Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

Pempek Palembang Dan Tekwan di "DINI" Paris 2 Pontianak

Catatan Asep Haryono

Hari itu Senin 1 Januari 2018 saya mendapat undangan dari Mas Budhi Purwoko, sahabat saya saat masih sama sama "anak Kost" di Gang Sekadau P.50 Komplek Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak di era tahun 2004 yang lalu.  Tidak sampai 20 menit saya sudah tiba di Kedai Pempek Palembang dan Mie Ayam "DINI" di Jalan Sejahtera I Sungai Raya Dalam Pontianak.

Baca juga - kenangan jaman Ngekos di Komplek UNTAN Pontianak

Setela diterima dengan baik oleh yang punya kedai, mas Budhi Purwoko, mempersilahkan saya duduk dan memesan (order).  Saya memesan 1 porsi Pempek Palembang (Pempek Kapal Selam dan Lenjer) dan 1 porsi Tekwan.  Saat order saya diproses , terbayang kelezatan Pempek Palembang bikinan Nyonya Budhi Purwoko yang memang aseli orang Palembang itu. Wah keren donkk.

Begitu dihidangkan di meja.  Waw super sekali. Dari aromanya saja sudah khas Cuko nya Pempek Palembang (Baca Plembang-red), begitu juga dengan aroma khas Tekwannya sangat spicy.  Kalau dilihat sepintas Tekwan ini mempunyai kemiripan yang amat tinggi dengan Bubur Ikan. Kuahnya yang bening saat disajikan dan belum ditambah saos sambal , atau kecap.

Pempek Palembang nya sendiri memang sama kontennya dengan penjual Pempek Palembang lainnya ada banyak pilihan Kapal Selam, Lenjer, Dadaan , Otak otak dan Kulit.  Juga ada taburan udang kecil atau biasa disebut dengan "EBI" dan irisan mentimun. Yang khas dari Pempek Palembang aseli adalah cuko  (cuka -red) yang pedasnya terasa di akhir.  Beda lah.  Dan cara makan Pempek Palembang juga bebas aja.

Ada yang ambil pempek Palembangnya langsung dimasukkan ke dalam mulut atau dicelupkan dahulu ke dalam kuah Cuko.  Dalam penyajiannya juga bebas saja. Tidak ada pakem. Selera orang kan berlainan.  Ada juga CUKO nya terpisah dari sajian pempeknya.  Pempek Palembang dalam piring terpisah dengan cuko nya dalam piring yang lain.  Santai saja, yang penting asyikk.

PEMPEK PALEMBANG  : Saya memesan 1 porsi Pempek Palembang terdiri dari 1 buah kapal selam dan lenjer.  Ada taburan ebi dan mentimun. Khasnya cukonyo lah. Lemak nian. Foto Asep Haryono
PEMPEK PALEMBANG  : Saya memesan 1 porsi Pempek Palembang terdiri dari 1 buah kapal selam dan lenjer.  Ada taburan ebi dan mentimun. Khasnya cukonyo lah. Lemak nian. Foto Asep Haryono

TEKWAN  : Sekilas mirip Bubur Ikan khas Pontianak. Namun ini Tekwan yang belum diberikan saos sambal dan sambal.  Selera orang berbeda beda. Foto Asep Haryono
TEKWAN  : Sekilas mirip Bubur Ikan khas Pontianak. Namun ini Tekwan yang belum diberikan saos sambal dan sambal.  Selera orang berbeda beda. Foto Asep Haryono

PEMPEK DAN MIE AYAM "DINI"  : Inilah  pempek dan Mie ayam "DINI" di Jalan Sejahtera I Tembusan Paris 2 Serdam Pontianak. Nikmat Harga Bersahabat. Foto Asep Haryono
PEMPEK DAN MIE AYAM "DINI"  : Inilah  pempek dan Mie ayam "DINI" di Jalan Sejahtera I Tembusan Paris 2 Serdam Pontianak. Nikmat Harga Bersahabat. Foto Asep Haryono


FREE alias Gratis

Jam 10.30 WIB saya pun memacu Yamaha Mio saya menuju Jalan Sejahtera I Tembus Paris 2 Pontianak. Sempat kebingungan saat saya sudah berada di pertigaan kantor Kecamatan Paris 2 Pontianak. Saya masuknya dari Jln. Paris Haji Husain 2 Pontianak.  Setelah dipandu Alhamdulillah saya bisa mendatangi rumah Mas Budhi Purwoko yang juga sebagai kedai Pempek dan Mie Ayamnya.

Saya duduk di bangku yang sudah disediakan. Tampak ada 1 orang pengunjung wanita berhijab yang sempat saya duga adalah istri nya mas Budhi. Saya sudah sempat ancang ancang mau bertanya atau menyapa, eh keburu mas Budhi Purwoko datang dengan menggunakan motornya. Endah dari mana dia.  Saya pun dipersilahkan duduk.  Saya pun duduk tepat berada di depan pengunjung wanita yang sempat saya duga istrinya mas Budhi. Hehehe.

Saya meminta daftar menu yang ada kepada mas Budhi Purwoko, dan dengan segera mas Budhi Purwoko memberikannya kepada saya Setelah "konsultasi" sejenak dan akhirnya memilih menu Pempek Kapal Selam dan Lenjer.  Tidak lupa saya juga memesan Tekwannya juga sekalian.  Kebetulan di dompet saya sudah ada uang yang sempat saya bawa yang jumlahnya saya rasa cukup.  Namun belakangan mas Budhi Purwoko menolaknya.  Ujung ujungnya saya makan FREE alias Gratis.

"Sudah tidak usah , kan jarang jarang ke sini, nanti lah kalau kunjungan ke dua dan seterusnya baru bayar " kata Mas Budhi Purwoko. Saya jadi tidak enak, Padahal awalnya saya sudah bilang kepada mas Budhi via WA kalau saya mau icip icip Pempeknya sekalian di review untuk dipublikasikan di blog saya. Hmmm Iya deh Alhamdulillah. Semoga berkah Aamin Ya Rabbal Alamin
. (Asep Haryono)



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog