Mengobati Kerinduan Bekerja Di Perusahaan

GAYA : Ini saya selfie di depan meja kerja saya di perusahaan yang baru saya bergabung di dalamnya. Foto ini diambil hari Selasa 17-4-2018 sekitar pukul 20/00 WIB. Foto pribadi
GAYA : Ini saya selfie di depan meja kerja saya di perusahaan yang baru saya bergabung di dalamnya. Foto ini diambil hari Selasa 17-4-2018 sekitar pukul 20/00 WIB. Foto pribadi


Ketika Saya memutuskan mengundurkan diri (resign) diri dari salah satu perusahaan media cetak koran terbesar di Pontianak (Kalimantan Barat) sejak bulan Maret 2016 yang lalu.  13 (tiga belas tahun) lamanya saya mendedikasikan diri bekerja sebagai pegawai atau karyawan di perusahaan tersebut.  Orang bilang “zona aman” karena memiliki pekerjaan tetap dan tentu saja dengan penghasilan (gaji) yang tetap pula.

Selepas masa itu saya menekuni bisnis air kesehatan yang sudah saya tekuni satu tahun sebelumnya saya resign.  Bisnis ini saya jalani di rumah saja dibantu dengan istri jadi kami memang team yang kompak.  Istri saya yang memang memiliki tingkatan wawasan pengetahuan dan pengalaman yang lebih lama banyak memberikan pencerahan sekaligus motivasi bagi saya.

Baca juga Ketika Resign Adalah Pilihan

Mungkin karena sudah terbiasa bekerja di perusahaan, dimana waktu selama 13 tahun sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan tidak dapat dihilangkan atau dilupakan atau bahkan diabaikan begitu saja.

Walaupun ada perbedaan yang terpaut jauh antara bekerja di perusahaan sebagai pegawai (karyawan) tetap dengan usaha mandiri atau wiraswasta misalnya soal waktu dan kebebasan berkreatifitas.

Namun gaji bukanlah salah satu alasan mengapa saya memutuskan mengundurkan diri (resign) di saat puncak karir saya waktu itu.  Namun demikian ada beberapa rambu rambu yang tidak dapat saya langgar dalam artikel ini dalam arti hal yang terlalu personal (pribadi) tidak dapat saya share di sini selain daripada hal hal yang sifatnya general atau umum saja.  Ini menyangkut privacy seseorang yang dilindungi.

Baca juga Bukan Karyawan Lagi

Kerinduan untuk kembali ke “zona aman” dalam artian kembali menyibukkan diri dengan aktifitas rutin datang ke kantor dengan segala sosalisasi dengan karyawan lain dan tumpukan beban pekerjaan, dan dengan imbalan upah tetap setiap bulannya. Kerinduan kembali ke dunia perkantoran sering menggoda saya.

Dan akhirnya keinginan di dalam hati ini seperti didengar oleh Allah SWT.  Hari itu setelah saya mendirikan Sholat Dhluha di Masjid, sesaat setelah mengantar anak anak ke sekolah, saya ditelepon oleh seorang rekan saya yang memang sudah pengusaha, teman saya sekantor dulu.  

Singkat kata rekan saya ini minta di”bantu” mengelola website perusahaannya. Dengan kata lain saya “dilamar” oleh perusahaan milik rekan sekantor saya dulu.  Itu terjadi di awal bulan Nopember 2017 yang lalu.

Bos Teman Saya Sekantor Dulu
Seperti yang sudah saya singgung di atas, secara kebetulan pimpinan atau bos perusahaan tempat saya bergabung saat ini adalah rekan saya atau rekan sekantor di perusahaan yang sama dulu.  Hanya saja saya saat itu bekerja sebagai salah satu tenaga admin atau pengelola portal website sekaligus merangkap asisten redaksi, dengan “bos” bekerja di bagian desain grafis merangkap layouter.  Jadilah semacam “reuni”.

Hanya saja “bos” saya sekarang ini sudah lebih dahulu mandir dari keluar dari perusahaan karena mengelola bisnis percetakannya yang semakin lama kian berkembang pesat, dan saya beberapa tahun kemudiannya keluar.  Dan syukur Alhamdulillah saat artikel ini tayang di blog pribadi saya ini sudah memasuki bulan ke 5 (lima) saya menyandang status sebagai pegawai tetap (karyawan) di perusahaan percetakan milik rekan sekantor saya dulu.

Baca juga Resign Dapat Pesangon?

Profil singkat perusahaan rekan sekantor saya dulu ini bergerak dalam tiga core business yakni percetakan ,  fotokopi dan wedding organizer yang sudah dilakoninya sejak dua puluh tahun yang lalu sesuai dengan penuturannya saat “bos” saya itu mengadalam syuluran dalam rangka keberangkatan Umrah ke Tanah Suci Makkah di awal bulan Januari 2018 yang lalu kalau saya tidak salah menghitungnya.
KENANGAN : Ini foto melow melow saat saya masih menyandang status sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan media di Pontianak beberapa tahun yang lalu.  Foto IST
KENANGAN : Ini foto melow melow saat saya masih menyandang status sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan media di Pontianak beberapa tahun yang lalu.  Foto IST

Bisnis saya tetap di air kesehatan yang sudah saya geluti sejak  dua tahun sebelum saya memutuskan mengundurkan diri di bulan Maret 2016 yang lalu, serta kesibukan saya lainnya yang tidak dapat di tawar lagi yakni mengantar dan menjemput anak anak dari sekolahnya (mereka adik kakak di sekolah yang sama-red), dan “bos” saya tau itu.
  
Jadi saya bekerja sebagai pegawai atau karyawan perusahaan hanya diizinkan selama 3 (tiga) jam saja dan selebihnya adalah waktu saya menekuni bisnis air Kesehatan, dan urusan keluarga.  Dengan demikian ada win win solution mengenai jam kerja saya sebagai pegawai atau karywan. 

Beda 180 derajat saat saya full sebagai karyawan di perusahaan media yang bekerja selama 8 jam nonstop dari pukul 08.00 s.d 16.00 WIB. Sejauh ini saya merasa senang, dan itu pula saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Alah SWT, (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog