Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

OPINI : Bocornya Data Jutaan Warga Indonesia Di Facebook

Facebook sebagai salah satu saluran sosial media yang banyak penggunanya di Indonesia saat ini menjadi sorotan banyak orang terkait adanya pencurian dan pemanfaatan puluhan juta warga negara Indonesia oleh sindikasi  Cambridge Analytica (CA) untuk tujuan atau kepentingan tertentu. 

DETIK pun sudah banyak mengulas beritanya bersambung sambung. Salah satu berita yang saya baca berisi dan berjudul Bocornya Data Sejuta Umat Indonesia yang menarik perhatian saya untuk turut menyampaikan pandangan dan pendapat saya  melalui blog pribadi saya ini.

Sebelum saya mencoba memaparkan pendapat dan opini terhadap maraknya pemberitaan mengenai Bocornya Data Jutaan Warga Indonesia Di Facebook , marilah kita tengok sejenak data dari KOMINFO Republik Indonesia tentang jumlah pengguna Internet di Indonesia

KOMINFO Republik Indonesia merilis data tahun 2016 yang lalu jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta orang, dan ini artinya terdapat angka 132,7 orang yang menggunakan internet secara aktif dimana dari total jumlah tersebut dari sekitar 256,2 juta penduduk Indonesia ada sekiitar 86,3 juta atau 65 % nya berada di pulau Jawa. 
Salah satu saluran sosial media paling terbanyak digunakan di Indonesia saat ini adalah Facebook.


Ilustrasi Facebook Di Internet
Ilustrasi Facebook Di Internet

Bukan Hal Baru

Fenoma pencurian data oleh pihak ke III atau pihak yang tidak bertanggung jawab dalam ranah digital atau Internet memang bukan hal yang baru. Kasus pencurian data pengguna oleh pihak ke iII dengan menanfaatkan kanal kanal sosial media bisa dilakukan siapa saja oleh siapa saja dan kepada siapa saja. Batasan digital atau media online sangatlah luas dan tidak dapat dibendung oleh perangkat Undang Undang ITE sekalipun.

Ini kasus personal sebenarnya; Pemanfaatan data digital di sosial media memang terbuka luas selua samudra.  Tergantung individu yang bersangkutan mau diapakan data yang diperoleh secara terbuka dan memang tersedia ada dan banyak di sosial media seperti facebook sekalipun.   Jika anda bermaksud jahat, anda bisa ambil data dari mana saja di sosial media untuk anda gandakan atau mungkin anda manfaatkan untuk kepentingan anda. Siapa saja bisa menjadi siapa saja. Ranah digital sangat luas cakupannya.

Anaaloginya sederhana.  Anda tau penjual pisau di pasar?.  Maksud penjual menjual pisau (yang jelas itu merupakan benda tajam) adalah untuk membantu para ibu ibu untuk memotong makanan, masakan atau daging di dapur.  Intinya pisau dijual orang di pasar untuk keperluan masak memasak, dan keperluan lain yang menggunakan pisau sebagai alat bantunya.

Baca Juga Membumikan Gerakan Revolusi Mental Di Indonesia

Tetapi kenapa ada kriminal menghilangkan nyawa orang ada yang menggunakan pisau?  Bukankah pisau tujuannya untuk membantu anda memasak di dapur, mengolah memotong daging sapi, ikan misalnya. Kenapa dipakai untuk membunuh atau kriminal.  Jadi salah donk si penjual pisau di pasar karena menjual alat pembunuh?: Oh jelas tidak sama sekali. Tinggal NIAT anda membeli pisau digunakan untuk apa.  


Nah analogi sederhana ini tepat disematkan terhadap fenomena pencurian data warga Indonesia oleh pihak ke III dalam hal ini sindikasi Cambridge Analytica (CA)  yang dituduh sebagai pelakunya

Dalam kasus ini salah satu pendiri Facebook, Marck Zuckenberg, tidak dapat disalahkan begitiu saja karena data data para pengguna Facebooknya digunakan oleh pihak lain dalam hal ini   Cambridge Analytica (CA)  untu kepentingan pemenangan politik dalam Pilpres Amerika beberapa waktu yang lalu.  Bukan kebetulan kalau menangnya Donald Trump dalam Pilpres waktu itu diduga kuat dipasok dari data data yang diambil secara serampangan dan tanpa batas dari pengguna Facebook.

Baca Juga Tips Aman Mengguanak Sosial Media
KOMINFO Jangan Menutup Facebook
Sebagai salah satu negara di dunia yang paling masif menggunakan Facebook, INDONESIA , memang menjadi salah satu pasar yang menjanjikan untuk para advertisers (pemasang iklan) di kanal milik Marck Zuckenberg tersebut. Bahkan UKM UKM di Indonesia banyak memanfaatkan jejarinh sosial Facebook yang kemudian disingkat menjadi FB sebagai wadah untuk memasarkan produknya agar semakin luas dikenal di masyarakat.

Para pebisnis juga banyak menggunaakan FB untuk memasarkan produknya mulai dari peralatan rumah tangga, kosmetik, ibadah ke Tanah Suci , Komputer , Alat musik hingga kaos kaki pun ada dijual di Facebook.   Bahkan anak alay pun banyak yang menggunakan FB untuk mencari jodoh, anak sekolah yang doyan selfie atau siapa saja bisa bebas menggunakan FB. Tentu saja dengan segala konsekuensinya jika sudah berada dalam ranah publik semacam Facebook ini.

Baca juga 3 Dampak Buruk Sekaligus Baik Dalam Penggunaan Internet

Maraknya kasus pedophilia , predator anak, penculikan , human trafficking hingga bully ada di Facebook.   Baik atau negatif penggunaan facebook sangat terbuka terjadi pada siapa saja dan dimana saja.  Dalam tulisan saya sebelumnya sudah dibahas bagaimana seharusnya kita , sebagai pengguna sosial media, bijak dalam memanfaatkan sosial media seperti FB ini.  Undang Undang ITE tentu saja sudah siap menerkam jika kita tidak mawas diri.

Baca juga Waspada Postingan mu 

KOMINFO Republik Indonesia juga saya himbau untuk tidak menebar "ancaman" dengan menutup saluran Facebook di Indonesia. Saya tidak dapat membayangkan kalau benar benar "ancaman" tersebut direalisasikan. Akan ada banyak protes dan keberatan dari para pengguna Facebook yang beraneka ragam itu. Ingatlah selalu pengguna Facebook bukan dari anak alay saja, atau mereka yang senang curhat atau selfie, para pebisnis juga banyak. 

Saya kuatir jika "ancaman" itu benar benar dieksekusi KOMINFO Republik Indonesia akan mengundang kemarahan para simpatisan Facebook di seluruh Indonesia. Para peretas tngkat dewa yang bersimpati bisa jadii akan "turun gunung"

Lagipula sudah bukan jamannya lagi ancam mengancam segala. Kalau mau memberantas tikus, jangan lumbung padi yang dibakar
.(Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog