Mereka Yang Berpulang Adalah Para Pemberani

Ada catatan kecil yang saya dapatkan saat mengikuti prosesi pengurusan jenasaha salah satu warga Komplek Duta Bandara Kubu Raya.  Almarhumah bertempat tinggal di Blok D yang jaraknya tidak begitu jauh dengan Blok C tempat kediaman saya sekeluarga di rumah.  Alhamdulilah prosesi pemamakannya sudah selesai Ahad 1 April 2018 sore hari kemarin.  Berikut ini adalah catatannya.

Apa yang anda  banggakan saat ini.  Apa yang membuat anda bahagia saat ini? Kalau ini ditanyakan kepada anda sekarang ini tentu jawabannya akan berbeda beda.  Setiap orang memiliki batasan sendiri dan juga memiliki definisi tersendiri apa yang membuatnya bahagia.   Kira kira apa yang membuat anda bahagia saat ini.

Banyak orang yang menjawab Harta dan kekayaan. Jawaban tersebut tentu saja boleh.  Secara realitas memang manusia membutuhkan uang untuk menjalankan kehidupan sehari hari.  Dan setiap kebutuhan itu selalu memerlukan dukungan finansial.   Untuk beramal saja juga butuh biaya,  Anak sekolah, hingga kebutuhan sehari hari di rumah, urusan dapur, juga pake duit, uang, fulus, money.   

Jadi uang dan kekayaan adalah jawaban yang benar dan masuk akal.      Hanya itu? Tentu saja tidak.   Bagaimana  dengan kaitannya dengan tema yang hari ini saya usung. Temanya memang menakutkan tapi sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan. Salah satu hikmah yang dapat saya petik untuk diri saya sendiri khususnya dan juga untuk sahabat semuanya adalah kita masih diberikan kesempatan Hidup.  Bagaimana dengan mereka yang sudah berpulang dan kembali kepada Allah SWT?


SHOLAT : Jenasah yang akan dimakamkan ini akan dsholatkan terlebih dahulu.  Mereka adalah para pemberani.  Foto Asep Haryono
SHOLAT : Jenasah yang akan dimakamkan ini akan dsholatkan terlebih dahulu.  Mereka adalah para pemberani.  Foto Asep Haryono

Para Pemberani

Mereka yang saat ini terbaring di tanah (meninggal) adalah para pemberani.  Dalam pandangan ISLAM sendiri, setiap makluk yang bernyatawa pasti akan menemui (kematian) nya masing masing.  Tidak ada yang tau kapan waktunya manusia itu "ditarik" dari peredarannya di dunia hanya Allah SWT Yang Maha Tahu.  Kita semua sudah sepakat bahwa jodoh, harta dan kematian adalah hak preogratif dari Allah SWT.

Para pemberani.  Itulah kata yang saya lukiskan sebagai tema tulisan sederhana ini.  Mereka yang sudah mendapatkan izin dari Allah SWT untuk menghadapNYA adalah para pemberani yang luar biasa.  Mereka sudah meninggalkan segala kenikmatan dunia fana yang sementara ini terbang menuju sang Khalik, Allah SWT, mempertanggung jawabkan amal perbuatannya di dunia.

Jika sudah ditanam di dalam tanah seperti itu, kesombongan apa yang bisa kamu banggakan? Pangkat dan kedudukan yang tinggi? Jabatan yang mumpuni? Harta yang kamu miliki, sebesar apa pun, tidak akan dibawa pulang. Hanya amal saleh, dan perbuatan baik serta ketaatan kita terhadap Allah SWT yang akan menemani kita selama di dalam penantian di alam barzah.

Kita hari ini mengantarkan saudara kita, sesama kaum Muslimin, ke peristirhatannya yang terakhir. Siapa tau giliran kita yang akan menyusulnya.  Itu sudah ketentuan dari Allah SWT.  Makanya dalam setiap kali ucapan duka cita Innalillahi Wainna Ilaihi Radjiun yang artinya "Kita semua kepunyaan (milik) Allah SWT dan Kepada Allah SWT pula lah kita semua akan dikembalikan.

Mereka Yang Berpulang Adalah para Pemberani

Saya jadi teringat kata dari sahabat saya, bang Hasyim Asharie. Dalam sebuah kesempatan saya berjumpa dengannya, dia pernah berkata bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan syurga adalah saat ini, saat kita sedang bernafas inilah syurga. Mari kita tingkatkan amal ibadah kita kepada Allah SWT.  Bertakwa tanpa batas hingga akhir hayat kita. Menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNYA. .(Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog