Sukseskan Asian Games 2018

Kehujanan Naik Maotor Di Malam Hari

Catatan Asep Haryono

Cuaca di Pontianak memang tidak dapat diperkirakan. Saya yang sudah puluhan tahun di kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat, ini sendiri tidak dapat meenbak tepat cuaca di kota yang dijuluki kota lintasan bumi khatulistiwa ini.  Kadang hari ini panas terik besoknya terjadi turun hujan. Begitu juga sebaliknya. Hari ini hujan deras tiba tiba besoknya hujan lebat berhari hari.

Jadi buat sahabat saya di mana pun berada yang belum terbiasa dengan cuaca di kota Pontianak ini mungkin akan terkaget kaget.   Kok bisa cuaca tidak menetap setiap harinya. Yah begitulah kota Pontianak.  Kadang kala saat anda sedang bepergian ke luar rumah khusus bagi para pengendara sepeda motor sering terjebak hujan dan hujannya pun turun tidak mengenal waktu.  Bagaimana jika sahabat kena hujan atau terjebak hujan di malam hari? Ini baru saja saya alami tadi malam (Jumat, 8 Desember 2017).

Saat itu saya baru saja selesai mendirikan Sholat Isya berjamaah di Masjid Babussalam Komplek Duta Bandara Jalan Supadio Kubu Raya.  Saat itu anak anak dan bundanya sedang ada acara di Ahmad Yani Mega Mall, saya memutuskan untuk mencari makan malam (dinner) lesehan di luar saja, karena di rumah tidak sempat memasak makan malam karena keburu sudah waktu Isya, dan cuaca juga sedang tidak bersahabat (turun hujan)



DISIPLIN : Bawalah selalu helm untuk keselamatan anda dan juga agar tidk melanggar peraturan lalu lintas. dan siapkan jas hujan. Foto Asep Haryono
DISIPLIN : Bawalah selalu helm untuk keselamatan anda dan juga agar tidk melanggar peraturan lalu lintas. dan siapkan jas hujan. Foto Asep Haryono



Bawa Jas Hujan Selalu
Sudah lama memang saya tidak mempunyai jas hujan. Kadang kalau cuaca sedang tidak bersahabat dan cenderung akan turun hujan dalam waktu dekat, saya biasanya menyiapkan baju dan celana cadangan di dalam tas. Jadi saat saya menerobos hujan dengan gagah berani dan tentunya saya akan basah kuyup karena air hujan, saya tetap percaya diri karena ada "serep" celana kain panjang dan kemeja dalam tas saya.  Saya tinggal mencari tempat  yang aman untuk berganti pakaian.

Hal itu sudah lama saya  terapkan saat saat saya pertama kali menyandang sebagai pegawai atau karyawan di salah satu media surat kabar terbesar di Kalimantan Barat. Saat itu saya masih berstatus "single fighter" (baca Jombolo) jadi tidak ada masalah jika saya basah kuyup saat tiba di kantor. Namun Alhamdulillah saya selalu tampil fresh (walau tidak ada pewangi), karema sudah berganti pakaian di ruang khusus ganti pakaian, di WC atau di mushola.

Kembali ke cerita di bagian pertama di atas, begitu saya sudah pulang sambil membawa paket paket makan malam , saya sudah basah kuyup karena kena air hujan.   Saya tidak punya jas hujan (belum ada beli maksudanya - Red), maka saya sudah persiapkan diri dan mental untuk "hujan hujanan" dan tidak ada serep baju dan kemeja cadangan yang biasa saya lakukan jika bepergian dengan kendaraan roda dua saat bermotor  Jadi sudah bisa ditebak saya sampai rumah sudah dalam keadaan basah kuyup.

Oleh karena itu dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya menghimbau untruk diri saya sendiri untuk disiplin waktu dan persiapan kendaraan roda dua saya dengan baik seperti bensin di dalam tanki apa masih ada atau sudah mau habis, dan jangan lupa untuk membawa mantel dan atau jas hujan agar tidak Kehujanan Naik Maotor Di Malam Hari gitu maksudanya . Kalau sudah kehujanan di waktu malam hari  ya resiko anda tanggung sendiri seperti kedingunan menggigil, jalanan yang licin karena hujan, dan lalu lintas kendraan lain yang tidak mau kelah dengan anda. (Asep Haryono)

No comments:

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog