UN Swissindo : Punya Hutang Ya Bayar

Oleh Asep Haryono


Kubu Raya.  Hari ini saya membaca dua berita yang dua duanya bertema uang. Berita pertama tentang aktifitas United Nation Swissindo Trust Internasional Orbit (UN Swissindo) yang sudah diminta menghentikan aktifitasnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berita kedua tentang Jumlah hutang Republik Indonesia nyaris tembus 4000 Triliun.  Selengkapnya Utang Pemerintah 4000 Triliun
Untuk yang pertama UN Swissindo ini diklaim mampu membantu membayar hutang para anggotanya dengan mencairkan semacam Voucher, sedangkan untuk mendapatkan voucher tersebut ada uang administrasinya antara 300 - 600 ribu rupiah.

Baca selengkapnya - waspada sekte penghapus hutang masih beroperasi


Saya sudah membaca tautan tautan berita tersebut dan masih belum dapat gambaran yang jelas adanya kesaksian para anggota lembaga keuangan tersebut yang berhasil terbantu hutangnya terbayarkan berkat pencairan voucher "sakti".  Saya belum mendapatkan beritanya.

Sekedar Ilustrasi saja.  Bagaimana rasanya bisa punya uang sebanyak ini? Mudah saja.  Bekerja keras itu jawabannya. Foto IST
Sekedar Ilustrasi saja.  Bagaimana rasanya bisa punya uang sebanyak ini? Mudah saja.  Bekerja keras itu jawabannya. Foto IST

Saya jadi tidak habis pikir.  Kok bisa masyarakat mau mendaftar menjadi anggota lembaga keuangan yang kata penilaian dari OJK adalah lembaga keuangan abal abal.  Logikanya dimana dengan hanya membayar administrasi 600 ribu rupiah bisa mendapat cash back Rp.15.000.000 dalam bentuk Voucher.

Tidak Masuk Akal
Kegiatan lembaga keuangan ini juga tidak jelas (berdasarkan pemberitaan yang saya baca dari DETIK COM).  Di sebut Koperasi simpan pinjam juga bukan. Di sebut Lembaga Multilevel Marketing (MLM) juga bukan.  Kok mau ya orang menyetor uang ratusn ribu rupiah tidak mendapat barang apa apa, selain hanya selembar kertas yang disebut voucher.

Walaupun dalam Voucher tersebut terdapat "nilai nominal" 15 juta rupiah namun tidak diakui oleh Bank yang ditunjuk di dalam manifes voucher tersebut.  Apakah lembaga keuangan ini layak disebut lembaga keuangan yang menipu atau penghimpunan dana masyarakat illegal?  Mungkin Bank Indonesia dan OJK yang lebih paham permasalahannya.

Namun jangan berkecil hati. Masyarakat biasa pun masih bisa menilai sendiri, apakah lembaga keuangan itu hanya kedok semata guna meraup dana masyarakat?  Ataukah menggunakan skema Ponzi? 

Bagi yang belum mengetahui apa itu skema Ponzi yaitu keuntungan yang diperoleh seorang anggota didapat dengan menarik keuntungan dari anggota baru.  Nah anggota yang baru tersebut mendapat keuntungan atau profit juga hasil dari mencatut keuntungan dari anggota yang baru berikutnya, Begitu seterusnya hingga terbongkar semuanya.

Di jaman yang serba apa apa mahal ini, ditambah angka pengangguran yang semakin tinggi, biaya hidup sehari hari yang kini sudah tidak murah lagi, masih ditambah runyam lagi dengan lapangan pekerjaan yang semakin sulit di dapat, orang mudah terpedaya akan janji cepat kaya tanpa bekerja keras. Punya hutang ya bayar.  Boleh mencicil bayarnya jika kurang mampu.  (Asep Haryono)



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog