Windu Penjual Martabak Di Pontianak : Dapat Uang Palsu Kembalian Hingga Ditipu Pelanggan

Kubu Raya. Seorang pembeli datang menghampiri Windu Septian Nugraha (27 tahun) yang sedang santai menunggu pelanggan yang akan membeli martabak manis atau Martabak telor jualannya.  Pelanggan setianya itu duduk di belakangnya sambil menunggu Martabak telornya dibuat oleh Windu.

Windu yang bertubuh gempal dengan warna kulit gelap memang adalah seorang penjual Martabak Telor dan Martabak manis yang setiap harinya mangkal di depan Pura di Jalan Adi Sucipto Pontianak.

"Saya anak ke 2 dari 5 bersaudara dan semuanya tinggal di Kampung Tegal, kakak tertua saya bekerja merantau di Singapura di perusahaan pencari ikan, sedangkan kakak dan adik saya lainnya masih sekolah juga di Tegal" kata Windu.

Windu yang berasal dari Tegal ini mulai merantau ke Pontianak sejak awal tahun 2014 tidak begitu lama setelah dia menamatkan bangku SMP nya di Tegal.

"Saya mulai dipindahkan jualan sama bos saja di depan Pura di Jalan Adi Sucipto ini sejak beberapa bulan yang lalu, sebelumnya saya menggelar gerobak martabak saya di depan Alfamart di Ahmad Yani 2" kata Windu.

"Awalnya saya hanya coba coa saja, jualan Martabak seperti ini, habisnya mau kerja gimana lagi tidak punya ketrampilan apa apa saya, dan merantau ke Pontianak ini juga tidak direncanakan ya begitu saja hingga akhirnya saya bisa berjualan Martabak ini juga karena ditawarin sama tetangga saya yang juga bos saya sekarang" katanya



JUALAN : Windu sedang membuatkan martabak pesanan pelanggan setianya. Windu biasa menjajakan gerobak Martabaknya di depan Pura di Jalan Adisucipto.  Foto Asep Haryono
JUALAN : Windu sedang membuatkan martabak pesanan pelanggan setianya. Windu biasa menjajakan gerobak Martabaknya di depan Pura di Jalan Adisucipto.  Foto Asep Haryono
BUTUH DUIT : Ternyata bukan hanya rumah atau kendaraan saja yang bisa dijual cepat. Martabak pun ternyata bisa dijual cepat karena pemiliknya sedang butuh duit.  Foto Asep Haryono
BUTUH DUIT : Ternyata bukan hanya rumah atau kendaraan saja yang bisa dijual cepat. Martabak pun ternyata bisa dijual cepat karena pemiliknya sedang butuh duit.  Foto Asep Haryono


Dapat Uang Palsu dan Ditipu Konsumen 
" Kalau martabak sih rata rata rasanya sama baik dari bahan adonan martabaknya, kelengkapan toppingnya semuanya dan tinggal bagaimana membuatnya beda hingga disukai oleh para pelanggan seperti martabak yang saya jual ini semuanya resep bos" kata Windu berpromosi.

Windu tidak dapat memberitahukan berapa omzet yang dia peroleh setiap malamnya. Windu hanya mengatakan semua peralatan gerobak, bahan bahan martabak dan segalanya sudah disiapkan oleh bos dan dia hanya "marketing" nya saja alias cuma jualan

"Kalau gaji saya sih bulanan" kata Windu tanpa mau menyebutkan nominal gaji yang dia terima selama menjadi "karyawan" martabak milik bosnya itu

"Kalau saya sih urusan omzetnya berapa, berapa laku berapa saya sih kurang tau soalnya saya laporan sama Bos juga berdasarkan bahan bahan yang ada dan uangnya harus sama karena semuanya sudah dihitung dan dikalkulasikan, dan tidak mungkin menipu" kata Windu.

"Suka duka tentu ada namun untuk dukanya ya banyak juga ya dan yang sering memang ditipu sama pelanggan saya sendiri" kata Windu.


"Pelanggan saya itu hampir tidak pernah absen untuk datang membeli martabak setiap hari di gerobak saya makanya saya percaya pelanggan saya itu datang untuk membeli martabak saya dulu bayarnya menyusul sebab dompetnya ketinggalan ya saya percaya saja soalnya pelanggan saya dan saya sudah kenal dia" kata Windu

"Nanti kalau ada wawancara dari Televisi barulah saya mau pake jas" kata Windu saat fotonya diambil. Foto Asep Haryono
"Nanti kalau ada wawancara dari Televisi barulah saya mau pake jas" kata Windu saat fotonya diambil.  Nah kira kira adakah stasiun TV yang mau liputan dengan  penjual Martabak ini? Ditunggu undangannya sama dia loh.  Foto Asep Haryono

Namun begitu martabak sudah berpindah tangan dan pelanggan itu sudah mendapatkan martabaknya dan dia pun pergi namun tidak kembali lagi dan hilang begitu saja dan tidak pernah kembali lagi untuk membayar Martabaknya.


"Ada juga pelanggan saya yang saya liat dari penampilannya meyakinkan dengan mengaku baru pulang dari sebuah acara namun tidak membwa uangnya dia pesan martabak ke saya karena pesanan istrinya ya saya percaya saya namun ya nyatanya saya ditipu lagi si pelanggan sudah dapat martabaknya namun tidak kembali ke sini membayar seperti janjinya" kata Windu

Namun bagi Windu itu semua ada hikmahnya dan kini dia sudah paham modus penipuan dari pelanggannya dan sudah siap kalau ada kejadian seperti itu lagi datang menghampirinya.   " Saya sudah taulah sekarang" katanya.

Namun berkali kali juga Windu masih kena tipu dari pelanggannya yang sepertinya selalu berubah taktik dan modus operandinya.

"Pernah juga suatu ketika ada pelanggan yang membayar Martabak saya dengan uang palsu pecahan 50 ribu rupiah" kata Windu.


Pelanggan Windu ini datang ke gerobaknya memesan martabak manis yang varian rasa keju kacang seharga 24 ribu rupiah, dan pelanggannya itu memberikan uang pecahan 50 ribu 1 lembar dan pecahan 2 ribu dua lembar, dan saat itu memang sedang rampai pembeli jadi dia tidak sempat mencek keaslian uang pembayaran dari pelanggannya itu.

"Baru ketauan setelah saya periksa hasil penjualan saya malam itu dengan menghitung uang yang ada kok ada 1 lembar pecahan 50 ribu beda dari biasanya warnanya agak kusam dan tidak ada kasarnya uang halus dan ternyata uang itu palsu sudah saya serahkan sama bos" kata Windu.

"Saya memberi kembalian kepada orang itu 20 ribu rupiah dengan uang asli, jadi pelanggan penipu itu sudah dapat kue martabak dari saya juga uang 20 ribu asli dari kantong saya sendiri dan saya harus ganti" kata Windu

Namun tidak melulu nasib apes yang Windu alami selama "karir" berjualan Martabak milik bosnya itu.  Terkadang juga ada sukanya kata dia, misalnya saat pelanggannya memberikan kembalian lebih kepada dirinya dan dagangannya habis ludes dibeli konsumen.

"Ada pelanggan yang kembaliannya bisa 5 ribu lebih namun tidak mau diambil katanya buat saya saja karena puas dengan martabak saya ya saya ambil saja dan itu rezeki buat saya kan, juga pelanggan yang ramai memesan martaak saya sampai dagangan saya ludes malam itu lebih cepat" kata Windu.  (Seperti yang dituturkan kepada saya)
.

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog