rumah duka yang berada di Blok yang sama , blok D itu.

Mengenai tata cara mensolat jenasah sahabat semuanya bisa langsung browsing di Google dan sudah bisa menemukan semuanya, jadi saya tidak menuliskan kembali tata cara dan urutan mensolatkan jenasah untuk mempersingkat waktu dan agar tulisan ini tidak terlalu panjang.

Singkat kata begitu jenasah sudah selesai di sholatkan , kemudia di gotong warga menuju mobil jenasah yang sudah disiapkan.  Saya melihat mobil jenasah itu ada label PLN. Sayang sekali saya tidak sempat memfoto mobil jenasah dengan label PLN ini untuk kelengkapan artikel ini.

Mobil jenasah kemudian dikawal sejumlah motor para pengantar dan pelayat berkonvoi menuju tempat peristirahatan terakhir yakni tanah Waqah yang berlokasi di Gang Hafid Ahmad Yani 2 Supadio Kubu Raya.   Sesampainya dilokasi pemakaman tersebut jenasah kemudian dibawa menuju lokasi pemakaman atau liang lahad yang memang sudah siap menanti.   Doa dipimpin langsung oleh Ustad H.Ahmad Farhan, Ketua Masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya.

Dalam pengantarnya, sang Ustad H.Ahmad Farhan mewakili keluarga yang berduka menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran dan bantuan dari para jamaah dan pelayat yang sudah ikhlas mengurus jenasah mulai dari awal hingga terakhir.   Selesai prosesi pemakaman, jamaah, dan para pelayat satu persatu mulai meninggalkan lokasi makam yang sudah dikelillingi oleh keluarga,  dan handai tolan keluarga yang berduka.  (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog