Jual Milagros disini

OPINI : Gaji 3 Juta Rupiah Sebulan Masih Kurang?

Kubu Raya. Berita DETIK COM yang saya baca hari ini tentang ulah seorang pengemudi Taksi Online berinisial AE (19) yang ditangkap aparat kepolisian karena merampok seorang karyawati sebuah bank swasta berinisial A (27) di Bandung (Jawa Barat). Setelah diperiksa petugas , aksi nekat pelaku merampok karena gaji yang diterimanya sebesar 3 juta sebulan kurang, dan pelaku terbetik niat jahatnya karena tergiur ponsel korban.

Baca selengkap kasusnya di sini - Rampok dan Borgol Karyawati Bank, Sopir Taxi Online Ditangkap : tergiur ponsel sang korban


Ada 3 hal yang menarik dari kasus ini yang ingin saya coba bahas dalam blog pribadi saya pada kesempatan kali ini.     Ada aksi ada reaksi. Tidak ada asap kalau tidak ada api.  Baik dari sang pelaku perampokan maupun korbannya juga harus mendapatkan porsinya pembahasan sesuai kapasitasnya masing masing. 3 hal utama itu adalah motif melakukan perampokan, rasa bersyukur dan penumpang yang pamer perhiasan atau kemewahan.


PELAKU : Inilah wajah pelaku perampokan penumpang. Pelaku adalah salah satu pegawai taksi online yang sudah diamankan polisi.  Foto dari DETIK COM
PELAKU : Inilah wajah pelaku perampokan penumpang. Pelaku adalah salah satu pegawai taksi online yang sudah diamankan polisi.  Foto dari DETIK COM

Pertama yang mau saya coba bahas adalah Motif Pelaku Merampok.  DETIK COM memberitakan motif sementara dan ini berdasarkan daripada pengakuan sang pelaku di hadapan kepolisian bahwa motif pelaku merampok penumpangnya karena tergiur telephone genggam yang sedang digunakan oleh korban. Intinya niat jahat timbul karena pelaku tergiur akan barang yang menurut sang pelaku adalah mahal dan mewah : Iphone.

Kedua , Kurangnya rasa bersyukur.   DETIK COM memberitakan, bahwa pelaku yang sudah diamankan oleh pihak berwajib ini menuturkan bahwa Gaji yang diterimanya sebagai seorang pengemudi Taxi Online sebesar Rp3.000.000,- (Tig juta Rupiah) itu tidak cukup. 

Baca juga - Mengapa Kita Harus Bersyukur ?

Kata orang hidup di ibukota Jakarta memang tidak mudah. Apa apa serba mahal. Jika alasan merampoknya karena gaji sebesar 3 juta yang pelaku terima dari tempat perusahaannya bekerja itu tidak cukup, saya menjadi penasaran dan penuh tanda tanya.   Hidup di Jakarta memang mahal,  apa saja pake duit, dan semuanya relatif biaya hidup jauh lebih mahal.


Sebenarnya besar dan kecilnya gaji sebenarnya tidak ada masalah. Memang betul apa apa semuanya serba mahal dan semuanya naik. Namun perlu juga diingat bahwa masih banyak orang yang penghasilannya jauh lebih kecil dari gaji sang pelaku sebesar 3 juta rupiah sebulan, namun masih bisa menabung banyak. 

Jadi persoalannya di sini bukan nilai nominal GAJI yang diterima setiap bulan, tetapi lebih kepada gaya hidup anda. Berapa pun GAJI yang anda terima tentu tidak akan cukup jika gaya hidup anda bak orang kaya atau tajir.  Hidup dalam kemewahan.

Yang terakhir yang ingin saya coba bahas di sini adalah si korban perampokan sendiri yang 
berinisial A (27) tahun ini. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada si korban, dan rasa keprihatinan atas musibah yang menimpa korban, saya menduga aksi kejahatan ini timbul karena "dipancing" oleh ulah anda yang mungkin sengaja atau tidak disengaja memperlihatkan barang mewah di depan umum.

Sudah sering dihimbau agar tidak membawa perhiasan atau barang barang mewah di depan umum karena berpotensi "mengundang" aksi kejahatan, Dan kasus ini telah membuktikan teori itu.   Jangan perlihatkan barang barang mewah anda di depan umum  Orang yang tadinya biasa saja akan tergoda untuk melakukan kejahatan karena dipicu oleh ulah pamer anda, (Asep Haryono)






No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog