Nasi Bungkus VS Nasi Kotak

Apa yang membedakan saat anda menerima 1 buah nasi bungkus dengan 1 buah nasi kotak? Mana yang lebih elegan dan memiliki “kelas” dari keduanya : nasi bungkus atau nasi kotak?   Orang sering mengatakan jangan tertipu oleh penampilan fisik sebalum mengetahui isi hatinya  Benarkah demikian?.

Sebelum kita mencoba membahas dikotomi nasi bungkus dan nasi kotak ini, ada baiknya kita samakan dahulu persepsi kita terhadap topik yang saya mau coba tawarlkan ini.   Keduanya dikotomi ini substansinya sama saja yakni berisi nasi beserta lauk pauknya hanya dibedakan dalam wadah atau tempat pembungkusannya saja.   Penampilan luar kadang menggiurkan namun yang lebih utama adalah konten atau isinya.


NASI KOTAK : Ini adalah nasi kotak yang siap disajikan pada acara peringatan Isra Miraj di Masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya beberapa waktu yang lalu. Foto Asep Haryono
NASI KOTAK : Ini adalah nasi kotak yang siap disajikan pada acara peringatan Isra Miraj di Masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya beberapa waktu yang lalu. Foto Asep Haryono

Nasi kotak dikemas dalam kotak karton, sedangkan nasi bungkus dikemas dalam kertas khusus berplastik, namun keduanya substansinya sama yakni menu makanan organik berupa nasi beserta lauk pauknya.  

Kalau dari segi estetika atau keindahan dari penampilan memang nasi kotak jadi pemenangnya. Sedangkan nasi bungkus penampilannya sederhana karena hanya dibungkus oleh pembungkus daun atau plastik dengan diikat oleh seutas getah (baca : karet).

Bisnis Yang Menjanjikan
Menyediakan menu makan seperti nasi kotak atau nasi bungkus ini kini menjadi salah satu usaha Bisnis kuliner yang sedang booming di kota Pontianak. Berbagai perusahaan katering baik skala besar atau skala kecil menjadi ladang usaha kuliner dengan prospek yang menjanjikan. 

Orang perlu makan setiap hari. Dan kebutuhan orang akan makanan akan terus terjadi setiap hari dan tidak mengenal waktu dan juga keadaan cuaca.  Orang perlu makan setiap hari.

Bisnis rumah makan bisa menjadi pilihan bagi anda.  Bagaimana kalkukasi atau hitung hitungan yang pastinya hanya mereka yang paham bisa menghitungnya. Mereka yang sudah terjun dalam bisnis kuliner ini yang bisa menghitungnya. Saya tidak mempunya kemampuan untuk melakukan estimasi berapa yang dibutuhkan untuk memulai bisnis kuliner ini.

Namun sebagai user (pengguna) atau konsumen saya punya beberapa kali pengalaman order (memesan) nasi kotak kepada rumah makan tertentu di kota Pontianak baik untuk skala kecil maupun skala besar seperti pada acara syukuran, ulang tahun, dan acara lainnya.    

Untuk 1 kotak nasi bisa dilhat dari kontennya apakah harus ada ayam goreng (bakar), atau daging saja, tentu dengan “asesories” nya seperti sayur sayuran hingga air mineral.  


Penampilan Bukan Utama
Pada umumnya nasi kotak selain berisi nasi dan lauk pauknya kadang juga bisa di “sesaki” dengan air mineral dalam ukuran gelas hingga buah buahannya yang pada umumnya adalah buah pisang ukuran kecil.  Mungkin sejenis pisang singapur.  Harga 1 buah nasi kotak berkisar antara 30 – 50 ribu rupiah bisa kurang bisa juga lebih dari kisaran tersebut.

Nasi bungkus mungkin bisa lebih ditekan biaya (cost) nya karena hanya menggunakan pembungkus plasik atau daun yang hanya diikat dnegn getah atau karet saja.  Sedangkan konten atau isinya bisa jadi sama atau bahkan lebih istimewa dari nasi kotak.  Saya ada pengalaman saat menghadiri undangan syukuran salah seorang sahabat saya, menunya “nasbung” alias nasi bungkus.

Tadinya saya sempat “meremehkan” nasi bungkus ini karena memang dari penampilannya yang sederhana kalau dilihat dari luar.  Namun begitu saya melihat isi dari nasi bungkus tersebut saya dibuat kagum karena isinya istimewa. Mulai dari potongan ayam bakarnya yang berukuran besar, ada sayur sayurannya juga yang cukup lengkap.

Dari sinilah filosofi jangan menilai dari “casing”nya saja alias dari penampilannya saja.  Begitu juga sebaliknya saya pernah menerima kiriman nasi kotak yang dari bentuk penampilan kotaknya saja sudah “wah”, dan kesan yang pertama timbul adalah isinya pasti “wah” juga. 

Namun kenyataan berbeda dengan impian. Isi nasi kotaknya ternyata sederhana sekali kalau tidak mau dibilang kurang memadai.  Ayamnya berukuran kecil mungil begitu juga dengan sayuranya yang sedikit. (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog