Dirgayahu Kemerdekaan RI Ke 73 Tahun


Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

OPINI : Membumikan Gerakan Revolusi Mental Bangsa Indonesia

Lampu lalu lintas masih menyala merah tanda kendaraan apa pun baik itu roda dua maupun roda tiga untuk berhenti dengan tertib.  Namun bagi sebagian masyarakat yang tidak sabar walaupun lampu lalu lintas masih menyala berwarna merah tetap menerobosnya.  Melanggar tertib lalu lintas tentunya. Sebuah sikap dari warga negara Indonesia yang tidak santun dan tidak patut dicontoh.

Itu adalah salah satu contoh dari sikap dan perilaku masyarakat Indonesia tidak saja di kota besar namun di semua kota di seluruh wilayah NKRI, tertib lalu lintas dan disiplin berkendaraan sebagai pelopor keselamatan dalam berkendaraan di Indonesia masih jauh panggang dari api.

Masih banyak lagi contoh dari sikap dan tingkah laku warga negara yang tidak tertib misalnya tidak sabar mengantri di ATM, menyalakan musik keras keras hingga menganggu tetangga, sampai menggunakan sosial media untuk hal yang kurang terpuji seperti pornography, sarkasme, kejahatan, praktek perdagangan orang, SARA dan masih banyak lagi.

Baca juga Stop Pelanggaran Stop Kecelakaan 

Apa yang salah di negeri ini? Sudah sedemkian parahkah tingkat kedewasaan berpikir dan kesadaran bernegara dan berperilaku warga negara yang baik yang dimiliki oleh bangsa ini? 

Beberapa contoh sikap hidup, dan perilaku masyarakat yang saya sebutkan di atas adalah bukti nyata bahwa gerakan revolusi mental di Indonesia masih harus lebih dibiasakan lagi.

Perlu sebuah terobosan yang jitu agar sikap dan tingkah laku warga negara Indonesia ini benar benar mencerminkan  cara pikirm sikap dan cara kerja bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai nilai strategis yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong berdasarkan pancasila.


TIDAK SANTUN : Ini adalah salah satu sikap yang tidak santun dari dua pengendara kendaraan roda dua yang berhasil direkam fotonya. Berhenti melewati marka. Foto Asep Haryono
TIDAK SANTUN : Ini adalah salah satu sikap yang tidak santun dari dua pengendara kendaraan roda dua yang berhasil direkam fotonya. Berhenti melewati marka. Foto Asep Haryono

Membangun Kesadaran Dalam Keluarga
Revolusi mental adalah sikap bangsa Indonesia yang mencerminkan sikap dan watak ketimuran bangsa Indonesia dengan jiwa kebudayaan yang tinggi dan nasionalisme dalam diri untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.  Revolusi mental sudah menjadi gerakan nasional yang harus kita wujudkan dan sukseskan bersama sama seperti harapan kita semua.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melalui Inpres nomor 12 tahun 2016 tentang gerakan nasional revolusi mental sudah ditetapkan pada tanggal 6 Desember 2016 yang lalu.

Salah satu hal yang melatar belakangi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) ini adalah semakin berkurangnya rasa keikhlasan dan kesabaran masyarakat untuk melalui proses pencapaian tujuan, dan tidak mengutamakan hasil. 

Budaya ingin memperoleh hasil yang cepat dan maksimal sering membuat invidu bangsa menjadi lupa diri, menghalalkan segara cara untuk mencapai hasil yang maksimal.  Dari sinilah praktek korupsi yang merupakan bahaya laten sangat merusak mental bangsa Indonesia kian tumbuh semakin subur.

Korupsi dan Narkoba adalah pasangan yang sama sama mematikan jiwa dan raga bangsa Indonesia.

Oleh karena begitu banyak hal yang harus dibenahi dari bangsa ini, menjadi Nasional Revolusi Mental (GNRM) mau tidak mau harus benar benar dibumikan dengan segala daya , pikiran dan tenaga dengan memprioritaskan pembangunan dan pemasyarakat Nasional Revolusi Mental (GNRM) mulai dari lingkup terkecil dari sebuah negara yakni keluarga.

Dari keluarga lah diharapkan pola pole kepribadian dalam upaya kita untuk membumikan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) bisa diharapkan dapat berkembang dengan baik.  Melahirkan generasi masa depan yang benar benar sesuai dengan harapan bangsa ini yakni memiliki kepribadian, cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku dan cara kerja yang berorientasi  citra diri bangsa Indonesia sejati

Pembenahan diri dalam keluarga sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) bisa dimulai dengan menanamkan sikap dan tingkah laku yang sederhana namun mampu mendidik dan menciptakan watak anak anak kita menjadi pribadi yang  baik, disiplin diri bukan patuh karena takut.

Dari keluarga inilah  bolehlah kita berharap generasi masa depan bangsa ini menjadi generasi yang paham betul akan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia sehingga Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) bisa membumi di persada nusantara kita tercinta. 
(Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog