Sukseskan Asian Games 2018

Selera Memang Tidak Dapat Diperdebatkan

Kubu Raya.  Saya tertarik dengan pemberitaan salah satu portal berita terkenal di Indonesia DETIK COM yang menurunkan berita foto yang berjudul dan berisi " Bukan Jatuh Miskin! Ini Bukti Tamara Bleszynski Memang Doyan Makanan Tradisional".  Dalam sebuah fotonya diperlihatkan artis berparas bule cantik ini sedang lahap menyantap nasi bungkus warteg lengkap dengan lauk sayur asem dan kerupuknya.


LUPIS :  Ini adalah salah satu jajanan pasar yang sangat saya sukai, Lupis. Dimakan selagi santai di sore hari nikmatnya mantaf. Murah meriah. Foto Asep Haryono
LUPIS :  Ini adalah salah satu jajanan pasar yang sangat saya sukai, Lupis. Dimakan selagi santai di sore hari nikmatnya mantaf. Murah meriah. Foto Asep Haryono

Saya bisa memahami mengapa mereka, sekelompok orang yang menamakan dirinya (atau diberi nama oleh masyarakat) dengan sebutan WARGANET ini menanggapi seperti itu.   Orang sedang menikmati kuliner tradisional seperti itu bisa dianggap "miskin", "nggak punya duit" atau "kere".   Dalam pandangan saya komunitas yang menamakana diri (diberi nama oleh masyarakat) dengan sebutan WargaNet ini memang terdiri dari banyak pemikiran, dan latar belakang budaya dan juga tingkat pendidikannya.

Orang makan nasi bungkus atau nasi warteg memang hal yang biasa saja. Sebagian orang (bukan hanya warganet) mengasosiasikan dengan makanan kaum buruh pinggiran, buruh bangunan atau makanan kampung.  Tapi tunggu dulu, stikma itu harus segera diluruskan.  Makanan tidak akan menjatuhkan dan akan menaikkan gengsi seseorang. Makananan tidak otomatis akan menentukan "image" atau menaikkan gengsi atau pencitraan mereka yang menyukainya.

Faktanya memang ada makanan mahal.  Apa saja itu yang masuk dalam katagori makanan mewah atau mahal?  Ya memang ada dan banyak contohnya. Salah satu makanan mewah atau berharga mahal adalah Caviar.   Apa anda pernah mencicipi atau minimal mendengar nama makanan yang bernama Caviar?.  Seorang Youtuber terkenal asal AmerikaCasey Neistat,  pernah mengunggah videonya sedang menikmati Caviar dalam penerbangan mahal pesawat Emirat dari Amerika menuju Dubai.

"If you do not know about Caviar, its fish egg" (Jika kamu tidak tau apa itu Caviar, nah Caviar itu telur ikan) kata Casey Neistat.   Ya Caviar menurut Casey Neistat adalah makanan ikan. Makanan ini bentuknya seperti ketan hitam, merupakan makanan yang berasal dari telur ikan yang berharga sangat mahal.  Konon harga 1 ons Caviar jenis tertentu bisa berharga puluhan hingga ratusan juta rupiah.  Nah mereka yang bisa menikmati CAVIAR bisa dianggap keren dan menaikkan gengsi yang makan.  Harganya saja sudah sangat mahal.

Selera Tidak Dapat Diperdebatkan
Nah saya coba memberikan analoginya lagi.  Ada yang tau kerupuk? Hampir setiap orang baik di desa dan dikota suka akan kerupuk.  Banyak orang yang suka dengan kerupuk begitupun juga saya.

Selain harganya yang murah meriah, kerupuk juga enak dimakan dengan kondisi apa pun.  Mau dicampur dengan nasi enak, dengan hidangan berkuah juga asyik. Apa saja tetap enak.  Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, juga suka kerupuk warteg loh.

Bayangkan seorang Presiden Republik Indonesia saja suka makan kerupuk.  Nah apakah Kerupuk yang konon dianggap makanan kampung bisa menjatuhkan citra atau image seseorang?.  Apa lantas mereka yang biasa ngemil Burger atau makan siap saji itu lantas identik dengan orang kaya? WOw wow nanti dulu.  Makanan tetaplah makanan.  Tidak ada urusannya dengan politik pencitraan.  Jangan memojokkan atau mendeskreditkan makanan

Presiden Jokowi tidak akan turun citranya sebagai kepala negara Republik Indonesia hanya karena beliau suka dan cinta makanan tradisional seperti kerupuk atau nongkrong makan di warteg 

Tidak perduli siapa pun dia artis sekelas 
Tamara Bleszynski atau Presiden RI Jokowi pun juga suka makan kerupuk, suka nongkrong di warteg.  Apa masalahnya jika orang makan kerupuk bisa dianggap Jatuh Miskin?  Apa relevansinya?   Kalau orang suka makan kerupuk atau makan di warteg, lalu kenapa kalian yang sewot?. Selera Memang Tidak Dapat Diperdebatkan. (Asep Haryono)










No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog