Senang Bisa Terbang Kembali Dengan Garuda Indonesia

Catatan Asep Haryono

Sejak tahun 2005 hingga 2010 tidak kurang lebih dari 30 (tiga puluh) kali saya terbang bersama Garuda Indonesia.  Rute yang saya tempuh selama itu adalah tujuan Pontianak - Denpasar.  Sejak tahun 2010 itulah saya sudah tidak terbang lagi karena sesuatu dan lain hal.   Saya pemegang kartu Garuda Frequent Flyer Regular Blue (GFF) Nomor 726 259 634.  Saya belum lapor kepada Garuda Indonesia tentang kartu GFF saya ini apakah masih valid (berlaku) atau sudah expire (kadaluarsa).

Terakhir saya terbang bersama Garuda Indonesia pada bulan September 2010 yang lalu saat saya mengikuti Workshop MDGs di Hotel JW Marriott Jakarta.  Setelah itu saya tidak ada kesempatan untuk terbang bersama Garuda Indonesia lagi.


GARUDA INDONESIA
GARUDA INDONESIA :  Sejak tahun 2010 saya sudah tidak terbang lagi dengan Garuda Indonesia, dan Alhamdulillah tahun 2017 saya bisa terbang lagi dengan Garuda Indonesia seperti dalam foto ini.  Foto Asep Haryono

Kebetulan istri tercinta beberapa bulan yang lalu terbang bersama Garuda Indonesia.  Saya pun lantas menanyakan kepadanya fasilitas dan kenyamanan Garuda Indonesia yang dia rasakan saat naik bersama Garuda Indonesia.  Dia pun menceritakan secara singkatnya saja.   Saat saya melihat oleh oleh dalam tasnya terdapat satu kotak snack dengan Kop Garuda Indoneisa.  Saya pun bertanya kepadanya apa isinya.

Istri saya menjawab isinya adalah segelas air mineral berkop garuda, sebuah roti , sebuah puding berukuran mini, dan beberapa sapu tangan, serta tisu semuanya berkop Garuda Indonesia.  Saya bertanya kepadanya apakah mendapatkan meals berupa paket makan seperti yang selama ini saya rasakan fasilitasnya dari Garuda Indonesia, dia menggelang.  Saya jadi penasaran.

Baca juga - asyiknya Menu Makan Dalam di Garuda Indonesia

Benarkah Garuda Indonesia rute Pontianak - Jakarta dan sebaliknya tidak lagi menyediakan menu meals atau makan siang seperti biasanya yang selalu saya terima selama puluhan kali saya terbang bersama Garuda Indonesia?.   Untuk membuktikan hal tersebut saya harus terbang dengan Garuda Indonesia untuk mengetahui perkembangan atau update terbaru dari Garuda Indonesia suatu hari nanti.

CHECK IN :  Sebenarnya saya agak malas pasang foto ini  Penulis tidak harus ada dalam setiap tulisan yang saya buat. Namun mempertimbangkan takut dianggap hoax ya sudah terpaksa saya pasang foto saya. Bukti saya benar benar ada di sini. Foto Istimewa
CHECK IN :  Sebenarnya saya agak malas pasang foto ini  Penulis tidak harus ada dalam setiap tulisan yang saya buat. Namun mempertimbangkan takut dianggap hoax ya sudah terpaksa saya pasang foto saya. Bukti saya benar benar ada di sini. Foto Istimewa


Garuda Indonesia Tetap Spesial
Alhamdulillah kesempatan itu akhirna datang juga. Saya terbang bersama Garuda Indonesia saat kembali pulang ke Pontianak dari lawatan keluarga di Tanggerang, dan Bekasi.   Saya terbang bersama Garuda Indonesia tujuan Jakarta - Pontianak Economy Class Flight GA508 penerbangan pukul  17.10 WIB yang kemudian delay selama 1 jam dan diberangkatkan pada pukul  18.10 WIB nya.   Insya Allah bagian delay ini akan saya tulis dalam seri yang lain juga di blog kesayangan saya ini. Tidak biasanya Garuda Indonesia terlambat selama itu. Insya Allah

Begitu check in selesai, saya langsung memasuki bagian dalam Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta yang megah.  Terus terang saja teakhir saya terbang bersama Garuda Indonesia itu di bulan September 2010 saat saya menghadiri konferensi MDGS di Hotel JW Marriott.  Renovasi Bandara SOETTA Tangerang Banten ini dimulai pada periode itu, jika saya tidak salah.  Mohon koreksi jika salah ya.

CHECK IN COUNTER : Dalam Terminal 3 Ultimate Di Soekarno Hatta inilah para penumpang bisa langsung check in. Datanglah 1 jam lebih awal. Foto Asep Haryono
CHECK IN COUNTER : Dalam Terminal 3 Ultimate Di Soekarno Hatta inilah para penumpang bisa langsung check in. Datanglah 1 jam lebih awal. Foto Asep Haryono
TERMINAL 3  :  Megah dan luar biasa besarnyaTerminal 3 Ultimate Di Soekarno Hatta . Gate saya nomor 13 itu ada di ujung koridor ini. Cukup jauh juga. Foto Asep Haryono
TERMINAL 3  :  Megah dan luar biasa besarnyaTerminal 3 Ultimate Di Soekarno Hatta . Gate saya nomor 13 itu ada di ujung koridor ini. Cukup jauh juga. Foto Asep Haryono

Jadi begiti saya ada kesempatan terbang bersama Garuda Indonesia itulah saya bisa melihat langsung betapa megahnya interior luar dan dalam Terminal 3 Ultimate Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta.  Saya terbang melalui gate 13 yang letaknya cukup jauh dari ruang pemeriksaan barang bawaan Bagasi atau pemindai bagasi di securitu checkpoint.   Sepanjang saya menuju Gate 13 itulah saya melihat betapa megahnya Terminal 3 Ultimate di SOETTA ini.   Insya Allah bagian ini juga akan saya paparkan di seri artikel yang lain di blog saya ini juga.

Saat check in saya sempat ditanya apakah saya memiliki Garuda Indonesia Frequen Flyer (GFF).  Saya menjawab ya saya punya sejak 2010.  Saya mengatakan kepada petugas check ini di dalam Terminak 3 Ultimate Garuda Indonesia itu saya akan mengurusnya nanti apakah masih berlaku atau sudah kadaluarsa  Dari petugas check in inilah saya direkomendasikan untuk apply Garuda Frequent Flyer kembali dari NOL.  Saya setuju.  Saya akan mengisi dan mengurusnya secepatnya.

Seperti biasanya saya suka dekat jendela.  Nyaris di setiap penerbangan Garuda Indonesia saya sangat suka memilih duduk dekat window (jendela).  "Saya cek dahulu ya apakah masih tersedia atau tidak" kata petugas check ini berhijab yang tidak sempat saya tanyakan namanya ini.  "Ya ada pak, tapi duduknya di bagian belakang Seat no 41 K" katanya.  Alhamdulillah akhirnya dapat duduk di dekat Jendela lagi asyiikk kata saya dalam hati.   Mau di depan, ditengah atau dibelakang tidak masalah asal dekat jendela  Horee.

Saya berjalan memasuki Pesawat Garuda Indonesia melalui Garba Rata yang cukup panjang, di sepanjang koridor inilah saya banyak mengambil foto foto baik dalam lingkungan Garba Rata maupun pesawat yang sedang diparkir.   Para penumpang masuk ke dalam "perut" pesawat Garuda Indoneisa satu persatu.  Saya pun memasuki pintu masuk disambut dengan senyum Pramugari dan Co Pilot Garuda Indonesia.

GARBA RATA :  Para penumpang berjalan memasuki perut pesawat Garud Indonesia seri 737-800 Next Generation melalui Garba Rata ini.  Jangan berlari berjalan saja seperti biasa. Foto Asep Haryono
GARBA RATA :  Para penumpang berjalan memasuki perut pesawat Garud Indonesia seri 737-800 Next Generation melalui Garba Rata ini.  Jangan berlari berjalan saja seperti biasa. Foto Asep Haryono

Saya mengambil sebuah koran yang terbit pada hari itu, FREE alias gratis. Tadinya saya mau mencari koran KOMPAS namun tidak ketemu.  Mau nyari nyari juga rasanya tidak cukup waktu atau tidak mungkin karena dibelakang saya berdiri juga sudah ada antrian memanjang para penumpang lain yang juga ingin ikut masuk ke dalam perut pesawat.  Ya sudah saya menyambar koran Media Indonesia saja.

Saya memasuki dalam pesawat berbaris dengan penumpang lain yang juga sibuk mencari bangkunya masing masing.  Saya melihat di boarding pass saya tercetak seat 41K.  What does it mean with the letter K here?  (Apa maksud dari huruf K di boarding pass saya ini?. 

Saya pun bertanya pada crew Garuda Indonesia bahwa penomoran seat Garuda Indonesia di kartu Boarding Pass sudah tidak lagi mencantumkan huruf khusus untuk seat yang dekat dengan jendela.   K di sini artinya kiri berarti seat saya berada di paling kiri dan itu di dekat jendela.   Dahulu kan ada huruf A, B, dan C, sekarang pencantuman (huruf) sudah tidak lagi dicantumkan khusus yang duduknya dekat jendela. Jika jendela seat anda di kiri maka huruf K di dalam boarding pass anda

Saya duduk dalam 1 deret terdiri atas 3 seat.  Saya tentu dekat jendela donk.  Nah singkat cerita, saya sudah melihat fasilitas AVOD (Audio Video On Demand) terhampar di belakang sandaran duduk di depan tempat duduk saya, Saya sudah hafal betul dengan fitur fitur yang ada di AVOD Garuda Indonesia ini. Kebetulan seri yang saya gunakan saat itu adalah BOEING 738-800 Next Generation.      Saya juga melihat ada headseat Garuda Indonesia terbungkus dalam plastik transparan.  Saya jadi ingat saat saya terbang bersama KLM pada tahun 2009 yang lalu saat menghadiri SEACHANGE di Kuala Lumpur.  Dalam pesawat itu juga ada Headseat tersedia ditiap bangku.

Baca juga - Mengikuti Youth Engagement Summit - YES SEACHANGE 2009

Pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi sudah terbang di ketnggian 30.000 kaki, dan sudah mulai tenang  Sambil menunggu hidangan meals yan memang sudah saya tunggu tunggu itu, saya mengoperasikan Audio Video on Demand (AVOD) dengan memilih film The HOBBIT. Asyyik juga eh .



Tidak berapa lama kemudian datangnya 2 crew Garuda Indonesia berparas manis mendorong kereta kecil yang berisi menu kotak meals untuk dibagikan kepada para penumpangnya.  Ini dia yang  saya tunggu tunggu, Begitu sampai di meja saya, crew memberikan 1 paket meals.  Saya senang sekali.. Kekuatiean saya tidak lagi mendapat meals pupus sudah,  Garuda Indonesia terbukti tetap menyajikan menu makan (meals) spesial sama persis seperti yang selama ini saya rasakan.  Saya sudah mengambil beberapa fotonya, Nah di bawah inilah salah satu foto meals yang saya santap malam itu
|

MEALS : Akhirnya saya bisa membuktikan Garuda Indonesia tetap menyajikan menu meals terbaik bagi para pelanggan setianya seperti dalam hidangan saya ini Nasi Ayam, pudding , air jeruk . Saya suka. Foto Asep Haryono
MEALS : Akhirnya saya bisa membuktikan Garuda Indonesia tetap menyajikan menu meals terbaik bagi para pelanggan setianya seperti dalam hidangan saya ini Nasi Ayam, pudding , air jeruk . Saya suka. Foto Asep Haryono
AVOD: Audio Video On Demand atau AVOD ini biasanya ada dalam pesawat Garuda Indonesia seri  737-800 Next Generation.  Fitur Garuda In-flight Personal Entertainment System ini menyajikan banyak hiburan musik atau film keren  Selama terbang saya nonton "The Hobbit".  Keren. Foto Asep Haryono
AVOD: Audio Video On Demand atau AVOD ini biasanya ada dalam pesawat Garuda Indonesia seri  737-800 Next Generation.  Fitur Garuda In-flight Personal Entertainment System ini menyajikan banyak hiburan musik atau film keren  Selama terbang saya nonton "The Hobbit".  Keren. Foto Asep Haryono
HEADSET : Setiap seat sudah dilengkapi 1 unit headset FREE yang bisa digunakan untuk mendengarkan AVOD (Audio Video On Demand).  Saya tidak menyarankan untuk membawa pulang alat ini sebagai souvenir. Foto Asep Haryono
HEADSET : Setiap seat sudah dilengkapi 1 unit headset FREE yang bisa digunakan untuk mendengarkan AVOD (Audio Video On Demand).  Saya tidak menyarankan untuk membawa pulang alat ini sebagai souvenir. Foto Asep Haryono


AVOD :  Ini pengalaman saat  saya mengoperasikan AVOD (Audio Video On Demand) saat terbang bersama Garuda Indonesia seri Boeing 737-800 Next Generation tujuan Denpasar- Jakarta Denpasar - Jakarta  pada hari Kamis 14 April 2011 yang lalu. Video recorded by Asep Haryono

Menu mealsnya saat itu adalah Nasi Goreng Ayam, dengan sayur sayuran yang dikemas dalam wadah plastik tertutup  alumunium foil yang terasa masih hangat wah sedap sekali.  Saya memesan kepada crewnya es jeruk Sunkis sebagaimana kebiasaan saya selama ini senangnya ya air jeruk daripada jus apel  soda atau pun teh.   Dalam meals itu juga ada satu kotak kecil pudding , sendok garpu ukuran kecil, tissu berkop garuda.  Lengkap sudah. Kerenn.

Saya pun memerika kantung di sandaran bangku di depan saya ada Majalah Garuda Indonesia terbaru, kartu Petunjuk Keselamatan Perjalanan, dan satu majalah lain yang saya tidak ingat namanya,  Saya tida melihat Majalah Inflight Magazine ya.  Kemana ya, Biasanya di setiap penerbangan selalu ada majalah inflight shopping Ah sudahlah, Saya pun tidak belanja juga kalau memang ada buku atau majalahnya.

Baca Juga - Bandara Internasional SUPADIO di Pontianak

Tidak terasa penerbangan dari SOETTA Jakarta ke Bandara Internasional Supadio di Pontianak ditempuh selama sekitar 1 jam 10 menit.  Tidak ada perbedaan waktu antara Pontianak dan Jakarta.   Alhamdulillah.   Dari pengalaman terbang kembali bersama Garuda Indonesia inilah seolah kembali membuka kenangan indah saya bersama Garuda Indonesia selama ini sudah saya rasakan. 

Ketika tulisan ini sudah rampung saya pun mempostingnya di blog sekaligus juga mentwitkanha melalui Twitter dan ditembuskan kepada Garuda Indonesia dengan akun resminya @IndonesiaGaruda dan eh ternyata langsung dijawab dengan twit juga.   Wah senang sekali mendapat respon positif dari Manajemen Garuda Indonesia.   Sayang sekali kartu GFF saya dengan nomor tersebu diatas sudah terminated.

Tweet balasan Dari Garuda Indonesia
Tweet balasan Dari Garuda Indonesia

Mereka melakukan pengecekan ulang status nomor GAMiles tersebut sudah terminated.  Saya diminta untuk melakukan registrasi ulang dengan menggunakan alamat email berbeda.  Hanya sayangnya saya hanya bisa mengklaim penerbangan yang dilakukan setelah registrasi keanggotaan GAMiles.

Selain itu juga Garuda Indonesia melalui akun Twitternya menyebytkan bahwa pada saat ini pencetakan kartu GAMiles Junior, Blue, Silver dan Gold sudah tidak dilakukan. Sebagai konfirmasi tambahan , penerbangan tanggal 20 Desember 2017 yang saya lakukan itu tidak dapat diklaim apabila registrasi GAMiles dilakukan setelah penerbangan berlalu.  Oh okay okay.

Insya Allah saya akan segera mengurusnya di masa yang aka datang Yang jelas sebagai penutup dari tulisan ini saya bangga terbang bersama Garuda Indonesia.  Semoga Garuda Indonesia selalu on time, dan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.  Sebuah kebanggan bisa terbang bersama Garuda Indonesia.   
Betapa Asyiknya Terbang Bersama Garuda Indonesia.  Ah saya ingin sekali terbang dengan Garuda Indonesia lagi nantinya Insya Allah.  Senang Bisa Terbang Kembali Dengan Garuda Indonesia. (Asep Haryono)




2 comments:

  1. Emg garuda indonesia tu tetap dihati..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi banyak yang bilang akhir akhir ini jadual Garuda Indonesia sering delay. Saya sendiri mengalami saat kembali ke Pontianak tanggal 19 Desember 2017 lalu. Delay 1 jam. Semoga tetap keren ya Garuda Indonesia

      Delete

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog