Sukseskan Asian Games 2018

Hari ini 32 Tahun Yang Lalu. Pesawat Antariksa Challenger Meledak :

Hari ini tanggal 28 Januari 2018 adalah peringatan 32 tahun meledaknya pesawat antariksa kebanggaan Amerika Serikat, Challenger , yang meledak 73 detik sejak diluncurkan dari Florida, Amerika, menewaskan 7 orang crew pesawat tersebut termasuk seorang warga sipil juga seorang guru yang bernama  Christa McAuliffe

Christa McAuliffe, seorang guru dari sebuah sekolah menengah (Setingkat SMA) di  New Hampshire yang merupakan salah satu penumpang sipil yang terpilih dari puluhan ribu applicant (pelamar), dan merupakan satu satunya penumpang sipil dari profesi guru yang terpilih ikut misi antariksa Amerika Serikat yang ke 10 tersebut.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) saat itu menyimpulkan bahwa dua karet pelapis berbentuk huruf O yang dirancang sebagai pemisah dari kedua SRB (Solid Rocket Booster) atau roket pendorong gagal berfungsi dan melumer akibat temperatur dingin yang pagi itu menyelmuti sebagian badan pesawat.

Kejadian sekaligus tragedi memilukan ini menjadi bahan liputan banyak media internasional dan memaksa NASA untuk sementara menangguhkan semua misi ke angkasa.

Beberapa pakar antariksa dan ahli pesawat negara itu sudah memperingatkan akan bahaya dinginnya es yang membeku di landasan peluncuran yang berpotensi merusak sekat 0 Ring pendorong, dan menyarankan agar peluncuran ke Angkasa ditunda. 

Baca juga -  
Andai Christa McAuliffe Menuruti Kata Putrinya

Penundaannya sudah beberapa kali, namun cuaca di landasan peluncuran belum menunjukkan tanda normal atau cerah.  Namun NASA mempunyai pandangan lain peluncuran hari itu 28 Januari 1986 sudah tidak bisa ditunda lagi (rush to launch).

Jadual sesungguhnya peluncuran Challenger dijadualkan pada tanggal 22 Januari 1986 dengan membawa 7 crew termasuk seorang warga sipil dan juga seorang guru Christa McAuliffe (Saat itu berusia 37 tahun), ibu dari 2 orang anak dan suami seorang peneliti dari New Hampshire terpilih ikut misi Guru ke Angkasa yang dicanangkan oleh Presiden Ronald Reagan dan kemudian di approve pada masa kepemimpinan Presiden George Bush


Francis R. (Dick) Scobee (Commander), Michael John Smith (Pilot), Ellison S. Onizuka (Mission Specialist One), Judith Arlene Resnik (Mission Specialist Two), Ronald Erwin McNair(Mission Specialist Three), S.Christa McAuliffe (Payload Specialist One), dan Gregory Bruce Jarvis(Payload Specialist Two).
Francis R. (Dick) Scobee (Commander), Michael John Smith (Pilot), Ellison S. Onizuka (Mission Specialist One), Judith Arlene Resnik (Mission Specialist Two), Ronald Erwin McNair(Mission Specialist Three), S.Christa McAuliffe (Payload Specialist One), dan Gregory Bruce Jarvis(Payload Specialist Two).

"Oh Oohh"

Dalam transkrip pembicaraan dalam pesawat Challenger saat meluncur dari  Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, pada menit ke 73, Michael J. Smith (Pilot) berucap "O Ow" yang menimbulkan banyak penafsiran. Beberapa pakar penerbangan antariksa Amerika menafsirkan sebagai feeling dari sang pilot ,  Michael J. Smith , yang merasa ada yang "tidak beres" dan akhirnya rekaman terhenti. Pesawat Challenger meledak berkeping keping.
Dalam transkrip pembicaraan dikokpit, tidak ada satupun komentar dari Guru sipil yang ikut serta dalam misi tersebut Christa McAuliffe

Pada menit ke 73 itulah , disaksaikan oleh ribuan pasang mata, peswat Challenger meledak dan hancur berkeping keping dengan gumpalan asap putih berbentuk cendawan seperti ledakan bom Nuklir di langit. Yang tampak hanyalah dua buah SRB (Solid Rocket Booster) yang terbang sendiri meliuk liuk dan akhirnya diledakkan oleh pusat kontrol



Mengabaikan Peringatan Dini
Pasca terjadinya musibah meledaknya pesawat antariksa Challenger yang menewaskan 7 orang awaknya, Presiden Ronald Reagan menunjuk sebuah komisi khusus untuk melakukan penyelediikan sekaligus menentukan apa sebenarnya yang terjadi dan apa sebenarnya yang salah dengan pesawat Challenger.

Komisi yang dikepalai oleh mantan sekretaris negara,
 William Rogers, ini telah bekerja dengan maksimal dengan melibatkan mantan astronot kondang Amerika  Neil Armstrong dan mantan plot penguji (test pilot) Chuck Yeager.

Hasil final penyelidikan menyebutkan bahwa sekat berbentuk cincin (O) yang memisahkan dari tanki utama dengan pesawat di kedua SRB (Solid Rocket Booster) gagal dan tersobek karena cuaca ekstrim ditambah dengan panas dari roket pendorong yang menyebabkan kebocoran gas dan menyembur keluar dan langsung menyambar ke tanki utama dan meledak,

Bahkan, sebut dalam laporan investigasi itu, 
 Morton Thiokol selaku pihak yang membangun dua roket pendorong (Solid Rocket Booster) itu telah mengabaikan peringatan dini akan bahaya rusaknya sekat O ring karena cuaca dingin. Para petinggi NASA saat itu sebenarnya sudah mengetahui akan peringatan itu namun tidak bertindak (mencegah) lebih lanjut.

MELEDAK : 28 Januari 1986, Challenger meledak di udara, 73 detik setelah lepas landas. Tampak dalam foto 2 buah roket pendorong (Solid Rocket Booster) yang memecah ke kiri dan ke kanan yang akhirnya diledakkan oleh mission control. Gambar dari  DW Com



Space Shuttle Challenger explosion live on TV. Video courtesy Youtube

Ditonton Jutaan Pasang Mata
Selain itu juga jadual peluncuran Challenger diundur peluncurannya hingga beberapa kali dari semula tanggal 22 Januari,  kemudian menjadi 23 Januari, 24 Januari, dan terakhir 25 Januari juga masih belum meluncur.  Salah satu sebabnya adalah kondisi cuaca yang membeku dengan es dimana mana hingga menyelimuti halaman peluncuran dan beberapa bagian pesawat.

Mungkin ada efek politisnya karena Challenger sudah banyak ditunda hingga beberapa kali menyebabkan efek psikologis para petinggi NASA yang mungkin dianggap tidak becus mengurus keberangkatan Challenger hingga akhirnya "rush to launch" (memaksakan diri untuk meluncur) hingga berakhibat fatal. Mengabaikan peringatan dini dari para ahli angkasa, challenger meledak dan menewaskan 7 awak pesawatnya.
|
SS Challenger membawa 7 awak astronot, yaitu Francis R. (Dick) Scobee (Commander), Michael John Smith (Pilot), Ellison S. Onizuka (Mission Specialist One), Judith Arlene Resnik (Mission Specialist Two), Ronald Erwin McNair(Mission Specialist Three), S.Christa McAuliffe (Payload Specialist One), dan Gregory Bruce Jarvis(Payload Specialist Two).

Saat saat menggembirakan begitu Space Shuttle Challenger mulai menyalakan roket pendorongnya (SRB) dan melesat ke angkasa dari detik detik pertama, dan jutaan pasang mata menyaksikan proses peluncuran ini berubah menjadi tragedi yang memilukan.  Ke 7 orang awaknya dinyatakan tewas dalam hitungan menit, setelah mereka melambai dan mengucapkan selamat tinggal kepada Bumi. (Dari berbagai sumber)


Referensi :



No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog