Dirgayahu Kemerdekaan RI Ke 73 Tahun


Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map

10 Hal Yang Dicari Soal BITCOIN

DETIK.COM, Fenomena kemunculan Bitcoin dan perkembangannya yang pesat, membuat banyak pengguna internet penasaran, benda apa itu sebenarnya.

Foto: Tim Infografis detikcom/Mindra Purnomo
Foto: Tim Infografis detikcom/Mindra Purnomo
Banyak pertanyaan yang dilontarkan user soal Bitcoin dengan menggunakan berbagai search engine. Berikut sepuluh di antaranya yang paling populer, berdasarkan keyword pencarian di Google, seperti dikutip detikINET dari Money Magazine, Sabtu (27/1/2018).

1. Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin adalah sebuah cryptocurrency, atau sejenis mata uang digital, yang diluncurkan pada 2009 oleh seorang anonim dengan menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto. 

Dengan berbasis teknologi blockchain yang dikombinasikan dengan enkripsi, Bitcoin menawarkan sebuah cara untuk mengirim uang digital secara peer-to-peer yang aman, meskipun tanpa pengawasan pemerintah atau regulator.

2. Bagaimana Cara Membeli Bitcoin?

Bitcoin dapat dibeli dengan menggunakan mata uang konvensional, seperti dollar. Di samping itu, Bitcoin juga dapat dibeli menggunakan cryptocurrency lain seperti Ethereum atau Litecoin. Untuk memungkinkan hal tersebut, beberapa situs pun hadir menyediakan layanan jual-beli Bitcoin.

3. Di Mana Bitcoin Bisa Dibeli?

Tempat yang paling umum untuk membeli Bitcoin adalah melalui sistem penukaran online. Meski begitu, tiap situs memiliki tingkat kepercayaan dan keamanan yang berbeda, ditambah banyaknya hacker yang mengincar Bitcoin.

Untuk itu, penting dalam mencari situs yang sudah diatur dengan regulasi. Contohnya, di Amerika Serikat, Coinbase menjadi salah satu pilihan yang terpercaya.

4. Bagaimana Melakukan Investasi dengan Bitcoin?

Banyak pembeli Bitcoin dan cryptocurrency lain percaya bahwa teknologi ini dapat merevolusi sektor keuangan dunia dan menggoyang mata uang konvensional. Mereka melihat Bitcoin seperti aset yang serupa dengan emas, dengan memegang teguh strategi jual dan tahan secara jangka panjang.

Prinsip tersebut kerap disebut sebagai HODL (hold on for dear life). Untuk menerapkannya, cukup memindahkan sejumlah aset ke dompet Bitcoin untuk menjaganya tetap aman sampai diputuskan untuk menggunakannya atau menjualnya.

5. Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?

Bitcoin bekerja dengan merekam setiap transaksi yang terjadi di dalam jaringannya, sehingga para pemain nakal tidak dapat mengubah maupun menghapus data tersebut.

Setiap pengguna Bitcoin memiliki kode terenkripsi yang berguna sebagai nomor rekening atau alamat untuk melakukan transaksi. Seluruh kegiatan tersebut akan tervalidasi dan dimasukkan ke blockchain melalui proses yang dinamakan 'penambangan'.

6. Apa Itu Penambangan Bitcoin?

Menambang adalah sebuah mekanisme untuk menerbitkan Bitcoin baru, yang juga sekaligus sebagai cara agar transaksi tervalidasi dan dapat diterima. Penambangan ini memerlukan penyelesaian permasalahan komputasi berbentuk puzzle cryptographic yang kompleks.

User yang berhasil menyelesaikan puzzle tersebut akan mendapatkan insentif berupa 12,5 BTC per blok, dan berlaku kelipatannya.

7. Bagaimana Cara Menambang Bitcoin?

Bitcoin adalah sistem yang terbuka, jadi siapapun diperbolehkan untuk bergabung ke dalamnya sebagai penambang.

Kegiatan menambang sendiri bukan hal yang mudah. Diperlukan hardware dengan spesifikasi yang mumpuni untuk menyelesaikan puzzle cryptographic menggunakan microchip bernama ASIC atau melalui serangkaian GPU yanh digabungkan.

8. Berapa Banyak Bitcoin yang Tersedia?

Bitcoin hanya memiliki stok hingga 21 juta BTC sampai saat ini, dengan perkiraan 17 juta diantaranya sudah diproduksi, atau sekitar 80% dari total persediaan. 

9. Berapa Harga Bitcoin Saat Ini?

Per 27 Januari 2018, 1 BTC memiliki nilai sekitar USD 11.100 (Rp 147 juta), berdasarkan data dari CoinDesk.

10. Apa Itu Bitcoin Cash?

Bitcoin Cash merupakan hasil perpecahan dari sistem blockchain yang digunakan Bitcoin, dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah transaksi dengan menyesuaikan pada sebuah blok.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi ongkos transaksi dan waktu konfirmasi. Aksi ini pun bisa disebut sebagai 'boikot' karena menyangkut masalah ideologi pada komunitas Bitcoin. (rns/rns)


No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog