Nikmatnya Semangkuk Bu tbur Ayam Penjara Pontianak

Catatan Asep Haryono

Bubur Ayam Nikmat dan menyehatkan memang demikian adanya.  Nah dalam kesempatan yang berbahagia ini saya ingin sekali membagi pengalaman saya saat mencicipi kuliner jajanan lesehan bubur ayam pada hari Kamis (7 Desember 2017) yang alu di kawasan Jalan Penjara tepatnya di simpang jalan menuju Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong.

Bubur Ayam memang relatif di mana  mana sama saja rasanya. Begitu juga dengan "asesoris" yang ada dalam semangkuk Bubur Ayam itu tadi mulai dari kerupuk, irisan daun seledri, suir suiran cakwe, hingga kuah sop yang "menggenangi" semangkuk Bubu Ayam.  Namun ada keunikan sendiri dalam mencicipi semangkuk Bubur Ayam di kota Pontianak.  Ada sedikit perbedaan kalau saya tidak salah mencermatinya.

Semangkuk Bubur AYam di kota Pontianak pada umumnya menggunakan kacang goreng atau kacang yang sudah disangrai. Tidak semua orang suka kalau semangkuk Bubur Ayam yang akan disantapnya terdapat kacang tanah yang sudah digoreng. Bisa dibayangkan menyantap bubur ayam yang memang lembut dan mudah dicerna itu tiba tiba ada "gemurutuk" suara gigi saat mengunyai butir butian kacang yang sudah disangrai itu..


BUBUR AYAM : Inilah porsi BubuR Ayam Penjara yang saya santap (7/11/2017) lalu. Anda boleh pake saos sambal sesuai selera.  Foto Asep Haryono
BUBUR AYAM : Inilah porsi BubuR Ayam Penjara yang saya santap (7/11/2017) lalu. Anda boleh pake saos sambal sesuai selera.  Foto Asep Haryono



Murah Meriah
Sudah menjadi kebiasaan saya kalau pagi untuk Sarapan Pagi entah itu dengan menyantap Nasi Goreng, Nasi lengkap, Nasi Uduk, Nasi Kuning bahkan dengan semangkuk Bubur Ayam pagi hari sudah lebih dari cukup.  Nah untuk semangkuk Bubur Ayam di kawasan Penjara (Dekat Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong) ini harganya dibandrol sekitar Rp.15.000,- saja.  Harga ini menurut hemat saya sudah terjangkau.

Saat saya datang di kedai Bubur Ayam kawasan Jalan Penjara Pontianak Kamis  pagi itu dan duduk dengan manis di tempat duduk  yang sudah disediakan, saya sudah melihat sang penjual bubur ayam seorang bapak baoak dengan usia sekitar 40 an tahun memakai kaos lengan pendekk berwarna kuning. 

Kalau diliat dari posturnya yang tegap dan gagah ditambah dengan urat di tangannya yang menandakan pekerja keras.  Dari raut wajahnya juga sekilas "sangar". Namun begitu menanyakan kepada saya "mau pesan Bubur Ayam dek?" eaa suranya lembut gemulai juga cara berjalannnya. Buyar sudah kesan seremnya hahahahhaaa.

Saya yang memang kurang suka kalau ada butiran butiran kacang yang sudah disangrai, lupa memesan bubur ayam tanpa kacang.   Jadi karena sudah terlanjur dibuatkan, maka butiran butiran kacang goreng yang sudah disangrai itu saya comotin satu persatu di dalam wadah mangkuk Bubur Ayam. Sedangkan untuk "pelengkap" nya berupa kerupuk tidak tersedia.  Memang tidak semua penjual bubur aya di kota Pontianak ini menyediakan kerupuk untuk topping Bubur Ayam. 

Dari segi rasa bubur ayamnya yang gurih sedap dan ditambah lagi dengan suir suiran ayam gorengnya yang cukup banyak hampir memenuhi bagian atas Bubur Ayam  sepertinya sangat layak untuk mendapat rekomendasi dari saya selaku penikmat dan pecinta kuliner Bubur Ayam di kota Pontianak. Harga yang relatif terjangkau ditambah letak bubur ayamnya yang dipinggir jalan menaidkannya mudah untuk dikunjungi.  (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog