Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Waspada Postingan mu

Kini setiap orang di Indonesia sudah gaul dengan sosial media.  Penggunaan sosial media kini sudah menjadi booming di mana mana.   Jangankan anda, anak usia sekolah dasar (SD) sederajat sekarang saja banyak yang sudah memiliki gawai (baca : gadget) berforma tinggi dan canggih.

Pada tahun 2016 saja pengguna internet di Indonesia sudah menyentuh angka 32,7 juta orang yang menggunakan internet secara aktif.  Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh APJI pada tahun 2016 menunjukkan bahwa salah satu instrumen yang paling terbanyak digunakan di Indoneisa saat ini adalah sosial media (facebook, twitter, linkedin, Instagram, dan lain lain).  Urutan kedua adalah mengirim dan menerima pesan instant dan peringkat ketiga tertinggi adalah membaca informasi.

WASPADA : Berselancar di dunia maya memang mengasyikan namun tetap waspada dalam setiap postingan mu.  Foto Asep Haryono
WASPADA : Berselancar di dunia maya memang mengasyikan namun tetap waspada dalam setiap postingan mu.  Foto Asep Haryono

Sosial media sebagai wadah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat jaman now atau yang biasa disebut dengan angkatan “Milenial” tidak begitu beda dengan angkatan “veteran” atau mereka yang terlahir dari tahun 1970 an.   Tua dan muda kini sudah tidak ada batasan atau sekat lagi, dan semua berhak menggunakan sosial media sebagai wadah ekspresi, penyaluran hobi, mendapatkan informasi dan hiburan dan juga untuk keperluan usaha atau bisnis.

Sosial media menjadi tempat yang paling mudah diakses oleh siapa saja sekarang. Kini setiap orang bisa dengan mudahnya memposting status, mempublikasikan atau berbagi foto atau video kepada orang lain, sebagai sarana promosi usaha atau kepentinhan politik menjelang Pilkada serentak di Indonesia yang menurut rencana akan diselenggarakan ;pada bulan Juni 2018 ini.

Baca Juga Membumikan Gerakan Revolusi Mental Bangsa Indonesia

Selain dampak dan manfaatnya yang luar biasa bagi setiap orang, kini persoalan yang pelik muncul ke permukaan yakni batasan yang boleh atau tidak boleh dilakukan dengan sosial media.

 Kebebasan berekspresi , mengeluarkan pikiran, pendapat dan pandangan tentu saja dijamin oleh undang undang.  Namun demikiian ancaman pidana dan perdata tetap mengintai kepada siapa saja yang melanggar ketentuan dalam memposting di sosial media.  Kita tidak boleh menggunakan sosial media untuk menjatuhkan, mendeskreditkan, memfitnah, menyebarkan ujarang kebencian, mencemarkan nama baik orang, pornography, menghina dan kekerasan.

Ancamannya juga bukan main main. Dalam undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang kemudian diubah dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terutama pada pasal pasal 27, 28 dan 29 dengan ancaman pidana maksimal 4 (empat) tahun penjara atau denda maksimal Rp.750.000.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) – pasal 45

Menyampaikan Kritik Melalui OMBUDSMAN
Kasus yang pernah ramai dibicarakan di jagat sosial media adalah kasus “Koin Untuk Prita” yang sangat fenomenal.  Kasus Prita Mulyasari mencuat saat keluhannya terhadap pelayanan sebuah rumah sakit di Jakarta yang diunggahnya melalui email mendapat reaksi keras dari pihak rumah sakit hingga berujung pada kasus hukum.  Keluhannya terhadap pelayanan rumah sakit dipersepsikan sebagai upaya untuk mencemarkan nama baik dan menjatuhkan kredibilitas rumah sakit. 

Dari kasus seperti ini tidak serta merta mematikan daya kritis dan fungsi kontrol dari masyarakat terhadap pelayanan publik di Indonesia.   Mengkritisi tidak sama dengan menjatuhkan dan atau mencemarkan nama baik setidaknya ini dalam pandangan saya.

Dimana mana yang namanya kritik memang tidak nyaman didengar dan sesuatu yang tidak mudah diterima oleh pihak yang dikritik.   Namun demikian jika itu diposting dalam ranah publik tentu saja akan menimbulkan penafsiran yang berbeda beda oleh siapas aja yang membacanya.

Pihak yang dikiritik pelayanannya akan menganggap sebagai upaya menjatuhkan dan mencemarkan nama baiknya.  Bagaimana yang seharusnya dilakukan?   Salah satu solusi untuk menyampaikan kritik dan fungsi kontrol terhadap pelayanan umum seperti ini adalah dengan melakukan saluran komunikasi dua arah dan dilakuan secara private saja. 

Namun jika hal itu menyangkut kepentingan banyak orang dan orang layak tau akan kualitas pelayanan publik maka solusi yang aman lainnya pun masih dapat dilakukan yakni dengan mengadukannya kepada OMBUDSMAN.  Menyampaikan kritik dan mengeluhkan atas pelayanan publik bisa disampaikan kepada pihak OMBUDSMAN yang akan menjadi mediator dan melakukan mediasi.   Bahkan tidak tertutup kemungkinan dari pihak OMBUDSMAN lah yang akan membantu memecahkan masalahnya.


Bijak Menggunakan Sosial Media
Seperti yang sudah saya singgung pada bab pertama tulisan ini bahwa sosial media menjadi wadah yang paling instan   dan cepat digunakan oleh masyarakat untuk saling berbagai informasi baik dalam bentuk foto, video, cerita maupun informasi.  Kini siapa saja bisa menjadi apa saja dengan mudahnya.     Nah berikut adalah sikap dan perilaku yang yang bisa anda pelajari dan terapkan sebelum memposting di sosial media

·   Mencerna Terlebih dahulu.  Seringkali kita menerima broadcast dari rekan atau sahabat kita baik melalui pesan singkat BBM, WA atau sosial media lainnya tentang suatu kegiatan, agenda, program kerja, kampanye atau himbauan atau ajakan.   Cerna terlebih dahulu informasi itu.  Pelajari dengan seksama isi informasi itu dan tidak langsung menelan mentah mentah informasi itu dengan langsung men “share” atau menyebarkan/meneruskan ke akun sosial media yang kamu punya.

·    Tidak Mengumbar Informasi Pribadi.  Mencari sahabat, teman atau bahkan mencari “gebetan” melalui sosial media boleh boleh saja.  Dengan memiliki banyak sahabat dan teman yang baik tentu akan meningkatkan kualitas pertemanan kamu menjadai lebih baik dan dunia akan semakin ceria dengan banyaknya sahabar dan teman.  Namun waspadalah untuk tidak terlalu terbuka mengumbar informasi pribadi kepada orang yang baru kamu kenal. Tidak dengan mudah memberikan data rahasia pribadi mu kepada orang lain apalagi kepdaa orang yang belum dikenal karena bisa saja digunakan untuk hal yang kurang baik kelak dikemudian hari

·    Menggunakan Nama ASELI  Untuk Kemudahan Identifikasi.   Sering sekali kita mendapatkan sahabat lama atau temanbaru sekalipun melalui sosial media semacam facebook yang sedang in sekarang ini.   Menggunakan nama diri sendiri (Nama lengkap atau nama aseli) jauh lebih mudah diidentifikasi daripada menggunakan nama samaran yang orang lain belum tentu paham siapa diri kamu sebenarnhya.    Misalnya nama “Pejuang cinta” , “Pria keren” dan sebagainya sebagai nama akun menjadi lebih sulit didentifikasi apalagi tidak ada foto diri orang akan semakin susah untuk mengenal kamu

·      Jangan Mudah Percaya Pada Orang Baru
Jejaring sosial yang sedang booming sekarang ini seperti facebook sering mendapatkan hal hal yang tidak lazim dan kamu harus waspada pada orang baru kamu kenal melalui jejaring sosial ini.  FOTO yang digunakan seseorang di facebook juga bisa dengan mudah dipalsukan bahkan dimanipulasi.  

Orang memasang foto orang lain yang cantik atau ganteng untuk menarik simpati atau hati juga harus diwaspadai.    Jika kamu terpikat pada seseorang di facebook adalah sah sah saja, namun harus kamu ingt bahwa  kamu baru kenal sehari jangan mudah untuk percaya apalagi jika menyangkut uang.  Meminta uang adalah salah satu indikasi sahabat barumu mencurigakan.  Waspada

Hal yang mungkin pengecualian di sini adalah jika kamu punya bisnis atau usaha dan kamu “berjualan” menggunakan facebook atau sosial media lainnya, mencantumkan identitas aseli adalah suatu keharusan dan tidak perlu kuatir nomor identitas, bahkan nomor rekening anda akan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.   Jarang jarang ada orang iseng dengan nomor


Hindari HOAX.  Maksudnya di sini adalah jika anda mendapatkan broadcast atau kabar yang tidak jelas dari siapa saja bahkan dari orang yang sudah anda kenal sekalipun agar berpikir terlebih dahulu baik buruknya jika kabar tidak jelas itu dishare atau disebarkan. 

Pastikan dahulu informasi itu dari sisi aktual dan kebenarannya.   Jika mendapatkan informasi yang tidak jelas maksud dan tujuannya dan atau anda sendiri kurang memahami maksud dan tujuan informasi itu simpan saja untuk dinikmati sendiri dan tidak disebarluaskan melalui akun sosial media kamu. Waspada Postingan mu. 
(Asep Haryono)

1 comment:

  1. Benar, harus berhati-hati dengan postingan di media sosial. Keliru sedikit bisa di ITE, hehehe

    ReplyDelete

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog