Ingatlah Ada Akhirat

Kubu Raya.   Sebenarnya apa yang menjadi tujuan hidup kita selama di dunia yang fana ini?  Benarkah kita harus mengejar harta duniawi untuk menunjang kehidupan kita di dunia? Benarkah harta yang melimpah menjadi jaminan kebahagiaan manusia di dunia ini? 

Andai saya bicara saat ini dengan kondisi ekonomi yang masih berada di bawah garis kemiskinan, bicara soal impian memiliki kebahagiaan materi mungkin bisa dibilang wajar saja.

Benarkah wajar? Memiliki banyak harta duniawi adalah dambaan manusiawi dan setiap orang di dalam hatinya yang terdalam sedikitpun tentu memiliki keinginan untuk bisa hidup sejahtera lahir dan Bathin.   Dalam agama Islam yang saya anut juga sudah terjamin di dalam Surah Al Quran bahwa agar manusia mengingat hari esok hari masa depan di Akherat namun (manusia) jangan melupakan bagiannya di dunia ini.

Dalam surah yang lain juga disebutkan dengan jelas jika selesai mendirikan sholat agar manusia bertebaran mencari rezeki NYA.  Saya jadi ingat akan pesan almarhumah ibu saya agar anak anaknya tetap berpegang kepada tali Allah SWT agar selamat dunia dan akhirat.  "Rezeki sudah ada yang mengatur yakni Allah SWT" begitu salah satu wasiat almarhumah Ibu kepada anak anaknya


TAUBAT : Salah satu adegan dalam video klip grup musik Wali Band "Taubat" yang liriknya sungguh dalam dan indah lagunya.  Photo courtesy Youtube
TAUBAT : Salah satu adegan dalam video klip grup musik Wali Band "Taubat" yang liriknya sungguh dalam dan indah lagunya.  Photo courtesy Youtube

Tidak AKan ada Habisnya
Dalam bait lagu yang didendangkan oleh Wali Band  yang berjudul "Taubat" jelas di sana bahwa hidup hanya sekali.  Berapa kali maksiat dan berapa kali dosa yang manusia buat agar senantiasa diingat akan ada hari akherat.  Masya Allah indah sekali lagu dan liriknya.   Sengaja saya capture salah satu video musiknya di Youtube sebagai ilustrasi dari tulisan sederhana ini.

Ingat mati kata vokalis Wali Band, Farhan Zainal Muttaqin, di dalam bait lagu itu dan memang itu menjadi tujuan akhir dari khalifah Allah SWT di muka bumi ini. Namun terlepas dari itu semua,  bekerja keras dengan segala daya upaya untuk hidup sejahtera di dunia dan sejahtera nanti di Akherat menjadi dambaan sekalugus impian setiap insan yang namanya manusia.

Harta melimpah adalah idaman manusiawi.  Saya sudah sering menyaksikan dari berbagai saluran sosial media orang mempertontonkan harta dan kekayaan yang melimpah ruah.   Sebagian orang menilai wajar karena itu adalah hasil kerja kerasnya, dan diperlihatkannya (kekayaan) nya itu sebagai motivasi bagi orang lain agar bekerja keras seperti dirinya juga hingga menjadii kaya.

11-12 seperti nya dengan membanggakan hartanya di depan orang banyak.  Sebenarnya ini tidak boleh menjadi bahan gunjingan, bahan obrolan atau yang lebih buruk lagi menjadi sesuatu yang mengotori hati orang yang sebenarnya tidak tau apa apa menjadi terkotori hatinya dengan timbulnya perasaan iri dan dengki terhadap mereka yang berpunya.   Kita tidak boleh mengotori hati kita sendiri terhadap mereka.

Lalu seperti apakah sekarang ini.  Melihat duniawi seperti memandang matahari yang menyilaukan.  Masih banyak orang yang lebih sengsara dari hidup kita sekarang ini.  Dalam hati saya sudah menanamkan perasaan damai di hati. Jika takdirnya seperti ini, segala daya upaya masih tetap ada peluangnya. 

Dan saya percaya seperti yang tertulis dalam surah AL Quran, bahwa dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan.  Banyak harta bisa membuat bahagia.  Realistis saja dan itu manusiawi adanya.  Lihatlah ke dalam hati kita masing masing.  Bahagia itu hakikinya ada dalam diri kita semuanya, temukanlah lkebahagiaan mu sendiri. Carilah harta semampu mu. Ingatlah Ada Akhirat (Asep Haryono)












No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog