Motor Kesayangan Masuk Bengkel

Kubu Raya. Untuk kesekian kalinya Honda SupraFit KB 3815 HY kesayangan saya masuk bengkel. Mungkin sudah lebih dari 4 kali saat sejak pertama kali Honda tersebut saya miliki pada tahun 2005 yang lalu.

Dasarnya sayanya aja yang memang malas untuk melakukan service rutin kendaraan roda dua saya yang memang sudah sewajarnya dilakukan. Seperti yang baru lalu, kira kira tanggal minggu lalu sekitar tanggal 8 Januari 2018, motor saya agak kendala tidak nyaman dikendarai. Rantai terasa gresek gresek.

Selain itu juga sudah lebih dari dua bulan Honda SupraFit saya itu tidak diganti olienya. Entah sudah berapa jenis merek Olie yang saya gunakan untuk motor Honda saya, mungkin Oli Federal? Olie Top One? Entah oli merek apa lagi. Saya juga tidak tau mana oli yang aseli mana oli yang palsu alias abal abal.

Baca juga - Honda Ku Masuk Bengkel (Lagi)

Akhirnya sudah diputuskan untuk segera masuk bengkel motor.  Kendala muncul lagi. Mengapa saat itu saya tidak kepikiran untuk memasukkan Honda SupraFit kesayangan saya itu ke bengkel AHASS ya.  AHASS adalah bengkel resmi HONDA di seluruh Indonesia termasuk diantaranya di Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat.





Banyak perbaikan dan pergantian. Mulai dari lampu depan yang pecah satu, pergantian ban baru dalam ,  harus dipasang satu lagi agar sepasang dan lampu menyala dengan terang. Kemdian rantenya itu sendiri setelah dicek ternyata pecah pecah, dan harus diganti yang baru.  Speedometer nya yang tidak berfungsi dan kini sudah diperbaiki. Total anggaran yang digelontorkan untuk "permak" alias perbaikannya mencapai Rp.350.000 (Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)



MASUK BENGKEL :  Honda SupraFit kesayangan saya masuk bengkel untuk kesekian kalinya dan banyak perbaikan dan penggantian kali ini. Foto Asep Haryono
MASUK BENGKEL :  Honda SupraFit kesayangan saya masuk bengkel untuk kesekian kalinya dan banyak perbaikan dan penggantian kali ini. Foto Asep Haryono


Honda Memang Irit
Mengapa saya memilih sepeda Motor merek HONDA? Pertanyaan itu barangkali muncul di benak para pembaca setia blog saya. Saya rasa semua orang punya asalan sendiri mengapa memilih suatu merek kendaraan roda dua.  Bagi saya sejak pertama memilik Sepeda Motor Honda SupraFit pada tahun 2004 yang lalu di salah satu dealer Honda di Jalan Imam Bonjol Pontianak.

Sekilas ke belakang. Saya mengambil Honda SupraFit saat itu juga dengan sistim cicilan alias kredit.  Hanya saja uang muka (Down Payment) atau DP saya sebesar Rp.6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) yang pada tahun 2004 saat pertama saya ambil kredit saat itu sudah termasuk saat tinggi.  Sekedar informasi dari brosur kredit yang ada di tahun 2004 itu DP 6 juta itu tinggi.

Baca juga - Ban belakang Motor Pun Pecah

Drengan DP setinggi itu, saya praktis hanya mengambil 10 (sepuluh) bulan saja dengan cicilan perbulan sekitar Rp.560.000,- (Lima Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah) sudah bisa lunas. Dan Alhamdulillah di saat orang orang banyak mengambil 3 tahun untuk cicilan kendaraannya, saya hanya 10 bulan saja. BONUS yang saya terima saat ambil motor itu adalah Helm Hanoman, Jaket dan sebuah Kipas Angin Mini

Kredit motor jaman Now sekarang semakin dipermudah namun dengan syarat dan ketentuan yang sebenarnya jauh lebih seram.  Dipermudah karena dengan uang muka sebesar Rp.500.000,- (Lima Ratus Ribu rupiah) saja orang sudah bisa membawa pulang sepeda motor.  Tapi jika dihitung, tenor cicilan mereka semakin panjang yang jika dikalkulasikan harga motornya jauh 2 kali lipat lebih mahal jika membeli secara cash (tunai).

Jadi saran saya aja sih jika ingin mengambil kredit kendaraan bermotor sebaiknya secara cash atau tunai saja.  Secara ekonomis memang mahal ya. Dengan belasan juta rupiah anda sebenarnya bisa belanja macam macam. Namun coba dihitung jika anda mencicil 3 tahun. Saya yakin jika harga motornya 17 juta rupiah jika beli tunai, dengan kredit 3 tahun lunas harganya bisa mencapai 34 juta rupiah. Motor Kesayangan Masuk Bengkel (Asep Haryono)








No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog