Saya Muslim. Saya Tidak Merayakan Valentine

Saya Tidak Merayakan Valentine walaupun ada tanggal 14 Februari dikenal seantero dunia sebagai hari perayaan Valentine atau biasa dikenal dengan sebutan Valentine Day atau hari perayaan kasih sayang.   Terus terang saja saya agak malas menceritakan kembali sejarah mengenai Valentine Day ini.  Semua informasi ada di Google.  Ada di Internet.

Saya Tidak Merayakan Valentine

Apa sih Valentine Day itu?  Saya membuka beberapa arsip di Internet dan banyak sekali referensi di dalamnya. Salah satunya adalah informasi dari Wikipedia Bahasa Indonesia.   Menurut kamus Wikipedia tertulis "

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day) atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat.  
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. 
The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun.[1] Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine. 
Baca selengkapnya - Hari Kasih Sayang (Wikipedia) 
BUNGA : Saya memamg termasuk pecinta bunga. I love flowers.  Foto ini diambil saat kunjungan di Kuala Lumpur November 2009 yang lalu. Tidak ada kaitannya dengan Valentine Day.  Kebetulan aja fotonya di depan toko penjual bunga. Foto Istimewa
BUNGA : Saya memamg termasuk pecinta bunga. I love flowers.  Foto ini diambil saat kunjungan di Kuala Lumpur November 2009 yang lalu. Tidak ada kaitannya dengan Valentine Day.  Kebetulan aja fotonya di depan toko penjual bunga. Foto Istimewa


Walaupun Saya Tidak Merayakan Valentine karena memang tidak sesuai dan atau tidak dibolehk,an oleh keyakinan Agama Islam yang saya anut , saya tetap menghargai dan menghormati sahabat sahabat semuanya yang merayakan Valentine day tersebut.

Saya berharap artikel pendek ini tidak diasumsikan sebagai tulisan yang bersinggungan dengan SARA dan atau mengajarkan ujaran kebencian. Saya tidak ada niat sedikit pun untuk mengarah kepada dua hal itu.  Namun demikian terlepas dari hinggar binggar perayaan yang konon dipersepsikan sebagai Hari Kasih Sayang itu ternyata menyimpan sejarah kelam.  Silahkan membaca sendiri tautan informasi yang membahas detail lengkap sejarah kelam di balik perayaan Valentine Day yang itu

Baca selengkapnya - 14 Februari Sejarah Kelam Valentine Day


Saya Tidak Merayakan Valentine

Izinkan saya untuk menyampaikan pendapat dan pandangan saya tentang perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day ini.  Kalau sejarah apa dan bagaimana adanya hari itu bisa sahabat lihat dan cari sendiri di internet dengan bantuan mesin pencari seperti Google.   Nah apa pandangan saya tentang hari kasih sayang itu?

Pandangan saya yang saya lihat selama ini Valentine Day yang lazim dirayakan di belahan dunia adalah sesuai dengan apa yang menurut keyakinan mereka. Untuk urusan keyakinan tentu dilindungi undang undang. 

Nah di Indonesia perayaan Hari Kasih Sayang ini juga diikuti juga seperti halnya tradisi Halloween yang jelas jelas bukan berasal dari tradisi leluhur bangsa Indonesia.   Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia , para pejuang bangsa yang angkat senjata melawan penjajah juga tidak mewariskan tradisi Halloween dan Hari Kasih sayang.  Ekstrim ya. Setidaknya ini pendapat saya.

Kasih sayang adalah sepanjang masa.  Sayang kepada orang tua, adik , kakak, saudara hingga para tetangga banyak diwujudkan dalam bentuk aktifitas sosial dan kebaikan seperti gotong royong.  Memberi hadiah ulang tahun kepad ibu yang berhari jadi,  menjadi terbaik dalam pelajaran di sekolah, patuh kepada orang tua adalah bentuk bentuk positif sebagai perwujudan kasih sayang.

(Kasih sayang) tidak diimplementasikan secara sempit dengan bercumbu mesra dengan pasangan atau lawan jenis diluar pernikahan mentang mentang 14 Februari atau perayaan hari Kasih sayang. Itu tidak baik. Tidak sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. 

Terlepas dari urusan suka sama suka, tetaplah itu bukan bagian dari kebudayaan ketimuran dan adat istiadat bangsa Indonesia.  Belum lagi agama manapun tidak menyukai perilaku menyimpang, free sex , pergaulan bebas, dan Narkoba.

Tentu saja saya tidak men
jeneralisasikan semua seperti itu. Tentu saja tidak. Masih banyak orang yang meyakininya dan merayakan hari kasih sayang itu dengan bentuk positif seperti memberi bantuan dan santunan kepada Panti Jombo, anak asuh, gotong royong di kampung dan masih banyak lagi.

Saya Tidak Merayakan Valentine

Kalau saya ditanya mengapa Saya Tidak Merayakan Valentine?
Jawabannya singkat saja karena I am moslem (saya Muslim), dan dalam keyakinan Agama Islam yang saya anut tidak membolehkan umat Muslim merayakannya.  Seperti yang sudah saya sebut beberapa hal di atas, walaupun Saya Tidak Merayakan Valentine namun saya tetap menghargai dan menghormati mereka yang merayakannya. (Asep Haryono) 

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog